Karanganyar, 1 Maret 2019

Program Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKNDik) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) resmi berakhir pada tanggal 2 Maret 2019. Acara penarikan mahasiswa KKNDik yang beragam dari berbagai kabupaten menandai berakhirnya seluruh kegiatan, seperti acara penarikan mahasiswa KKNDik Kabupaten Karanganyar yang dilepas secara khusus oleh Bapak Bupati Karanganyar di Pendopo Rumah Dinas Bupati pada Jumat (01/03).

Dalam acara ini, para mahasiswa diminta secara khusus dari Bapak Bupati untuk menyampaikan hasil laporan kegiatan selama menjalani KKNDik. Tak disangka Bapak Bupati pun terkesan dengan capaian kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKNDik FKIP UMS.

Capaian kegiatan tersebut yaitu para mahasiswa mampu menciptakan produk-produk untuk mendukung masyarakat dalam berwirausaha. Produk yang diciptakan mahasiswa KKNDik yaitu meyulap buah naga menjadi selai, mengolah biji durian menjadi emping, mengolah biji durian menjadi kerupuk biji durian (Biduan), dan masih banyak lagi.

Bupati Karanganyar (Juliayatmono) mengungkapkan rasa kagum atas capaian kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKNDik, karena para mahasiswa dapat membuat inovasi produk olahan yang harapannya dapat diteruskan oleh masyarakat dalam berwirausaha.

“Saya terkejut atas keberhasilan mahasiswa KKNDik FKIP UMS yang mampu membuat inovasi produk olahan tentang kearifan lokal di kabupaten karanganyar, memang desa di karanganyar merupakan salah satu penghasil buah durian yang rasanya terkenal enak. Untuk kedepan saya akan berikan bantuan teknologi dalam mengolah dan mengembangkan produk tersebut bagi masyarakat desa, supaya produk olahan ini dapat dikembangkan oleh masyarakat dan dapat dipasarkan diberbagai daerah”, ujar Juliyatmono.

Selanjutnya, dalam sambutannya Prof. Dr. Harun Joko Prayitno (Dekan FKIP) menyampaikan permintaan maaf apabila saat pelaksanaan KKNDik dari kami (tim pengelola -red) dan mahasiswa jika terdapat kesalahan atau kekurangan.

“Sesuai dengan permintaan Bapak Bupati, diakhir pelaksanaan (penutupan) para mahasiswa diminta menuliskan secara riil pesan dan kesan selama menjalani program KKNDik. Makadari itu kami telah mempersiapkan itu semua yang sudah dibukukan dan di ISBN-kan yang berjudul KKNDik: Medan Pengabdian Menuju Guru Professional Sejati”, ujar Harun.

“Saya berterimakasih kepada tim pengelola dan mahasiswa KKNDik FKIP UMS, dari sekian banyak institusi yang ber-KKN disini, baru kali ini saya dibuatkan buku seperti ini”, tambah Juliyatmono.

Semoga dengan berakhirnya program KKNDik ini dapat mendewasakan para mahasiswa dan semoga masyarakat yang telah dijadikan lokasi KKNDik dapat meninggalkan kesan yang positif. Salam @FKIP CAKAP.

[wzslider autoplay=”true”]

Surakarta, 8 Maret 2019.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dalam upaya meningkatkan kualitas program studi, FKIP UMS melakukan visitasi dalam rangka re-akreditasi. Berdasarkan visitasi yang telah dilakukan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) beberapa waktu yang lalu delapan program studi yang dimiliki FKIP UMS berhasil meraih akreditasi dengan predikat unggul (A).

Tujuh program studi yang telah mengajukan re-akreditasi semuanya memperoleh akreditasi A. Ketujuh program studi yang mengajukan re-akreditasi tersebut meliputi: Pendidikan Biologi; Pendidikan Matematika; Pendidikan Akuntansi; Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia; Pendidikan Geografi; Pendidikan Bahasa Inggris; Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan; dan program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang sebelumnya sudah memiliki akreditasi A.

