Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecturer dengan menghadirkan Andrew Tiffany, Manager of Regional Academic Services dari National Geographic Learning, pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Preparing Learners for their Futures – The National Geographic Learning Approach” dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa FKIP UMS.

Dalam pemaparannya, Andrew Tiffany menekankan pentingnya pembelajaran bahasa Inggris yang tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa, tetapi juga pada pengembangan Academic and Future-Readiness Skills. Menurutnya, dunia kerja dan kehidupan sosial masa depan membutuhkan lulusan yang mampu berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, beradaptasi dengan perubahan, serta memiliki literasi informasi dan media yang baik.

Ia memperkenalkan Future-Ready Skills Framework, yaitu kerangka yang memuat 24 keterampilan praktis dan aplikatif yang relevan untuk konteks akademik, sosial, dan profesional. Beberapa keterampilan utama yang disoroti antara lain critical thinking, creativity, communication, adaptability, resilience, empathy, time management, goal setting, serta media literacy.
Lebih lanjut, Andrew Tiffany menjelaskan tiga strategi utama dalam mengintegrasikan Future-Ready Skills ke dalam pembelajaran bahasa Inggris, yakni:
- Menjadikan Future-Ready Skills sebagai fokus utama dalam pembelajaran dan unit materi.
- Mengintegrasikan Future-Ready Skills dengan tugas kebahasaan serta aktivitas berpikir kritis.
- Memanfaatkan video dan skenario nyata untuk melatih keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan yang diusung National Geographic Learning menekankan pembelajaran autentik melalui konsep real people, real places, dan real stories. Dengan menghadirkan konteks dunia nyata ke dalam kelas melalui gambar, video, dan cerita faktual, pembelajaran diharapkan menjadi lebih bermakna dan mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa.
Selain itu, topik pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan juga menjadi bagian dari diskusi. Andrew Tiffany menjelaskan bahwa generative AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran, seperti untuk menjelaskan konsep kompleks, memberikan contoh dalam berbagai format, serta melatih penerapan keterampilan berpikir kritis. Namun demikian, peran pendidik tetap krusial dalam membimbing mahasiswa agar menggunakan teknologi secara bijak dan etis.
Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., dalam pesannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna strategis bagi sivitas akademika.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika FKIP UMS untuk memperluas wawasan tentang bagaimana pembelajaran bahasa Inggris tidak hanya berorientasi pada aspek kebahasaan, tetapi juga pada penguatan future-ready skills yang dibutuhkan mahasiswa di masa depan,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa perguruan tinggi harus terus beradaptasi dengan perkembangan global agar mampu menyiapkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus siap menghadapi dunia kerja.
Melalui kegiatan Visiting Lecturer ini, FKIP UMS menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang relevan dengan tantangan abad ke-21. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan pembelajaran bahasa Inggris yang lebih kontekstual, inovatif, serta berorientasi pada kesiapan masa depan.
