“KAU adalah guru yang mampu membuktikan bahwa nelajar bukanlah hal yang membosankan.” Inilah sepenggal ucapan salah seorang siswa SD dari Bekasi kepada gurunya pada hari Guru Nasional (HGN)2022. Ucapan itu tertulis di secarik kertas yang menyertai bingkisan coklat yang dikemas manis ala anak-anak.
Pada hari itu para siswa belajar menghormati gurunya dengan memberi bingkisan dan ucapan yang membanggakan. HGN diperingati setiap 25 November. Tanggal itu dijadikan HGN berdasarkan pada peristiwa terbentuknya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November 1945, yang mampu menyatukan berbagai organisasi guru, HGN bertujuan menghormati peran dan jasa guru di Indonesia sebagai insan yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
HGN tahun ini diperingati pada 25 November 2022 dengan tema “Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar”. Dengan tema ini, semua guru diharapkan segera bergerak untuk melakukan berbagai inovasi guna mewujudkan Merdeka Belajar. Inovasi merupakan kunci dalam mewujudkan SDM yang unggul dalam menyongsong Indonesia Emas.
Guru Inspiratif
Pada HGN tahun ini, kemendikbudristek memberikan apresiasi dan penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan yang inspiratif. Pemberian penghargaan ini merupakan Ikhtiar dalam memotivasi guru dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesionalisme dalam rangka menyelenggarakan pembelajaran berkualitas.
Guru yang inspiratif adalah guru yang dapat menggerakkan hati siswanya untuk menciptakan berbagai inovasi, berkarakter unggul, dan beramal shaleh. Inilah tantangan guru masa kini. Tantangan itu tentu tidak mudah dijalankan, tetapi perlu diusahakan dengan komitmen tinggi untuk berdedikasi secara maksimal.
Guru hendaknya menginspirasi siswa untuk belajar menciptakan berbagai inovasi. Cara belajar semacam ini berpotensi memberi bekal kemampuan kepada siswa untuk eksis dalam masyarakat, agar para siswa memiliki kemampuan kepada siswa untuk eksis dalam masyarakat.
Mensugesti para siswa untuk memiliki karakter unggul juga merupakan tantangan guru masa kini. Profil Pelajar Pancasila perlu diintegrasikan dalam segala aktivitas pembelajaran, baik pembelajaran intrakurikuler, Kokurikuler, maupun ekstrakurikuler. Guru yang kreatif akan menyiapkan material ajar, menerapkan metode, menyediakan sarana-prasarana, melaksanakan evaluasi, untuk mend0r0ng terbentuknya siswa yang selalu mengamalkan nilai-nilai pancasila.
Mengajar adalah menginspirasi siswa untuk beramal shaleh. Definisi itu tampaknya perlu diikuti guru-guru masa kini dalam rangka menciptakan generasi yang taat beribadah dan perbuatan-perbuatan terpuji. Agar dapat menginspirasi siswa, guru perlu melakukan inovasi dalam gerakan amal sholeh dalam pembelajaran. Sebagai contoh, kesalehan digital mendesak untuk dipahami siswa dam diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Main Sufanti, Dosen PBSI FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta
