Tim P2MW FKIP UMS Membanggakan, Lolos KMI Expo XVI 2025

Surakarta — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui capaian tim mahasiswa yang berhasil melaju ke ajang KMI Expo XVI 2025. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa wirausaha terbaik di Indonesia untuk mempresentasikan inovasi dan produk unggulan mereka. Ajang nasional bergengsi tersebut akan diselenggarakan oleh Universitas Tidar, Magelang, pada 19–21 November 2025.

Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., mengapresiasi semangat inovatif mahasiswa yang melibatkan riset pendidikan dalam pengembangan teknologi. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FKIP tidak hanya unggul dalam pedagogi, tetapi juga mampu menerjemahkan ilmu ke dalam inovasi sosial dan teknologi terapan,” tuturnya.

Salah satu wakil UMS yang lolos adalah Tim BriBU dari Program Studi Pendidikan Matematika yang diketuai Aprilia Adi Nurnaningtyas bersama Nabila Dzaki Nafisah, Nagita Shindy Aulia, dan Atkha Ismajati. Keempatnya dibimbing oleh dosen pendamping Nuqthy Faiziyah, S.Pd., M.Pd., dan didukung mentor Dimas Adila Putra, M.Cs. Inovasi yang diusung oleh Tim BriBU adalah “Inovasi Limbah Ampas Tebu sebagai Briket Ramah Lingkungan untuk Energi Terbarukan”.

Melalui pendekatan ilmiah dan penelitian terapan, Tim BriBU menunjukkan bahwa limbah organik seperti ampas tebu dapat diolah menjadi sumber energi alternatif yang bernilai ekonomi tinggi sekaligus mendukung agenda nasional dalam transisi menuju energi hijau berkelanjutan

Selain itu ada Tim Sobat Ceria, dari Prodi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) FKIP UMS, juga sukses melaju ke babak nasional KMI Expo XVI 2025. Tim ini diketuai oleh Deswita Winna Irshandy dan beranggotakan Meisya Haya Anaswa, Hilyatul Millah, Sofyan Endra Prasetyo, serta Fatimah Azzahroh. Mereka didampingi dosen pembimbing Dr. Choiriyah Widyasari, M.Psi.

Program unggulan mereka adalah “Sobat Ceria: Program Stimulasi Tumbuh Kembang yang Inklusif berbasis Mindfulness dan Family Co-Creation”. Proyek ini bertujuan menciptakan modul stimulasi anak usia dini yang inklusif (mengakomodasi anak berkebutuhan khusus), dengan pendekatan mindfulness dan keterlibatan aktif keluarga dalam proses tumbuh-kembang anak.

Tim lainnya yang lolos  ke babak nasional KMI Expo XVI 2025 adalah Smart Mush. Tim ini merupakan kolaborasi lintas disiplin ilmu di UMS, yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMS, Manajemen, dan Akuntansi. Tim ini diketuai Syakita Eka Putrisari Sabarwo (Akuntansi) dengan anggota Nadhifa Najwa (Pendidikan Biologi FKIP UMS), Ahmad Fauzan Tirmidzi (Manajemen), dan Hanifah Rizqi Azzahra (Akuntansi). Mereka mengembangkan proyek bertajuk “SmartMush: Budidaya Jamur Tiram Hemat Sumber Daya Hasil Lebih Melimpah”, yang mengintegrasikan sistem sensor dan kontrol otomatis untuk efisiensi air, media, dan waktu panen.

Teknologi Smart Mush dikembangkan dengan pendekatan Internet of Things (IoT) sederhana dan sistem sensor otomatis yang mampu memantau kelembapan, suhu, dan pencahayaan ruang budidaya jamur secara real-time. Inovasi ini menjawab permasalahan klasik dalam budidaya jamur tiram, yaitu ketidakstabilan lingkungan tumbuh yang kerap menurunkan kualitas dan produktivitas panen. Dengan Smart Mush, seluruh variabel produksi dapat dipantau melalui aplikasi sederhana di ponsel pintar, menjadikan budidaya lebih efisien dan berkelanjutan.