Philippine, 30 November 2019.

Sebagai bagian dari global academic community, kita sadar akan tuntutan global. FKIP UMS berkomitmen kuat untuk mengembangkan program-program internasional sejalan dengan komputasi global ini. Salah satunya adalah FKIP UMS yang telah bergabung dengan program SEA Teacher- SEAMEO sepakat mengembagkan SPK dengan beberapa partner universities di kawasan Asia. Salah satunya adalah dengan Pangasingan State University PSU Philippine.

Salah satu bentuk engagement dengan partner university ini adalah mengadakan berbagai macam kegiatan akademik antara lain: joint conference, joint publication, visiting professor, students exchange on teaching practice, dsb.  Salah satu bentuk realisasi program kerja sama tersebut adalah join conferwnce pada 26-29 November 2019 di PSU Philippine.

Program tersebut diintegrasikan dengan dengan pelibatan dosen Prodi Inggris FKIP UMS untuk menjadi keynote speaker, presenter dan sekaligus sebagai visiting profesor untuk mengembangkan professional teaching development.

Keenam dosen bahasa Inggris FKIP UMS sebagai presenter pada konferensi tersebuat adalah: Dr. M. Thoyibi, Koesoemo Ratih, Ph.D., Mauly Halwat, Ph.D., Aryati Prasetyarini, M.Pd., Susiati, M.Ed., dan Fitri Kurniawan, M.Ed.

Salam @FKIP CAKAP.

[wzslider autoplay=”true”]

Surakarta, 29 November 2019

Universitas Al Azhar Kairo Mesir senantiasa berkomitmen terhadap Indonesia. Egypt atau Mesir adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Dan kini, Universitas Al Azhar Mesir menempatkan bahasa Indonesia sebagai mata kuliah sejajar dengan bahasa Perancis atau bahasa Jerman di Universitas Al Azhar.

Universitas Al Azhar mengandeng 3 perguruan tinggi Indonesia (UGM, UMS, UIN Malang) untuk merealisasikan dan mengembangkan program yang sudah berjalan sejak 1 semester ini.

Melalui lawatan kelembagaan yang ketiga, yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Rektor Universitas Al-Azhar Syaikh Prof. Dr. Muhammad Abu Zaid Al-Amir ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Jumat 29 November 2019 membawa pesan dan salam dari Grand Syaikh dan Rektor Al-Azhar, yang didampingi oleh mantan Atase Pendidikan Kebudayaan KBRI Cairo/ Ketua Konsorsium Prof. Dr. Sangidu dan Pimpinan Pondok Modern Tazakka KH. Anizar Masyhadi. Program ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud RI dan KBRI Cairo.

Pertemuan Prof Al-Amir dengan 3 universitas konsorsium ini sebagai kunjungan balasan dan diskusi pemantapan program pengajaran bahasa Indonesia di Al-Azhar. Menurut Syaikh Al-Amir, bahwa Al-Azhar menerima dan setuju bahasa Indonesia dijadikan bahasa pilihan kedua di Al-Azhar dikarenakan hubungan yang sangat baik dan erat antara Indonesia dan Mesir. Al-Azhar ingin bahasa Indonesia dikenal dan dimengerti oleh para mahasiswa asing yang datang dari 108 negara, juga untuk para mahasiswa dan masyarakat Mesir.Harapan bersamanya adalah agar ke depan budaya dan peradaban Indonesia akan mudah menyebar ke dunia internasional.

Profesor Al-Amir menambahkan, bahwa Indonesia melewati 12 negara yang mengajukan bahasa resminya dijadikan bahasa pilihan kedua, Al-Azhar memandang Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar yang menganut paham washatiyyat Islam dan nilai nilai Islam yang moderat sejalan dengan misi visi Universitas Al Azhar.

Salam @FKIP CAKAP.

Assalamualaikum wr. wb.

Diberitahukan kepada mahasiswa FKIP dan PAI – FAI UMS Angkatan 2018 untuk mendaftar secara online Program Pengenalan Lapangan Persekolahan I (PLP I). Pendaftaran dapat dilakukan mulai Tanggal 26 November – 7 Desember 2019.

