Pabelan, 25 September 2018.

Dalam rangka untuk mewujudkan negara Indonesia yang maju, modern, demokratis dan berkeadilan diperlukan sumberdaya manusia yang memiliki sifat unggul dan berkarakter. Sumberdaya yang unggul dapat dihasilkan dari Pendidikan yang unggul dengan guru-guru yang unggul, dan guru-guru yang unggul hanya dihasilkan melalui Pendidikan guru (LPTK) yang unggul.

Makadari itu Direktorat Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, selalu mengupayakan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) secara berkesinambungan, pada tahun 2016 dan 2017 ditawarkan program hibah Revitalisasi LPTK. Hibah yang telah terselenggara pada tahun 2016 fokus pada pengembangan kurikulum program studi (prodi) sarjana pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) dan berorientasi pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Hibah ini telah menghasilkan kurikulum sampai dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) pada program studi penerima hibah. Sedangkan pada tahun 2017 fokus pada pengembangan perangkat pembelajaran berdasarkan kurikulum yang telah dikembangkan pada tahun sebelumnya.

Unsur utama pendidikan guru adalah dosen. Di samping harus memiliki kompetensi yang unggul, dosen LPTK juga harus menjadi model bagi mahasiswa calon guru. Oleh karenanya, dosen harus mampu memberikan contoh baik bagi mahasiswa calon guru, dalam melaksanakan tugas keprofesiannya, termasuk bagaimana melaksanakan pembelajaran di kelas. Agar dosen LPTK pada saat melaksanakan tugas pembelajaran mampu menghadirkan pengalaman nyata bagaimana melaksanakan pembelajaran yang baik, yang relevan dengan tuntutan mutu proses pembelajaran di sekolah, maka dosen harus mengalami langsung bagaimana menjadi “guru” melalui suatu program diployment atau penugasan dosen di sekolah (PDS).

PDS merupakan kegiatan yang memberikan dampak positif baik bagi LPTK maupun bagi Sekolah Laboratorium dan/atau Sekolah Mitra. Program PDS membutuhkan komitmen dosen untuk mengalami dan menjadi guru di Sekolah Laboratorium dan/atau Sekolah Mitra. Menjadi guru di sekolah bagi seorang dosen adalah hal baru. Dosen perlu menyesuaikan dengan berbagai hal yang biasa berlaku di sekolah. Penugasan dosen di sekolah juga dapat memunculkan permasalahan baru bagi Sekolah Laboratorium dan/atau Sekolah Mitra, yaitu apakah dosen yang bertugas dapat menyesuaikan dengan lingkungan yang sangat berbeda dengan tempat tugasnya di perguruan tinggi.

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) yang telah menerima program melakukan penugasan ke sekolah-sekolah sesuai dengan ketentuan. Berikut adalah bukti dari dosen yang telah melakukan PDS.

Lampiran:

Pabelan, 23 September 2018.

Sesuai dengan surat pemberitahuan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) tentang pelaksanaan Try Out Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi guru (UKMPPG), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) menyelenggarakan Try Out pada Sabtu, 22 September 2018 di Laboratorium Komputer FKIP dan Laboratorium Komputer Pendidikan Akuntansi.

Kegiatan Try Out UKMPPG ini bertujuan sebagai latihan kepada para peserta PPG dan juga sebagai gambaran mengenai bentuk soal yang nantinya akan diujikan pada Ujian Nasional UKMPPG. Seperti biasa, suasana dan aroma Guru tampak pada setiap peserta yang terbukti banyak peserta sudah datang 1 jam lebih awal dan bahkan lebih dari itu. Menurut salah satu peserta PPG yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa, “Kami datang untuk menghadiri Try Out ini sengaja 1 jam lebih awal karena kami sudah terbiasa dan sudah kami terapkan di Sekolah kami mengajar, karena Saya ingin memberi contoh kepada siswa/wi di Sekolah tentang kedisiplinan”.

Pada kegiatan Try Out ini terbagi menjadi 2 Shift yaitu Shift Pagi dan Shif Siang. Saat mengerjakan soal, tampak wajah serius dari para peserta. Jumlah soal yang terbagi dalam setiap pengampu mata pelajaran jumlahnya berbeda-beda, hal ini dikarenakan untuk untuk mata pelajaran matematika lebih sedikit dibandingkan dengan soal mata pelajaran yang lain, karena didalam soal matematika banyak soal yang diharuskan untuk menghitung.