Tiga program studi yang selanjutnya akan divisitasi adalah Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Olah Raga (POR), dan Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). “Melalui visitasi yang akan datang tersebut untuk program studi POR kami menargetkan dapat terakreditasi dengan predikat B. Selanjutnya untuk PGSD harapan kami dapat mempertahankan akreditasi yang telah diperoleh sebelumnya, yakni A. Lalu disusul program studi pendidikam PAUD, harapan kami untuk program studi pendidikan PAUD dapat memperoleh akreditasi A”, Ujar Prof. Harun Joko Prayitno (Dekan FKIP UMS). Hal ini akan semakin menunjukkan kualitas program studi yang dimiliki FKIP-UMS. Salam @FKIP CAKAP

Karanganyar, 24 Februari 2019.

Ganten merupakan salah satu desa dikecamatan sebagai central penghasil buah-buahan. Mahasiswa KKN-Dik dari FKIP UMS melaksanakan kegiatan KKN-Dik bersamaan dengan musim panen raya buah naga. Mencermati kondisi tersebut Mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS ingin memberi edukasi kepada masyarakat agar mereka tahu khasiat apa saja bagi kesehatan selain bisa dijus juga bisa dibuat selai. Banyak masyarakat Ganten yang belum mengetahuinya sehingga mahasiswa KKN-Dik ingin mengajak masyarakat Ganten untuk menyulap buah naga menjadi selai yang dapat menghasilkan nilai jual tinggi.

Setelah mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS berhasil mencoba mengelola buah naga menjadi selai, akhirnya mahasiswa KKN-Dik berinisiatif untuk mengadakan sosialisasi kepada masyarakat Ganten. Buah naga yang diolah menjadi selai oleh mahasiswa KKN-Dik dicicipi masyarakat Ganten. “Rasanya enak dan lezat”, ucap ibu RW.

Antusias ibu-ibu desa Ganten yang ingin mencoba mengolah sendiri membuat mahasiswa KKN-Dik bersemangat untuk membantu proses pengolahan. Semoga ide dari mahasiswa KKN-Dik ini dapat bermanfaat dan memajukan desa Ganten untuk memproduksi dalam jumlah yang banyak sehingga menghasilkan nilai jual yang tinggi. Salam @FKIP CAKAP.

Penulis:

  • Desi Kurniasari

[wzslider autoplay=”true”]

Klaten, 24 Februari 2019

Mahasiswa KKN-DIK Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang ditempatkan di Desa Jambukidul, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten adakan seminar kewirausahaan (9/2/2019). Seminar yang dilaksanakan di Desa Jambukidul pada kesempatan ini mengangkat tema “Kewirausahan dan Pembentukan Organisasi Kepemudaan”. Seminar ini dihadiri oleh ketua dan perwakilan karang taruna desa setempat.

“Pada kegiatan seminar ini, kami memaparkan sikap dan pandangan pemuda dalam berwirausaha serta menggali potensi yang terdapat di Desa Jambukidul. Selain itu kami juga memaparkan pentingnya pembentukan organisasi kepemudaan di Desa Jambukidul,” tutur Gadang Suluh Dumadi, ketua KKN-DIK, saat diwawancarai di Kantor Desa Jambukidul, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten (9/2/2019).

Menurut Gadang, masih banyak hal-hal yang perlu dilakukan pemerintah Desa Jambukidul terkait dengan kepemudaan. Pemerintah perlu bersinergi dan bekerja sama dengan pemuda, sehingga pemuda dusun dapat membentuk organisasi desa. Menurutnya melalui organisasi kepemudaan tersebut pemerintah desa dapat dengan mudah melakukan koordinasi dan bekerja sama dengan pemuda.

“Seminar ini juga disambut baik oleh pemuda di Desa Jambukidul. Ari salah satu ketua karang taruna yang turut hadir dalam seminar tersebut menuturkan, bahwa seharusnya pemerintah Desa Jambukidul mengumpulkan seluruh ketua kelompok pemuda yang ada di Desa Jambukidul untuk membentuk organisasi pemuda satu Desa. Selain itu perlu adanya group media sosial sehingga apabila ada informasi-informasi penting dapat langsung disampaikan kepada kami”.