  • Mekanisme Pendaftaran PLP I adalah sebagai berikut:
  1. Mengisi Form Pendaftaran PLP I melalui Link yang telah disediakan di alamat:

http://bit.ly/plp_1_2020

  1. Buka Email, dan kemudian Cetak (Print Out) Bukti Formulir yang sudah diisi
  1. Menyerahkan berkas di Kantor Laboratorium Pembelajaran Terintegrasi:
  • Print Out Formulir Pendaftaran dari email,
  • Foto Copy Transkrip Nilai,
  • Foto Copy KRS Terakhir
  1. Jadwal penyerahan berkas :
Prodi Pengumpulan Berkas
  • Pend. Akuntansi
  • PG-PAUD
10 Desember 2019
  • Pend. Biologi
  • PAI – FAI
11 Desember 2019
  • Pend. Matematika
  • Pend. Geografi
12 Desember 2019
  • Pend. Bahasa Indonesia
  • PPKN
13 Desember 2019
  • Pend. Teknik Informatika
  • Pend. Bahasa Inggris
14 Desember 2019
  • Pend. Olah Raga
  • PGSD
15 Desember 2019
  1. Segala pengumuman / berita mengenai PLP I akan di muat di website FKIP UMS: http://fkip.ums.ac.id/

Demikian pengumuman ini kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum wr. wb.

Lampiran:

Surakarta, 27 November 2019.

Audit Internal yang dilakukan oleh Biro Auditor Internal UMS melakukan pengecekan dokumen terkait keuangan dan pendanaan yang ada di FKIP. Proses audit ini dilakukan secara rutin setiap tahun dalam rangka menjamin proses Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang berkualitas. Tim audit di ketuai Dra. Rina Trisnawati, M.Si., Ak., Ph.D,. CA dan tim sebanyak 11 auditor.

“Tujuan dilakukannya audit ke setiap Fakultas ini adalah untuk penataan adminustrasi yang lebih baik, contohnya seperti dasar penentuan tarif honor yang mengacu pada SK Rektor, honor kepanitiaan yang tidak boleh melebihi pagu, dan lain sebagainya”, ujar Rina.

Selanjutnya, Dekan FKIP (Prof.  Harun Joko Prayitno) sangat mendukung langkah dari universitas untuk diadakannya Audit Internal ini, supaya dana yang diberikan dari Universitas kepada fakultas dan unit pengelola dapat dipantau dan ditertibkan administrasinya.

“FKIP yang memiliki sebanyak 11 prodi dan ditambah 1  prodi profesi, sudah seyogyanya mengelola dana keuangan harus dengan sangat hati-hati, telebih lagi apabila mendapat dan mengelola dana hibah dari pemerintah jika terjadi pergesekan dari yang sudah ditentukan maka akan sangat besar risikonya. Maka dari itu diperlukan TIM yang solid untuk mengelola dana tersebut supaya dapat dikelola dengan baik”, ujar Harun saat pembukaan kegiatan audit internal.

Salam @FKIP CAKAP

Surakarta, 8 November 2019

Buku pedoman publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Dirjen penguatan riset, dan pengembangan kementerian riset, teknologi, dan pendidikan tinggi ditujukan kepada para akademisi khususnya bagi pengelola jurnal, mengingat saat ini kebutuhan jurnal ilmiah sangat dibutuhkan bagi para akademisi untuk mempublikasikan hasil karya akademiknya.

Dengan hadirnya buku pedoman ini semoga dapat menjadi perhatian bagi para pengelola jurnal di lingkungan UMS khususnya FKIP UMS untuk meningkatkan mutu dari jurnal yang dikelolanya.

Lampiran:

 

Surakarta, 5 November 2019

Sosialisasi dan koordinasi teknis kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKNDik) yang turut mengundang sebanyak 171 kepala sekolah, pimpinan majelis dikdasmen, dan Lembaga Pengembangan Cabang & Ranting (LPCR) Muhammadiyah yang berlangsung di Gedung Auditorium Moh. Djazman Kampus 1 UMS pada Selasa, (05/11/2019) berjalan lancar.

