AILEC 2026 FKIP UMS Sukses Digelar, Cetak Juara di Tiga Cabang Lomba: Microteaching, Business Model Canvas, dan Debat Internasional

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) sukses menyelenggarakan Annual Innovation on Learning and Education Competition (AILEC) 2026, ajang kompetisi tahunan berskala nasional dan internasional yang menghadirkan tiga cabang lomba utama, yaitu Lomba Microteaching, Lomba Business Model Canvas (BMC), dan International AILEC Debating Championship. Ketiga kompetisi ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari puluhan perguruan tinggi di Indonesia, bahkan turut diikuti peserta dari luar negeri.

Ketua Panitia AILEC 2026, Dias Aziz Pramudhita, S.Pd., M.Cs , menyampaikan bahwa AILEC dirancang sebagai ruang kompetitif yang sehat sekaligus wadah pembinaan kompetensi mahasiswa di berbagai bidang, mulai dari keterampilan mengajar, inovasi kewirausahaan, hingga kemampuan berargumentasi dalam forum internasional.

Penanggung jawab kegiatan, Dr. Nur Subekti, M.Or, Wakil Dekan Bidang III FKIP UMS, menegaskan bahwa AILEC 2026 merupakan bagian dari strategi fakultas untuk memperkuat budaya prestasi dan pengembangan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh — baik dari sisi akademik, inovasi, maupun daya saing global. Ia menambahkan bahwa mahasiswa perlu diberi ruang untuk menguji kemampuan, menerima umpan balik, dan membangun kepercayaan diri agar semakin siap berperan sebagai calon pendidik maupun lulusan yang adaptif, kreatif, dan profesional.

Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum, turut mengapresiasi antusiasme peserta dari berbagai daerah dan negara. Menurutnya, AILEC menjadi bagian dari upaya FKIP UMS memperluas ekosistem akademik yang kompetitif, inovatif, dan kolaboratif, sekaligus menjadi wadah pengembangan talenta mahasiswa agar mampu menerapkan teori dalam praktik nyata.

1. Lomba Microteaching: Ulfah Nur Azizzah (Universitas Negeri Surabaya) Raih Juara 1

Lomba Microteaching diikuti oleh 51 peserta dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Tanjungpura, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Muhammadiyah Cirebon, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas PGRI Semarang, Universitas Terbuka, dan lainnya. Penjurian dilakukan dalam dua tahap, yakni 16–23 Juni 2026 dan 24–27 Juni 2026, dengan penilaian meliputi perangkat pembelajaran, performa video pembelajaran, penguasaan materi, strategi penyampaian, hingga kesesuaian praktik mengajar dengan prinsip pembelajaran efektif.

Hasilnya, Juara 1 diraih oleh Ulfah Nur Azizzah dari Universitas Negeri Surabaya, Juara 2 oleh Alda Putri Macelly (Universitas PGRI Semarang), dan Juara 3 oleh Yulistiya Rizki Sholihah (Universitas Muhammadiyah Surakarta). Adapun Juara Harapan 1 diraih Aura Trisstan Safinnajaa (Universitas Muhammadiyah Cirebon), Juara Harapan 2 oleh Zavvira Sabrinna Al Qatthi (Universitas Muhammadiyah Cirebon), dan Juara Harapan 3 oleh Ivan (Universitas Tanjungpura).

2. Business Model Canvas: Tim Funara Universitas Airlangga Raih Juara 1

Lomba Business Model Canvas (BMC) diikuti oleh 31 peserta dari berbagai kampus, di antaranya Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Jember, Universitas Brawijaya, Telkom University Bandung, Universitas Muhammadiyah Magelang, Universitas Airlangga, Universitas Udayana, Universitas Mulawarman, UIN Alauddin Makassar, Universitas Tidar, dan Universitas Muhammadiyah Gombong. Peserta ditantang menyusun rancangan bisnis yang kreatif sekaligus memiliki kelayakan pasar, nilai inovasi, dan potensi implementasi nyata.

Gelar Juara 1 diraih tim Calon Mentri (Funara) dari Universitas Airlangga dengan ketua tim Senopathi Barathayuda. Juara 2 diraih tim A6 Nyingkong (Tanem) dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (ketua tim Aisyahra Ayasofia), sedangkan Juara 3 diraih tim Luna Kuadrat dari Telkom University Purwokerto (ketua tim Balqis Awaluna Rahmah). Juara Harapan 1 diraih tim Salam Kenal (Telkom University), Juara Harapan 2 oleh tim POSTURELY (Universitas Muhammadiyah Surakarta), dan Juara Harapan 3 oleh tim Si Wacana (Swanala) dari UKRIDA.

3. International AILEC Debating Championship: UKP Ferrell Maureen (Universitas Kristen Petra) Jadi Juara

Kompetisi debat berbahasa Inggris berskala internasional ini diikuti tim dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Kristen Petra, Universitas Riau, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya Civil Aviation Polytechnic, Universitas Indonesia, hingga University of Northern Philippines. Penilaian dilakukan oleh adjudicators berpengalaman di ajang debat nasional dan internasional.

Gelar Champion diraih tim UKP Ferrell Maureen dari Universitas Kristen Petra, beranggotakan Steffi Maureen Wijaya dan Audie Ferrell Liem Fu Wang. Posisi 1st Runner Up diraih tim Ikan Hiu (Ilham Akbar Ady dan Akhtar Haydan Abidillah) dari Universitas Diponegoro dan University of Sydney. 2nd Runner Up diraih tim Gabe Itches dari Universitas Indonesia (Gabriela Audrey Young dan Darren Benardy), sedangkan 3rd Runner Up diraih tim I’m Izuku and Justin Here is Bakugo dari Universitas Riau (Muhammad Aisar Akmal Caesar dan Justine Pilippi Simangunsong). Penghargaan Best Speaker diberikan kepada Audie Ferrell Liem Fu Wang dari Universitas Kristen Petra.

Melalui penyelenggaraan tiga cabang lomba dalam AILEC 2026, FKIP UMS berharap dapat terus mengembangkan agenda tahunan ini sebagai ruang bagi mahasiswa lintas kampus dan lintas negara untuk saling belajar, berkompetisi, serta membangun jejaring akademik. AILEC 2026 sekaligus menjadi bukti nyata komitmen FKIP UMS dalam memperkuat budaya prestasi, inovasi, kewirausahaan, dan internasionalisasi pendidikan tinggi di Indonesia.