Surakarta, 19 Januari 2019

Kegiatan pengembangan akademik dan kelembagaan dalam menghadapi era industri 4.0 dan Disrupsi yang kaitannya dengan dunia pendidikan khususnya dalam menghadapi soal yang bertipe HOTS (Higher Order Thinking Skill), pimpinan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) berinisiatif untuk membahas permasalahan tersebut dengan mengundang Prof. Dr. rar. nat Sajidan, M.Si (Guru Besar UNS) untuk menjadi narasumber yang berlangsung pada Jumat, (18/01) di Ruang Seminar Gedung G FEB Kampus 2 UMS.

Dalam kegiatan tersebut membahas tentang bagaimana penerapan soal HOTS bagi para mahasiswa dan peserta PPG supaya pemahaman dalam akademik dapat berkembang. Menurut Prof. Dr. Harun Joko Prayitno (Dekan FKIP), “Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada dosen di FKIP, baik bagi dosen senior dan dosen muda supaya kedepannya dalam membuat soal para mahasiswa didikannya dapat mengembangkan pemikiran yang sudah didapatinya saat perkuliahan. Karena sampai saat ini banyak dijumpai para dosen cenderung membuat soal yang bertipe LOTS (Lower Order Thinking Skill) sehingga pemikiran mahasiswa kurang berkembang dan hanya mengandalkan hafalan-hafalan dari materi yang diberikan oleh dosen”.

Sepemikiran dengan Prof. Dr. Harun, Prof. Dr. rar. nat Sajidan pun berpendapat “Soal bertipe HOTS ini harus diterapkan oleh mahasiswa, terlebih lagi bagi mahasiswa PPG. Kebanyakan para dosen dan instruktur dalam membuat soal sering kali bertipe LOTS, akibatnya para mahasiswa hanya mengandalkan hafalan dan pemikirannya tidak berkembang”.

Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menjadikan pemahaman bagi para dosen dan instruktur PPG untuk dapat menerapakan sistem soal tipe HOTS ini kepada para mahasiswanya, supaya kedepan para mahasiswa pemikirannya dapat berkembang dan tidak hanya mengandalkan hafalan. Salam @FKIP CAKAP.

[wzslider autoplay=”true”]

Pabelan, 14 Januari 2019

Untuk meningkatkan kompetensi profesional, sosial, kepribadian, dan akademik kepada mahasiswa FKIP UMS dalam kaitannya dengan kemampuan berkehidupan bermasyarakat sangat diperlukan penguatan-penguatan mata kuliah lapangan, seperti: magang, Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), KKN Dik, dan bentuk mata kuliah empirik lainnya. Upaya ini menjadi sangat relevan dalam kaitannya dengan pendewasaan dan pemandirian profil lulusan FKIP UMS yang bervisi menghasilkan calon guru profesional, berkepribadian Islami, dan sebagai inisiator perubahan di lingkungan masyarakat pendidikan secara luas.

Sudah sejak 3 tahun silam mahasiswa FKIP UMS diberikan pengalaman Magang dan/atau KKNDik di 10 DSP AUM (Daerah-Daerah Strategis Pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah) seperti di Sumatera Utara, Bangka, Belitung, Kalimantan Tengah , Kalimantan Barat, Mataram, Sulawesi Selatan, Palu, Kendari, & Sorong serta Magang atau KKNDik Internasional di sekolah-sekolah laboratoriumnya Khon Kaen University (KKU) University Thailand, Universiti Pendidian Sultan Idris (UPSI) Malaysia, dan Fatoni University (FTU) Thailand.

Untuk memperluas destinasi program di atas, Pimpinan FKIP UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno dan Prof. Sutama yang didampingi Tim Bidang Kemahasiswaan FKIP UMS Nurhidayat M.Pd kembali membuka kerja sama dengan Konsulat RI Kinabalu di Sabah Malaysia. Dalam kesempatan tersebut kedua belah pihak sepakat, Konjen RI Kinabalu menawarkan program pemberdayaan pendidikan bagi guru-guru dan anak-anak di CLC. Hal yang sama FKIP UMS juga sepakat akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa-mahasiswa FKIP yang memenuhi syarat untuk melaksanakan program tersebut.

Pelaksanaan program dikemas dalam bentuk program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 terintegrasi KKNDik atau KKNDik terintegrasi skripsi di sejumlah CLC Sabah, Malaysia. Lama program dari 1,5 s.d 2 bulan. Program akan ditawarkan kepada mahasiswa dan dilaksanakan pada bulan Juli-September 2019 dan Januari-Maret 2020. Mahasiswa akan ditempatkan di sejumlah CLC di bawah koordinasi Konsultat RI Kinabalu.

