Philipina, 2 Agustus 2019
Exchange students dan students mobility merupakan dua strategi penting untuk menyiapkan profil lulusan FKIP UMS menjadi sosok guru profesional sejati, yang berkeprinadian Islami, dan sebagai inisiator pendidikan dalam konteks komunikasi dan komputasi global 4.0.

Implememtasi kedua program tersebut sejalan dengan perkembangan dan dinamika era disrupsi 4.0, khususnya disrupsi pendidikan yang berkaitan dengan pendidikan multikultural sebagai konsekuensi logis dari perubahan digital change is cultural change & society change.

Program untuk memandirikan dan mendewasakan mahasiswa FKIP UMS dalam berkehidupan bermasyarakat di lingkup internasional ini sebagaimana diamanatkan oleh Dekan FKIP UMS Prof. Harun Joko Prayitno diharapkan menjadi wahana penting bagi mahasiswa dalam learning to do, learning to live togehter, dan learning to be.

Mahasiswa FKIP UMS yang lolos mengikuti program Sea Teacher tahun 2019 sebanyak 10 mahasiswa. Lima mahasiswa dari Thailand dan Vietnam melaksanakan progran Sea Teacher ke FKIP UMS. Dan pada saat yang sama ada 5 mahasiswa dari FKIP UMS yang melaksanakan Sea Teacher ke sejumlah sekolah di Philipina dan Thailand. Dan pada saat yang sama juga ada 14 mahasiswa FKIP UMS yang menjadi asistensi guru sekaligus melakukan KKNDik di 6 sekolah CLC binaan SIKK Konjen RI sabah. Konkretisasi program-program inernasional ini terus akan dikembangkan. Saat ini ada 257 mahasiswa FKIP UMS yang sedang melakukan program yang sama di sejumlah sekolah di luar negeri dan daerah strategis pengembangan amal usaha Muhammadiyah di Medan, Bangka, Belitung, Sukamara, Pangkalanmbun, Mataram, Makassar, Kendari, Raja Ampat Sorong dll, demikian papar Ka Lab Pembelajaran Terintegrasi Lapangan Koesoemo Ratih, PhD.

Semoga program ini barokah dan bermanfaat secara kelembagaan, persyarikatan, dan keprofesionalitasan profil lulusan FKIP UMS. Aamiin YRA.

Salam@FKIP CAKAP.