Setelah kegiatan Try Out ini selesai dilaksanakan, kedepan para peserta akan menghadapi Ujian Tulis yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 26 September 2018 dan Ujian Nasional pada hari Ahad, 30 September 2018. Semoga dengan berakhirnya kegiatan Try Out ini, para peserta sudah memiliki gambaran mengenai soal-soal yang nantinya akan mereka hadapi dalam Ujian Nasional. Kami berharap semoga nantinya para peserta banyak yang lulus dalam PPG ini dan berhak mendapatkan sertifikat pendidik professional. Amiin. Salam @FKIP CAKAP.

Pabelan, 23 Agustus 2018.

Mahasiswa Pendidikan Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (POR FKIP UMS) yang bernama Dela Kusumawati mendapatkan panggilan negara dari PB. IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) untuk mengikuti Invitasi 4th Asian Pencak Silat Championship 2018. Kejuaraan tersebut diikuti oleh negara-negara se-asia akan berlangsung pada tanggal 30 September sampai dengan 4 Oktober 2018 di India.

Dela merupakan salah satu atlet pencak silat untuk mewakili Indonesia yang akan bertanding pada nomor tarung kelas C Putri dengan berat 55-60 Kg. Sesuai dengan surat pemanggilan yang diterbitkan oleh PB. IPSI, Dela diminta untuk mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) pada tanggal 14 September 2018 lalu untuk pemusatan latihan yang dilakukan pada tanggal 20 September 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Pemanggilan Dela yang dilakukan oleh PB. IPSI tidak sembarangan, karena sebelumnya Dela merupakan Juara Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) tahun 2017. Melalui pemantauan dan perkembangan yang ditambah dengan prestasi Dela pada POMNAS, Dela berhak untuk mewakili timnas pencak silat Indonesia pada ajang kejuaraan pencak silat se benua asia kali ini.

Harapan, doa, dan dukungan dari keluarga, teman, dosen, Pimpinan Fakultas serta Universitas diberikan kepada Dela, semoga dalam kejuaraan tersebut dapat meraih hasil terbaik, sehingga memberikan kontribusi yang nyata pada Almamater dan bangsa Indonesia dalam olahraga prestasi.

Salam Olahraga JAYA. Pendidikan Olahraga FKIP UMS JUARA dan Salam @FKIP CAKAP.

Sumber:

Alor, 16 September 2018.

Pesona eksotisme indah yang dimiliki oleh alor memikat banyak wisatawan yang ingin mengunjungi tempat tersebut. Ada yang mengatakan bahwa ditanah ini adalah tanah surga karena didalamnya terdapat indahnya alam, budaya dan tradisi masyarakat. Tetapi dibalik indahnya eskotisme tersebut ternyata ada sebuah ironi yaitu jauhnya sentuhan pendidikan di tanah ini. Hal ini dikarenakan rendahnya tingkat perekonomian dan jauhnya dari pusat kota.

Kisah pejuang pendidikan yang bernama vera ertiana yang sekaligus alumni PGSD FKIP UMS menjadi garda terdepan untuk membuka gerbang pendidikan ditanah alor. Melalui kementerian pendidikan dan kebudayaan guna memenuhi kebutuhan pendidikan bangsa, vera ertiana ditempatkan di desa padang panjang kecamatan alor timur kabupaten alor. “Sarana dan prasarana yang tidak ada membuat anak-anak di desa padang panjang sulit untuk bersekolah, bahkan kebutuhan listrik pun juga tidak ada dan apabila bersekolah juga tidak memakai seragam. Hal ini seperti dikisahkan pada film Denias yang ditunjukkan kepada anak-anak untuk semangat bersekolah lagi” Ungkap Vera. Selain itu, Vera juga berharap setidaknya anak-anak di desa Padang Panjang minimal bisa membaca, menulis dan berhitung serta cinta pada tanah air.

