Tim Sobat Ceria PG PAUD Persembahkan Prestasi Nasional di KMI Expo XVI 2025

Magelang — Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam kancah nasional. Tim Sobat Ceria dari Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) berhasil memperoleh Juara 3 Kategori Bisnis Usaha Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan pada ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI Tahun 2025 yang berlangsung di Universitas Tidar, Magelang. Ajang bergengsi ini diikuti oleh ratusan perguruan tinggi dan lebih dari 475 kelompok usaha mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia, menjadikan capaian Sobat Ceria sebagai bukti nyata kualitas inovasi mahasiswa UMS.

Keberhasilan ini lahir dari konsep usaha yang unik dan relevan. Sobat Ceria mengembangkan layanan berbasis mindfulness dan family co-creation yang dirancang untuk memberikan pendampingan pendidikan inklusif bagi anak usia dini, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus. Melalui program stimulasi perkembangan, integrasi literasi digital, pembiasaan adab, serta pendekatan STEAM, Sobat Ceria menghadirkan ekosistem belajar yang kolaboratif dan berpusat pada kebutuhan individual anak. Inovasi ini semakin kuat karena melibatkan peran aktif keluarga, sehingga pembelajaran berlangsung menyeluruh dan berdampak jangka panjang.

Peran Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta-Inovasi (DKPTI) UMS turut menjadi fondasi penting dalam keberhasilan ini. Melalui pembinaan intensif, pelatihan kewirausahaan, dan dukungan pendanaan program P2MW, DKPTI membuka ruang luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan menjadi usaha yang profesional dan berkelanjutan. Partisipasi Sobat Ceria di KMI Expo XVI menjadi cerminan komitmen UMS dalam mendorong lahirnya wirausahawan muda yang kreatif, adaptif, dan berorientasi pada kebermanfaatan sosial.

Tim Sobat Ceria terdiri dari mahasiswa Deswita Winna Irshandy, Hilyatul Millah, Fatimah Azzuhroh, dan Meisya Haya Anaswa dari PG-PAUD UMS, serta Sofyan Endra Prasetyo dari Bisnis Digital. Mereka dibimbing oleh Dr. Choiriyah Widyasari, S.Psi., M.Psi., dengan dukungan mentoring usaha dari Agustina Widianti, S.Pd., yang memperkuat konsep layanan sekaligus strategi keberlanjutan bisnis. Dalam sesi pitching dan pameran expo, tim berhasil menunjukkan nilai keberlanjutan, kekuatan pendekatan holistik, serta dampak sosial yang menjadikan inovasi ini layak memperoleh apresiasi nasional.

Deswita Winna, ketua tim, menyampaikan bahwa semangat utama Sobat Ceria adalah memberikan manfaat nyata bagi tumbuh kembang anak. “Kami ingin menunjukkan bahwa usaha tidak hanya sekadar bisnis. Kami membawa misi sosial untuk mendampingi anak-anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan penuh kebahagiaan,” ungkapnya.

Dosen pembimbing, Dr. Choiriyah Widyasari, menambahkan bahwa capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain bahwa inovasi di bidang PAUD memiliki peluang besar dalam dunia usaha. “Sobat Ceria membuktikan bahwa layanan pendidikan inklusif dapat dikemas menjadi solusi kreatif yang berdaya saing. Saya berharap tim ini terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. Beliau menyatakan bahwa prestasi Sobat Ceria menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa FKIP dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat. “Mahasiswa FKIP UMS selalu saya dorong untuk menjadi pelopor perubahan pendidikan. Keberhasilan Sobat Ceria adalah bukti bahwa mahasiswa kita mampu menghadirkan solusi kreatif dan aplikatif untuk tantangan pendidikan masa kini. Ini bukan hanya kemenangan bagi tim, tetapi juga bagi dunia pendidikan yang membutuhkan lebih banyak inovasi inklusif,” tegasnya.

Prof. Anam juga menekankan bahwa FKIP UMS akan terus memperkuat dukungan terhadap pengembangan talenta mahasiswa, agar lebih banyak inovasi lahir dan membawa kontribusi untuk bangsa.

Keberhasilan Sobat Ceria tidak hanya menambah daftar prestasi mahasiswa UMS, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa pendidikan anak usia dini memiliki ruang luas untuk berinovasi. Dengan semangat kolaborasi lintas kompetensi, tim ini membuktikan bahwa gagasan sederhana dapat berkembang menjadi program berdampak besar bagi masyarakat. Prestasi ini menjadi momentum penting bagi PG-PAUD dan FKIP UMS untuk terus meneguhkan peran sebagai pelopor inovasi pendidikan di Indonesia.