Alhamdulillah, rahmat Allah senantiasa meliputi kita dalam setiap detik yang kita lalui dan sudah sepantasnya untuk senantiasa kita mensyukurinya.

Perkenalkan saya Satriya Adika Arif Atmaja, Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) angkatan 2016. Saya merupakan salah satu partisipan program Pre-service Student Teacher Exchange in Southeast Asia (SEA-Teacher Project) dibawah naungan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO). SEAMEO merupakan Organisasi Kementerian Pendidikan Se-Asia Tenggara yang saat ini berfokus pada agenda pendidikan pada tujuh area guna meningkatkan kualitas pendidikan di Asia Tenggara. Maksud dari SEA-Teacher Project adalah menyediakan peluang bagi mahasiswa pada jurusan pendidikan untuk memiliki pengalaman mengajar di sekolah-sekolah pada kawasan Asia Tenggara. Program ini diselenggarakan dikawasan Asia Tenggara, Jepang, Australia, dan lainnya. Program SEA-Teacher batch 8 kali ini, diselenggarakan pada Agustus-September 2019 dan saya akan berbagi sekelumit cerita tentangnya

Pada tahun ini merupakan pengalaman pertama bagi Fakultas Keguruan dan Ilmu Keguruan (FKIP) UMS untuk terjun langsung dalam mengikuti program SEA-Teacher Project. Meskipun, pada tahun-tahun sebelumnya SEAMEO sudah memberikan surat undangan untuk turut berpartisipasi pada program ini. Namun, karena berbagai target dan fokus FKIP UMS yang harus didahulukan sehingga baru pada kesempatan kali ini dapat ikut andil menyemarakkannya.

Pada awalnya, saya kurang tertarik dengan SEA-Teacher Project karena saya memiliki fokus dan prioritas yang lain dalam mendapatkan pengalaman hidup. Setiap orang bebas untuk menentukan pilihan hidupnya masing-masing, begitupun dengan saya. Lalu, berbagai jajaran di fakultas menyarankan saya untuk mengikuti  program ini karena dilihat ada potensi dan kemampuan sehingga dengan berbagai pertimbangan saya memilihnya.

Selanjutnya berlangsunglah proses seleksi, kami diseleksi sebanyak dua kali, yakni dari FKIP UMS dan  Accepting University (Universitas Penerima). Tentu rasanya berbeda dengan proses seleksi magang dan KKN dari proses kerja sama lembaga universitas. Rasa cemas dan khawatir selalu ada dalam benak kami (calon mahasiswa SEA-Teacher Project) untuk menghadapi proses seleksi yang begitu ketat. Dalam segi waktu, proses pembelajaran hidup, dan tempat berlangsungnya program pun jauh berbeda dengan mahasiswa yang magang dan KKN reguler ataupun non reguler. Satu contoh, saat-saat liburan antara semester 6 dan 7 banyak sekali teman-teman mahasiswa yang melaksanakan magang lebih dari satu bulan. Sementara saya hanya menikmati waktu tersebut untuk belajar, persiapan, dan liburan. Sungguh, banyak manfaat yang telah saya dapatkan dari program ini untuk proses penempaan diri menuju persaingan dan kompetisi global dalam bidang pendidikan.

Target dalam suksesnya program ini, yakni pengembangan kemampuan mengajar dan pedagogik, mendorong mahasiswa untuk mempraktikkan kemampuan bahasa inggris, memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memandang dunia, bersosialisasi dengan mahasiswa dari negara yang berbeda-beda, dan membuka masa depan guru dalam situasi, nilai, dan  kesempatan yang berbeda.

Kami juga difasilitasi untuk berlibur pada destinasi – desitinasi yang luar biasa indah dan mengikuti ajang nasional dan internasional dari Accepting University (Universitas Penerima).  Tentunya rasa syukur harus senantiasa kami haturkan kepada Allah atas segala nikmat dan karunia ini. Terima kasih kepada Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum (Dekan FKIP UMS) yang senantiasa memberi dukungan dan motivasi bagi kami. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada segenap jajaran dosen di FKIP UMS, khususnya jajaran pengurus di laboratorium pembelajaran dan microteaching.