FKIP kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya riset dan inovasi akademik melalui pelaksanaan Pemaparan Proposal Program HIT FKIP Batch 6.3 Tahun 2026. Kegiatan yang digelar secara daring pada Rabu (20/5) tersebut, menjadi ruang strategis bagi para dosen peneliti untuk mempresentasikan gagasan penelitian unggulan yang relevan dengan tantangan pendidikan, teknologi, kesehatan, hingga lingkungan di era modern.
Program HIT (Hibah Integrasi Tridarma) FKIP UMS merupakan salah satu langkah nyata fakultas dalam mendorong penguatan kualitas penelitian berbasis integrasi pendidikan, publikasi ilmiah, pengabdian, serta inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dalam agenda ini, para dosen memaparkan proposal penelitian di hadapan reviewer internal FKIP UMS dengan sistem desk evaluation dan presentasi ilmiah terstruktur.

Dr. Muhammad Noor Kholid, S.Pd., M.Pd. sebagai Wakil Dekan IV FKIP, menegaskan bahwa program hibah penelitian ini tidak hanya berorientasi pada luaran akademik semata, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan pendidikan dan sosial masyarakat.
“FKIP UMS terus mendorong lahirnya penelitian yang inovatif, kolaboratif, dan memiliki dampak nyata. Melalui program HIT ini, dosen diharapkan mampu menghasilkan riset yang terintegrasi dengan kebutuhan zaman sekaligus memperkuat daya saing akademik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Berbagai topik penelitian yang dipresentasikan menunjukkan keberagaman disiplin ilmu dan respons akademik terhadap isu-isu kontemporer. Salah satunya penelitian terkait pengembangan asisten berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk sistem pembelajaran digital yang menyoroti aspek keamanan data dan utilitas pembelajaran informatika. Selain itu, terdapat pula penelitian mengenai pengembangan media pembelajaran matematika berbasis gaya belajar, eksplorasi konsep IPA dalam Al-Qur’an, hingga kajian ethnobotani budaya lokal Banyuwangi.
Tidak hanya berfokus pada pendidikan, beberapa proposal juga mengangkat isu kesehatan dan lingkungan, seperti integrasi sistem surveilans cedera atlet pelajar, pengembangan outdoor learning berbasis deep learning dalam pendidikan jasmani, hingga penelitian mengenai systems thinking skills mahasiswa calon guru dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan.
Menariknya, seluruh tim peneliti diwajibkan menyusun roadmap penelitian yang jelas, proyeksi luaran berbasis empat integrasi HIT, serta target publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi. Hal ini menjadi bagian dari upaya FKIP UMS dalam memperkuat ekosistem akademik yang produktif dan berorientasi pada kualitas riset berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, FKIP UMS tidak hanya mempertegas perannya sebagai institusi pendidikan yang unggul dalam bidang keguruan dan ilmu pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan riset inovatif yang adaptif terhadap perkembangan global. Program HIT Batch 6.3 Tahun 2026 diharapkan mampu melahirkan penelitian berkualitas yang memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, masyarakat, dan perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