Pada periode yang sama diharapkan para dosen sebagai tim pendamping program tersebut juga bisa memberdayakan guru-guru CLC yang jumlahnya sangat terbatas dengan berbagai kompleksitas penyelenggaraan pendidikan di CLC. Kedua belah pihak sepakat program ini dapat bermanfaat baik bagi mahasiswa maupun masyarakat pendidikan di CLC. Semoga, Salam @FKIP CAKAP.

Surakarta, 15 Januari 2019

Pengumuman diberitahukan kepada seluruh mahasiswa peserta Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Agama Islam (FAI) berkaitan dengan sebaran peserta PLP I disetiap sekolah beserta Dosen Pembimbing PLP I (DPPLP).

Dimohon untuk segera menghubungi dosen pembimbing plp (DPPLP) untuk informasi terkait pembekalan sebelum dilakukan penyerahan ke Sekolah.

NB :

  1. Buku Pedoman PLP I Dapat diambil mulai hari Sabtu Tanggal 12 Januari 2019 di Kantor Lab Micro. Buku dapat diambil oleh Perwakilan Mahasiswa  sesuai dengan penempatan sekolah masing-masing.

Demikian kami sampaikan. Terima kasih.

Lampiran:

Ket: t45

Surakarta, 12 Januari 2019

Mengacu pada Surat Keputusan Rektor nomor 155/II/2017 tentang Pembimbingan Tugas Akhir/ Skripsi, Tesis, dan Disertasi pada Pasal 1 yang berbunyi “Tugas akhir bagi mahasiswa Strata-1 (S-1) berupa skripsi dengan luaran wajib artikel publikasi ilmiah hasil penelitian atau perancangan atau pemagangan atau pengembangan bisnis”.

Berawal dari SK tersebut, maka diperlukan sebuah kebijakan khusus untuk merealisasikannya. Pimpinan dekanat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) mengambil kebijakan khusus terkait Skripsi yang ada di FKIP yaitu dengan menerapkan sistem tanpa ujian pendadaran bagi mahasiswa yang keluaran skripsinya dapat dimuat ke dalam Jurnal Ilmiah yang berperingkat Sinta 1 atau Sinta 2 Ristekdikti.

Penerapan sistem tersebut akan dimulai bagi mahasiswa yang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik) terintegrasi Skripsi yang bertempat di Kabupaten Belitung Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pada pelaksanaan program tersebut, para mahasiswa pada saat melakukan pengabdian pada masyarakat diharapakan untuk mengumpulkan bahan sebanyak-banyaknya guna melakukan penelitian terkait apa saja yang terjadi di tempat mahasiswa melakukan KKN-Dik.

Menurut Prof. Dr. Harun Joko Prayitno (Dekan FKIP) menuturkan, “Bagi mahasiswa peserta KKN-Dik terintegrasi skripsi pada saat melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat harus dapat berfikir secara kreatif dan progresif, jadi setelah kegiatan KKN-Dik selesai para mahasiswa tersebut dalam jenjang waktu yang tidak lama dapat menghadapi ujian pendadaran, syukur-syukur hasil luarannya dapat dimuat ke dalam Jurnal Ilmiah yang berperingkat Sinta 1 atau Sinta 2 jadi tidak usah ujian pendadaran dan langsung mendapat nilai A“.

“Untuk saat ini sistem tanpa ujian pendadaran diperuntukkan bagi mahasiswa peserta KKN-Dik terintegrasi Skripsi, tetapi tidak menutup kemungkinan apabila dari mahasiswa KKN-Dik reguler jika luarannya dapat dimulat ke dalam Jurnal Ilmiah yang berperingkat Sinta 1 atau Sinta 2 Ristekdikti. Sistem ini terbuka selebar lebarnya bagi mahasiswa seluruh program studi di FKIP yang tidak harus mengikuti KKN-Dik, tetapi saya berharap untuk mahasiswa peserta KKN-Dik terintegrasi Skripsi dapat memulainya terlebih dahulu” imbuhnya.

Semoga sistem tanpa ujian pendadaran ini dapat sebagai pemantik semangat para mahasiswa FKIP untuk berlomba-lomba dalam menyusun artikel publikasinya untuk dapat dimuat dan dipublikasikan ke dalam Jurnal Ilmiah berperingkat Sinta 1 atau Sinta 2 Ristekdikti sehingga dapat menciptakan nuansa akademis di lingkungan pembelajaran FKIP. Salam @FKIP CAKAP.

