FKIP UMS memiliki visi untuk menjadi LPTK unggulan yang menghasilkan tenaga pendidik yang profesional dan berkepribadian islami. Filosofi yang digunakan sebagai arahan dalam pengembangan ke depan adalah bahwa komunitas FKIP merupakan orang-orang yang harus dapat berperan sebagai pemikir, pendidik, dan pembaharu. Adapun nilai-nilai dasar yang digunakan sebagai landasan dalam membangun budaya FKIP adalah CAKAP atau kepanjangan dari cerdas, amanah, kompeten, andal, dan pembaharu.

Untuk mencapai visi, FKIP melakukan upaya nyata untuk memandirikan, mendewasakan, memartabatkan, dan memberdayakan mahasiswa. Selain itu, FKIP menerapkan teknik-teknik dan strategi pembelajaran yang konkret, visual, empiris, dan membumi melalui praktik lapangan. Upaya lain yang dilakukan FKIP adalah melalui pemilihan dan pengambangan bahan ajar yang berorientasi ke materi-materi berkehidupan bermasyrakat, yang didasari penduan observasi, pengembangan perangkat pembelajaran, pematangan asisten guru, KKN pendidikan, dan pembelajaran langsung dan praktik berkehidupan masyarakat lainnya.

Desain KKN pendidikan yang diselenggarakan FKIP ada tiga, dengan pola kemitraan strategis, yaitu di sekolah mitra dan sekolah lab, di daerah terdepan-terluar-tertinggal mitra strategis Muhammadiyah di Mataram, Makassar, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak, Palangkaraya, Palembang, Padang, dan Medan sekaligus mitra unit sekolah baru sebagai lapangan kerja baru. Selain itu, KKN pendidikan diselenggarakan dengan kerja sama kelembagaan luar negeri, seperti di Thailan KKU, UKM Malaysia, Kamboja, dan Korea.

FKIP memiliki 188 dosen tetap, PNS, Yayasan, Profesi, dan ahli profesional dengan 54 dosen bergelar doktor.