Mahasiswa FKIP UMS Berprestasi: “Gateway” Jadi Program Inspiratif bagi Anak HIV/AIDS Surakarta

Surakarta – Kabar gembira datang dari lingkungan akademik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan mitra nyata di masyarakat. Tim mahasiswa berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) dengan judul “Gateway: Penguatan Psikososiospiritual Berbasis Metode Holistik dan Psikologi Positif untuk Meningkatkan Kesejahteraan Anak dengan HIV/AIDS di Yayasan Lentera Surakarta” yang diketuai oleh saudari Princes Orinta Oktavia.

Program ini mengambil fokus utama pada kelompok anak yang hidup dengan HIV/AIDS (ADHA) di Yayasan Lentera, yang selama ini menghadapi stigma sosial dan tantangan psikososial yang cukup besar. Melalui pendekatan holistik tidak hanya aspek medis tapi juga psikologis, sosial, dan spiritual tim ingin menghadirkan ruang aman dan pemberdayaan agar anak – anak tersebut dapat berkembang dengan harapan serta percaya diri.

Kami merasa perlu hadir melalui PKM-PM ini untuk memberikan pendampingan dan edukasi masyarakat secara menyeluruh,” ujar Princes Orinta Oktavia.

Ide program “Gateway” mulai dirancang sejak awal Desember 2024. Proses penyusunan proposal memakan waktu sekitar enam bulan, dimulai dari identifikasi masalah, studi literatur, hingga finalisasi naskah proposal. “Kami bekerja intensif dalam tim, saling melengkapi peran agar setiap aspek dari program dapat dijalankan secara maksimal,” imbuh Princes.

Tim PKM-PM ini terdiri dari lima mahasiswa dari Prodi Kesehatan Masyarakat UMS, yakni Princes Orinta Oktavia (ketua), Inesya Galuh Gamila Putri, Talitha Aufia Muthi, Muti’ah Diniyati, dan Onik Kurnidayanti. Mereka dibimbing oleh Endang Setyaningsih, S.Si., M.Si., dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS yang aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat.

Mahasiswa menambahkan bahwa dosen pembimbing berperan penting dalam memfasilitasi dan mengarahkan tim hingga proposal dinyatakan lolos pendanaan. “Kami berharap mereka dapat hidup dengan optimis, tidak merasa dikucilkan, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” jelas Muti’ah.

Kerjasama antara mahasiswa UMS dan Yayasan Lentera ini memperkuat komitmen kampus terhadap Tri Dharma: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Selain itu, tema ini relevan dengan kondisi nyata di lapangan, di mana Yayasan Lentera hingga akhir 2021 tercatat merawat puluhan anak usia mulai dari beberapa bulan hingga remaja dengan HIV/AIDS.

Menanggapi capaian ini, Dr. Nur Subekti, M.Or. selaku Wakil Dekan III FKIP UMS menyampaikan, “Kami di FKIP UMS sangat bangga atas kiprah mahasiswa kami yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga peduli terhadap isu kemanusiaan yang tinggi nilainya. Program “Gateway” ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi mampu menjadi pendorong perubahan sosial yang berkelanjutan. Semoga pencapaian ini menjadi semangat bagi seluruh civitas akademika untuk terus bergerak ke arah kebermanfaatan” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut dari keberhasilan program, tim PKM-PM UMS berencana menyusun buku panduan pelaksanaan kegiatan serta mengelola akun media sosial yang berfungsi sebagai sarana edukasi dan penyebaran informasi positif mengenai HIV/AIDS kepada masyarakat luas.Prestasi ini merefleksikan dedikasi mahasiswa UMS dalam merespons isu-isu sosial dan kemanusiaan melalui kegiatan pengabdian berbasis riset serta aksi nyata di lapangan. Program “Gateway” diharapkan tidak hanya memberikan hasil instan, tetapi juga menumbuhkan dampak berkelanjutan dalam membangun lingkungan masyarakat yang lebih inklusif, empatik, dan mendukung anak-anak penyandang HIV/AIDS.