Surakarta, 20 Juni 2020

FKIP UMS mengadakan Kajian Ilmiah bersama Mahasiswa FKIP UMS melalui webinar pada tanggal 20 Juni 2020. Terdapat 2 bahasan yaitu perkuliahan secara daring serta tips dan trik memilih media pembelajaran yang tepat untuk menunjang pembelajaran untuk daerah 3T selama pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan kali ini terdapat 2 narasumber, yaitu: Prof. Dr. Harun Joko Prayitno (Dekan FKIP) serta Hardika Dwi Hermawan, M.Sc. (Dosen PTI). Dalam kajian ilmiah ini Prof. Harun Joko Prayitno menyampaikan bahwa didalam perkuliahan daring ini, semua matakuliah harus disajikan sesuai dengan yang sudah dijadwalkan supaya mahasiswa tidak mengalami penundaan masa studi, karena jika ditunda tahun ini secara otomatis harus mengambil tahun depan sehingga bisa menunda kelulusan. Selama pandemi kemungkinanan pembelajaran daring diprediksi akan diperpanjang sampai 10 bulan (Maret – Desember), praktis anak hanya mendapat pengetahuan saja tapi anak tidak bisa mengembangkan yang sifatnya kemampuan kehidupan bermasyarakat (kurang) dan itu menjadi suatu catatan.

Sistem pembelajaran terdiri dari 2 yaitu pembelajaran tatap muka dan pembelajaran tanpa tatap muka. Pembelajaran tanpa tatap muka dirasa kurang karena tidak ada interaksi dan ekspresif, salah satu aternatifnya adalah melakukan home schooling. Hakekat pembelajaran bukan meningkatkan kompetensi tapi memartabatkan manusia/memanusiakan manusia serta memandirikan siswa/mahasiswa. Apapun bisa jadi sumber belajar, kita belajar dimanapun kita berada.

Sementara Hardika menyampaikan bahwa, era dimana jaman berkembang pesat dan semakin kompleks, tidak bisa hanya dipelajari didalam kelas saja tapi juga dipelajari secara diluar untuk menambah soft skill. Di masa pandemi ini bisa memanfaatkan media sosial, misal: instagram, whatsapp, twitter, youtube, LMS, dll. Saat ini kita dituntut untuk jadi seorang yang inovatif dan kreatif untuk menghadapi masa pandemi Covid-19 ini.

Permasalahan kita adalah di Indonesia banyak yang belum terjangkau akses Internet. Pemerintah memberikan alternatif pembelajran bersifat mandiri, siswa tidak hanya terpaku dengan guru tapi bisa melalui siaran TV, radio, konten youtube, melalui pembelajaran disekitar juga untuk dapat melihat dunia. Pemerintah bekerjasama dengan TVRI untuk dapat menjangkau daerah 3T. Ada beberapa hal untuk mengajar di daerah 3T maupun non 3T, yaitu: memperhatikan kondisi dan karakteristik siswa, memperhatikan jaringan di daerah 3T mapaun non 3T, memperhatikan infrastruktur yang ada, melonggarkan target pembelajaran, memperbanyak guru penggerak. Semoga. Salam @FKIP CAKAP.

Penulis: Lina Noor Ethika Widi Jamin, S.Kom