Cerita diatas merupakan penggalan kisah singkat yang dilakukan oleh sang pejuang pendidikan, Vera. Untuk melihat video lengkap tentang kisah perjuangan Vera, silakan tonton dan klik link berikut:

Salam @FKIP CAKAP.

Bangkok, 6 September 2018.

Suasana upacara di lapangan KBRI Bangkok

“Sekali merdeka tetap merdeka selama hayat masih di kandung badan. Kita tetap setia mempertahankan Indonesia…….” Sepenggal lirik lagu Indonesia yang tidak akan pernah asing di telinga kita, lagu yang menceritakan tentang kemerdekaan Republik Indonesia, meceritakan tentang pengorbanan para pahlawan demi merdekanya bangsa, menceritakan tentang rasa nasionalisme.

Semarak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesi (RI) yang ke-73 disambut bahagia oleh seluruh Warga Negara Indonesia yang berada di Bangkok. Upacara Kemerdekaan RI dimulai pada pagi hari hingga siang hari. Seluruh Warga Negara Indonesia yang berada diantero Bangkok berbondong-bondong berkumpul menuju KBRI untuk menyaksikan gagahnya sang merah putih saat dikibarkan dan mendengarkan sirene yang menjadi ciri khasi saat hari kemerdekaan.

Sama halnya seperti kami mahasiswa Indonesia yang sedang menjalani Internship di Khon Kaen University, kami merasakan kebahagian dan kebanggan tersendiri dapat merayakan Kemerdekaan RI di negeri tetangga walaupun terbesit kesedihan karna merindukan tanah air tercinta, merasakan inilah rasa nasionalisme yang sesungguhnya. Jarak yang kami tempuh dari lokasi Internship (Khon kaen) menuju Bangkok adalah 6 jam perjalanan darat. Kami menggunakan transportasi bus untuk menuju kesana, melakukan perjalanan di malam hari dan tiba di Bangkok pada pagi hari pukul 06.00. Setibanya kami di Bangkok, kami segera bergegas menuju KBRI untuk melaksanakan upacara. Saat akan memasuki KBRI tak lupa kami diberi Visitor card oleh petugas dengan senyum sapanya yang ramah, dan kami meletakkan koper kami diruangan khusus, alangkah terkejutnya kami ternyata sudah banyak sekali koper diruangan tersebut, ini membuktikan, negeri ku….. kau disayang oleh banyak orang, banyak orang. Berapapun jarak yang harus ditempuh untuk menuju KBRI, akan kami tempuh demi negeri tercinta. Lari-lari kecil pun kami lakukan untuk menuju lapangan upacara agar tidak terlambat.Upacara berlangsung sangat khidmat dan tenang.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Thailand (tengah) bersama mahasiswa UMS

Hal pertama yang kami rasakan dalam hati ketika upacara sedang berlangsung adalah, “Ini baru indonesia”, “Ini Indonesia,orang orang Idonesia”, “Ini Indonesia yang saat berpapasan saling tersenyum dan menyapa”, “Ini Indonesia, kami merasakan kehangatan kerinduan akan negeri tercinta yang tidak dapat kami jelaskan”, “Ini Indonesia, saat sang merah putih dibentangkan oleh tim paskibra untuk dikibarkan”, “Betapa gagahnya sang merah putih”, “Ini Indonesia, saat Protokol Upacara mengatakan, Kepada Sang Merah Putih..”, “Ini Indonesia, saat tim paduan suara menyanyikan lagu nasional”, “Inilah Indoensia saat sirine kemerdekaan terdengar dengan sangat merdu dan membuat kami tertegun”, “Terimakasih, pahlawan atas perjuangan mu selama ini……”

Seperti sepenggal lagu dari Ibu Sud, “Biarpun saya pergi jauh, tidakkan hilang dari kalbu. Tanah ku yang kucintai, engkau ku hargai”. Sekarang saat kami berada di negri tetangga, kami bisa mengerti apakah arti nasionalisme yang sesungguhnya.

Di lapangan KBRI Bangkok usai upacara pengibaran bendera

 

Di depan KBRI Bangkok

 

Pabelan, 5 September 2018.

