“Jejak Sangiran di Tangan Gen Alpha”: Inovasi Mahasiswa FKIP UMS dalam Menumbuhkan Kepedulian Budaya Menghasilkan Prestasi

Surakarta – Semangat ceria sekaligus penuh makna, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil meraih Juara Harapan 3 ajang PKP2 PTMA 2025 dengan karya unggulan “Jejak Sangiran di Tangan Gen Alpha: Polisi Anak Purba sebagai Agen Muda Pelestari Cagar Budaya”.

Karya ini hasil kolaborasi antar fakultas, yang diketuai oleh Iswanti mahasiswa Pendidikan Geografi angkatan 2022, dengan anggota Annisa Rahmawati (Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2023), Anna Arbangatun (Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2023), Genta Pandu (Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2023), dan Isnaeni Hasna (Ekonomi Pembangunan 2023, serta dibimbing oleh Siti Azizah Susilawati, Ph.D.

Tim ini menggunakan tema pelestarian cagar budaya dengan pendekatan kreatif generasi muda dengan mengenalkan lokasi bersejarah Sangiran World Heritage Site kepada Gen Alpha sebagai “Polisi Anak Purba” yang bertugas menumbuhkan kepedulian terhadap warisan budaya. Karya ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UMS tidak hanya unggul akademik, tetapi juga responsif terhadap isu budaya dan pembangunan karakter.

Iswanti dan kawan-kawan mengungkapkan bahwa proses pengerjaan proposal hingga finalisasi membutuhkan waktu dan kerja keras. Identifikasi masalah, pengumpulan data, hingga penyusunan strategi “Polisi Anak Purba” mereka jalankan secara kolaboratif. Langkah ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak sekadar berpikir ide, tetapi juga mengimplementasikan dalam kerangka nyata.

Tim ini mengambil langkah inovatif dengan mengusung pendekatan edukatif-pelestarian budaya melalui generasi muda (Gen Alpha) di kawasan Situs Sangiran Sragen — salah satu situs manusia purba yang penting secara global.

“Wilayah tersebut merupakan salah satu situs arkeologi paling penting di dunia dan menyimpan potensi besar dalam edukasi sejarah serta pembangunan karakter berbasis kearifan lokal,” ungkap Siti Azizah.

Tujuan program ini bukan hanya meraih penghargaan, tetapi membangkitkan kesadaran pelestarian budaya di kalangan anak-muda. Dengan pendekatan fun, edukatif dan kontekstual terhadap situs Sangiran, tim berharap anak-anak dan remaja dapat merasa memiliki bagian dalam pelestarian warisan budaya. Inilah model kreatif pengabdian yang menghubungkan pendidikan, budaya dan identitas lokal.

Menanggapi capaian ini, Wakil Dekan III FKIP UMS, Dr. Nur Subekti, M.Or. menyampaikan “Prestasi ini membawa nilai budaya dan sosial tinggi melalui karya yang kreatif. Semoga spirit ini memantik generasi mahasiswa FKIP untuk terus berkarya dan memberi manfaat bagi masyarakat” jelasnya.

Dengan capaian ini, diharapkan mahasiswa FKIP terus mengembangkan karya mereka agar berdampak lebih luas. Program ini tidak hanya berhenti di penghargaan, tetapi juga menjadi gagasan nyata yang dapat diimplementasikan di sekolah-sekolah dan masyarakat sekitar melalui pelibatan Gen Alpha sebagai agen muda pelestarian.