Penyelenggaraan KKNDik pada periode ini terdapat perbedaan dari penyelenggaraan KKNDik pada periode lalu dan pada umumnya, karena pada hakikatnya KKNDik adalah pemberdayaan sekolah agar supaya lebih maju, unggul, berciri kuat dan berdaya saing.

Prof. Harun Joko Prayitno (Dekan FKIP) menuturkan penyelenggaraan KKNDik pada tahun ini terdapat sedikit perbedaan konsep, karena konsep utama KKNDik adalah memajukan sekolah yang belum maju supaya dapat menjadi unggul, berciri kuat, berdaya saing, dan dapat dipercaya masyarakat agar muridnya melimpah.

“Kriteria pemilihan sekolah dititik beratkan pada lokasi sekolah dan masyarakat sekitar, jumlah & kondisi murid, jumlah & kondisi guru, kondisi sekolah, kondisi umum, dan lain lain”, tambah Harun.

Hal senada juga diutarakan oleh Koesoemo Ratih, Ph.D (Ketua Lab. Pembelajaran Terintegrasi) yang menyebutkan ada dua program yang harus mahasiswa lakukan saat melakoni kegiatan KKNDik yaitu program pokok dan program pengembangan. Dimana program pokok terdiri dari manajemen sekolah, perpustakaan sekolah, ekgiatan intra-ekstra kurikuler, kegiatan kepanduan (HW), pedoman hidup islami, sosialisasi hidup sehar, penghijauan sekolah, pengolahan sampah sederhana, pendidikan karakter, penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyah, revitalisasi sekolah, dan lain lain.

Selanjutnya untuk program pengembangan terdiri dari TPA/ TPQ, pengajian, kartu anggota Muhammadiyah atau Aisyiyah, menggumbirakan PRM/ AUM, inisiasi PRM jika belum ada, dan lain lain.

Peta sebaran daerah KKNDik pada tahun ini tidak mengalami banyak perubahan yaitu tetap di daerah soloraya seperti klaten, boyolali, karanganyar, sragen, sukoharjo, dan wonogiri yang masing-masing dilaksanakan di bidang pendidikan di Sekolah. Akan tetapi ada perbedaan penempatan pada lokasi sekolah nantinya yang akan dituju.

Laporan akhir kegiatan KKNDik ini sudah tidak lagi berupa laporan yang tebal, akan tetapi berupa luaran artikel ilmiah yang dimuat ke dalam sistem yang bernama Buletin e-Lektronik KKN Pendidikan.

“Laporan KKNDik kali ini sudah tidak menggunakan laporan yang tebal, akan tetapi menggunakan format artikel ilmiah. Sudah saatnya kita tinggalkan laporan yang tebal itu, karna kedepan semunya berbasis luaran, kita harus mulai dari sekarang”, tandas Harun.

Salam @FKIP CAKAP.

Lampiran:

Kairo Mesir, 9 Oktober 2019

Bahasa Indonesia (BI) mulai Rabu 9 Oktober 2019 resmi diajarkan sebagai bahasa kedua di Fakultas Bahasa & Tarjamah Universitas Al Azhar Kairo Mesir.

Hal demikian cukup beralasan karena Bahasa BI merupakan bahasa ke-10 yang banyak digunakan di dunia dan sebagai bahasa peringkat ke-6 paling banyak digunakan oleh pengguna internet didunia.

Kuliah perdana BI sebagai salah satu MK di fakuktas tersebut diikuti oleh 150 mahasiswa dari total yang mengambil sekitar 720 mahasiswa. Kuliah perdana tersebut dibuka secara resmi oleh Dubes RI di Kairo Mesir Bapak Helmi Fauzy dan Rektor Universitas Al Azhar Prof. Muhammad Husein Al Mahrasawi.