Lampiran:

Surakarta, 11 Januari 2019

Pengumuman diberitahukan kepada seluruh mahasiswa peserta Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Agama Islam (FAI) berkaitan dengan sebaran peserta PLP I disetiap sekolah.

Berkaitan dengan hal tersebut, pengelola PLP I sudah membagi dan menempatkan para peserta di Sekolah yang nantinya akan dituju. Berikut adalah daftar ploting untuk peserta PLP I FKIP dan FAI Tahun 2019:

NB :

  1. Buku Pedoman PLP I Dapat diambil mulai hari Sabtu Tanggal 12 Januari 2019 di Kantor Lab Micro. Buku dapat diambil oleh Perwakilan Mahasiswa  sesuai dengan penempatan sekolah masing-masing.
  2. Ploting Dosen Pembimbing PLP (DPPLP) akan diumumkan Tanggal 14 Januari setalah Rapat Koordinasi dengan sekolah Mitra PLP I di Website FKIP.

Demikian kami sampaikan. Terima kasih.

Ket: T44

Surakarta, 7 Januari 2018

Penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP-UMS) semakin dekat. Maka dari itu Laboratorium Pembelajaran Terpadu (Lab. Microteaching, PLP, dan KKN-Dik – red) selaku pelaksana dan pengkonsep kegiatan KKN-Dik melakukan koordinasi dengan mahasiswa peserta KKN-Dik mengenai penjelasan teknis dalam pelaksanaan KKN-Dik pada Sabtu (05/01) di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS.

Penjelasan teknis tersebut meliputi teknis pemberangkatan dan penyambutan peserta dimasing-masing destinasi wilayah, kegiatan apa saya yang harus dilakukan saat KKN-Dik, teknis monitoring dan evaluasi (monev) dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) terhadap mahasiswa, teknis pelaporan dan penyusunan luaran KKN-Dik melalui sistem, dan teknis penarikan peserta yang dilakukan oleh DPL.

Pada acara tersebut, Azhari SS (Sekretaris Lab. Pembelajaran Terpadu) menjelaskan bahwa “Sebelum para peserta berangkat menuju ke tempat destinasi wilayah yang dituju, akan diadakan upacara pelepasan pada Sabtu (19/01) di halaman Gedung Induk Siti Walidah UMS yang rencananya akan dilepas oleh Prof. Dr. DYP. Sugiharto, M.Pd (Ketua LL Dikti), Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D (Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah), dan Dr. Sofyan Anif, M.Si (Rektor UMS)”.

“Untuk pemberangkatan peserta, kami menyediakan 3 armada bus yang menuju wilayah Klaten, Karanganyar, dan Wonogiri yang mengangkut DPL, beberapa peserta, dan peralatan kebutuhan. Kami menghimbau untuk para peserta untuk tidak membawa barang yang berlebihan, dan mohon untuk berhati-hati saat melakukan perjalanan menuju destinasi serta menjaga kondisi badan”, imbuhnya.

Menurut Koesoemo Ratih, Ph.D (Ketua Lab. Pembelajaran Terpadu) menuturkan bahwa “Untuk program KKN-Dik pada tahun ini tersebar di 6 Kabupaten, dari 12 Kecamatan diwilayah Soloraya. Kami harap untuk penyelenggaraan KKN-Dik tahun ini harus lebih baik dari tahun sebelumnya, kami sudah mengevaluasi tentang kekurangan apa saja yang terjadi pada tahun lalu, dan semoga para mahasiswa peserta KKN-Dik dapat memetik pembelajaran dalam berkehidupan sosial serta menjadikannya lebih dewasa”. Salam @FKIP CAKAP.

Surakarta, 4 Januari 2019.

Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik) baik Reguler maupun Terintegrasi Skripsi, bahwa mohon diperhatikan untuk jadwal kegiatan KKNDik ini.

Untuk mahasiswa peserta KKNDik Reguler, kegiatan akan dimulai pada tanggal 21 Januari – 2 Maret 2019 yang sebelumnya dilakukan upacara pelepasan oleh Ketua LL Dikti, Ketua Majelis Diktilitbang, dan Rektor. Selanjutnya untuk mahasiswa peserta KKNDik Terintegrasi Skripsi kegiatan akan dimulai pada 23 Januari – 6 Maret 2019.

Lampiran:

Semarang, 29 Desember 2018

Lomba pidato digital bahasa inggris yang bertajuk International Inspiring Digital Speech Competition bertemakan “Building mutual respect on multicultural societyyang pesertanya diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi telah selesai terselenggara. Dua mahasiswa dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sukses memborong dua gelar juara utama.

