Pabelan, 24 Agustus 2018.

Kegiatan program Pengenalan Lapangan Persekolah (PLP) II yang dilakukan oleh mahasiswa destinasi di Khon Khaen University yang bergotong royong dengan masyarakat setempat untuk mensukseskan kegiatan penyembelihan hewan qurban dalam memperingati Hari Raya Idul Adha berlangsung lancar. Lokasi penyembelihan hewan qurban yang tidak jauh dengan lokasi asrama, para mahasiswa tampak antusias dalam acara tersebut.

Kegiatan ini merupakan sebuah bentuk yang telah terkonsep pada program PLP II Terintegrasi KKN Dik ini. Dimana didalamnya terdapat pengaplikasian pengabdian kepada masyarakat dengan wujud membantu masyarakat tempat mereka magang. Masyarakat pun tampak senang dan merasa terbantu dengan hadirnya para mahasiswa PLP II ini, ada yang menyebutkan bahwa penerapan kegiatan PLP II dengan pengabdian masyarakat ini bernilai sangat positif dan kami (masyarakat setempat -red) merasa terbantu, semoga kegiatan PLP II ini diharapkan untuk dapat terus dilaksanakan ditempat ini dan dapat membantu kegiatan masyarakat.

[wzslider autoplay=”true” interval=”5000″]

Mataram, 23 Agustus 2018.

Pelaksanaan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolah (PLP) II yang Terintegrasi dengan KKN Dik sudah berlangsung. Banyak sekali aktivitas yang sedang mereka kerjakan, contohnya seperti berperan aktif untuk membantu masyarakat sekitar untuk menyambut hari Raya Idul Adha. Tampak raut wajah yang riang dan gembira setiap peserta dalam memeriahkan dan mensukseskan acara penyembelihan hewan qurban dan peserta pun sangat antusias.

Seperti yang diketahui bahwa, di daerah Mataram pun juga terkena dampak dari dahsyatnya gempa bumi yang melanda pulau Nusa Tenggara Barat. Sebagai informasi bahwa sampai saat ini, korban yang menimpa dari dahsyatnya bencana gempa bumi tersebut mencapai 436. Selain itu banyak rumah para warga yang roboh dan rata dengan tanah.

Untuk menghilangkan trauma yang dialami oleh warga pulau Nusa Tenggara Barat, para peserta PLP II berinisiatif untuk menghibur para korban bencana terutama para anak-anak. Selain itu, UMS pun juga turut membantu para korban bencana gempa bumi dengan memberikan sebuah donasi dan hewan qurban. Kita semua berdoa semoga bencana gempa bumi yang menimpa saudara kita yang ada di pulau Nusa Tenggara Barat bisa segera berakhir dan semoga para warga diberikan ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi ini semua. Kita pun juga berharap adanya bantuan dari masyarakat Indonesia dan Pemerintah untuk membantu meringankan beban yang dialami oleh para korban bencana sehingga perekonomian disana dapat pulih dan mereka dapat beraktivitas lagi seperti biasanya. Amiin. Salam @FKIP CAKAP.

[wzslider autoplay=”true” interval=”5000″ info=”true” exclude=”http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/WhatsApp-Image-2018-08-22-at-09.24.48.jpeg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/WhatsApp-Image-2018-08-22-at-09.24.37.jpeg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/WhatsApp-Image-2018-08-22-at-09.32.54.jpeg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/WhatsApp-Image-2018-08-22-at-09.33.07.jpeg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/WhatsApp-Image-2018-08-22-at-09.33.17.jpeg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/WhatsApp-Image-2018-08-22-at-09.33.20.jpeg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/WhatsApp-Image-2018-08-22-at-09.33.01.jpeg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/WhatsApp-Image-2018-08-22-at-17.25.18.jpeg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/WhatsApp-Image-2018-08-22-at-17.25.18.jpeg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/WhatsApp-Image-2018-08-24-at-05.47.48.jpeg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/WhatsApp-Image-2018-08-24-at-05.47.48-1.jpeg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/WhatsApp-Image-2018-08-24-at-05.47.48-2.jpeg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/WhatsApp-Image-2018-08-24-at-05.47.48-3.jpeg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/WhatsApp-Image-2018-08-24-at-05.47.48-4.jpeg”]

