Kairo Mesir, 9 Oktober 2019

Bahasa Indonesia (BI) mulai Rabu 9 Oktober 2019 resmi diajarkan sebagai bahasa kedua di Fakultas Bahasa & Tarjamah Universitas Al Azhar Kairo Mesir.

Hal demikian cukup beralasan karena Bahasa BI merupakan bahasa ke-10 yang banyak digunakan di dunia dan sebagai bahasa peringkat ke-6 paling banyak digunakan oleh pengguna internet didunia.

Kuliah perdana BI sebagai salah satu MK di fakuktas tersebut diikuti oleh 150 mahasiswa dari total yang mengambil sekitar 720 mahasiswa. Kuliah perdana tersebut dibuka secara resmi oleh Dubes RI di Kairo Mesir Bapak Helmi Fauzy dan Rektor Universitas Al Azhar Prof. Muhammad Husein Al Mahrasawi.

Kuliah perdana ini juga dihadiri oleh Atdikbud RI Bapak Usman Syihab dan tiga rektor universitas konsorsium UGM-UMS Surakarta-UIN Malang. Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng. dan Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si serta Wakil Rektor Universitas Islam negeri Malang, Dr. Isroqunnajah, M Ag. sepakat perlunya kedekatan pemerintahan RI dengan pemerintahan Mesir yang didukung melalui pembelajaran BI ini. Pembelajaran BI ini diharapkan bisa menjadi media komunikasi dakwah Islam bukan saja di Mesir tetapi juga di Timur Tengah.

Dubes RI dalam sambutannya menegaskan kembali bahwa BI dipakai lebih dari 400 juta penduduk dunia dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand Selatan, Filipina Selatan, dan telah menjadi bahasa kedua di negara Australia. Saat ini, banyak lembaga pendidikan dari 45 negara yang telah mengajarkan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), di antaranya adalah pengajaran BIPA di Mesir yang didukung dan menjadi program Kemendikbud RI.

Secara histori BIPA di Mesir pertama kali diajarkan pada tahun 1987 bertempat di Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) KBRI Kairo. BIPA di Puskin mendapatkan sambutan luar biasa dari orang asing, khususnya warga Mesir. Saat ini, seluruh siswa aktif yang belajar bahasa Indonesia di Puskin sejumlah 233 siswa.
Tahun 2012, KBRI Cairo membuka Pusat Studi Indonesia (PSI) di Universitas Canal Suez. Di antara aktivitas PSI adalah mengadakan kursus BIPA. Saat ini, jumlah pembelajar BIPA di PSI berjumlah 120 orang.
Bulan Desember 2016, dibuka pengajaran BIPA di Universitas al-Azhar. Kegiatan BIPA di Universitas al-Azhar juga mendapatkan sambutan luar biasa dari para siswa.

Guna memberikan apresiasi bagi para pembelajar BIPA di Mesir, pemerintah Indonesia menawarkan berbagai program kepada para siswa BIPA, di antaranya program lomba pidato dan bercerita dengan bahasa Indonesia. Bagi para pemenang juara satu untuk lomba pidato dan juara satu untuk peserta lomba bercerita, mereka diperjalankan ke Indonesia.

Sementara itu, program pemerintah Indonesia di bidang pendidikan untuk mahasiswa asing adalah Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Mereka akan menempuh pendidikan di bergai universitas di Indonesia. Selain itu, pemerintah Indonesia juga mempunya program Beasiswa Darmasiswa untuk mempelajari bahasa dan seni budaya Indonesia di universitas-universitas Indonesia.

Asia Tenggara menjadi pengguna terbesar bahasa Indonesia. Mayoritas penduduknya beragama Islam. Di negara-negara tersebut, banyak bermunculan para ulama dan pemikir Islam cemerlang. Sayangnya pemikiran keislaman tersebut belum banyak diketahui oleh para pemikir dunia Arab. Sangat bagus jika pemikiran mereka bisa ditransfer dan diketahui oleh bangsa lain, terutama bangsa Arab. Harus ada upaya untuk menerjemahkan berbagai karya tersebut ke dalam bahasa Arab. Selain itu, negara-negara tersebut juga membutuhkan para ulama dan dai dari al-Azhar yang menguasai tradisi dan budaya setempat.

Beberapa hal di atas, menjadi pertimbangan untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua atau menjadi Prodi tersendiri di Universitas al-Azhar. Guna mewujudkan rencana tersebut, dilaksanakanlah beberapa kali pertemuan antara delegasi dari Universitas al-Azhar dan delegasi dari pemerintah Indonesia, di antaranya pertemuan yang dilaksanakan pada tanggal 8-9 Februari 2019 di Yogyakarta Indonesia. Pada waktu itu, delegasi al-Azhar adalah Dr. Thaha Ibrahim Ahmad Badri Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar. Di antara kesepakatan yang dihasilkan adalah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua atau mendirikan Prodi Bahasa Indonesia di Universitas al-Azhar dan akan dimulai pada tahun ajaran baru 2019-2018.

Sebagai bentuk keseriusan untuk mewujudkan rencana ini, pemerintah Indonesia membentuk konsorsium yang terdiri dari tiga Universitas, yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Setiap universitas akan mengirimkan para dosen guna menjadi pengajar di Universitas Al-Azhar.

Alhamdulillah, sesuai rencana, pada tahun ini, secara resmi bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar. Mudah-mudahan kedepan, rencana untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai prodi tersendiri, juga dapat terwujud. Kita berharap, kelak di sini akan ada pusat studi terbesar di Timur Tengah dan Afrika yang spesialis mengkaji tentang Indonesia khususnya dan Asia Tenggara pada umumnya. Kita juga berharap dengan pengajaran bahasa Indonesia ini, akan muncul para ulama dari Universitas Al-Azhar yang menguasai budaya dan tradisi keilmuan Nusantara sehingga kelak mereka mampu menjadi delegasi terbaik al-Azhar di negara-negara Asia Tenggara.

Guna mendukung pembukaan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua di Universitas al-Azhar, pemerintah Indonesia melalui tiga Konsorsium tadi, telah mengirimkan 4 (empat) dosen yang siap untuk menjadi guru pengajar bahasa Indonesia di Universitas al-Azhar. Mereka adalah Dr. Masrukhi dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Mujab dan Dr. Ibu Mamluatul Hasanah dari Universitas Negeri Malang, dan Prof. Ali Imron Ma’ruf dari Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Semoga dengan diajarkannya BI di Univeersitas Al Azhar ini menjadi perekat kebudayaan antara Pemerintahan RI-Mesir. Dan dapat menjayakan BI sebagai bahasa dunia, bahasa internasional. Semoga. Salam @FKIP CAKAP.