Diberitahukan kepada seluruh Mahasiswa Peserta PLP II Terintegrasi KKNDIK LN & DSPAUM, sehubungan dengan telah berakhirnya program “Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II Terintegrasi KKN Dik LN & DSPAUM” di universitas mitra FKIP UMS, kami beritahukan kepada mahasiswa bahwa untuk laporan pelaksanaan program dan luarannya harap dibuat dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. LAPORAN PLP2 dan LAPORAN KKNDiK dibuat dalam bentuk soft file dengan format (.pdf) dibuat per kelompok sekolah tempat PLP2 Terintegrasi KKNDik dan diunggah ke laman website : http://siapdik-fkip.com/ paling lambat tanggal 15 September 2018 Pukul: 23.59 WIB.
  2. Langkah-Langkah Upload Laporan PLP2 Reguler, PLP2 Terintegrasi KKN Dik dan PKM Sebagai Berikut:
    1. Buka website http://siapdik-fkip.com/
    2. Login:
      Username: NIM (huruf awal ditulis kecil, contoh: a320150777)
      Password: Cakap2018!
    3. Klik LOKASI DESTINASI di sebelah kiri
    4. Klik “Laporan PLP2”
    5. Klik “Submission”
    6. Klik icon/tanda “Panah ke Bawah”
    7. Klik Menu “Upload a File”
    8. Klik Browse dan cari file yang akan diupload
    9. Klik “Upload this file”
    10. Klik “Save Changes”
    11. Selesai dan Log Out
  3. LUARAN KKNDik berupa Foto dan Film Dokumenter dibuat dengan ketentuan
    sebagai berikut :

    1. Kirimkan satu Foto Dokumenter kegiatan atau aktivitas selama melakukan kegiatan PLP II Terintegrasi KKN Dik yang berciri inspiratif, bermanfaat bagi pembelajaran mahasiswa, sekolah atau masyarakat sasaran, dan berazas berkelanjutan, inovatif, bernilai pendidikan bagi mahasiswa dan masyarakat sasaran, menarik, dan berkarakter islami.
    2. Kirimkan satu Film Dokumenter kegiatan atau aktivitas selama melakukan kegiatan PLP II Terintegrasi KKN Dik dengan ciri sebagaimana diktum (a) di atas dan setting cerita yang berciri keunggulan budaya sesuai dengan destinasi masing-masing dan perubahan-perubahan yang sudah dilakukan.
    3. Foto dan Film dokumenter tersebut dibuat per kelompok lokasi kost atau per lokasi tempat tinggal.
    4. Berikan judul yang khas untuk Foto dan Film yang dibuat.
    5. Diskripsikan aspeknya sesuai masing-masing destinasi.
    6. Foto dicetak dalam ukuran 30×40 cm, di bagian bawah ditulikan Judul Foto dan Deskripsi Kegiatan Foto tersebut maksimal 500 karakter.
    7. Film Dokumenter dibuat dengan durasi maksimal 8 menit
    8. Panitia akan memilih dan memberikan piagam penghargaan dan hadiah kepada kelompok mahasiswa yang menyajikan Foto dan Film terbaik.
    9. Acara Pamuncak Evaluasi dan Refleksi Program PLP II Terintegrasi KKN Dik ” berupa Pemilihan Foto dan Pemutaran Film Dokumenter terbaik akan diadakan pada tanggal 25 September 2018 di Gedung Induk Siti Walidah Lantai VII Jam 12.30 WIB.
    10. Piagam sebagai SKPI, penghargaan, dan hadiah menarikakan diberikan kepada penyaji terbaik 1,2,3 dan harapan 1,2,3.

Demikian petunjuk teknis pelaporan PLP 2 Terintegrasi KKNDik ini kami sampaikan dan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Dekan FKIP,

ttd

Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.

Lampiran:

Pabelan, 5 September 2018.

