Konsolidasi dan silaturahmi dosen baru Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan UMS diselenggarakan di Ruang Sidang Cakap 1 FKIP (19/9). Acara tersebut diikuti oleh 32 Dosen hasil seleksi tahun 2017. Selain itu, acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan sekaligus sebagai penyambutan awal antara Pimpinan Fakultas dengan Dosen.
Prof. Dr. Harun Joko Priyanto, selaku Dekan FKIP dihadapan peserta membuka acara tersebut dengan pesan tentang pentingnya menjadi Dosen Muhammadiyah yang humanis.
UMS memberikan kesempatan sebesar-besarnya dan seluas-luasnya kepada seluruh civitas akademis untuk berkembang dan berkemajuan dalam bingkai Islam yang beradab. Saya harapkan anda akan berperan besar dalam perkembangan UMS, karena dipundak kalian tanggung jawab perkembangan kampus ini.
Dalam acara tersebut Dekan FKIP juga membahas tentang capaian-capain yang harus diraih secara sungguh-sungguh, adapun capaian tersebut ialah Penelitian, Pendidikan, Pengabdian dan Al Islam Kemuhammadiyahan. Selain mendapat materi dari pimpinan fakultas, Dosen/ Tendik baru juga mendapat arahan dari Kepala Tata Usaha Fakultas kaitanya dengan tugas administrasi yang harus dipenuhi.

Pada Agustus 2017, FKIP UMS menyelenggarakan pelepasan 146 orang mahasiswa dari beragam prodi di FKIP yang akan mengikuti program Magang dan KKN Pendidikan di luar Jawa dan luar negeri.
Adapun tujuan lokasi magang dan KKN Dik ini meliputi untuk Luar Jawa yaitu STKIP Muhammadiyah Pangkal Pinang, Bangka Belitung 26 mahasiswa, FKIP Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Mataram 18 mahasiswa, FKIP Unmuh Pontianak 20 mahasiswa, FKIP Unmuh Sumatera Utara 20 mahasiswa dan di FKIP Unmuh Makassar 20. Lalu yang mengikuti KKN Dik di luar negeri yaitu ke Fathony University 22 mahasiswa, Upsi Malaysia 10 mahasiswa dan Khon Kaen University Thailand 10 mahasiswa.

Pada Juli 2017, Kementerian Ristek dan Dikti Dirjen Belmawa mengumumkan bahwa FKIP UMS sebagai salah satu penerima hibah revitalisasi LPTK untuk pengembangan perangkat pembelajaran. Hibah ini merupakan kelanjutan dari hibah revitalisasi LPTK sebelumnya yang terkait dengan pengembangan kurikulum berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia).
Penerima hibah ini terdiri dari 7 program studi di lingkungan FKIP UMS, yaitu: Pendidikan Akuntansi, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Mahasiswa dari Pendidikan Biologi dan Pendidikan Bahasa Indonesia berhasil lolos PIMNAS Ke-30 2017. Berita ini didapatkan dari pengumuman resmi situs Kementerian, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui direktorat jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Pada tahun sebelumnya (2016) FKIP UMS yang diwakili Dewi Ery Ardhani dari Pendidikan Biologi juga lolos PIMNAS. Adapun tim peserta PIMNAS tersebut adalah Wulanda Setty Siamtuti, Renika Aftiarani (Pend.Biologi), Zulvika Kusuma Wardhani (Pend. Biologi), Nanang Alfianto (Farmasi), dan Indra Viki Hartoko (Teknik Kimia). Tim ini termasuk dari 8 tim PKM UMS yang lolos PIMNAS dan UMS termasuk Universitas swasta yang paling banyak PKM lolos PIMNAS.

Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar upacara pelantikan rektor periode 2017-2021. Acara yang berlangsung di Lt.7 Gedung Induk Siti Walidah tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh penting diantaranya, Ketua PP Muhammadiyah Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Dikti Litbang PP Muhammadiyah Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D., Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta Dr. Sofyan Anif, M.Si, serta beberapa tokoh Muhammadiyah lainnya.

Radha Sita Prabandari (2 dari kanan) berhasil melaju ke tingkat NASIONAL ON MIPA-PT 2017. Sebelumnya tim dari program studi Pendidikan Matematika bersama tim Pendidikan Biologi, Fisika dan Kimia UMS menjalani seleksi tingkat wilayah pada tanggal 22-23 Maret 2017 di Universitas PGRI Semarang.
Keberhasilan ini tentunya tidak terlepas dari kerja keras individu dan bimbingan dari Bapak dan Ibu dosen di masing-masing program studi, selain juga dukungan program studi yang melaksanakan proses bimbingan intensif jauh sebelum pelaksanaan kompetisi bagi peserta ON MIPA-PT.

Universitas Muhammadiyah Surakarta memberikan apresiasi terhadap putra putri bangsa yang memiliki prestasi akademik dan non-akademik dalam bentuk bantuan dana pendidikan (beasiswa).