Kuliah perdana ini juga dihadiri oleh Atdikbud RI Bapak Usman Syihab dan tiga rektor universitas konsorsium UGM-UMS Surakarta-UIN Malang. Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng. dan Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si serta Wakil Rektor Universitas Islam negeri Malang, Dr. Isroqunnajah, M Ag. sepakat perlunya kedekatan pemerintahan RI dengan pemerintahan Mesir yang didukung melalui pembelajaran BI ini. Pembelajaran BI ini diharapkan bisa menjadi media komunikasi dakwah Islam bukan saja di Mesir tetapi juga di Timur Tengah.

Dubes RI dalam sambutannya menegaskan kembali bahwa BI dipakai lebih dari 400 juta penduduk dunia dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand Selatan, Filipina Selatan, dan telah menjadi bahasa kedua di negara Australia. Saat ini, banyak lembaga pendidikan dari 45 negara yang telah mengajarkan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), di antaranya adalah pengajaran BIPA di Mesir yang didukung dan menjadi program Kemendikbud RI.

Secara histori BIPA di Mesir pertama kali diajarkan pada tahun 1987 bertempat di Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) KBRI Kairo. BIPA di Puskin mendapatkan sambutan luar biasa dari orang asing, khususnya warga Mesir. Saat ini, seluruh siswa aktif yang belajar bahasa Indonesia di Puskin sejumlah 233 siswa.
Tahun 2012, KBRI Cairo membuka Pusat Studi Indonesia (PSI) di Universitas Canal Suez. Di antara aktivitas PSI adalah mengadakan kursus BIPA. Saat ini, jumlah pembelajar BIPA di PSI berjumlah 120 orang.
Bulan Desember 2016, dibuka pengajaran BIPA di Universitas al-Azhar. Kegiatan BIPA di Universitas al-Azhar juga mendapatkan sambutan luar biasa dari para siswa.

Guna memberikan apresiasi bagi para pembelajar BIPA di Mesir, pemerintah Indonesia menawarkan berbagai program kepada para siswa BIPA, di antaranya program lomba pidato dan bercerita dengan bahasa Indonesia. Bagi para pemenang juara satu untuk lomba pidato dan juara satu untuk peserta lomba bercerita, mereka diperjalankan ke Indonesia.

Sementara itu, program pemerintah Indonesia di bidang pendidikan untuk mahasiswa asing adalah Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Mereka akan menempuh pendidikan di bergai universitas di Indonesia. Selain itu, pemerintah Indonesia juga mempunya program Beasiswa Darmasiswa untuk mempelajari bahasa dan seni budaya Indonesia di universitas-universitas Indonesia.

Asia Tenggara menjadi pengguna terbesar bahasa Indonesia. Mayoritas penduduknya beragama Islam. Di negara-negara tersebut, banyak bermunculan para ulama dan pemikir Islam cemerlang. Sayangnya pemikiran keislaman tersebut belum banyak diketahui oleh para pemikir dunia Arab. Sangat bagus jika pemikiran mereka bisa ditransfer dan diketahui oleh bangsa lain, terutama bangsa Arab. Harus ada upaya untuk menerjemahkan berbagai karya tersebut ke dalam bahasa Arab. Selain itu, negara-negara tersebut juga membutuhkan para ulama dan dai dari al-Azhar yang menguasai tradisi dan budaya setempat.

Beberapa hal di atas, menjadi pertimbangan untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua atau menjadi Prodi tersendiri di Universitas al-Azhar. Guna mewujudkan rencana tersebut, dilaksanakanlah beberapa kali pertemuan antara delegasi dari Universitas al-Azhar dan delegasi dari pemerintah Indonesia, di antaranya pertemuan yang dilaksanakan pada tanggal 8-9 Februari 2019 di Yogyakarta Indonesia. Pada waktu itu, delegasi al-Azhar adalah Dr. Thaha Ibrahim Ahmad Badri Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar. Di antara kesepakatan yang dihasilkan adalah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua atau mendirikan Prodi Bahasa Indonesia di Universitas al-Azhar dan akan dimulai pada tahun ajaran baru 2019-2018.

