Makassar, 8 Agustus 2019

The Progressive and Fun Education (ProfunEdu) Conference merupakan kegiatan ilmiah yang rutin diadakan setiap tahunnya. Kali ini ProfunEdu menginjak kegiatan ke 4 dan mendapat warna yang berbeda dari kegiatan-kegiatan sebelumnya yaitu menjadikan ProfunEdu sebagai International Conference yang menggandeng publisher EAI dan Atlantis Press.

ProfunEdu ke-4 ini dilaksanakan di kota Makassar bertempat di Aryaduta Hotel Makassar pada tanggal 8 Agustus 2019 yang menempatkan Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai tuan rumah.

Narasumber yang mengisi kegiatan conference ini adalah Assoc. Prof. Mohd Hairy Ibrahim (UPSI) dan Dr. Andi Syukri Syamsuri (Unismuh). Kedua narasumber tersebut membedah menyampaikan topik pembelajaran dalam kehidupan & pendidikan masyarakat dan orientasi kompetensi guru pada sistem pembelajaran abad 21.

Dalam paparannya, Hairy menegaskan bahwa saat ini sekitar 262 juta anak yang berumur 6 s.d 17 tahun masih tidak sepenuhnya menikmati untuk mengenyam sekolah pada tahun 2017, dan lebih dari setengah anak-anak dan remaja tidak memenuhi standar kecakapan minimum dalam membaca dan matematika.

“Perubahan teknologi yang cepat menghadirkan peluang dan tantangan, tetapi lingkungan belajar, kapasitas guru, dan kualitas pendidikan belum sejalan. Karena pada era saat ini adalah era dimana teknologi sangat dibutuhkan pendidik sebagai pendukung proses belajar mengajar, kalau pendidiknya saja belum melek teknologi bagaimana murid bisa cakap teknologi?.”, tambah Hairy.

Hal senada juga diutarakan oleh Andi Syukri yang memaparkan kualitas penyampaian guru dalam proses belajar mengajar khususnya dalam penerapan teknologi harus diimbangi kemampuan siswa dalam menggunakannya, terkhusus untuk siswa pada daerah pedalaman.

“Untuk siswa di daerah kota tidak heran kalau 90% sudah bisa menggunakan teknologi, tetapi mereka jarang memikirkan dampaknya. Mereka cenderung lebih asik menggunakan aktivitas media sosial dan bermain game online daripada memanfaatkannya untuk belajar”, tandas Andis.

Selanjutnya, setelah sesi pemaparan materi narasumber selesai dilanjutkan dengan presentasi ilmiah oleh pendaftar seminar. Presentasi pemaparan materi ini terbagi menjadi 6 kelompok, dimana masing-masing kelompok terdapat 2 reviewer untuk memberikan masukan terhadap artikel yang sudah disusun dan presentasi materi peserta diharuskan menggunakan bahasa inggris.

Nantinya artikel masing-masing peserta diharuskan merevisi artikelnya apabila saat presentasi mendapat masukan dari reviewer. Selanjutnya setelah artikel tersebut direvisi, akan direview ulang untuk menentukan artikel mana saja yang akan di indexkan ke Scopus, Web of Science (WoS), atau prosiding Profunedu.

Semoga animo peserta kegiatan Profunedu International Conference tahun depan yang menempatkan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai tuan rumah dapat meningkat jauh lebih banyak dibandingkan kegiatan Profunedu sebelumnya. Kegiatan ini diselenggarakan serta merta sebagai wadah bagi PTM untuk meningkatkan iklim publikasi bagi dosen sehingga tercipta suasana akademis dilingkungan masing-masing PTM. Salam @FKIP CAKAP.