Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan dasar melalui sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SD UMS Global Citizen. Kegiatan ini dihadiri oleh para kepala sekolah,guru, dan wali murid TK di daerah sekitar sebagai bagian dari pengenalan sekolah dasar berbasis global yang mengintegrasikan pendidikan Islami, teknologi, dan wawasan internasional.
Kegiatan sosialisasi berlangsung hangat dan interaktif dengan menghadirkan berbagai informasi mengenai konsep pendidikan yang akan diterapkan di SD UMS Global Citizen. Sekolah yang berada di bawah naungan FKIP UMS ini hadir sebagai institusi pendidikan dasar modern yang dirancang untuk membentuk generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.

Dalam pemaparannya, pihak sekolah menjelaskan bahwa SD UMS Global Citizen mengusung konsep pembelajaran berbasis integrasi antara Kurikulum Nasional, Kurikulum Pendidikan Muhammadiyah, serta kurikulum internasional melalui National Geographic Learning. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, kreatif, dan relevan dengan perkembangan dunia pendidikan saat ini.
Selain penguatan akademik, sekolah juga menekankan pentingnya pengembangan karakter Islami, kemampuan komunikasi berbahasa Inggris, kepemimpinan, serta keterampilan abad ke-21. Berbagai program unggulan turut diperkenalkan, seperti lingkungan pembelajaran bilingual, kelas kreatif berbasis proyek, program profesor mengajar, hingga pembinaan olimpiade dan pengembangan minat bakat siswa.

Kehadiran kepala sekolah, guru, dan wali murid dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun sinergi pendidikan sejak usia dini. Melalui sosialisasi tersebut, para peserta memperoleh gambaran menyeluruh mengenai sistem pembelajaran, fasilitas, serta visi pendidikan yang dikembangkan SD UMS Global Citizen.
Dengan hadirnya SD UMS Global Citizen, UMS berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menghadirkan pendidikan dasar berkualitas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membentuk generasi yang religius, adaptif, kreatif, dan memiliki daya saing global.