Diberitahukan kepada seluruh Mahasiswa Peserta PLP II Reguler Tahun 2018, Sehubungan dengan telah berakhirnya program “Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II” di sekolah sekolah mitra FKIP UMS, kami beritahukan kepada mahasiswa bahwa untuk Tugas Laporan hasil pelaksanaan PLP II dapat dibuat dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Laporan kegiatan PLP II dibuat dalam bentuk soft file dengan format (.pdf) sesuai dengan Buku Panduan PLP II. Nama file nama mahasiswa_nim_prodi
  2. Laporan sebagaimana poin No. 1 dibuat secara berkelompok sesuai dengan ploting kelompok Dosen Pembimbing PLP (DPP) dari Pengelola PLP II yang dapat dilihat di website : http://fkip.ums.ac.id/category/plp2/
  3. Laporan PLP II lengkap sebagaimana dipersyaratkan dalam Panduan PLP II diunggah ke laman website : http://siapdik-fkip.com/ paling lambat tanggal 15 September 2018 Pukul : 24.00 WIB.
  4.  Setiap mahasiswa tetap wajib mengupload laporan kelompok PLP II Reguler dan PKM dari kelompoknya.

Demikian surat Petunjuk Teknis Pelaporan PLP II Reguler ini kami sampaikan kepada saudara dan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum wr. wb.

Dekan FKIP,

ttd

Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.

Lampiran:

Pabelan, 5 September 2018.

Kedatangan mahasiswa Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia ke sekolah-sekolah lab pada mitra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) disambut hangat oleh Dekan FKIP, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno yang bertempat di ruang sidang FKIP pada hari Senin, (3/9/2018). Sebelumnya mahasiswa dari FKIP UMS sudah melakukan magang terlebih dahulu ke sekolah lab yang ada di UPSI dalam program Pengenalan Lapangan Persekolah (PLP)2.

Acara tersebut dihadiri oleh beberapa perwakilan mahasiswa FKIP UMS yang sudah melakukan magang ke UPSI, Kepala Sekolah yang nantinya akan membimbing mahasiswa UPSI saat magang, dan beberapa perwakilan dari Program Studi. Tujuan diundangnya Kepala Sekolah pada acara penyambutan ini adalah sebagai ajang pengenalan dan penjelasan hal-hal teknis yang berkaitan dengan mereka yang akan magang ke sekolah tersebut. Penjelasan teknis tersebut mencakup pengenalan singkat tentang keadaan sekolah seperti kapan dimulainya proses belajar mengajar, kultur atau kebiasaan apa saja yang guru lakukan saat mengajar dan menghadapi siswa/i-nya, kurikulum yang dipakai, dll.

Semoga dengan kedatangan dari mahasiswa UPSI ke sekolah-sekolah lab FKIP UMS dapat memberikan pengalaman lebih bagi mahasiswa UPSI dan semoga setiap mahasiswa UPSI dapat memetik pelajaran berharga yang diambilnya sewaktu magang di sekolah-sekolah lab FKIP UMS. Salam @FKIP CAKAP.

[wzslider interval=”5000″]

Pabelan, 3 September 2018.

Program Pengenalan Lapangan Persekolah  (PLP) 2 yang terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik) telah berakhir. Para rombongan peserta pun dikit demi sedikit berangsur pulang ke kampus kita tercinta. Banyak kenangan sedih dan bahagia yang tercampur didalamnya. Demi mempererat tali silaturahmi dengan peserta, para pimpinan dekanat mengadakan acara silaturahmi dengan menghadirkan para peserta PLP2 Terintegrasi KKN Dik Internasional dan DSPAUM yang sudah tiba di kampus UMS yaitu dari destinasi Fatoni University (FTU), Bangka, Belitung, Mataram, dan Pontianak. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, (31/08/2018) di Hall Gedung C Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, selaku Dekan FKIP mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah menempuh dan menyelesaikan PLP2 ini. Semoga pengalaman-pengalaman yang anda tempuh selama PLP2 dapat bermanfaat bagi anda untuk kedepannya dan dapat menjadikan anda lebih mandiri dan dewasa.