Tanjong Malim, 21 Agustus 2018

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilakukan oleh Dekan FKIP UMS beserta rombongan pada Senin (20/8/2018) berjalan lancar. Dalam monev ini turut dihadiri oleh Rektor UMS, Dr. Sofyan Anif, M.Si. Kegiatan monev ini ditujukan untuk memantau kondisi dan progress peserta PLP II dalam menjalani magang dan KKN di sekolah-sekolah mitra yang ditunjuk oleh Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia. Dalam lawatannya ke UPSI Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno berserta rombongan UMS seperti Kepala PLP II terintegrasi KKNdik Koesoemo Ratih dan Kepala P3G FKIP UMS Siti Zuhriyah Ariatmi yang disambut hangat oleh Prof Dato‘ Dr Mohammad Shatar Sabran, Vice Chancellor UPSI beserta jajarannya.

Prof. Dr. Harun Joko Prayitno menyampaikan bahwa, “Tujuan diadakan kegiatan Magang dan KKN (PLP II) ini adalah untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa FKIP tentang dunia global karena program KKN Internasional ini akan membuat mahasiswa semakin dewasa, semakin mengerti, semakin memahami akan kultur atau budaya antar negara sehingga mahasiswa memiliki pengalaman dalam kancah internasional. Pada kegiatan ini, FKIP UMS telah mengirimkan rombongan mahasiswa sebanyak 2 kali yang dimulai 2017 sebanyak 20 mahasiswa, dan pada tahun ini sukses mengirimkan sebanyak 22 mahasiswa”.

Sebagai informasi, UMS juga telah menerima beberapa mahasiswa dari UPSI pada tahun 2017 sebanyak 8 mahasiswa dan pada tahun ini akan dikirim lagi dari UPSI untuk melakukan magang atau melakukan praktek mengajar persekolahan di jejaring persekolahan yang sudah menjadi mitra dari FKIP UMS dalam koridor sekolah Muhammadiyah dibawah naungan Dikdasmen PDM se-eks Karesidenan Surakarta.

Selain itu dalam lawatannya ke UPSI, Dr. Sofyan Anif, M.Si mengungkapkan bahwa dalam kunjungan ke UPSI dalam rangka untuk menjalin kerjasama antara UMS dengan UPSI yang menyangkut pertukaran mahasiswa atau yang sering disebut dengan Student Exchange.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Anam Sutopo, M.Pd selaku Sekretaris Rektor yang tergabung pada rombongan UMS menuturkan bahwa, “Sebelumnya kerjasama ini telah dilakukan antara FKIP UMS dengan UPSI, akan tetapi untuk selanjutnya dapat bekerjasama dengan fakultas-fakultas yang lain. Karena di UMS sendiri, mempunyai 12 Fakultas dan 1 Sekolah Pasca Sarjana”.

Pada sambutannya, Rektor UMS menyampaikan bahwa “Tidak mungkin masing-masing perguruan tinggi dapat melaju sendiri di kancah internasional jika tidak adanya kolaborasi dan kerjasama antar sesama peruruan tinggi lain antar negara. Maka dari itu diperlukan kolaborasi dan kerjasama yang saling menguntungkan. Kami berharap dengan adanya kerjasama dengan UPSI, kita akan buat lebih intens, baik dalam pengiriman dosen untuk studi lanjut S3 ataupun dalam pengiriman dosen untuk saling mengisi. Sehingga masing-masing memiliki pengalaman lebih mengenai metode pembelajaran ataupun mengenai dunia pendidikan di perguruan tinggi masing-masing”.

Kerjasama tersebut dapat diperluas dengan dilakukannya publikasi bersama dalam bentuk artikel terindekstasi internasional maupun penerbitan buku. Karena ilmuwan UMS dan ilmuwan UPSI diharapkan dapat bersama-sama untuk joint publication terkait dengan buku-buku yang bisa digunakan untuk mengisi materi dalam perkuliahan atau untuk konsumsi publik.