Sebagai bentuk keseriusan untuk mewujudkan rencana ini, pemerintah Indonesia membentuk konsorsium yang terdiri dari tiga Universitas, yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Setiap universitas akan mengirimkan para dosen guna menjadi pengajar di Universitas Al-Azhar.

Alhamdulillah, sesuai rencana, pada tahun ini, secara resmi bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar. Mudah-mudahan kedepan, rencana untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai prodi tersendiri, juga dapat terwujud. Kita berharap, kelak di sini akan ada pusat studi terbesar di Timur Tengah dan Afrika yang spesialis mengkaji tentang Indonesia khususnya dan Asia Tenggara pada umumnya. Kita juga berharap dengan pengajaran bahasa Indonesia ini, akan muncul para ulama dari Universitas Al-Azhar yang menguasai budaya dan tradisi keilmuan Nusantara sehingga kelak mereka mampu menjadi delegasi terbaik al-Azhar di negara-negara Asia Tenggara.

Guna mendukung pembukaan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua di Universitas al-Azhar, pemerintah Indonesia melalui tiga Konsorsium tadi, telah mengirimkan 4 (empat) dosen yang siap untuk menjadi guru pengajar bahasa Indonesia di Universitas al-Azhar. Mereka adalah Dr. Masrukhi dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Mujab dan Dr. Ibu Mamluatul Hasanah dari Universitas Negeri Malang, dan Prof. Ali Imron Ma’ruf dari Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Semoga dengan diajarkannya BI di Univeersitas Al Azhar ini menjadi perekat kebudayaan antara Pemerintahan RI-Mesir. Dan dapat menjayakan BI sebagai bahasa dunia, bahasa internasional. Semoga. Salam @FKIP CAKAP.

[wzslider autoplay=”true”]

Surakarta, 2 Oktober 2019.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa peserta KKNDik tahun 2020, berikut kami sampaikan nama-nama yang sudah mendaftar kegiatan KKNDik.

Apabila ada nama yang tidak tercantum silakan hubungi atau datang langsung ke kantor KKNDik yang berada di bawah masjid fadhlurrahman.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Surakarta, 25 September 2019

Kepala Sekolah (KS) harus dinamis sejalan dengan dinamia dan perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat pendidikan. Perubahan ini berdampak pada tata kelola dan manajemen sekolah supaya bisa seirama dengan perubahan dan perkembangan masyarakat pendidikan.

Perubahan-perubahan itu menjadi penting terutama kemampuannya dalam beradaptasi dengan perubahan teknologi informasi di era industri 4.0. Sebuah era yang perubahan serta dinamika pendidikannya serba sangat cepat dan bahkan mengalami ketakterdugaan (disrupsi pendidikan).

Penegasan hal tersebut disampaikan oleh Dekan FKIP UMS selaku PJK LPD FKIP UMS, Prof. Harun Joko Prayitno, kepada peserta Diklat Penguatan KS pada saat penutupan peserta Diklat Penguatan KS tahap 2 di Pos In Hotel dan di Grand HAP Hotel tanggal 25 September 2019.

Kepala Sekolah di era komputasi dan komunikasi global saat ini setidaknya diperlukan 5 pilar kepiawaian. Yaitu pilar kemampuan manajerial, pilar integritas, pilar kepercayaan kepemimpinan publik, pilar literasi teknologi informasi, dan pilar futuris yang humanis. Demikian penegasan Prof. Harun Joko Prayitno dalam kesempatan penutupan Diklat tersebut.

Perserta yang mengikuti Diklat tahap 2 ini berasal dari Dinas Kab Sukoharjo 148 dan dari Dinas Kab Boyolali 172. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini KS benar-benar menjadi KS yang berkatekter hebat, kuat, bermartabat, dan bermanfaat. Semoga. Salam @FKIP CAKAP.

[wzslider autoplay=”true”]

Alhamdulillah, rahmat Allah senantiasa meliputi kita dalam setiap detik yang kita lalui dan sudah sepantasnya untuk senantiasa kita mensyukurinya.

