Surakarta, 2025 — Menjelang pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) menggelar kegiatan Pengajian Menjelang UTS sebagai bentuk pembinaan rohani bagi dosen dan tenaga kependidikan. Acara ini diselenggarakan di lingkungan FKIP UMS dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., dan dipandu oleh Wakil Dekan I FKIP UMS, Dr. Miftakhul Huda, S.Pd., M.Pd. Seluruh pimpinan, dosen, serta tenaga kependidikan hadir dalam kegiatan ini dengan antusias, menjadikan suasana pengajian penuh kehangatan dan makna.
Dalam sambutannya, Prof. Anam Sutopo menyampaikan rasa syukur atas berbagai capaian positif FKIP UMS sepanjang tahun akademik berjalan. Ia menuturkan bahwa prestasi mahasiswa FKIP terus meningkat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, kerja sama fakultas dengan berbagai lembaga juga semakin meluas sebagai wujud komitmen FKIP dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Alhamdulillah, jumlah mahasiswa FKIP UMS saat ini sudah menembus lebih dari 1000 orang. Ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan kepercayaan masyarakat terhadap FKIP UMS. Capaian ini harus kita syukuri dengan terus memberikan pelayanan terbaik, baik dalam bidang akademik maupun pembinaan karakter,” ujar Prof. Anam dalam sambutannya.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Drs. H. Dahlan Rais, M.Hum., anggota Badan Pembina Harian (BPH) UMS. Dalam ceramahnya, beliau mengangkat tema “Keikhlasan dalam Bekerja dan Amal”. Menurutnya, setiap pekerjaan yang dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah akan selalu mendapatkan balasan yang baik, baik secara langsung maupun di masa mendatang.
“Orang yang bekerja dengan hati yang ikhlas tidak akan mudah mengeluh. Ia memahami bahwa hasil bukan semata-mata urusan manusia, tetapi kehendak Allah. Tugas kita adalah berusaha dengan sungguh-sungguh dan menjaga niat tetap lurus,” pesan Pak Dahlan.
Beliau juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah telah lama menjadi gerakan Islam yang mampu diterima secara luas di berbagai lapisan masyarakat karena nilai-nilainya yang universal. Muhammadiyah, kata beliau, bukan hanya berdakwah lewat kata-kata, tetapi melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi umat. Nilai-nilai tersebut antara lain:
-
Memberikan manfaat bagi sesama — menjadi insan yang hadir membawa kebaikan dan kebermanfaatan.
-
Tertib dan teratur dalam beramal — bekerja dengan disiplin, sistematis, dan sesuai tuntunan syariat.
-
Menjaga kerukunan dan kebersamaan — memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menghindari perpecahan.
-
Bekerja keras dan gemar memberi — meneladani semangat filantropi dan etos kerja tinggi Muhammadiyah.
-
Sabar serta memiliki tekad yang kuat — tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Menurut beliau, lima karakter inilah yang perlu terus ditanamkan dalam diri setiap civitas akademika UMS, terutama bagi insan FKIP yang memiliki peran besar dalam mencetak calon guru berjiwa pendidik dan pejuang dakwah melalui pendidikan.
Dr. Miftakhul Huda selaku moderator juga menambahkan bahwa kegiatan pengajian semacam ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja. “Menjelang UTS, kita semua tentu sibuk dengan berbagai tanggung jawab. Melalui pengajian ini, kita diingatkan kembali agar tidak hanya fokus pada hasil kerja, tetapi juga pada niat dan keikhlasan dalam setiap langkah,” tuturnya.
Dengan semangat kebersamaan, kegiatan pengajian ini diharapkan dapat menjadi penyegar rohani dan motivasi bagi seluruh dosen serta tenaga kependidikan FKIP UMS untuk terus bekerja dengan hati yang ikhlas, tertib, dan bermanfaat, sebagaimana nilai-nilai luhur Muhammadiyah.