Klaten, 22 Januari 2019

Semangat membangun bangsa melalui literasi, mahasiswa KKN-DIK Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang ditempatkan di Desa Caten adakan gerakan literasi di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Caten. Hal ini dilatarbelakangi karena terdapat beberapa siswa yang belum dapat mengeja dan membaca. Selain itu, permasalahan di MIM Caten sesuai dengan program kerja kami, yakni bimbingan belajar bagi anak-anak.

Melalui semangat mahasiswa KKN-DIK dan semangat belajar para siswa, gerakan ini bertujuan untuk membangun generasi yang memiliki daya baca yang berkualitas. Kami berharap melalui gerakan ini dapat meningkatkan minat dan daya baca masyarakat di Desa Caten, khususnya anak-anak yang belum bisa membaca, “tutur salah satu mahasiswa KKN-DIK.

Salah satu mahasiswa KKN-DIK Desa Caten menuturkan melalui gerakan ini diharapkan dapat memotivasi dan menambah semangat generasi muda untuk lebih giat dalam belajar dan menggapai cita-cita. Semoga dengan hadirnya mahasiswa KKN-DIK UMS di Desa Caten dapat membantu setiap kegiatan masyarakat dan dapat memotivasi belajar generasi muda.

Ponorogo, 21 Februari 2019

Mahasiswa Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) sukses meraih Juara 2 dalam lomba tari tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Ponorogo pada Sabtu (16/02) kemarin.

Kategori yang diperlombakan pada lomba tersebut yaitu Lomba Tari SMA Se-Jawa Tengah, Lomba Tari Mahasiswa PG-PAUD tingkat Nasional, dan Lomba Dongeng Mahasiswa PG-PAUD tingkat Nasional. Lomba yang diadakan setiap tahunnya ini berharap sebagai ajang pelestarian budaya Indonesia khususnya pada bidang seni tari.

Pada lomba tari ini bertajuk lomba tari kreasi tradisional baru yang bertemakan Binatang. Tim mahasiswa PG-PAUD yang diwaliki Dita Dewi Lestari, Meylisia Kurnia Putri, Puji Rahayu Eko Patria, dan Yunita Elisafitri menyajikan tarian yang berjudul Tari Burung Enggang.

Menurut Meylisia, “Pada perlombaan ini sebetulnya tidak kami target untuk menjadi juara, akan tetapi kerja keras yang telah kami lakukan Alhamdulillah dapat berbuah Juara. Persiapan kami dalam perlombaan ini terbilang mepet dan terbatasnya properti yang akan dijadikan bahan untuk latihan”.

Semoga prestasi yang sudah diraih oleh Meylisia, dkk dapat menjadikan pemantik semangat mahasiswa di FKIP untuk menorehkan prestasi diajang yang lain dan dapat mengharumkan nama UMS khususnya FKIP dikancah Nasional maupun Internasioanl. Salam @FKIP CAKAP.

Karanganyar, 20 Februari 2019.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan agenda tahunan bagi mahasiswa sebelum dinyatakan lulus dari masa perkuliahan. Agenda ini menyasar mahasiswa semester 7 di seluruh program studi yang ada di FKIP, dikatakan sebelum lulus dari masa perkuliahan karena mahasiswa FKIP tidak akan bisa lulus sebelum memasuki semester 8 dan sebelum menempuh mata kuliah KKN. Kuliah Kerja Nyata (KKN) diadakan selama 45 hari dari tanggal 21 Januari sampai 2 Maret 2019, FKIP menjadikan KKN sebagai mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswanya dan pada tahun 2019 sudah memasuki tahun ke-3.

Lokasi UMS yang berada di Karesidenan Surakarta menjadikan pihak microteaching FKIP menyasar tempat-tempat KKN di Karesidenan Surakarta yaitu Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karangnayar, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, dan Kabupten Wonogiri. Salah satu lokasi yang disasar adalah Kelurahan Gayamdompo yang berada di Kecamatan dan Kabupaten yang sama yaitu Karanganyar.

