Sabah Malaysia, 30 Juli 2019.

Sebanyak 14 mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta mulai tanggal 30 Juli s.d 28 Agustus mengambil peran penting dalam rangka penyiapan diri sebagai sosok guru profesional sejati, berkepribadian Islami, dan sebagai inisiator pendidikan dalam konteks pendidikan multikultural. Keempat belas mahasiswa tersebut melalukan PLP 2 berupa magang pengembangan perangkat pembelajaran dan magang asistensi guru sekaligus melaksanakan kegiatan KKN Pendidikan di 5 lokasi sekolah CLC (Commumity Learning Center) di bawah binaan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK).

Kelima lokasi sekolah CLC tersebut adalah di wilayah Keningau 4 sekolah dan di wilayah Ranau 1 sekolah CLC. Program ini didorong oleh semangat pengembangan kelembagaan dan kerja sama fakultas dan kemandirian mahasiswa dalam hubungannya dengan upaya mengatasi keterbatasan pelaksanaan pendidikan di sejumlah sekolah CLC Sabah Malaysia.

Kondisi sekolah-sekolah dalam wadah CLC tersebut sangat memprihatinkan dan sangat jauh dari kekurangan serta keterbatasan. Jumlah sekolah CLC mencapai 244 dan hanya diajar oleh tidak lebih dari 600 guru. Sementara jumlah muridnya mencapai lebih dari 20.000. Oleh sebab itu, banyak didapati 1 sekolah hanya dg satu guru. Atau satu guru mengajar di 3 sekolah sekaligus bahkan lebih. Bahkan ada satu sekolah yang kalau pagi digunakan untuk murid SD sebanyak 500 murid. Kalau sore dipakai untuk murid SMP sebanyak 200 murid. Jumlah guru seluruhnya di sekolah ini hanya 12 untuk melayani 700 murid. Menariknya guru-guru di kedua sekolah tersebut adalah guru yang sama. Jadi, praktis tiap guru melayani lebih dari pagi sampai sore dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang ada.

Kehadiran 14 mahasiswa yang sedang melaksanakan program PLP 2 terintegrasi KKNDik tersebut diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam pemenuhan hak anak untuk mendapatkan pendidikan.

Serah terima pelaksanaan program ini dilakukan di kantor KJRI Sabah di Kinabalu dari Prof. Harun Joko Prayitno selaku Dekan FKIP UMS kepada Konjen RI Sabah Kinabalu Bapak Khrisna Djaelani dan jajarannya pada 30 Juli 2019.

Semoga progran ini bermanfaat untuk semuanya. Menanamkan secercah harapan hak atas pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Wilayah Sabah. Menjadi medan pendewasaan dan pemandirian mahasiswa dalam berkehidupan bermasyarakat. Aamiin YRA.
Salam @FKIP CAKAP.