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta telah menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Indonesia (SEMNAS PBI) dengan tema “Optimalisasi Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Berkualitas pada Era MEA” pada Sabtu, 19 Desember 2015 dengan bekerja sama dengan Balai Bahasa Jawa Tengah.

Kegiatan seminar tersebut menghadirkan tiga orang pembicara kunci, yaitu Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum., guru besar Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. Abdul Ngalim, M.Hum, guru besar Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum, guru besar Universitas Pendidikan Indonesia. Seminar tersebut juga diikuti oleh 50 pemakalah dari pelosok Indonesia, seperti Flores, Lombok, dan Singkawang, Kalimantan Barat dengan kontribusi sejumlah 35 makalah pendamping. Para pemakalah berasal dari berbagai instansi dan perguruan tinggi, seperti Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Sebelas Maret, STKIP St. Paulus Ruteng Flores, Universitas Islam Majapahit Mojokerto, Universitas Mataram Lombok, STKIP Singkawang Kalimantan Barat, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, SMAN Kebakkramat, dan MTs. N Teras Boyolali.

Seminar diselenggarakan dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 09.00 s.d. 11.30, sedangkan sesi kedua berlangsung pukul 13.00 s.d. pukul 15.00. Sesi pertama adalah sesi utama yang diselenggarakan di Auditorium Mohamad Djazman dengan diisi oleh tiga pembicara utama. Sesi kedua berupa sidang pleno yang diselenggarakan di lima ruangan yang terpisah, yaitu di Auditorium Mohamad Djazman, Ruang Sidang C203, Ruang Sidang C204, Ruang Sidang C205, Ruang Sidang C206.

Tujuan seminar ini adalah untuk menekankan posisi bahasa Indonesia mampu menjadi sarana pemersatu, identitas, dan wujud eksistensi serta kehormatan negara Indonesia. Kebijakan Permufakatan internasional dalam bentuk MEA dan AFTA memengaruhi budaya, terutama penentuan bahasa pengantar yang berimbas pada bidang pendidikan bahasa. Bahasa Indonesia yang terbukti bisa menjadi bahasa pemersatu kini telah siap sebagai bahasa modern karena memiliki undang-undang, tesaurus, dan sistem aturan baku. Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa dengan penutur terbanyak peringkat 7 dunia dan diajarkan di 52 negara di dunia. Prestasi dan eksistensi tersebut memungkinkan bahasa Indonesia menjadi bahasa ASEAN. Untuk melindungi eksistensi bahasa masing-masing negara ASEAN dan menghadapi kesepakatan-kesepakatan internasional, seperti AANZFTA dan prediksi adanya CIVETS tahun 2030, strategi berkonsep pluralingualisme dapat berbentuk penerbitan paspor bahasa dan pengembangan model kompetensi berbahasa dengan mengadopsi CEFRL yang telah terlebih dahulu diterapkan di Uni Eropa.
Kebijakan-kebijakan internasional tersebut sangat memengaruhi perkembangan pendidikan bahasa, sehingga pembelajaran bahasa Indonesia menghadapi tantangan baru. Sistem dan inovasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi bahasa sebagai identitas negara, kehormatan, dan penghela ilmu pengetahuan demi menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan memiliki daya saing.

 

Syarat pendaftaran di FKIP UMS adalah sebagai berikut:

  1. Calon mahasiswa harus mengisi data diri secara lengkap di laman ods.ums.ac.id.
  2. Calon mahasiswa menyerahkan foto kopi Ijazah (Surat Tanda Kelulusan, STTB) yang telah dilegalisir dan NEM/UNAS sebanyak 1 lembar.
  3. Calon mahasiswa yang belum memiliki STTB/NEM/UNAS dapat menyerahkan di kemudian hari setelah masuk kuliah. Penyerahan dilakukan di Biro Administrasi Akademik (BAA) UMS.
  4. Calon mahasiswa menyerahkan pasfoto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar.
  5. Calon mahasiswa membawa fotokopi KK (Kartu Keluarga).
  6. Calon mahasiswa membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 300.000 (tiga ratus ribu rupiah).
  7. Calon mahasiswa menunjukkan kartu identitas diri asli (KTP/SIM/Kartu Pelajar/Paspor) dan 1 lembar fotokopi. Jika menggunakan surat pengantar, pastikan pasfoto terkena stempel dari instansi yang menerbitkan surat pengantar.
  8. Calon mahasiswa harus berpakaian sopan dan rapi, berkemeja dan bersepatu (memakai kaos dan sandal tidak dilayani).


Informasi mengenai pendaftaran mahasiswa baru di Universitas Muhammadiya Surakarta (UMS) scara lebih lengkap dapat dilihat dalam website pendaftaran yang beralamat di http://pmb.ums.ac.id.