KKN-Dik Kelurahan Gayamdompo

Tema dari KKN yang diusung FKIP adalah KKN Pendidikan, sesuai dengan tema yang sudah ditentukan maka fokus yang harus diberikan oleh mahasiswa KKN adalah pendidikan di wilayah tersebut. Pendidikan menjadi topik utama dalam program kemasyarakatan ini, maka mahasiswa KKN-Dik di Gayamdompo merumuskan program kerja sesuai dengan apa yang sudah diamanatkan pihak kampus. Mahasiswa KKN dijadwalkan berada di sekolah-sekolah yang berbeda setiap harinya selama tanggal yang sudah ditentukan. Ada tiga sekolah yang menjadi tempat mahasiswa KKN-Dik Gayamdompo untuk mengabdi yaitu, MI Muhammadiyah Karan Gayamdompo, PAUD Insan Harapan Bangsa, dan TK Aisyiyah Karan Gayamdompo.

Selain tiga sekolah formal yang ada dijadikan sebagai tempat pengabdian, mahasiswa KKN juga mengadakan les setiap hari kecuali hari sabtu di posko dan mengajar TPA setiap Senin, Rabu, dan Jumat sore di tiga tempat TPA yang berbeda. TPA tersebut adalah TPA Padon, TPA Karan, dan TPA Geneng.

Tidak hanya menyasar pada kegiatan yang bertema pendidikan saja, mahasiswa juga ikut serta dalam kegiatan di masyarakat. Pada awal kedatangan pun mahasiswa KKN juga sudah mencoba membaur dengan warga dengan ikut serta ketika masyarakat sekitar posko menjenguk salah satu tetangga yang sedang sakit. Awal perkenalan tersebut menjadikan mahasiswa KKN lebih tahu secara nyata seperti apa masyarakat di wilayah Gayamdompo. Kegiatan kemasyarakatan lain yang diikuti mahasiswa KKN adalah Posyandu (pos pelayanan terpadu) yang bertempat di rumah bayan Kelurahan Gayamdompo. Pengajian yang diadakan rutin bertempat di gedung kelurahan atau kebanyakan pengajian yang diadakan di Kelurahan Gayamdompo.

Senam rutin yang diadakan oleh ibu-ibu di wilayah Gayamdompo juga tak luput dari jamahan mahasiswa KKN, sebelum senam biasanya akan ada bersih-bersih secara bersama jalanan di daerah Gayamdompo. Kegiatan Karang Taruna pemuda-pemudi Gayamdompo juga menjadi sasaran mahasiswa KKN untuk memperkenalkan dan menawarkan diri pada kegiatan yang ada di wilayah kepemudaan.

Menjadikan Pendidikan Lebih Menyenangkan

Pendidikan formal maupun non-formal akan lebih menyenangkan jika dilaksanakan dengan metode yang tepat, sesuai dengan siswa kebutuhan siswa yang akan diberikan pembelajaran. Sekalipun mahasiswa KKN hanya menjadi pendamping ketika di sekolah, tak jarang mahasiswa akan dimintai mengajar tanpa didampingi guru dari pihak sekolah karena sebab-sebab tertentu. Malahan di TPA mahasiswa KKN memang benar-benar mengisi pembelajaran sesuai dengan apa yang mereka miliki termasuk akan menyampaikan apa di kelas.

Ketika mahasiswa KKN diminta untuk masuk ke kelas tanpa guru yang sedang bertugas mengaar di MI Muhammadiyah Karan, mahasiswa akan berusaha memberikan pembelajaran yang menyenangkan dengan metode yang akan memancing motoric siswa. Siswa tidak hanya akan duduk dan mendengarkan, mereka akan aktif karena memang seperti itulah metode yang digunakan. Jika pembelajaran di Paud dan TK sudah pasti menyenangkan dengan tidak hentinya bernyanyi, kemudian siswa akan diberikan tugas untuk mewarnai.

Mahasiswa KKN biasanya juga akan dimintai tolong oleh guru Paud menggambar di buku siswa sebagai bentuk pekerjaan rumah, tidak lupa diberi soal untuk mengenal angka dan huruf. Jika di TPA sudah terdapat jadwal, jika hari Senin dan Rabu diisi dengan materi dan mengaji bersama, jika hari Jumat akan diisi dengan permainan. Hari Jumat adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh siswa, permainan yang akan dimainkan bukanlah permainan biasa tetapi permainan edukasi yang tentunya selain menyenangkan juga menjadikan siswa makin aktif dan mengasah otak.

