Surakarta, 11 Juni 2026 – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan kegiatan Visiting Lecturer bersama akademisi dari Filipina, Dr. Gemma F. Quintana dari Aklan State University. Kegiatan yang mengangkat tema “Developing Instructional Plans and Aligning Class Sessions to Course Outcomes” ini dilaksanakan pada Kamis (11/6) secara blended learning di Ruang Sidang Cakap FKIP UMS dan melalui Zoom Meeting.
Sebelum memasuki materi utama, peserta diajak mengikuti sebuah aktivitas kolaboratif yang menarik. Para dosen dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diminta membangun sebuah rangkaian bentuk menggunakan sedotan dalam waktu yang telah ditentukan. Melalui kegiatan sederhana tersebut, peserta belajar mengenai pentingnya komunikasi, kerja sama tim, kreativitas, serta kesamaan visi dalam mencapai tujuan bersama. Aktivitas ini menjadi pengantar yang efektif untuk menggambarkan bahwa keberhasilan suatu proses tidak hanya ditentukan oleh sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh perencanaan dan tujuan yang jelas.
Mengaitkan aktivitas tersebut dengan dunia pendidikan, Dr. Gemma F. Quintana menjelaskan bahwa sebagaimana sebuah bangunan tidak dibangun hanya dengan mengandalkan material, proses pembelajaran yang efektif juga tidak dimulai dari materi ajar semata. Sebaliknya, seorang pendidik perlu terlebih dahulu memiliki gambaran mengenai lulusan yang ingin dihasilkan dan kompetensi yang ingin dicapai mahasiswa.
Kegiatan tersebut diikuti oleh dosen FKIP UMS sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran serta penguatan wawasan internasional dalam pengembangan pendidikan tinggi. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Gemma F. Quintana membagikan berbagai konsep dan praktik terkait penyusunan rencana pembelajaran yang efektif, sistematis, dan selaras dengan capaian pembelajaran yang ingin dicapai mahasiswa.
Salah satu konsep utama yang dibahas adalah Backwards Design, yaitu pendekatan perencanaan pembelajaran yang dimulai dari penetapan hasil belajar atau capaian pembelajaran terlebih dahulu, kemudian menentukan strategi asesmen dan aktivitas pembelajaran yang mendukung pencapaian tujuan tersebut. Pendekatan ini menjadi landasan penting dalam penerapan Outcomes-Based Education (OBE) yang saat ini banyak diterapkan di berbagai perguruan tinggi dunia.
Dr. Quintana juga menjelaskan bahwa implementasi OBE dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat institusi, disiplin ilmu, program studi, mata kuliah, hingga kegiatan pembelajaran di kelas. Dengan demikian, setiap aktivitas pembelajaran yang dirancang dosen harus memiliki keterkaitan yang jelas dengan capaian pembelajaran program studi maupun profil lulusan yang ingin diwujudkan.
Dalam sesi berikutnya, peserta diajak merefleksikan karakter lulusan yang diharapkan melalui empat aspek utama, yaitu pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), nilai (values), dan disposisi atau sikap (disposition). Keempat aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam merancang pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pembentukan karakter dan kompetensi profesional mahasiswa.
Dr. Quintana menegaskan bahwa mahasiswa akan berkembang sesuai dengan aktivitas yang mereka lakukan secara berulang. Ia menjelaskan bahwa kegiatan menghafal akan melatih kemampuan mengingat, diskusi akan mengembangkan kemampuan komunikasi, refleksi akan meningkatkan kesadaran diri, kolaborasi akan membangun kemampuan bekerja dalam tim, dan pemecahan masalah akan mengasah kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, aktivitas pembelajaran harus dirancang secara selaras dengan kompetensi yang ingin dicapai.
Lebih lanjut, ia menunjukkan contoh ketidaksesuaian yang kerap terjadi dalam proses pembelajaran, yaitu ketika capaian pembelajaran menargetkan kemampuan komunikasi yang efektif, namun aktivitas dan asesmen yang digunakan belum mendukung pencapaian kompetensi tersebut. Melalui berbagai contoh dan diskusi, peserta diajak memahami pentingnya keselarasan antara capaian pembelajaran, aktivitas belajar, dan metode asesmen sebagai fondasi utama pembelajaran yang bermakna.
Kegiatan Visiting Lecturer ini mendapat antusiasme tinggi dari para dosen FKIP UMS karena memberikan wawasan baru mengenai praktik perencanaan pembelajaran yang berorientasi pada hasil belajar. Selain memperkaya perspektif internasional, kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi praktik baik yang dapat diadaptasi dalam proses pembelajaran di lingkungan FKIP UMS.
Melalui kolaborasi dengan akademisi internasional, FKIP UMS terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat budaya akademik yang inovatif, serta mendorong penerapan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan pendidikan global. Sejalan dengan pesan yang disampaikan Dr. Gemma F. Quintana, pendidik yang efektif tidak memulai dari materi yang akan diajarkan, melainkan dari gambaran lulusan yang ingin dibentuk melalui proses pembelajaran yang bermakna dan terarah.