Selain itu juga tidak kalah pentingnya, Rektor UMS mengungkapkan bahwa, “Untuk memberikan peluang kerjasalam dalam penyelenggaraan konferensi untuk saling tukar menukar ahli maupun narasumber sehingga antar perguruan tinggi ini bisa menjalin kerjasama yang saling menguntungkan, karena ada kesamaan visi antara UMS dan UPSI. Kedepannya mungkin akan di follow up oleh fakultas-fakultas yang lain. Yang pasti, sudah memiliki kesediaan yaitu dari Dekan  Fakultas Teknik UPSI”.

Rektor juga berharap jalinan kerjasama ini tidak hanya dengan UPSI namun bisa melebar dengan universitas atau perguruan tinggi lain Afrika, Eropa dan Negara-negara lain. Salam @FKIP CAKAP.

[wzslider autoplay=”true” interval=”5000″ exclude=”http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/UMS-UPSI.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/WhatsApp-Image-2018-08-20-at-12.21.48.jpeg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/WhatsApp-Image-2018-08-20-at-12.21.55.jpeg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/WhatsApp-Image-2018-08-20-at-12.21.45.jpeg”]

Fatoni, 21 Agustus 2018.

Kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) Program Pengenalan Lapangan Persekolah (PLP) II Terintegrasi KKN Dik yang dilakukan oleh Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno berserta Rektor UMS, Dr. Sofyan Anif, M.Si dan Sekretaris Rektor, Dr. Anam Sutopo, M.Pd di Fatoni University, Thailand pada Sabtu (18/08/2018) siang berjalan lancar. Sambutan hangat yang dilakukan oleh Rektor Fatoni University pun turut mengiringi kegiatan Monev Program PLP II Terintegrasi KKN Dik.

Tujuan kegiatan monev ini adalah untuk mengetahui tentang perkembangan para mahasiswa FKIP UMS dalam menjalani magang di sekolah-sekolah diwilayah binaan Fatoni Thailand Selatan. Alhamdulillah komentar-komentar positif pun tercurahkan dalam sesi sharing dan tanya jawab. Selain itu dalam kegiatan monev ini dilakukan pembahasan penguatan kerja sama dibidang student exchange untuk UMS yang sebelumnya sudah dilakukan oleh FKIP UMS dan juga dilakukan pembahasan Kemitraan Asosiasi Sekolah Jejaring Darussalaam Fathoni dengan FKIP UMS.

Semoga dengan adanya kegiatan Program PLP II ini dapat meningkatkan hubungan Ukhuwah Islamiyah antar kedua belah pihak, baik itu UMS dengan FTU maupun FKIP UMS dengan FTU dan semoga semua yang dilakukan dapat menjadi barokah demi memajukan mutu dan kualitas pendidikan di UMS. Salam @FKIP CAKAP.

 [wzslider autoplay=”true” interval=”5000″ exclude=”http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/39164638_251399902163141_4985137092716658688_n.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/39578068_294551017792986_601622646408347648_n.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/39043599_2132161293483668_8459671047115898880_n.jpg”]

Pabelan, 20 Agustus 2018.

Krenova (Kreativitas dan Inovasi Masyarakat) merupakan sebuah bentuk apresiasi dari Gubernur Jawa Tengah kepada para mitra dan inovator untuk mendukung dalam memajukan produk inovasi Masyarakat luas. Tujuan dalam Krenova ini adalah nantinya penyelenggara Lomba Krenova tidak hanya berhenti pada pemberian penghargaan saja, tetapi dalam pemenang lomba ini akan diberikan fasilitas dan pembinaan ditambah dengan pendampingan menuju Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) yang berkolaborasi antar Lembaga penelitian, incubator, Technopark dan Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah.

TIM Krenova UMS yang diwaliki oleh mahasiswa dari progdi Pendidikan Biologi menugaskan kepada Wulanda Setty Siamtuti, Renika Aftiarani, Zulvika Kusuma Wardhani, Nanang Alfianto, dan Indra Viki Hartoko. Dalam lomba Krenova ini, Wulanda, dkk membuat sebuah temuan tentang Produksi Pestisida Alam INSEKDUBANG (Insektisida Idu Abang).