Pada lomba tersebut, prodi Pendidikan Bahasa Inggris mendelegasikan Avelia Yonanda dan Destiyana untuk mengikuti perlombaan. Kedua mahasiswa tersebut sukses memborong dua dari tiga juara utama yang sudah ditentukan oleh panitia. Avelia Yonanda sukses meraih Juara 1 dan Destiyana meraih Juara 2. Selain itu untuk Juara 3 diraih oleh Farah Firgia Lutfi mahasiswi dari Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Lomba tersebut dibuka mulai tanggal 15-24 November 2018. Para peserta lomba diwajibkan untuk membuat sebuah rekaman pidato se-kreatif dan sebagus mungkin yang didalamnya mengangkat topik sesuai dengan tema yang sudah ditentukan, selanjutnya rekaman pidato yang sudah dibuat diwajibkan untuk mengupload ke media sosial Youtube. Setelah itu untuk para juri akan menilai karya dari masing-masing peserta dengan memutar video rekaman pidato melalui media sosial Youtube. Kriteria penilaian dalam video tersebut meliputi kesesuaian isi pidato sesuai dengan tema, sistematika (koherensi dan alasan), penampilan (gaya, gesture, dan mimik), kreativitas video (didukung dengan animasi), dan Orisinalitas.

Selanjutnya, tepatnya pada tanggal 29 November 2018 diumumkan pemenang dari perlombaan tersebut. Keluarlah Avelia Yonanda dan Destiyana yang masing-masing meraih Juara 1 dan Juara 2.

Avelia Yonanda dan Destiyana merupakan mahasiswa berprestasi diprodi pendidikan bahasa inggris. Sebelumnya Avelia Yonanda pernah menjadi Juara 1 dalam Lomba yang bertajuk Asia Youth International Model of United Nation di Thailand. Lalu untuk Destiyana sebelumnya menjadi Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Borneo Scientific Fair.

Menurut Prof. Dr. Harun Joko Prayitno (Dekan FKIP), “Semoga pencapaian yang sudah dilakukan oleh Avelia Yonanda dan Destiyana dapat tertular pada mahasiswa lain. Kami dari pimpinan Fakultas akan selalu mensupport setiap mahasiswa yang ingin mengikuti perlombaan. Kami tunggu prestasi mahasiswa dari prodi lain”. Salam @FKIP CAKAP.

Lampiran:

  1. Penampilan Avelia Yonanda (Juara I)
  2. Penampilan Destiyana  (Juara II)

[wzslider autoplay=”true”]

Surakarta, 21 Desember 2018

Rapat kerja yang dilakukan oleh 14 Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (ALPTK PTM) di Gedung Siti Walidah Ruang Badan Pembina Harian (BPH) Lantai 6 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Jumat (21/12/2018).

Pokok bahasan dalam rapat kerja tersebut berkaitan dengan pengelolaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pra jabatan bersubsidi dan reguler mandiri yang mencakup Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) PPG dimasing-masing PTM, standar mutu pembelajaran, standar pembiayaan ppg, dan standar recharging akademik. Selain itu dalam raker ini juga membahas mengenai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) seluruh ALPTK PTM se Indonesia yang akan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Menurut Dr. Poncojari Wahyono (Dekan FKIP UMM) menuturkan, “Untuk PPG di UMM menitik beratkan pada capaian pembelajaran. Dimana dalam capaian pembelajaran tersebut mencakup kemampuan pedagogik, kepribadian, sosial, dan professional. Selain itu untuk menghadapi Uji Pengetahuan (UP) setiap dosen diharuskan menerapkan dan memperbanyak drill soal setiap harinya supaya para peserta nantinya tidak kaget dalam menghadapi soal-soal UP yang disusun oleh panitia pusat PPG”.

Hal senada juga ditambahkan oleh Dr. Trikinasih Handayani (Dekan FKIP UAD) bahwa, “Metode drill soal ini telah diterapkan di UAD. Terbukti, pada saat UP banyak peserta PPG dari UAD dengan mudah menjawab setiap soal yang diujikan. Allhasil alhamdullah banyak peserta PPG dari UAD yang lulus UP”.

Selain itu, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno (Ketua ALPTK PTM dan Dekan FKIP UMS) berpendapat, “Kita semua (seluruh anggota LPTK PTM) dalam menghadapi PPG ini perlu dicermati dengan serius. Karena pada penyelenggaraan PPG ini bukan menyangkut nama perorangan tetapi pertaruhan nama lembaga, oleh karena itu dimohon untuk seluruh LPTK PTM untuk saling bekerja sama dalam penyelenggaraan PPG ini, terkhusus dalam menghadapi UP”.

