FKIP UMS dan Kemenag Wonogiri Selenggarakan Pengembangan Kompetensi Guru MTs: Penerapan Pembelajaran Koding, Kecerdasan Artifisial, dan Deep Learning

Wonogiri, 2025 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Kompetensi Guru MTs dengan tema “Penerapan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial melalui Pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cipta di Sekolah.”

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kemitraan Balai Pengembangan Guru dan Tenaga Kependidikan (BPGTK) FKIP UMS dengan Kemenag Kabupaten Wonogiri, yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru madrasah dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Wonogiri, H. Hariyadi, S.Ag., M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Anam menyampaikan bahwa guru di era digital perlu memiliki literasi teknologi yang kuat agar mampu berinovasi dalam proses pembelajaran.

“Guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga inovator yang dapat mengintegrasikan teknologi seperti coding dan artificial intelligence dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan pendekatan deep learning dan kurikulum berbasis cipta, kita berharap lahir generasi kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Prof. Anam Sutopo.

Sementara itu, H. Hariyadi, S.Ag., M.Si., dalam sambutannya mengapresiasi kerja sama strategis antara Kemenag Wonogiri dan FKIP UMS. Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru madrasah agar pembelajaran semakin kontekstual dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan guru MTs dari berbagai kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Mereka mendapatkan pelatihan langsung terkait penerapan pembelajaran coding, pengenalan artificial intelligence (AI), serta pengembangan kurikulum berbasis cipta yang mendorong kreativitas dan inovasi di sekolah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru dapat menerapkan hasil pelatihan dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga mampu mencetak peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap kemajuan teknologi dan kreatif dalam berkarya.