Dari beberapa proses penilaian yang sudah berjalan, alhamdulillah Wulanda, dkk berhak atas gelar Juara ditingkat Sukoharjo. Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kami atas kerberhasilannya dalam perlombaan Krenova. Pesan dan harapan kami semoga Wulanda, dkk tidak cepat berpuas diri dan jangan Lelah untuk selalu belajar, karena belajar tidak hanya didapat didalam Pendidikan formal saja akan tetapi juga bisa didapat dimanapun melalui interaksi dengan lingkungan sekitar. Semoga prestasi yang didapat oleh Wulanda, dkk dapat menjadi motivasi dan ditularkan oleh mahasiswa lain di FKIP. Salam @FKIP CAKAP

Surabaya, 13 Agustus 2018.

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (ALPTK-PTM) ke-9 dan Seminar Internasional Progressive and Fun Education (Profunedu) ke-3 merupakan serangkaian acara yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surabaya bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta beserta Perguruan Tinggi Muhammadiyah pada tanggal 7-9 Agustus 2018.

Dalam kegiatan Rakernas diadakan pada tanggal 7 Agustus 2018 yang bertempat di Ruang Seminar Gedung At-Tauhid Universitas Muhammadiyah Surabaya. Kegiatan tersebut turut mengundang Direktur Pembelajaran Kemenristekdikti yaitu Dr. Ir. Paristiyanti Nurwandani dan Direktur Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi yaitu Dr. Ir. Ridwan Anzib, M.Sc. Acara ini mengusung tema “LPTK PTM Berkhidmat, Berkarya dan Berkinerja untuk Guru Professional Sejati”.Sebelum acara Rakernas dimulai Prof. Dr. Harun Joko Prayitno selaku ketua ALPTK PTM dalam sambutannya mengajak kepada semua Asosiasi LPTK PTM untuk dapat meningkatkan kompetensinya supaya dapat menciptakan kualifikasi dan kompetensi guru professional yang dapat menjadi inisiator perubahan. Maksud inisiator perubahan tersebut adalah seorang guru yang professional bekerja tidak hanya sebatas mendidik saja tetapi juga sebagai penggerak untuk mencapai perubahan yang lebih baik lagi.

Materi pertama Rakernas dipaparkan oleh Dr. Ir. Ridwan Anzib, M.Sc yang menyampaikan materi tentang Kelembagaan Perguruan Tinggi Swasta, Pendidikan Profesi Guru, dan Pendidikan Jarak Jauh. Dalam salah satu paparannya Ridwan menjelaskan bahwa Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan Pendidikan nasional (UU 14/2005 Pasal 8). Kompetensi yang dimaksud pada pasal tersebut meliputi kompetensi pedagogi, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional yang diperoleh melalui Pendidikan profesi guru. Selain itu saat ini sedang melalukan inovasi pembelajaran yang didalamnya terdapat konsep media pembelajaran Pendidikan Jarak jauh seperti Model Telelearning (Video Conference, Audio Tele Conference), Model Multimedia (Cetak, Audio Visual, Computer Based Learning, Video Interaktif), Model Pembelajaran Fleksibel (Online UMM, Internet based resources, computer mediated com), Model Pembelajaran Fleksibel Cerdas (Sama dengan model sebelumnya ditambah CMC dengan autoresponse, portal administrasi dan akademik), dan Model Pembelajaran Mobile (yang dapat diakses darimana saja dengan smartphone, tablet, atau laptop)

Setelah materi pertama selesai, dilanjutkan dengan  pemaparan materi yang disampaikan oleh Dr. Ir. Paristiyanti Nurwandani.dengan materi tentang Pengembangan PPG Berkelanjutan. Dalam salah satu paparannya, Paristiyanti menyampaikan bahwa ada beberapa permasalahan dalam Pendidikan Dasar yaitu Guru yang Kompeten (Professional). Karena sesuai dengan UU No.14 Tahun 2005 yang mewajibkan seorang guru mempunyai sertifikat pendidik. Selain itu Guru yang Kompeten harus memiliki kompetensi dasar yang meliputi kompetensi pedagogi, kepribadian, sosial, dan professional yang diperoleh melalui Pendidikan profesi. Kompetensi tersebut berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengajar, membimbing, dan juga memberikan teladan kepada siswa. Setelah paparan materi yang disampiakan oleh Dr. Ir. Paristiyanti Nurwandai selesai, maka berakhirlah kegiatan Rakornas Asosiasi LPTK PTM.

