Surakarta, 20 Oktober 2025 — SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menerima kunjungan akademik mahasiswa Program Magister Administrasi Pendidikan (MAP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang berkolaborasi dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kegiatan ini memperkuat kolaborasi akademik dan mendorong wawasan mahasiswa tentang praktik terbaik tentang pengelolaan sekolah global inspiratif.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Sri Sayekti, M.Pd. Dalam sambutannya disampaikan bahwa SD Muhammadiyah 1 Ketelan telah lama menjadi mitra UMS dalam peningkatan kapasitas guru dan menjadi salah satu sekolah rujukan penelitian bagi sivitas akademika UMS. Ini merupakan komitmen sekolah dalam menjalin kemitraan strategis dengan UMS. “Sekolah kami sangat terbuka untuk menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa dan dosen, sekaligus menjadi ruang inovasi pendidikan yang terus berkembang dan berdampak luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FKIP UMS, Prof. Anam Sutopo, M.Hum., menyampaikan ucapan selamat datang kepada Pasca UNG sekaligus apresiasi kepada SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta atas dukungan dan kolaborasi yang terus terjalin. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan kuliah tamu bagi mahasiswa Program Magister Administrasi Pendidikan (MAP) UNG akan dilaksanakan secara hybrid di kampus UMS, sementara program utama berlangsung pada sore hari di lingkungan FKIP UMS. “Harapan kami kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi akademik saja, namun juga memberikan dampak nyata dalam penguatan kompetensi, pertukaran pengalaman, dan perluasan jejaring antarperguruan tinggi,” pungkasnya.
Sementara itu, Koordinator Program MAP UNG menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sambutan yang diberikan. Ia menekankan bahwa, kegiatan akademik seperti ini memiliki nilai strategis bagi mahasiswa dalam penguatan pengalaman lapangan. “Kunjungan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami praktik manajemen sekolah yang efektif dan inovatif, sebagian besar peserta kami adalah kepala sekolah dan guru, sehingga hal ini menjadi sarana pembelajaran manajemen sekolah yang sangat relevan dengan konteks profesional mereka” tuturnya. Ia berharap mahasiswa mampu menyerap praktik terbait (best practice) dalam pengelolaan sekolah yang efektif, selanjutnya dapat diadaptasikan sesuai dengan lingkungan pendidikan kerja mereka.

Dalam kesempatan yang sama melalui diskusi akademik, Prof. Dr. Arsyad dari Universitas Negeri Gorontalo menegaskan bahwa untuk menjadi sekolah unggul dibutuhkan inovasi berkelanjutan yang tidak dapat dicapai secara instan. Membutuhkan proses waktu yang panjang, konsisten, dan berorientasi pada kualitas. “Sekolah swasta seperti SD Muhammadiyah 1 Ketelan memiliki ruang yang lebih luas untuk berinovasi dan menerapkan pendekatan pengelolaan yang adaptif,” ungkapnya.
Pada sesi pemaparan materi, Sri Sayekti., M.Pd., menjelaskan bahwa SD Muhammadiyah 1 Ketelan sudah berusia 90 tahun. Sekolah ini dikenal sebagai Sekolah Percontohan Pendidikan Antikorupsi dan Kantin Sehat Tingkat Nasional. Tantangan pendidikan abad ke – 21 menuntut peserta didik memiliki keterampilan teknologi, berpikir kritis, kemampuan beradaptasi, kolaborasi, dan kreativitas. “Sekolah kami mengintegrasikan kurikulum nasional dengan kurikulum Muhammadiyah yang berfokus pada ISMUBA (Islam, KeMuhammadiyahan, dan Bahasa Arab). Selain itu, kami juga menerapkan raport karakter serta sistem Smart Card yang berfungsi sebagai media komunikasi dengan orang tua dan alat transaksi di kantin sehat sekolah,” paparnya.
Melalui kegiatan KKL ini, sinergi antara FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta, Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo, dan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menjadi wujud nyata kolaborasi pendidikan yang berorientasi pada kemajuan dan keberlanjutan. Pertemuan akademik ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa tentang praktik manajemen sekolah unggulan, tetapi juga memperteguh komitmen seluruh pihak dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkarakter. Kegiatan ini mencerminkan semangat education for global citizenship yang sejalan dengan visi sekolah global inspiratif—mendorong lahirnya generasi pendidik yang berdaya saing, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan pendidikan nasional maupun global.