Dalam acara silaturahmi ini, banyak pesan dan kesan yang diutarakan dari peserta saat menjalani PLP. Dalam kegiatan PLP2 ini dari perguruan tinggi mitra meminta kepada para peserta untuk berlatih hidup mandiri. Terbukti saat para peserta diminta untuk pergi ke setiap sekolah-sekolah yang sudah ditunjuk dengan menggunakan transportasi bus atau Grab (Ojek Online-red). Selain itu juga, perguruan tinggi mitra juga memberikan sedikit uang saku untuk dibagikan kepada para peserta selama menjalani PLP2 ini mulai dari digunakan untuk membeli beras, mesin penanak nasi (rice cooker), dan kebutuhan lainnya yang semuanya itu dilakukan dengan cara bersama-sama. Terlebih lagi pada mahasiswa dengan destinasi mataram yang saat itu sedang digoncang bencana gempa bumi. Sebelumnya ada beberapa pihak yang menginginkan untuk menarik seluruh para peserta, akan tetapi para pimpinan dekanat enggan untuk menarik dan tetap percaya bahwa para peserta disana baik-baik aja. Banyak sekali berita-berita miring yang dihembuskan tentang keadaan para peserta disana, ada yang mengira para peserta disana ditelantarkan atau tidak terurus. Sebenarnya dugaan itu tidak benar adanya, karena para peserta sendiri mengatakan bahwa saat disana para peserta sangat diperhatikan oleh perguruan tinggi mitra yaitu Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT).

Perhatian yang diberikan UMMAT kepada peserta PLP2 sangat baik, dan tidak seperti dugaan yang telah orang perkirakan. Disana para peserta kebutuhannya sudah tercukupi, bahkan saat hari raya Idul Adha tiba Prof. Dr. Harun JP (Dekan FKIP) dan Dr. Sofyan Anif, M.Si (Rektor UMS) berkunjung ke tempat asrama peserta menginap dan memberikan dana bantuan kepada para korban bencana gempa bumi. Selain itu, UMS pun juga mengirim  satu sapi untuk disumbangkan dan di qurban kan.

Semoga dengan berakhirnya PLP2 ini para peserta mendapatkan banyak pengalaman dan dapat menjadikan pribadi yang dewasa dan mandiri. Dan semoga hubungan kami dengan perguruan tinggi mitra dapat terjalin Ukhuwah Islamiyah yang kuat antar Lembaga. Salam @FKIP CAKAP.

[wzslider autoplay=”true” interval=”5000″]

Surakarta, 29 Agustus 2018.

Kegiatan Orientasi akademik program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan bersubsidi tahun 2018 yang dilakukan oleh Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) Universitas Muhammadiyah Surakarta yang bertempat di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah pada Senin, 27 Agustus 2018 berjalan lancar. Pada kegiatan orientasi ini turut juga dihadiri oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang bertindak sebagai verifikator dokumen peserta. Seperti yang diketahui bahwa dalam PPG ini terbagai menjadi 2 yaitu PPG Prajabatan dan PPG Dalam Jabatan. PPG Prajabatan diperuntukan untuk calon guru yang nantinya akan terjun mengajar untuk mendapatkan sertifikasi mengajar sebagai guru. Mulai saat ini PPG Prajabatan dibawah naungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Dan untuk PPG Dalam Jabatan diperuntukan bagi Guru yang sudah mengabdikan diri sebagai pengajar untuk mendapatkan sertifikasi. Untuk PPG Dalam Jabatan mulai saat ini dibawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Pengisi materi Kegiatan Orientasi dimulai oleh Prof. Dr. Suyanto yang menyampaikan materi tentang Pendidikan Unggul, Khusus, Berperinci, dan Berkarakter. Prof. Dr. Suyanto menuturkan bahwa Dalam dunia Pendidikan pembiasaan karakter unggul pada siswa didasarkan dalam 4 hal yaitu Olah Pikir, Olah hati, Olah Raga, dan Olah Rasa/ Karsa. Dimana untuk Olah pikir ini aspek parameternya adalah cerdas, kritis, kreatif, inovatif, berpikir terbuka, berorientasi ipteks, dan reflektif. Untuk aspek parameter Olah Hati adalah beriman dan bertakwa, jujur, bertanggung jawab, berani mengambil risiko, pantang menyerah, dan berjiwa patriotik. Selanjutnya yaitu Olah Raga yang memiliki aspek parameter bersih dan sehat, disiplin, sportif, andal, bersahabat, kompetitif, ceria, dan gigih. Dan yang terakhir adalah Olah Rasa/ Karsa yang memiliki aspek parameter ramah, saling menghargai, toleran, peduli, gotong royong, suka menolong, kerja keras, nasionalis, dan beretos kerja. Dalam ke 4 hal tersebut seharusnya dimiliki oleh setiap siswa. Hal tersebut, guru juga memiliki peran untuk membagun karakter siswa supaya ke 4 hal tersebut dapat tertanam pada diri dan jiwa setiap siswa.