Dalam raker tersebut, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno juga mewajibkan setiap peserta mengumpulkan soal-soal yang telah disusun dimasing-masing LPTK untuk dikumpulkan dan menjadi bank soal, Dengan bank soal tersebut, nantinya seluruh ALPTK PTM dapat saling mencermati tiap-tiap soal yang telah disusun oleh LPTK PTM lain. Diharapkan dengan adanya bank soal tersebut, dapat membuka wawasan bagi peserta PPG dalam menghadapi UP.

Selanjutnya, setelah bahasan raker tersebut usai juga membahas tentang Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Untuk rakernas pada tahun 2018 ini yang menjadi tuan rumah adalah dari Universitas Muhammadiyah Surabaya. Tetapi sesuai hasil kesepakatan pada rakernas 2018, untuk rakernas tahun 2019 akan diadakan di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Selain itu, didalam rakernas juga diselipkan Seminar Internasional (Profunedu) yang mengundang narasumber utama dari salah satu atau beberapa negara seperti India, Vietnam, Jepang, atau Finlandia. Untuk penyelnggaraan, direncanakan akan diselenggarakan pada tanggal 7-9 Agustus 2019. Target yang dicapai dalam Seminar Internasional  tersebut adalah 100 paper yang disusun dengan bahasa inggris.

Surakarta, 21 Desember 2018.

Sebanyak empat belas Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (LPTK PTM) telah resmi menandatangani perjanjian kerjasama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) pada Jumat (21/12/2018) di Kantor LPPKS Mojosongo, Surakarta.

Empat belas LPTK PTM tersebut adalah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Universitas Muhammadiyah Pare-Pare (Umpar), Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong (Unimuda Sorong), dan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) telah resmi menjadi Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD).

Dalam penyampaiannya, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd (Kepala LP2KS Solo) mengatakan,  “Sesuai data pokok yang dikeluarkan oleh Kemendikbud, ada sekitar 240.000 kepala sekolah yang tidak memenuhi syarat. Saya berharap kepada LPD dari 14 LPTK PTM yang sudah mendapat mandat sebagai penyelenggara diklat untuk dapat bekerja keras dalam menyeleksi calon kepala sekolah diwilayah masing-masing”.

“Selanjutnya setelah mendapatkan MoU, ke 14 LPTK PTM tersebut akan mengirimkan dosen yang diproyeksikan sebagai tenaga pengajar diklat. Dimana syarat untuk bisa menjadi pengajar diklat yaitu harus mempunyai latar belakang pendidikan dan harus mengikuti Training of Trainer (ToT) yang diselenggarakan oleh LP2KS”, tambahnya.

ToT yang diselenggarakan oleh LP2KS ditarget selesai pada bulan Januari 2019 dan berharap semua wilayah LP2KS dalam waktu penyelenggaraannya bisa sama dan serentak. Di dalam ToT tersebut nanti terdapat penyamaan persepsi dari LP2KS dengan tenaga pengajar diklat.

Dalam penyeleksian kepala sekolah nanti, semua berbasis pada sistem. Didalam ToT tersebut peserta calon tenaga diklat juga akan diberikan akun yang digunakan dalam penyeleksian calon kepala sekolah.

Selain itu, Prof. Lincolin Arsyat, Ph.D (Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah) menyampaikan, “ Faktor kemajuan dan kemunduran sekolah yaitu dari kepala sekolah, karena kepala sekolah mempunyai peranan penting dalam mengendalikan dan mengembangkan sekolah. Oleh karena itu dalam pendidikan modern, kepala sekolah merupalan jabatan strategis dalam mencapai tujuan pendidikan”

“Didalam sekolah, selain menyelenggarakan pendidikan belajar mengajar juga sebagai pembentuk kepribadian siswa. Oleh karena itu dibutuhkan kepala sekolah yang mempu membuat dan mengambil kebijakan disekolahnya agar dapat melahirkan siswa yang menjadi pemimpin dan berkarakter”, tambahnya.

Semoga ke 14 LPTK PTM yang secara resmi menjadi lembaga penyelenggara diklat dapat menyelenggarakan dengan sebaik baiknya supaya dapat melahirkan kepala sekolah yang setiap kebijakannya dapat memajukan sekolah. Salam @FKIP CAKAP.

[wzslider autoplay=”true”]