FISOLOFI

Filosofi FKIP UMS adalah

sebagai arahan dalam pengembangan ke depan adalah bahwa komunitas FKIP merupakan orang-orang yang harus dapat berperan sebagai “pemikir, pendidik, dan pembaharu.”

Pendaftaran
CAKAP

Nilai-Nilai Dasar FKIP UMS

sebagai landasan dalam membangun budaya FKIP adalah “Cerdas, Amanah, Kompeten, Andal, dan Pembaharu” yang disingkat menjadi CAKAP

Pendaftaran
Visi

Visi FKIP UMS

Menjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) unggulan yang menghasilkan tenaga pendidik profesional dan berkepribadian Islami

Pendaftaran
MISI

MISI FKIP UMS

menyelenggarakan pembelajaran yang mampu menghasilkan tenaga pendidik profesional dan berkepribadian Islami

Pendaftaran
TUJUAN

Tujuan FKIP UMS

1) Menghasilkan lulusan yang cerdas, amanah, kompeten, andal, dan pembaharu, serta berkepribadian Islami sesuai dengan kompetensi pendidik; 2) Menghasilkan penelitian yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran; dan 3) Melaksanakan pengabdian pada masyarakat yang terkait dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pendidikan dan kewirausahaan.

Pendaftaran

Selasa, 17 Oktober 2017

Launching S2 PGSD UMS dan PPG

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Sabtu (14/10/2017) mengenalkan secara resmi program studi baru, yaitu S2 PGSD yang didasarkan pada Surat Keputusan Izin Operasional Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi nomor 525/KPT/I/2017. Pendaftaran magister S2 PGSD telah dimulai sejak launching tersebut untuk semester genap tahun ajaran 2017/2018.
Selain itu diperkenalkan juga program studi Program Profesi Guru (PPG) yang akan dimulai dilaksanakan pada awal tahun depan.
Launching program studi baru ini dilakukan oleh Ketua Ketua Badan Pelaksana Harian UMS, Drs. H. A. Dahlan Rais, M.Hum, Direktur Pascasarjana UMS, Prof. Dr. Bambang Sumarjoko, Ketua FKIP UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, dan Pj. Kaprodi S2 PGSD, Prof. Dr. Sutama

Jumat, 13 Oktober 2017

Pelepasan Kontingen Pekan Olah Raga Mahasiswa Nasional

Rektor UMS, Dr. Sofyan Anif, melepas 3 atlet Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) kontingen Mahasiswa Jawa Tengah yg akan dilaksanakan 13-20 oktober 2017 di Makassar. Salah satu atlet tersebut berasal dari Pendidikan Olah Raga (POR) FKIP UMS, yaitu Dela Kusumawati. Selamat berjuang, semoga dapat menorekah prestasi demi almamater tercinta.

Rabu, 27 September 2017

FKIP UMS Menjadi Penyelenggara PPG

FKIP UMS mendapat amanah menjadi salah satu penyelenggara PPG, hal ini didasarkan pada Keputusan Menristek dan Dikti RI Nomor 280/M/KPT/2017 tentang Perguruan Tinggi Penyelenggara Program Profesi Guru yang ditetapkan pada 26 September 2017.

Kamis, 21 September 2017

Workshop Bahan Ajar

Kebutuhan akan bahan ajar yang berkualitas mutlak menjadi bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. FKIP UMS pada (19/9) mengadakan workshop berkaitan dengan pembuatan bahan ajar, acara tersebut bertempat di ruang sidang cakap 1 FKIP UMS. Acara ini digelar dalam rangka suksesi target pencapaian bahan ajar yang terserap dalam skema hibah bahan ajar dari Kemenristekditi.
Prof. Dr. Sutama, M.Pd., selaku Wakil Dekan 1 FKIP UMS membuka acara dengan pesan dan semangat kepada peserta workshop akan pentingnya memberikan bahan ajar yang terstruktur dan berkualitas.
Workshop tersebut diikuti oleh Dosen dari berbagai program studi di lingkunan UMS. Acara tersebut dihadiri Prof. Anik Gufron dari Universitas Negeri Yogyakarta sebagai narasumber. Beliau memulai paparanya dengan menyampaikan aturan perubahan hibah bahan ajar dari Belmawa Dikti, selanjutnya beliau juga menyampaikan esensi dari bahan ajar secara komprehensif.
Bahan ajar merupakan isi pembelajaran berupa pengetahuan, nilai-sikap, dan keterampilan. Pengembangan kurikulum harus menentukan kerangka konseptual saat memilih bahan ajar. Selanjutnya, kerangka konseptual digunakan untuk menentukan kategori pengetahuan, ide pokok, dan esensi materi. Selain itu kriteria saat menyeleksi bahan ajar juga harus mendapat perhatian penuh, adapun kriteria tersebut ialah; validitas, signifikansi, menarik, mudah dipelajari, konsisten dengan realita sosial dan berguna.

