Child Friendly School Conference

Indonesia sebagai salah satu dari anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah meratifikasi Konvensi PBB tentang Hak Anak (KHA) melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Convention on the Rights of the Child. Selain itu, Indonesia juga memiliki sejumlah produk perundangan yang mendukung implementasi KHA, sejak dari Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional hingga Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 1992 tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan.

Pengarusutamaan Hak Anak (Child Right Mainstreaming) adalah strategi perlindungan anak dengan mengintegrasikan hak anak ke dalam setiap kegiatan pembangunan yang sejak penyusunan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi dari berbagai peraturan perundangan-undangan, kebijakan, program, dan kegiatan dengan menerapkan prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Pengarusutamaan Hak Anak meliputi kemauan untuk menghormati hak anak (to respect), komitmen untuk memenuhi hak anak (to fulfill), kemampuan untuk melindungi hak anak (to protect), dan usaha secara terus-menerus untuk mempromosikan hak anak (to promote).

Isi materi di atas disampaikan pada acara Child Friendly School Conference dengan pembicara Bodil Rasmusson, Ph.D (Swedia) dan Dr. M. Thoyibi (UMS). Kegiatan ini dihadiri mahasiswa FKIP UMS dan Kepala Sekolah dari SD Muhammadiyah se Surakarta dan Kartasura