Profunedu merupkan agenda ilmiah rutih yang diselenggarakan oleh Asosiai LPTK Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Seminar Internasional Profunedu ini telah terselenggara 3 kali dan semuanya mendapat respon yang luar biasa dari para peserta. Prof. Dr. Harun Joko Prayitno mengatakan bahwa, mulai tahun ini Seminar Profunedu mengalami perubahan dari konsep sebelumnya yaitu Seminar Nasional menjadi Seminar Internasional. “Peningkatan grade ke Seminar Internasional dipicu oleh meningkatnya animo peserta seminar yang semakin lama semakin bertambah jumlahnya dari seminar sebelumnya dan ditambah lagi dengan menghadirkan pembicara yang bisa dikatakan sudah sangat professional baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri” ujarnya. Seminar Internasional Profunedu ini diselenggarakan di Hotel Garden Palace Surabaya pada tanggal 8 Agustus 2018.

Narasumber Seminar Internasional Profunedu ke-3 menghadirkan 5 pembicara kunci yaitu Prof. Suyanto, Ph.D (Inisiator Pendidikan), Prof. Dr. Muchlas Samani (Unesa), Prof. Dr. Nor Ashikin (UPSI Malaysia), Prof. Dr. Jaelani (UUM Malaysia) dan Prof. Dr. Muhajir Efendy (Mendikbud). Kelima narasumber tersebut merupakan para pakar atau para ahli yang berkompeten dibidangnya.

Sebelum presentasi paralel dari peserta profunedu, para keynote spaker terlebih dahulu menyampaikan materi. Materi pertama disampaikan oleh Prof. Suyanto, Ph.D tentang Pendidikan Unggul, Khususm Berperinci, dan Berkarakter, dilanjutkan dengan Prof. Nor’ashiqin Mohd Idrus (UPSI Malaysia) tentang Kemenjadian Guru. Selanjutnya untuk materi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Jaelani (UUM Malaysia) tentang Cabaran Global Dalam Managemen Akademik Di Perguruan Tinggi dan Prof. Dr. Muchlas Samani (Unesa) tentang Menyiapkan Guru Professional untuk Bumi Indonesia.

Setelah ke-empat narasumber tersebut selesai menyampaikan materi seminar, agenda dilanjutkan dengan presentasi paralel oleh pemakalah. Presentasi paralel ini terbagi menjadi 4 kelompok yang didalamnya masing-masing berjumlah rata-rata 28 pemakalah dan didalam setiap kelompok tersebut terdapat satu reviewer atau penguji. Waktu yang diberikan oleh panitia untuk presentasi ini selama 15 menit yang terdiri dari 10 menit pemaparan materi dan 5 menit untuk diskusi atau tanya jawab.

Kemudian setelah semua pemakalah menyampaikan materi, dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah dinas walikota Surabaya. Sesampainya dirumah dinas walikota Surabaya disambut hangat oleh ibu walikota Tri Rismaharini yang dilanjutkan dengan jamuan makan malam. Selain itu dalam lawatannya di rumah dinas walikota, sudah datang terlebih dahulu oleh bapak Prof. Dr. Muhajir Efendi selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Setelah lawatan ke rumah dinas walikota berakhir, kembalilah ke Hotel Garden Palace dan bapak Prof. Dr. Muhajir Efendi selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melanjutkan untuk menyampaikan materi tentang isu-isu tentang dunia Pendidikan.

Berakhirnya pemaparan dari Prof. Dr. Muhajir Efendi, berakhir pula Seminar Profunedu ini. Kami ucapkan banyak terimakasih kepada seluruh peserta baik itu peserta Rakernas maupun Peserta Pemakalah Profunedu. Dan tak lupa terimakasih juga atas kerjasamanya antara Universitas Muhammadiyah Surabaya dan Universitas Muhammadiyah Surakarta sehingga semua acara tersebut dapat berjalan lancar dan sukses. Semoga acara Rakernas dan Profunedu selanjutnya dapat berjalan dengan baik dan antusias peserta atau pemakalah semakin bertambah. Salam @FKIP CAKAP.

