ICOLAE 2025 Sukses Digelar Secara Daring dan Hybrid di Malaysia dan Indonesia

International Conference on Learning and Advanced Education (ICOLAE) ke-8 tahun 2025 telah sukses diselenggarakan pada Jumat, 12 Desember 2025. Konferensi internasional ini dilaksanakan secara hybrid dan daring (virtual) dengan pusat kegiatan luring bertempat di BKKPI PCIM–PCIA Malaysia yang berlokasi di Rumah Hamka PCIM, Batu Caves, Selangor, Malaysia, serta diikuti secara online melalui Zoom Meeting oleh peserta dari Indonesia dan berbagai negara lainnya.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Faculty of Teacher Training and Education (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan mengusung tema “AI and Technological Developments: Bringing Learning and Education towards the Next Level”. Tema tersebut menegaskan pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi digital untuk membawa pembelajaran dan pendidikan menuju level yang lebih maju, inovatif, dan adaptif.

Rangkaian acara dibuka dengan proses penerimaan peserta daring dan luring, dilanjutkan pembukaan oleh MC, pemutaran lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Sang Surya, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., serta peresmian pembukaan ICOLAE 2025 oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.

Sesi plenary menghadirkan Keynote Speaker Dr. Zamzami Zainuddin dari Flinders University, Australia, yang memaparkan peran strategis AI dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berpusat pada manusia. Selanjutnya, sesi invited speakers diisi oleh Prof. Madya Dr. Hutkemri Zulnaidi dari Universiti Malaya, Malaysia, Jan Wantoro, Ph.D. dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, serta Ratna Yunita Setiyani Subardjo, M.Psi., Ph.D., Psikolog dari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Diskusi dan sesi tanya jawab berlangsung interaktif dan dinamis, menunjukkan antusiasme peserta terhadap berbagai isu strategis, seperti pedagogi berbantuan AI, literasi digital, etika pemanfaatan teknologi, serta kebijakan pendidikan di era digital. Rangkaian plenary session ditutup dengan penyerahan token penghargaan, sesi foto bersama, dan pengarahan teknis pelaksanaan sesi paralel.

Kegiatan ICOLAE 2025 kemudian dilanjutkan dengan parallel session yang sepenuhnya dilaksanakan secara virtual melalui sejumlah breakout room Zoom. Pada sesi ini, para akademisi dan peneliti mempresentasikan hasil penelitian serta berdiskusi secara lebih mendalam. Konferensi berakhir setelah seluruh pemakalah menyelesaikan presentasi pada sesi paralel.

Melalui penyelenggaraan ICOLAE 2025 di BKKPI PCIM–PCIA Malaysia, FKIP UMS berharap konferensi ini dapat memperkuat jejaring internasional, mendorong kolaborasi riset, serta menghasilkan gagasan-gagasan inovatif bagi pengembangan pembelajaran dan pendidikan di era kecerdasan buatan.