Surakarta – Pada hari ini, Sabtu, 21 Februari 2026, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan Closing Ceremony Program SEA Teacher bagi mahasiswa dari Aklan Catholic College yang telah menyelesaikan program praktik mengajar dan pertukaran akademik di UMS.
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini dihadiri oleh Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., Wakil Dekan IV Bidang Partnership dan Internationalisation, Dr. Muhammad Noor Kholid, perwakilan International Office Dr. Hepy Adityarini, serta Mobility Student Key Person FKIP, Muhammad Fahmi Johansyah, Ph.D. Turut hadir pula para mahasiswa UMS yang sebelumnya mengikuti program SEA Teacher ke Aklan Catholic College dan University of Northern Philippines, yang berperan sebagai buddies selama program berlangsung.
Lima mahasiswa SEA Teacher dari Aklan Catholic College yang mengikuti program ini adalah Alben Matias Hinampas, Archelyn Belarmino Catedrilla, Myra Shane Rimano Nemis, Nicole Kyrell Domingo Estrella, dan Rey Taladtad Ballera. Dalam acara penutupan, para mahasiswa tampil mengenakan pakaian tradisional Filipina sebagai simbol bahwa program SEA Teacher tidak hanya berfokus pada teaching practice, tetapi juga pada pertukaran budaya (cultural visit) dan penguatan pemahaman lintas budaya.
Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menyampaikan rasa bahagia dan apresiasi atas kehadiran para mahasiswa dari Filipina tersebut. Beliau berharap pengalaman akademik dan kultural yang diperoleh selama di UMS dapat menjadi bekal berharga dalam perjalanan profesional mereka sebagai pendidik. Beliau juga membuka peluang bagi para mahasiswa untuk kembali ke UMS guna melanjutkan studi pada jenjang magister.
Wakil Dekan IV, Dr. Muhammad Noor Kholid, menegaskan bahwa UMS adalah “rumah kedua” bagi para mahasiswa internasional. Kolaborasi ini bukan sekadar program mobilitas, melainkan bagian dari komitmen FKIP UMS dalam membangun jejaring global dan memperkuat internasionalisasi pendidikan.
Sementara itu, Dr. Hepy Adityarini dari International Office UMS menyampaikan bahwa UMS juga menyediakan berbagai skema beasiswa bagi mahasiswa internasional yang berminat melanjutkan studi, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap kerja sama akademik lintas negara.

Dalam testimoninya, para mahasiswa SEA Teacher menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas hospitality yang sangat hangat dari UMS. Mereka mengungkapkan bahwa suasana kekeluargaan yang diberikan membuat mereka merasa nyaman, seperti berada di rumah sendiri, sehingga tidak merasakan homesick selama mengikuti program.
Mereka juga menyampaikan bahwa pengalaman belajar dari para guru dan siswa di SMP PK KOTTABARAT menjadi masukan yang sangat berharga dalam perjalanan mereka menjadi guru profesional. Melalui kegiatan ini, mereka merasa tidak hanya dibentuk menjadi pendidik yang kompeten secara akademik, tetapi juga pribadi yang memiliki hati yang besar, social cognition yang baik untuk saling menghormati, membantu, dan membuat orang lain—bahkan orang asing—merasa nyaman seperti di rumah sendiri.
Nilai-nilai tersebut, menurut mereka, akan selalu dibawa dan dihidupi dalam perjalanan profesional maupun kehidupan pribadi di masa mendatang.
Program SEA Teacher ini diharapkan menjadi capaian akademik yang signifikan bagi kedua institusi, sekaligus memperkuat kolaborasi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan profesional guru di tingkat regional maupun global.