Lampiran Materi:

  1. Pengembangan dan Pengelolaan Kelembagaan PPG (Dr.Ir.Ridwan, M.Sc.)
  2. Pengembangan PPG Berkelanjutan (Dr. Paristiyanti Nurwandani)
  3. Pendidikan Unggul, Khusus, Berpenciri dan Berkarakter (Prof. Suyanto, Ph.D)
  4. Kemenjadian Guru (Prof. Dr. Nor Ashiqin)
  5. Cabaran Global dalam Management Akademik di Perguruan Tinggi (Prof. Dr. Jaelani)
  6. Menyiapkan Guru Professional untuk Bumi Indonesia (Prof. Dr. Muchlas Samani)

[wzslider autoplay=”true” interval=”5000″ exclude=”http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0275-1.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0109.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0110.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0128.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0133.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0135.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0136.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0137.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0141.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0144.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0154.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0168.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0170.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0174.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0175.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0183.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0184.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0185.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0188.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0189.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0191.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0268.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0218.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0227.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0247.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0259.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/DSCF0261.jpg, http://fkip.ums.ac.id/wp-content/uploads/sites/43/2018/08/20180807_170959.jpg”]

Pabelan, 11 Agustus 2018.

Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta, bahwa untuk pengisian sampai pencetakan KRS dapat dilakukan pada:

No. Kegiatan Pelaksanaan Tempat
1 Pengisian KRS 13,14,15,16,18 Agustus 2018 Lab Komputer 1&2 / Warnet
2 Validasi / Revisi KRS 17-21 September 2018 Warnet / Hotspot
3 Cetak KRS 01 – 06 Oktober 2018 Lab. Komputer 1 & 2

Dimohon untuk semua mahasiswa FKIP mencermati jadwal tersebut dan dapat memberitahu kepada sesama mahasiswa FKIP.

Lampiran:

Mataram, 11 Agustus 2018.

Bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan keresahan yang cukup besar terhadap masyarakat. Terlebih pada saat bencana tersebut terjadi, bersamaan dengan berlangsungnya kegiatan KKN-DIK Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) di lokasi tersebut.

Meski ada 22 mahasiswa yang melakukan kegiatan di lokasi yang terkena bencana tersebut, UMS memiliki inisiatif untuk tidak menarik mahasiswanya kembali ke Surakarta hingga masa KKN-DIK selesai pada Senin (27/8/2018) nanti. Hal ini tentu sangatlah berbeda dengan universitas-universitas lain non-Muhammadiyah yang menarik mahasiswanya untuk kembali ke kampus.

Dijelaskan oleh Rektor UMS, Dr. Sofyan Anif, M.Si bahwa inisiatif ini diambil dengan melihat dari berbagai sudut pandang. Salah satunya dengan melihat struktur organisasi Muhammadiyah sendiri yang tersebar diberbagai pelosok wilayah, salah satunya yang bergerak dalam penanggulangan bencana alam.

Dalam struktur organisasi Muhammadiyah, mulai dari pusat sampai dengan pimpinan daerah itu di dalamnya ada lembaga penanggulangan bencana. Kemudian punya HW (Hizbul Wathan), yang memang HW itu berdirinya untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Bahkan punya Lazismu yang sekarang ini mengkoordinir semua bantuan warga Muhammadiyah dan amal usaha Muhammadiyah. Itu ada surat edaran dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah agar semua diarahkan menyalurkan ke Lazismu di PWM NTB dan PDM Lombok,” jelasnya.

Hal tersebut tentu sangatlah berbeda dengan perguruan tinggi yang lain, dimana Muhammadiyah memiliki mitra yang cukup banyak dan tangguh di berbagi daerah, sehingga Rektor UMS merasa justru lebih penting dipertahankan daripada ditarik, sebab dengan begitu maka keberadaan mereka disana dapat lebih bermanfaat bagi semua umat.

Disamping itu, dia juga melihat dari segi filosofi KKN-DIK sendiri. Menurutnya KKN-DIK itu ditujukan untuk membangun karakter dan softskill bagi mahasiswa, sehingga permasalahan yang ada di Lombok, khususnya di Kota Mataram sekarang merupakan waktu yang tepat bagi mereka untuk membentuk karakter dan softskill di masyarakat.

