Mahasiswa FKIP UMS Ditugaskan untuk Membantu Percepatan Penanganan Bencana Banjir Bandang Flores Timur

Surakarta, 4 April 2021

Bumi Flobamora kini tengah berduka usai sejumlah wilayah di Flores Timur, Nusa Tenggara Timut (NTT) luluh lantak akibat terjangan banjir bandang, Minggu malam, 4 April 2021.

Hingga Rabu (7/4/2021) siang, jumlah korban meninggal dilaporkan telah mencapai 124 orang. Mereka berasal dari 9 kabupaten kota yang tersebar di Flores Timur hingga Kota Kupang.

Dalam rangka percepatan penanganan bencana banjir bandang Flores Timur, PP Muhammadiyah melalui Lembaga Penanggulangan Bencana (MDMC) mengirimkan relawan Muhammadiyah untuk bertugas dibeberapa lokasi, seperti : Kupang, Adonala dan Lembata.

Pada hari Jum’at yang lalu (10/04) pimpinan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris mendapatkan surat pemberitahuan dari MDMC PP Muhammadiyah terkait penugasan salah satu mahasiswa, surat tersebut direspon baik oleh pimpinan prodi, fakultas bahkan Prof. Sofyan Anif, M.Si. sendiri selaku rektor.

Salah satu dari anggota Tim yang dikirimkan ke Nusa Tenggara Timur merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia bernama Muhammad Taufiq Ulinuha. Sebagaimana breafing yang sudah diikuti olehnya, ia mendapatkan penempatan tugas di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan jangka waktu penugasan ± 20 hari.

“Saya ditugaskan oleh MDMC PP Muhammadiyah untuk melakukan dukungan terhadap respon penanganan darurat bencana banjir bandang Flores Timur bersama relawan Muhammadiyah Jawa Tengah lainnya.” Ujar Ulinuha. Ia menambahkan bahwasanya sebagai seorang mahasiswa ia diajarkan untuk senantiasa mengimplementasikan ilmunya sesuai catur dharma perguruan tinggi, baik ilmu yang didapatkan didalam maupun luar kelas perkuliahan. Dan spririt ini selama ini sudah UMS transferkan kepada mahasiswa-mahasiswanya sesuai slogan yang selama ini digunakan UMS, yakni transendensi; liberasi; humanisasi. Pada segmen humanisasi ini, mahasiswa diharuskan untuk membantu sesama.

Sebelumnya, ia baru saja ditugaskan untuk membantu penanganan darurat bencana gemp bumi Sulawesi Barat, tepatnya Majene dan Mamuju. Salam @FKIP CAKAP.