VISITING LECTURER “The Future Of Citizenship Education”

Pada Sabtu, 5 Juli 2025, pukul 10.00 WIB, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan Visiting Lecturer secara daring via Zoom. Kegiatan ini mengusung tema “Citizenship Education in the UK” dengan menghadirkan Miss Venna Puspita Sari, S.Pd., MA. University of York, United Kingdom sebagai narasumber utama. Kuliah umum ini diikuti oleh seluruh mahasiswa PPKn dan dirancang untuk memberi pemahaman mengenai Masa Depan Pendidikan Kewarganegaraan.

Dalam kuliah tamu ini membahas mengenai Pendidikan Kewarganegaraan yang sesungguhnya mencakup pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kontemporer yang relevan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan ini tidak hanya mengajarkan konten klasik seperti Pancasila dan UUD 1945, tetapi juga mengintegrasikan konsep-konsep penting seperti kekuasaan, kewenangan, keadilan, representasi, dan komunitas dalam konteks publik yang nyata. Melalui pendidikan ini, mahasiswa didik dibekali kemampuan berpikir kritis dan rasional serta diajak untuk aktif berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi dan sosial, sehingga mereka dapat menjadi warga negara yang cerdas, bertanggung jawab, dan demokratis. Selain itu, pendidikan kewarganegaraan juga mendorong refleksi mendalam tentang peran dan partisipasi individu dalam masyarakat, menumbuhkan kesadaran akan hak dan kewajiban, serta membentuk karakter yang sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan berfungsi sebagai wahana untuk mengembangkan kesadaran kebangsaan, membangun komunitas yang adil dan demokratis, serta menyiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi secara aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan bernegara.

Kewarganegaraan dapat dipahami melalui pemahaman sejarah yang mendalam, yang membantu kita mengenali bagaimana konsep politik berkembang dari waktu ke waktu. Selain itu, penting untuk memahami berbagai lembaga politik yang ada sebagai bagian dari sistem pemerintahan. Dengan demikian, kita dapat mengembangkan keterampilan analisis yang kritis untuk menilai dinamika politik secara objektif. Selain itu, mengenali berbagai interpretasi terhadap peristiwa dan konsep politik akan memperkaya wawasan kita dalam memahami kewarganegaraan secara lebih komprehensif.

Kewarganegaraan melalui bahasa Inggris melibatkan beberapa aspek penting. Pertama, literatur tentang kewarganegaraan menekankan pemahaman nilai sosial dan budaya yang diperoleh lewat pembelajaran bahasa Inggris dan literasi media sosial. Literasi ini membantu individu memilih dan menganalisis informasi secara kritis dalam komunikasi berbahasa Inggris, memperkaya pengetahuan mereka. Kedua, kemampuan bahasa Inggris memungkinkan penyampaian dan pemahaman isu sosial secara global, menyatukan orang dari berbagai latar belakang melalui komunikasi efektif dan kritis. Ketiga, literasi media mengajarkan kecerdasan dalam mengonsumsi konten, membedakan realitas dan konstruksi media, serta bereaksi kritis, penting untuk membentuk warga negara yang sadar dan bertanggung jawab di era digital. Terakhir, komunikasi yang fokus pada isu sosial menghubungkan orang melalui bahasa Inggris dan media sosial, memungkinkan partisipasi aktif, promosi nilai positif, dan solidaritas dalam masyarakat yang beragam, menjadikan kewarganegaraan bersifat lokal dan global.

Kewarganegaraan melalui matematika dapat dipahami dengan mengintegrasikan konsep seperti analisis data, probabilitas, pengambilan keputusan berbasis data, simulasi, peringkat Spearman, dan etnomatematika. Analisis data membantu mengumpulkan dan menginterpretasikan informasi sosial untuk pengambilan keputusan tepat. Probabilitas mempelajari peluang kejadian yang berguna dalam menghadapi risiko dan ketidakpastian. Penggunaan data yang akurat mendukung kebijakan efektif dalam kewarganegaraan cerdas. Simulasi memungkinkan pengujian berbagai skenario tanpa risiko nyata. Peringkat Spearman mengukur hubungan antara variabel ordinal untuk menilai preferensi sosial secara statistik. Etnomatematika menghubungkan matematika dengan budaya, memperkaya pemahaman keberagaman dalam kewarganegaraan. Dengan demikian, matematika menjadi alat penting untuk mengembangkan kesadaran kewarganegaraan yang kritis dan inklusif.

Kewarganegaraan melalui sains menekankan pentingnya pemahaman dan partisipasi aktif dalam isu-isu ilmiah yang memengaruhi kehidupan bersama. Contohnya, warga diharapkan sadar akan pemanasan global dan bertindak mengurangi emisi gas rumah kaca. Penggunaan tenaga nuklir juga harus didukung pengetahuan agar aman dan bertanggung jawab. Di bidang kesehatan, sains membantu meningkatkan kualitas hidup lewat teknologi medis, pencegahan penyakit, dan edukasi kesehatan. Dengan demikian, kewarganegaraan berbasis sains mendorong masyarakat menjadi cerdas, kritis, dan peduli terhadap keberlanjutan dan kesejahteraan bersama.

Kuliah tamu ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai Pendidikan Kewarganegaraan yang tidak hanya berfokus pada nilai-nilai klasik seperti Pancasila dan UUD 1945, tetapi juga mengintegrasikan konsep-konsep kontemporer seperti kekuasaan, keadilan, dan partisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi. Harapannya, mahasiswa didik dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan rasional serta kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang bertanggung jawab dan demokratis. Selain itu, melalui pendekatan multidisipliner yang melibatkan bahasa Inggris, matematika, dan sains, pendidikan kewarganegaraan diharapkan mampu membekali generasi muda dengan keterampilan literasi media, analisis data, dan kesadaran ilmiah yang relevan dengan tantangan global dan lokal. Dengan demikian, pendidikan ini diharapkan dapat membentuk karakter bangsa yang inklusif, adil, dan berwawasan luas, serta menyiapkan warga negara yang aktif berkontribusi dalam membangun masyarakat yang berkelanjutan dan harmonis.