Rabu, 20 September 2017

Penguatan Lembaga melalui Tenaga Kependidikan

Konsolidasi dan silaturahmi dosen baru Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan UMS diselenggarakan di Ruang Sidang Cakap 1 FKIP (19/9). Acara tersebut diikuti oleh 32 Dosen hasil seleksi tahun 2017. Selain itu, acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan sekaligus sebagai penyambutan awal antara Pimpinan Fakultas dengan Dosen.
Prof. Dr. Harun Joko Priyanto, selaku Dekan FKIP dihadapan peserta membuka acara tersebut dengan pesan tentang pentingnya menjadi Dosen Muhammadiyah yang humanis.
UMS memberikan kesempatan sebesar-besarnya dan seluas-luasnya kepada seluruh civitas akademis untuk berkembang dan berkemajuan dalam bingkai Islam yang beradab. Saya harapkan anda akan berperan besar dalam perkembangan UMS, karena dipundak kalian tanggung jawab perkembangan kampus ini.
Dalam acara tersebut Dekan FKIP juga membahas tentang capaian-capain yang harus diraih secara sungguh-sungguh, adapun capaian tersebut ialah Penelitian, Pendidikan, Pengabdian dan Al Islam Kemuhammadiyahan. Selain mendapat materi dari pimpinan fakultas, Dosen/ Tendik baru juga mendapat arahan dari Kepala Tata Usaha Fakultas kaitanya dengan tugas administrasi yang harus dipenuhi.

Minggu, 06 Agustus 2017

Pelepasan Mahasiswa Magang dan KKN Dik

Pada Agustus 2017, FKIP UMS menyelenggarakan pelepasan 146 orang mahasiswa dari beragam prodi di FKIP yang akan mengikuti program Magang dan KKN Pendidikan di luar Jawa dan luar negeri.
Adapun tujuan lokasi magang dan KKN Dik ini meliputi untuk Luar Jawa yaitu STKIP Muhammadiyah Pangkal Pinang, Bangka Belitung 26 mahasiswa, FKIP Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Mataram 18 mahasiswa, FKIP Unmuh Pontianak 20 mahasiswa, FKIP Unmuh Sumatera Utara 20 mahasiswa dan di FKIP Unmuh Makassar 20. Lalu yang mengikuti KKN Dik di luar negeri yaitu ke Fathony University 22 mahasiswa, Upsi Malaysia 10 mahasiswa dan Khon Kaen University Thailand 10 mahasiswa.

Rabu, 02 Agustus 2017

Mahasiswa FKIP Lolos PIMNAS ke-30 tahun 2017

Mahasiswa dari Pendidikan Biologi dan Pendidikan Bahasa Indonesia berhasil lolos PIMNAS Ke-30 2017. Berita ini didapatkan dari pengumuman resmi situs Kementerian, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui direktorat jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Pada tahun sebelumnya (2016) FKIP UMS yang diwakili Dewi Ery Ardhani dari Pendidikan Biologi juga lolos PIMNAS. Adapun tim peserta PIMNAS tersebut adalah Wulanda Setty Siamtuti, Renika Aftiarani (Pend.Biologi), Zulvika Kusuma Wardhani (Pend. Biologi), Nanang Alfianto (Farmasi), dan Indra Viki Hartoko (Teknik Kimia). Tim ini termasuk dari 8 tim PKM UMS yang lolos PIMNAS dan UMS termasuk Universitas swasta yang paling banyak PKM lolos PIMNAS.

Hibah Pengembangan Perangkat Pembelajaran

Pada Juli 2017, Kementerian Ristek dan Dikti Dirjen Belmawa mengumumkan bahwa FKIP UMS sebagai salah satu penerima hibah revitalisasi LPTK untuk pengembangan perangkat pembelajaran. Hibah ini merupakan kelanjutan dari hibah revitalisasi LPTK sebelumnya yang terkait dengan pengembangan kurikulum berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia).
Penerima hibah ini terdiri dari 7 program studi di lingkungan FKIP UMS, yaitu: Pendidikan Akuntansi, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Senin, 29 Mei 2017

Wakil Rektor UMS Periode 2017/2021

Surakarta - Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar upacara pelantikan rektor periode 2017-2021. Acara yang berlangsung di Lt.7 Gedung Induk Siti Walidah tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh penting diantaranya, Ketua PP Muhammadiyah Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Dikti Litbang PP Muhammadiyah Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D., Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta Dr. Sofyan Anif, M.Si, serta beberapa tokoh Muhammadiyah lainnya.
Berita selengkapnya

Rabu, 03 Mei 2017

Menjadi Wirausahawan

Sabtu, 28 November 2015 Program Studi PG-PAUD mengadakan kuliah umum bagi mahasiswa baru PG-PAUD dengan tema “Menjadi Wirausahawan, Siapa Takut!”. Kuliah umum merupakan kegiatan rutin setiap tahun untuk memberikan bekal pengetahuan kepada mahasiswa.Dalam rangka membekali mahasiswa baru dengan pengetahuan dan ruang lingkup PAUD, maka diperlukan suatu acara untuk memfasilitasi hal tersebut disamping itu ajang ini juga dapat dipakai sebagai sarana memperkenalkan mahasiswa baru dengan civitas akademik yang ada di prodi PAUD. Salah satu profil lulusan Progdi PG-PAUD adalah menjadi wirausahawan baik di bidang pendidikan maupun yang lain. Untuk membekali mahasiswa pengetahuan tentang hal tersebut maka diselenggarakan kuliah umum dengan tema “ Menjadi Wirausahawan, Siapa Takut!”. Sebagai pembicara dari kuliah umum ini adalah ibu Muslimah Zainal Arifin Kepala Sekolah sekaligus pendiri Sekolah Alam Surya Mentari (PG-TK-SD).