Perkenalkan saya Satriya Adika Arif Atmaja, Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) angkatan 2016. Saya merupakan salah satu partisipan program Pre-service Student Teacher Exchange in Southeast Asia (SEA-Teacher Project) dibawah naungan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO). SEAMEO merupakan Organisasi Kementerian Pendidikan Se-Asia Tenggara yang saat ini berfokus pada agenda pendidikan pada tujuh area guna meningkatkan kualitas pendidikan di Asia Tenggara. Maksud dari SEA-Teacher Project adalah menyediakan peluang bagi mahasiswa pada jurusan pendidikan untuk memiliki pengalaman mengajar di sekolah-sekolah pada kawasan Asia Tenggara. Program ini diselenggarakan dikawasan Asia Tenggara, Jepang, Australia, dan lainnya. Program SEA-Teacher batch 8 kali ini, diselenggarakan pada Agustus-September 2019 dan saya akan berbagi sekelumit cerita tentangnya

Pada tahun ini merupakan pengalaman pertama bagi Fakultas Keguruan dan Ilmu Keguruan (FKIP) UMS untuk terjun langsung dalam mengikuti program SEA-Teacher Project. Meskipun, pada tahun-tahun sebelumnya SEAMEO sudah memberikan surat undangan untuk turut berpartisipasi pada program ini. Namun, karena berbagai target dan fokus FKIP UMS yang harus didahulukan sehingga baru pada kesempatan kali ini dapat ikut andil menyemarakkannya.

Pada awalnya, saya kurang tertarik dengan SEA-Teacher Project karena saya memiliki fokus dan prioritas yang lain dalam mendapatkan pengalaman hidup. Setiap orang bebas untuk menentukan pilihan hidupnya masing-masing, begitupun dengan saya. Lalu, berbagai jajaran di fakultas menyarankan saya untuk mengikuti  program ini karena dilihat ada potensi dan kemampuan sehingga dengan berbagai pertimbangan saya memilihnya.

Selanjutnya berlangsunglah proses seleksi, kami diseleksi sebanyak dua kali, yakni dari FKIP UMS dan  Accepting University (Universitas Penerima). Tentu rasanya berbeda dengan proses seleksi magang dan KKN dari proses kerja sama lembaga universitas. Rasa cemas dan khawatir selalu ada dalam benak kami (calon mahasiswa SEA-Teacher Project) untuk menghadapi proses seleksi yang begitu ketat. Dalam segi waktu, proses pembelajaran hidup, dan tempat berlangsungnya program pun jauh berbeda dengan mahasiswa yang magang dan KKN reguler ataupun non reguler. Satu contoh, saat-saat liburan antara semester 6 dan 7 banyak sekali teman-teman mahasiswa yang melaksanakan magang lebih dari satu bulan. Sementara saya hanya menikmati waktu tersebut untuk belajar, persiapan, dan liburan. Sungguh, banyak manfaat yang telah saya dapatkan dari program ini untuk proses penempaan diri menuju persaingan dan kompetisi global dalam bidang pendidikan.

Target dalam suksesnya program ini, yakni pengembangan kemampuan mengajar dan pedagogik, mendorong mahasiswa untuk mempraktikkan kemampuan bahasa inggris, memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memandang dunia, bersosialisasi dengan mahasiswa dari negara yang berbeda-beda, dan membuka masa depan guru dalam situasi, nilai, dan  kesempatan yang berbeda.

Kami juga difasilitasi untuk berlibur pada destinasi – desitinasi yang luar biasa indah dan mengikuti ajang nasional dan internasional dari Accepting University (Universitas Penerima).  Tentunya rasa syukur harus senantiasa kami haturkan kepada Allah atas segala nikmat dan karunia ini. Terima kasih kepada Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum (Dekan FKIP UMS) yang senantiasa memberi dukungan dan motivasi bagi kami. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada segenap jajaran dosen di FKIP UMS, khususnya jajaran pengurus di laboratorium pembelajaran dan microteaching.

[wzslider autoplay=”true”]