Apalagi jika kita melihat filosofi KKN itu sebetulnya membangun karakter, softskill para mahasiswa tidak hanya mereka tahu tentang ilmu pengetahuan yang dipelajari, tetapi lebih daripada itu, sofkskillnya itu dibentuk supaya mereka punya kemahiran dalam berkomunikasi dengan masyarakat, kemudian interaksi dengan masyarakat, bahkan bisa membuat solusi permasalahan-permasalahan masyarakat,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa saat ini di Lombok sedang ada problem yang besar, sehingga apabila mahasiswa yang melakukan KKN-DIK disana ditarik kembali maka akan memberikan kesan yang tidak baik. Hal ini karena dapat memunculkan cerminan bahwa universitas tidak memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial dan tidak ada kepedulian terhadap korban bencana. Sehingga dalam keadaan tersebut maka mahasiswa yang ada disana diminta untuk terjun bersama-sama dengan komponen Muhammadiyah yang lain untuk menolong korban bencana.

Dengan adanya persoalan yang muncul sebagai permasalahan sebesar itu, mahasiswa diminta untuk ikut terjun bersama-sama dengan komponen Muhammadiyah yang lain untuk bersama-sama melihat dan sekaligus ikut menolong para korban itu, sehingga mereka akan muncul karakter empati, karakter bertanggung jawab terhadap permalasan-permasalahan masyarakat,” tambahnya.

Meski berani mengambil keputusan untuk tidak menarik kembali mahasiswa yang ada disana, UMS juga memberikan kelonggaran kepada mahasiswa yang ingin dipulangkan. Dari 23 mahasiswa yang ada disana, ada 1 mahasiswa yang dipulangkan. Kepulangan mahasiswa tersebut adalah untuk menindaklanjuti permintaan dari orang tuanya yang menginginkan anaknya untuk dipulangkan dari Lombok.

Rustam Afandi, salah satu mahasiswa dari Prodi pendidikan Geografi FKIP UMS yang masih bertahan untuk melaksanakan KKN-DIK disana turut menjelaskan bahwa kondisi mereka disana baik-baik saja. Dia juga membenarkan bahwa memang ada 1 mahasiswa yang ingin dipulangkan dan diberikan izin oleh fakultas.

Di Mataram ini Alhamdulillah teman-teman baik-baik saja. Mungkin ada salah satu mahasiswa yang ingin dipulangkan dan diizinkan oleh pihak pimpinan fakultas UMS. Hal tersebut tidak dipermasalahkan dan nanti akan dipindah tugaskan di Solo Raya,” jelasnya.

Dia juga sempat memberikan keterangan bahwa kegiatan magang mereka selama 1 minggu ini di jeda. Kegiatan magang KKN-DIK disekolahan selanjutnya diganti dengan membantu MDMC dalam hal logistik. “Untuk sementara ini selama 1 minggu kegiatan magang itu di jeda. Jadi di seluruh sekolah-sekolah diliburkan. Kita di posko itu membantu logistik MDMC, seperti menerima bantuan-bantuan. Kemarin itu kami juga sudah sempat ke sekolah itu kita bersih-bersih sekolahan,” terangnya.

Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Maimunah juga turut menjelaskan bahwa kemitraan di Muhammadiyah sangat berbeda dengan organisasi yang lain, dimana mereka memiliki bapak dan ibu. Secara akademik, secara normatif sama dengan yang lain. Akan tetapi secara sosial kemasyarakatan warga Muhammadiyah menyatu dengan kepribadian Muhammadiyah.

Selanjutnya mengenai kondisi para mahasiswa yang ada di Mataram, dia mengungkapkan bahwa keadaan mereka disana aman. “Ya anak-anak disana baik-baik saja disana. Yang namanya pembentukan karakter seperti yang pak rektor bilang itu, pembentukan karakter sosial kami di Muhammadiyah ya memang seperti itu. Jangankan ada program KKN-DIK, yang tidak ada program saja MDMC-nya Muhammadiyah dimana-mana sekarang itu ngumpul,” ungkapnya.

