Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Atiqa Sabardila, M.Hum., berhasil meraih pendanaan Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pendanaan tersebut diperoleh melalui riset berjudul “Penguatan Konten Jurnalistik Karosel Bermuatan Kearifan Nusantara sebagai Media Literasi Sekolah”.
Riset ini bertujuan mengembangkan konten jurnalistik berbasis format karosel di media sosial sebagai sarana literasi sekolah yang edukatif dan berakar pada nilai budaya Nusantara. Konten karosel merupakan format unggahan interaktif yang menyajikan informasi secara bertahap melalui visual dan narasi singkat, sehingga dinilai efektif menjangkau pelajar di era digital.
Dr. Atiqa menjelaskan bahwa perubahan pola konsumsi informasi di kalangan pelajar menuntut inovasi dalam penyajian materi literasi. Media sosial tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga ruang pembentukan pengetahuan dan sikap. Oleh karena itu, konten jurnalistik karosel perlu diarahkan agar memuat nilai edukatif, kritis, dan kontekstual.
Melalui penguatan muatan kearifan Nusantara, riset ini diharapkan dapat mendorong pengembangan literasi budaya, literasi kritis, dan literasi karakter di lingkungan sekolah. Sekolah diposisikan tidak hanya sebagai pengguna konten, tetapi juga sebagai produsen informasi yang mendidik dan bertanggung jawab.
Keberhasilan ini menunjukkan kontribusi dosen PBSI FKIP UMS dalam merespons tantangan literasi di era digital. Inovasi yang dikembangkan mengintegrasikan kajian bahasa, jurnalistik, dan budaya dalam ekosistem media sosial yang terus berkembang.
Pendanaan dari BRIN tersebut sekaligus memperkuat komitmen FKIP UMS dalam mendorong riset yang berdampak pada dunia pendidikan dan masyarakat. Melalui riset ini, literasi sekolah diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya bangsa.
