Surakarta, 9 September 2020

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kemdikbud RI sejak 24 Januari 2020 dan rencananya akan dimulai dilaksanakan pada tahun 2021 pelaksanaannya akan dimajukan mulai 14 September 2020.  Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) ini  bertujuan untuk mendorong mahasiswa dalam penguasaan berbagai bidang keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja, dalam hal ini FKIP terutama bidang pendidikan.

Program MBKM yang diturunkan menjadi Kampus Mengajar Perintis (KMP) Kemdikbud  RI ini akan dlaksanakan selama 3 bulan penuh di sejumlah sekolah dasar di seluruh pelosok Indonesia. Program KMP ini dilaksanakan di sekolah dasar di lingkungan terdekat mahasiswa berasal atau mahasiswa tinggal. Misalnya, mahasiswa FKIP UMS yang berasal dari Bangka Belitung atau berasal dari Pulau Raja Ampat maka mahasiswa tersebut dalam memilih Program KMP ini di SD sekitar Bangka Belitung dan/atau di sekitar Pulau Raja Ampat. Syaratnya adalah sekolah dasar yang terkareditasi maksimal B, dan diutamakan di SD yang terakreditasi C atau bahkan belum terakreditasi.

Program KMP versi Kemdikbud ini direncanakan akan melibatkan sebanyak 2.000 mahasiswa yang berrasal dari seluruh LPTK baik negeri maupun swasta seluruh Indonesia. Program ini dilaksanakan selama 3 bulan di sekolah atau setara 1.750 jam. Sasaran program KMP ini adalah pembelajaran siswa di sekolah dengan protokol kesehatan, atau mendampingi guru dalam IT pembelajaran, atau mendampingi manajemen sekolah selama masa pandemi. Program KMP ini dapat dikonversi ke MK yang relevan minimal 5 SKS. Dalam hal ini di FKIP UMS, program tersebut akan dikonversi menjadi 4 SKS MK Life Skill KKNDik, dan 4 SKS MK pengembangan keilmuan tiap prodi.

Dalam konteks ini FKIP UMS akan mengembangkan Program KMP Kemdikdud ini menjadi Program KMP Terintegrasi Luaran Artikel Publikasi Ilmiah. Artinya, mahasiswa akan mendapatkan keuntungan ganda. Bukan saja keuntungan konversi berupa pengakuan MK KKNDik 4 SKS, MK Pengembangan dan Penerapan Keilmuan Prodi 4 SKS, namun sekaligus memanfaatkan dan mengembangkan data-data dan informasi selama melaksanakan Program KMP ini menjadi artikel luaran publikasi yang dikonversi setara skripsi setara 4 SKS. Artikel luaran publikasi ini sekaligus menjadi wahana untuk menumbuhkan ketamakan dan kepekaan dalam memecahkan gap masalah selama melaksanakan program KMP yang dapat dipertanggungjawabkan ke dalam publikasi ilmiah bereputasi nasional Sinta Kemristek Dikti dan/atau bereputasi internasional terindeks Scopus dan/atau WoS.

Program KMP Kemdikbud akan dibiayai oleh pemerintah melalui Kemdikbud dan Kemenkeu melalui LPDP sebanyak 13 mahasiswa yang terseleksi dari sebanyak 99 pendaftar dari total mahasiswa FKIP sebanyak 7.899. Selanjutnya, FKIP UMS melalui Laboratorium Pembelajaran Terpadu dan Lab KKNDik akan melakukan seleksi lanjutan yang tidak dibiayai oleh LPDP tersebut untuk dibiiayai dengan skema FKIP UMS. Semoga Program KMP FKIP UMS ini bisa memberikan andil sekaligus mendorong mahasiswa FKIP UMS menjadi pribadi-pribadi yang dewasa, mandiri, serta mampu menjadi inisiator penggerak perubahan pendidikan dalam konteks komunikasi dan komputasi global. Salam @FKIP CAKAP.