Selain permainan, siswa juga bisa diajak berjalan-jalan di daerah sekitar untuk mengenal daerah di sekitarnya. Selain bersinggungan langsung dengan alam siswa juga akan bertemu dengan masyarakat umum, pelajaran untuk kehidupan bersosial.

MI Muhammadiyah Karan, pada 02 sampai 03 Februari juga mengadakan kegiatan Persahad (Perkemahan sabtu dan ahad). Kegiatan ini merupakan bentuk berpendidikan sosial yang dilaksanakan secara langsung di luar ruangan. Perkemahan dilaksanakan seperti biasanya, dibuka dengan upacara pembukaan, dilanjutkan dengan praktik tali-temali kemudian mendirikan tenda. Malamnya siswa diajak untuk menyalakan api unggun, Ahad pagi siswa mengikuti pengajian rutin yang bertempat di gedung MI Muhammadiyah Karan dan dilanjutkan dengan bakti sosial.

Bakti sosial ini merupakan puncak dari acara Persahad, siswa membagikan beberapa sembako kepada warga sekitar yang dirasa membutuhkan. Selain belajar berinteraksi langsung dengan warga di sekitar siswa juga diajak untuk memiliki rasa empati yang tinggi dengan berbagi kepada sesama.

Edukasi dan Sosialisasi

Sebagi bentuk perpisahan di sekolah-sekolah yang menjadi tempat mengabdi, mahasiswa KKN akan mengadakan acara di setiap sekolahnya. Di MI Muhammadiyah Karan akan diadakan seni batik celup bersama dengan semua kelas, dari kelas 1 hingga kelas 6 sebagai bentuk dari pembelajaran di luar kelas yang menyenangkan. Di Paud dan TK mahasiswa KKN akan melaksanakan sosialisasi mencuci tangan yang baik dan benar, karena hal ini penting bagi kesehatan siswa. Di TPA, mahasiswa KKN akan mengadakan perpisahan dengan cara mengajak siswa outbond. Semua kegiatan itu akan dilaksanakan pada minggu terkahir Kuliah Kerja Nyata Pendidikan  yang ada di Kelurahan Gayamdompo.

Penulis:

  • Atiqa Nur F.

[wzslider autoplay=”true”]

Gempolan Kerjo, 17 Februari 2019.
Gempolan merupakan salah satu desa di Kecamatan Kerjo sebagai sentra penghasil buah durian. Citra rasa duriannya yang khas maka desa ini pernah diresmikan oleh Menteri Kehutanan sebagai salah satu desa sentra buah durian. Duriannya yang khas dan terkenal ini maka banyak penggemar buah durian dari berbagai daerah berburu durian sampai desa ini.

Mahasiswa KKNDik dari FKIP UMS Surakarta melaksanakan kegiatan KKNDik bersamaan dengan musim panen raya buah durian Januari-Maret 2019. Mencermati kondisi ini mahasiswa yang sedang ber-KKNDik tersebut berembug beberapa kalai bagaimana cara memanfaatkan biji buah duriannya. “Sebab bijinya selama ini masih sebagai limbah yang tidak termanfaatkan sama sekali,” demikian terang Pak Danang Kadus Gempolan.

Setelah berpikir keras dan berembug dengan warga beberapa kali akhirnya mahasiswa KKNDik FKIP UMS berhasil yakinkan warga bahwa durian bisa bernilai ekonomis kalau dibuat emping durian atau jus durian.

Emping durian yang diolah dan dihasilkan oleh mahasiswa KKNDik bersama warga Gempolan Kec Kerjo tersebut saat ini sudah mulai dipasarkan melalui ibu-ibu PPK sampai tingkat kecamatan Kerjo dan bahkan sudah dipesan oleh Tim PKK Kabupaten Karanganyar. Produksi emping berbahan baku buah durian ini saat ini terus-menerus dilakukan dan diinovasi sebagai salah satu wahana berkreativitas kewirausahaan yang bernilai edukasi-ekonomi. Semoga. Salam@FKIP CAKAP.