Minggu, 30 April 2017

Mahasiswa FKIP UMS Lolos ON MIPA-PT Tingkat Nasional 2017

Radha Sita Prabandari (2 dari kanan) berhasil melaju ke tingkat NASIONAL ON MIPA-PT 2017. Sebelumnya tim dari program studi Pendidikan Matematika bersama tim Pendidikan Biologi, Fisika dan Kimia UMS menjalani seleksi tingkat wilayah pada tanggal 22-23 Maret 2017 di Universitas PGRI Semarang.
Keberhasilan ini tentunya tidak terlepas dari kerja keras individu dan bimbingan dari Bapak dan Ibu dosen di masing-masing program studi, selain juga dukungan program studi yang melaksanakan proses bimbingan intensif jauh sebelum pelaksanaan kompetisi bagi peserta ON MIPA-PT.

Sabtu, 22 April 2017

Beasiswa UMS 2017

Universitas Muhammadiyah Surakarta memberikan apresiasi terhadap putra putri bangsa yang memiliki prestasi akademik dan non-akademik dalam bentuk bantuan dana pendidikan (beasiswa).

Rabu, 01 Maret 2017

Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta telah menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia (SEMNAS PBI) dengan tema “Optimalisasi Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Berkualitas pada Era MEA” pada Sabtu, 19 Desember 2015 dengan bekerja sama dengan Balai Bahasa Jawa Tengah.
Kegiatan seminar tersebut menghadirkan tiga orang pembicara kunci, yaitu Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum., guru besar Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. Abdul Ngalim, M.Hum, guru besar Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum, guru besar Universitas Pendidikan Indonesia. Seminar tersebut juga diikuti oleh 50 pemakalah dari pelosok Indonesia, seperti Flores, Lombok, dan Singkawang, Kalimantan Barat dengan kontribusi sejumlah 35 makalah pendamping. Para pemakalah berasal dari berbagai instansi dan perguruan tinggi, seperti Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Sebelas Maret, STKIP St. Paulus Ruteng Flores, Universitas Islam Majapahit Mojokerto, Universitas Mataram Lombok, STKIP Singkawang Kalimantan Barat, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, SMAN Kebakkramat, dan MTs. N Teras Boyolali.
Seminar diselenggarakan dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 09.00 s.d. 11.30, sedangkan sesi kedua berlangsung pukul 13.00 s.d. pukul 15.00. Sesi pertama adalah sesi utama yang diselenggarakan di Auditorium Mohamad Djazman dengan diisi oleh tiga pembicara utama. Sesi kedua berupa sidang pleno yang diselenggarakan di lima ruangan yang terpisah, yaitu di Auditorium Mohamad Djazman, Ruang Sidang C203, Ruang Sidang C204, Ruang Sidang C205, Ruang Sidang C206.

Tujuan seminar ini adalah untuk menekankan posisi bahasa Indonesia mampu menjadi sarana pemersatu, identitas, dan wujud eksistensi serta kehormatan negara Indonesia. Kebijakan Permufakatan internasional dalam bentuk MEA dan AFTA memengaruhi budaya, terutama penentuan bahasa pengantar yang berimbas pada bidang pendidikan bahasa. Bahasa Indonesia yang terbukti bisa menjadi bahasa pemersatu kini telah siap sebagai bahasa modern karena memiliki undang-undang, tesaurus, dan sistem aturan baku. Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa dengan penutur terbanyak peringkat 7 dunia dan diajarkan di 52 negara di dunia. Prestasi dan eksistensi tersebut memungkinkan bahasa Indonesia menjadi bahasa ASEAN. Untuk melindungi eksistensi bahasa masing-masing negara ASEAN dan menghadapi kesepakatan-kesepakatan internasional, seperti AANZFTA dan prediksi adanya CIVETS tahun 2030, strategi berkonsep pluralingualisme dapat berbentuk penerbitan paspor bahasa dan pengembangan model kompetensi berbahasa dengan mengadopsi CEFRL yang telah terlebih dahulu diterapkan di Uni Eropa.
Kebijakan-kebijakan internasional tersebut sangat memengaruhi perkembangan pendidikan bahasa, sehingga pembelajaran bahasa Indonesia menghadapi tantangan baru. Sistem dan inovasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi bahasa sebagai identitas negara, kehormatan, dan penghela ilmu pengetahuan demi menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan memiliki daya saing.