Setelah penyampaian materi yang disampaikan oleh Prof. Dr, Suyanto berakhir, kegiatan selanjutnya yaitu pengecekan dan pemverifikasian dokumen setiap peserta untuk dapat mengikuti PPG Daljab ini. Kegiatan ini dihandle langsung oleh pihak kemendikbud untuk penjelasan secara mendetail. Satu persatu setiap peserta dipanggil untuk maju kedepan untuk menerima sebuah map yang didalamnya berisi Pakta Integritas, MoU untuk mengikuti PPG Daljab ini, dan beberapa berkas yang harus dilengkapi oleh peserta. Adapun beberapa perserta yang belum lengkap dokumennya diharuskan untuk melengkapi pada hari itu juga karena berkas ini akan langsung dibawa ke pusat untuk pengecekan kembali dan penyaluran dana bantuan Pendidikan ke setiap peserta.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Sutama mengenai Sistem Pembelajaran PPG dan Sistem Penilaian PPG. Dalam pembelajaran PPG ini dirancang secara sistematis dan menerapkan prinsip mutu dari seleksi, proses pembelajaran dan penilaian , hingga uji kompetensi diharapkan menghasilkan guru-guru masa depan yang professional. Model Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dirancang oleh setiap guru diharuskan untuk mengembangkan kedalam kurikulum 2013 yang mengintegrasikan dengan penguatan karakter siswa, literasi, kompetensi abad 21, dan HOTS. Pengembangan RPP yang mengintegrasikan abad 21 diharuskan memiliki ciri antara lain menentukan jenis kecakapan yang akan dikembangkan sesuai Kompetensi Dasar (KD), mengembangkan IPK (LOTS) menuju HOTS, merumuskan tujuan mempelajaran agar jelas dalam menunjukkan kecakapan yang harus dimiliki peserta didik, mengembangkan materi pembelajaran yang relevan, mengembangkan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, mengembangkan alat penilaian dan literasi. Prose penilaian dalam PPG Daljab ini melalui 3 tahap. Tahap pertama adalah penilaian dilakukan dengan sistem melalui proses dalam produk daring pada ppgspada.brigtspace.com. Tahap kedua adalah penilaian dilakukan oleh panitia LPTK yang mencakup penilaian dan proses produk lokakarya, dan penilaian proses dan produk PPL. Tahap ketiga (UKMPPG) adalah penilaian yang dilakukan oleh panitia nasional mencakup uji pengetahuan dan uji kinerja. Hasil akhir tersebut akan menentukan peserta yang lulus penilaian proses dan produk daring, lokakarya, dan PPL, serta uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat pendidik yang berlaku secara nasional.

Untuk materi terakhir, atau materi ketiga disampaikan oleh Ibu Siti Zuhriyah, M.Hum selaku koordinator PPG LPTK UMS. Ibu Zuhriyah menyampaikan materi tentang proses Lokakarya selama di UMS. Dalam penyampaiannya, semua peserta PPG Daljab akan menjalani proses Lokakarya selama 5 minggu. Dimana kelima minggu tersebut peserta akan dihadapkan oleh beberapa hal diantaranya Pendalaman Materi, Lokakarya Penyusunan, Lokakarya Penyusunan Silabus, Lokakarya Pengembangan Materi SMP/SMA/SMK, dan Penyusunan Proposal PTK.

Semoga setelah adanya Orientasi Akademik ini para peserta PPG Daljab dapat menjalani proses lokakarya dengan sungguh sungguh dan hasil akhir yang dapat membawa mereka untuk lulus dan mendapatkan sertifikasi pendidik. Amiin. Salam @FKIP CAKAP.

Lampiran:

  1. Materi Pendidikan Unggul, Khusus, Berperinci, dan Berkarakter.
  2. Materi Sistem Pembelajaran PPG dan Sistem Penilaian PPG.
  3. Jadwal Lokakarya.