Berkenaan dengan penyaluran bantuan UMS selain mengirim SAR dan HW, sekarang juga masih dalam penggalangan dana yang ditujukan kepada seluruh dosen, karyawan, termasuk mahasiswa. Mereka semua dimintai sebagai donator yang pada Sabtu (11/8/2018) besok akan dikirim ke lokasi bencana. Bahkan mahasiswa disana justru menjadi tangan panjang UMS untuk bisa memberikan kontribusi dan ikut membantu sebagai rasa kepedulian sosial.

Selain itu, dalam rangka menyambut hari raya Idul Adha nanti, Dr. Sofyan Anif, M.Si dan Prof. Dr. Harun Joko Prayitno selaku Dekan FKIP UMS yang telah melakukan survey di Mataram guna memastikan keadaan mereka juga sempat berdiskusi dengan anak-anak. Rencananya UMS nanti akan mengirimkan sapi untuk berkurban di daerah gempa. Hal ini sekaligus menjadi cara UMS untuk menggairahkan dan membangun karakter empati lagi agar ada rasa kepedulian sosial terhadap sesama manusia. 

Sumber: www.ums.ac.id

Eko Sudarmanto saat menjadi Wasit di Kejurnas Paralayang di Manado

Euforia event Asian Games 2018 mulai terasa hampir di seluruh negeri. Pesta Olahraga bertabur bintang dari seluruh Asia bakal di adakan di dua tempat berbeda di Indonesia. Jakarta dan Palembang adalah dua kota besar yang bakal menjadi pusat kegiatan Asian Games yang berlangsung dari tanggal 18 Agustus – 2 September 2018 . Tinggal beberapa hari lagi dan Indonesia sebagai tuan rumah tentu patut berbangga diri, multi event skala internasional ini adalah suatu yang sangat prestisius, bahkan beberapa negara di Asia berebut untuk menjadi tuan rumah  Jika beberapa waktu lalu Kota Solo sempat ramai oleh kegiatan kirab obor Asian Games, euforia Asian Games 2018 kini terasa hingga ke Prodi Pendidikan Olahraga (POR) FKIP UMS. Pasalnya, 2 dosen POR UMS yakni Eko Sudarmanto S.Pd, M.Or, dan Nur Hidayat S.Pd, M.Or yang secara resmi menjadi bagian dalam perhelatan Event 4 Tahunan ini dengan posisi sebagai Wasit di Cabor Paralayang dan Tennis Lapangan. Tidak mudah untuk dapat menjadi wasit dalam event paling bergengsi di Asia ini, karna yang mendaftar ratusan hingga ribuan orang, dari dalam dan luar negeri. Bapak Eko Sudarmanto saat di konfirmasi di meja kerjanya mengatakan bahwa untuk lolos dari seleksi pada ajang Asian Games 2018 diperlukan tahapan – tahapan agar wasit yang terpilih benar-benar layak dan bisa bertugas secara profesional.

Nurhidayat saat menjadi Wasit di Event Asian Games

Bapak Eko Sudarmanto saat ditemui di ruang kerjanya

Untuk cabang olahraga Paralayang menurut beliau, calon wasit harus memiliki kemampuan yang baik. Selain itu, calon wasit juga diharuskan berpengalaman di bidang perwasitan. Komite Penilaian Lomba Paralayang atau biasa disingkat KPLP juga turut memantau setiap wasit yang akan terjun di event Asian Games, bahkan menurut Dosen yag akrab disapa Pak Eko ini, untuk lolos seleksi dari INASGOC, dia harus mengikuti serangkaian event Paralayang sebagai wasit selama beberapa bulan terkahir agar memenuhi kriteria sebagai wasit Asian Games.” Alhamdulillah” kata beliau, event yang diikuti beberapa waktu lalu berjalan dengan baik. “Dua event terakhir yang saya ikuti yakni Kejurnas Paralayang di Manado tanggal 28 Juni – 1 Juli dengan total peserta sebanyak 115 atlet, dan event Internasional Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2018 di Kota Batu Malang, Jawa Timur. Ketika ditanya mengenai kesiapannya menghadapi event bergengsi Asian Games 2018 ia dengan mantap  menjawab, ”Insyaallah, dengan pengalaman yang saya dapatkan dilapangan, dengan workshop yang telah saya ikuti, secara fisik maupun mental, saya siap dalam perang bintang di Ajang Asian Games Kali ini”.

HMP POST. [email protected]