[wzslider autoplay=”true”]

Boyolali, 2 Februari 2019

Sambi-Mahasiswa KKN Dik Fakultas Keguran dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang ditempatkan di kecamatan sambi, Kabupaten Boyolali adakan simulasi tanggap bencana bagi siswa SD. Simulasi tanggap bencana ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Februari 2019. Simulasi tanggap bencana pada kesempatann ini dilakukan di Sekolah Dasar Sambi 1 dan Muhammadiyah-PK.

Salah Mahasiswa KKN Dik menuturkan kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan siswa SD mengenai tindakan yang harus dilakukan pada saat terjadi bencana gempa bumi. Serangkaian acara ini diawali dengan pengenalan gempa bumi melalui media video yang di dubbing oleh mahasiswa KKN Dik FKIP-UMS. Selanjutnya dilakukan simulasi tanggap bencana.

Simulasi tanggap bencana sebagai pembelajaran sejak dini, sehingga apabila terjadi gempa bumi dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, “ujar mahasiswa KKN Dik”. Simulasi tanggap bencana ini mendapat sambutan yang antusias dari pihak guru Sekolah Dasar Sambi 1 dan Muhammadiyah-PK. Salam @FKIP CAKAP.

Klaten, 14 Februari 2019

Seperti yang kita ketahui bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) identik dengan pemandangan tumpukan sampah yang menggunung disertai bau busuk yang sangat menyengat. Bau busuk tersebut tentu sangat mengganggu sekali bagi masyarakat setempat yang tinggal disekitaran wilayah tersebut.

Melihat hal tersebut, tim Mahasiswa KKN Dik FKIP UMS Kabupaten Klaten Desa Kajen berinisiatif untuk mengubah TPA yang selalu identik dengan tumpukan sampah dan bau busuk menjadi taman bunga  yang sangat cantik dan indah.

Dalam merealisasikan hal tersebut, Tim Mahasiswa KKN-DIK bersama warga Dukuh Topeng, Desa Kajen berhasil mengubah tempat pembuangan sampah menjadi sebuah taman yang asri dengan ditumbuhi tanaman-tanaman serta bunga-bunga yang membuat pemandangan di sekitarnya menjadi jauh lebih indah daripada sebelumnya.

TPA yang biasanya tampak kumuh dan kotor sama sekali tak terlihat lagi, bahkan kini mahasiwa KKN-DIK Kajen berencana untuk membuat taman tersebut lebih menarik untuk dikunjungi warga Dukuh Topeng.

Kedepannya, warga RW 08 merencanakan agar taman yang berada di Dukuh Topeng, Kecamatan Ceper ini menjadi tempat bermain untuk anak-anak kecil dan juga untuk melihat indahnya pemandangan disekitar taman tersebut, walaupun proses pembuatan tempat bermain membutuhkan waktu yang lama dan juga dana yang besar. Namun warga RW 08 akan merealisasikan secepat mungkin agar Dukuh Topeng, Desa Kajen terlihat lebih indah dan menarik.

Lahan bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Taman ini bak di sulap sedemikian indahnya. Bau tidak sedap serta sampah berserakan yang dulu kerap terlihat menggunung, kini berubah menjadi hamparan berbagai tanaman. Tampilan taman semakin cantik dengan bunga-bunga yang menghiasi area taman.

Taman tersebut dibuat semata-mata untuk memberikan contoh kepada masyarakat agar mau mengelola sampah dengan baik dan kesadaran masyarakat tentang membuang sampah pada tempatnya. Di area sekitar taman, rencana akan dibuat tempat duduk agar orang tua bisa mengawasi anak-anaknya pada saat bermain di taman tersebut. Setiap harinya warga dituntut kesadaran untuk merawat taman yang sudah dibuat dengan gotong-royong. Salam @FKIP CAKAP

Penulis:

  • Tim Mahasiswa KKN Dik Kab. Klaten, Kec. Ceper, Desa Kajen

[wzslider autoplay=”true”]