Surakarta – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Pengajian Menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) sebagai bagian dari ikhtiar penguatan spiritual, akademik, dan karakter Islami bagi seluruh sivitas akademika FKIP UMS. Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta “tim orange cleaning service” di lingkungan FKIP UMS.
Pengajian ini menjadi momentum penting untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin menjelang pelaksanaan UAS, sekaligus memperkokoh komitmen FKIP UMS dalam mengintegrasikan keunggulan akademik dengan nilai-nilai keislaman. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan.
Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMS Prof. Dr. Anam Sutopo, S.Pd., M.Hum, menegaskan bahwa pengajian menjelang UAS bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi pembinaan karakter sivitas akademika. Pak Dekan menekankan bahwa keberhasilan akademik harus dibarengi dengan akhlak yang baik, keikhlasan, serta kedekatan kepada Allah Swt. Menurutnya, ujian akademik merupakan bagian dari proses pendidikan, sedangkan kesiapan spiritual menjadi fondasi penting agar proses tersebut berjalan dengan jujur, tenang, dan penuh tanggung jawab.
Lebih lanjut, Dekan FKIP UMS senantiasa menggaungkan program “Cakap Hebat Islami” sebagai upaya fakultas dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi keilmuan, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat. Program ini diarahkan untuk menumbuhkan budaya akademik yang santun, berintegritas, serta berorientasi pada nilai-nilai keislaman dalam setiap aktivitas tridarma perguruan tinggi.
Pengajian ini menghadirkan Ustadz H. Wiwoho Aji Santoso, S.Pd., P.Ua. sebagai penceramah, dengan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari.” Dalam tausiyahnya, Ustadz Wiwoho mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Rasulullah Saw. sebagai teladan utama dalam bersikap, berpikir, dan bertindak, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam aktivitas akademik dan profesional.
Ustadz Wiwoho menekankan pentingnya memperbanyak istighfar sebagai bentuk kesadaran diri atas keterbatasan manusia. Ia mengingatkan bahwa Rasulullah Saw., yang telah dijamin kemaksumannya, tetap senantiasa beristighfar dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Oleh karena itu, sebagai manusia biasa, umat Islam semestinya lebih giat dalam memohon ampunan, memperbaiki niat, dan menjaga keikhlasan dalam setiap aktivitas, termasuk dalam menghadapi ujian akademik.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa meneladani akhlak Rasulullah Saw. dapat diwujudkan melalui kejujuran dalam mengerjakan ujian, kedisiplinan dalam belajar, saling menghormati antar sesama, serta menjunjung tinggi nilai amanah dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat tertanam kuat dalam diri mahasiswa FKIP UMS sebagai calon pendidik masa depan.
Kegiatan pengajian ditutup dengan doa bersama, memohon kelancaran pelaksanaan UAS serta keberkahan ilmu yang diperoleh. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan, mencerminkan sinergi antara dimensi spiritual dan akademik yang terus dikembangkan oleh FKIP UMS.
