Surakarta — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan bangga mengumumkan prestasi gemilang yang diraih pada even Futuristic and Prestige Research, Technology and Art (FAPERTA) FAIR 8 yang diselenggarakan di Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 11–13 Oktober 2025. Tim bertajuk ASKARIASIS — kolaborasi lintas fakultas yang dipimpin mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (PTI) — berhasil membawa pulang enam (6) penghargaan pada berbagai kategori lomba. Prestasi ini menjadi bukti kapasitas riset, inovasi teknologi kesehatan, dan keterampilan presentasi mahasiswa UMS di tingkat nasional.
Prestasi ini tidak hanya Juara 1 Perencaan Bisnis saja, Tim ASKARIASIS berhasil meraih prestasi lainnya yaitu Juara 1 National Business Plan Competition, Gold Medal Faperta Fair Business Plan, Silver Medal Essay Jam Faperta Fair Business Plan, Bronze Medal Essay Jam Faperta Fair Business Plan, Favorite Poster Faperta Fair 8, dan Best Presentation Faperta Fair 8.

Tim ASKARIASIS diketuai oleh Zaidan Arif Purnama (Pendidikan Teknik Informatika, FKIP UMS, angkatan 2023) yang beranggotakan Jihan Nabila Ramadhani (Fisioterapi, FIK 2022), Raditya Rakha Ramadhany Bintoro (Manajemen, FEB 2022), dan Yuanda Eka Saputra (Pendidikan Teknik Informatika, FKIP 2023). Tim membuat prototype aplikasi ASKARIASIS yang dimana aplikasi ini berfungsi untuk screening penyakit, game edukasi, juga sebagai sarana konsultasi dan pengingat bagi anak yang memiliki penyakit cacingan, terkhususnya untuk anak usia 7-12 tahun untuk mencegah cacingan itu sendiri dan dapat mengedukasi mereka terhadap penyakit cacingan.
Menurut keterangan tim, prototype dirancang intensif selama kurang lebih dua minggu. Tantangan utama yang mereka hadapi meliputi perancangan UI/UX agar ramah anak dan strategi pengembangan konten edukatif yang efektif. Untuk mengatasi kendala tersebut, tim aktif melakukan riset pengguna dan berkonsultasi dengan dosen pembimbing, Irma Yuliana, S.T., M.Eng., sehingga prototipe menjadi layak tampil dan kompetitif.
“Kami sangat bersyukur atas hasil ini. Terima kasih kepada seluruh anggota tim dan dosen pembimbing yang telah sabar membimbing kami — kemenangan ini adalah buah kerja keras, riset cepat, dan manajemen waktu yang baik,” ungkap Yuanda.
Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut dan menegaskan pentingnya penguatan kompetensi riset dan inovasi mahasiswa. “Prestasi seperti yang ditunjukkan Tim ASKARIASIS memperlihatkan sinergi kolaborasi, dapat menghasilkan solusi aplikatif yang relevan termasuk dari masalah kesehatan. FKIP UMS mengucapkan selamat dan mendorong mahasiswa untuk ikut menumbuhkembangkan peran civitas dalam riset bermuatan solusi,” jelasnya.
Keberhasilan ASKARIASIS menjadi contoh praktik baik (best practice) dalam pengembangan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat (problem-driven innovation). Rekomendasi tindak lanjut meliputi: pengembangan prototype menjadi produk uji lebih lanjut, penyusunan laporan evaluasi dampak, serta publikasi atau pitching ke inkubator bisnis universitas untuk kemungkinan komersialisasi atau open-source sharing.
