Program Pengalaman Lapangan (PPL) dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG) bukan sekadar agenda praktik mengajar di sekolah. Lebih dari itu, PPL menjadi ruang pembentukan karakter, kompetensi, serta kesiapan mahasiswa penempuh pendidikan profesi guru untuk menghadapi dinamika dunia pendidikan yang nyata. Oleh karena itu, kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) memiliki posisi penting sebagai instrumen refleksi penguatan mutu pendidikan calon guru profesional.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui program studi PPG terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas pelaksanaan PPL mahasiswa. Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan monev yang dilaksanakan di beberapa sekolah mitra, di antaranya SMAN 2 Surakarta dan SMAN 2 Sukoharjo. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk pengawasan dan evaluasi akademik, tetapi juga upaya memastikan bahwa proses pembelajaran yang dijalani mahasiswa benar-benar berjalan efektif dan memberikan dampak.
Di SMAN 2 Surakarta, kegiatan monev didampingi oleh dosen PPG FKIP UMS, yaitu Muhamad Toyib, S.Pd., M.Pd. dan Supriyono, S.Pd., M.Pd. Sementara itu, pelaksanaan monev di SMAN 2 Sukoharjo didampingi oleh Wahdan Najib Habiby, M.Pd. Kehadiran dosen pendamping menjadi bukti bahwa proses pendampingan mahasiswa tidak berhenti pada tahap penempatan praktik saja, melainkan terus berlanjut melalui evaluasi dan pembinaan secara berkelanjutan. Serta ada 16 sekolah lain yang meliputi Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Akhir dan Sekolah Menengah Kejuruan Adapun sekolah-sekolah yang dilakukan monev antara lain SD Muhammadiyah PK Baturan, SMK Negeri 2 Surakarta, SDN Karangasem 1 Surakarta, SMK BATIK 1 Surakarta, SD Al-Islam 1 Sondakan, SDN Sondakan No 11 Surakarta, SDN Cemara 2 Banjarsari, SMPN 9 Surakarta, SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar Kartasura, SMP Khusus Olahraga Surakarta, SD Al-Azhar Syifa Budi, SMP Negeri 15 Surakarta, SD Muhammadiyah 22 Sruni Surakarta, SMAN 1 Colomadu, SDIT Nur Hidayah Surakarta dan SMPN 2 Kartasura.

Secara umum, kegiatan monev PPL PPG ini bertujuan untuk mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan PPL, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Evaluasi tersebut menjadi penting karena dunia pendidikan saat ini menuntut guru yang tidak hanya mampu menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi, komunikasi, dan pengelolaan kelas yang baik.
Melalui monev, mahasiswa dapat memperoleh masukan langsung terkait praktik pembelajaran yang telah dilakukan. Hal ini menjadi sarana refleksi yang sangat berharga untuk meningkatkan kualitas diri sebagai calon pendidik profesional. Tidak sedikit mahasiswa yang mungkin menghadapi kendala dalam membangun interaksi dengan peserta didik, mengelola waktu pembelajaran, ataupun menerapkan strategi pembelajaran yang inovatif. Dengan adanya evaluasi yang konstruktif, mahasiswa memiliki kesempatan untuk memperbaiki kekurangan sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki.
Di sisi lain, kegiatan monev juga memperlihatkan bahwa proses mencetak guru profesional membutuhkan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dan sekolah mitra. Sekolah bukan hanya tempat praktik, tetapi menjadi laboratorium pendidikan yang menghadirkan pengalaman autentik bagi mahasiswa PPG. Dari sinilah calon guru belajar memahami karakter peserta didik, budaya sekolah, hingga tantangan pendidikan yang sesungguhnya.
Fokus utama dari pelaksanaan monev ini adalah memastikan bahwa pengalaman PPL benar-benar mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial secara utuh. Empat kompetensi tersebut merupakan fondasi utama yang harus dimiliki seorang guru di era pendidikan modern. Guru tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus mampu menjadi teladan, komunikator yang baik, serta pribadi yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Kegiatan monev PPL PPG FKIP UMS menjadi langkah strategis dalam menjaga kualitas lulusan pendidikan profesi guru. Evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan akan membantu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih reflektif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Pada akhirnya, kualitas pendidikan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas guru yang dipersiapkan hari ini.
