Secara keseluruhan, berdasarkan komponen pengukuran yang ada, aspek kinerja mengajar dosen memiliki skor sebagai berikut: 1) Kemampuan dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa seperti menjadi fasilitator dalam kegiatan yang melibatkan mahasiswa (4,33), 2) Kemauan dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola dalam membantu mahasiswa memberikan pelayanan dengan cepat (4), 3) Kemampuan dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola untuk memberi keyakinan kepada mahasiswa bahwa pelayanan yang diberikan telah sesuai dengan ketentuan (4,5), 4) Kesediaan/kepedulian dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola untuk memberi perhatian kepada mahasiswa, seperti menyediakan waktu untuk berkonsultasi di luar jam perkuliahan (4,33), 5) Mutu dan kuantitas interaksi dosen dan mahasiswa dalam bentuk seminar, kuliah, penelitian, pengabdian masyarakat dan kegiatan UKM telah sesuai untuk mewujudkan suasana akademik yang kondusif (4,5), 6) Proses pembelajaran mata kuliah yang dilakukan oleh dosen bersifat interaktif, mengutamakan kreativitas, serta sesuai tuntutan bidang keilmuan atau jurusan yang diambil (4,67), 7) Dosen melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode dan ilustrasi yang mudah dipahami dengan memanfaatkan lingkungan sekitar, serta materi dan pustaka pendukung yang digunakan mudah diakses mahasiswa (4,5), 8) Dosen melakukan pembelajaran sesuai dengan Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) dan kesepakatan dengan mahasiswa (4,5), 9) Dosen menggunakan hasil PKM dalam pembelajaran mata kuliah (4,33), 10) Bentuk pembelajaran yang digunakan dosen sesuai dengan konteks mata kuliah dan membantu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi (4,67), 11) Dosen melakukan penilaian pembelajaran secara objektif, transparan, sesuai kriteria dan prosedur, sesuai dengan rencana pembelajaran yang disepakati di awal perkuliahan, serta memberikan hak banding bagi mahasiswa yang kurang puas terhadap nilai yang didapatkan (4,33), 12) Syarat kelulusan mahasiswa telah disampaikan di awal perkuliahan dan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (minimal sks yang ditempuh 144 sks, dan lain – lain) (4,67).

Layanan administrasi akademik meliputi: Sistem Informasi penilaian pembelajaran (STAR UMS) informatif dan mudah dioperasikan (4,33), dan

Ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran meliputi: Penilaian mahasiswa terhadap kecukupan, aksesibilitas, kualitas sarana dan prasarana untuk pembelajaran (4,33)

 

Surakarta, Senin 01 Agustus 2022

Menyongsong semangat di Hari Kemerdekaan, Kegiatan tahunan mahasiswa PORSEMA dibuka pada hari ini. Dengan Tema “Memperkokoh Solidaritas, menjunjung Spotivitas, serta Tingkatkan Prestasi dan Kreativitas di Era Digital”. Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 1-9 Agustus 2022 bertempat di FKIP UMS.

Sebagai perwakilan petinggi FKIP UMS, Wakil Dekan 4 Prof. Dr. Harsono, S.U. menyampaikan sekaligus membuka acara PORSEMA tahun ini. Melalui sambutan beliau menyampaikan. Pimpinan ORMAWA harus dapat memajukan organisasi menjadi lebih maju di setiap kepemimpinan berbeda. PORSEMA ialah kegiatan rutin yang selalu ada, ini merupakan ajang berkiprahnya mahasiswa bahwa bakat kita ada dan berbeda. Dengan rasa penuh kegembiraan menjalaninya, emosi yang dapat dikendalikan. Ajang berprestasinya kita. Semoga sukses dg kegiatan ini serta kegiatan ini harus berkelanjutan, membuat sesuatu yang baru, dan menambahkan cabang-cabang baru di tahun berikutnya agar senantiasa menambah kompetisi berprestasi antar mahasiswa ini.

Jum’at, 22 April 2022,

bertepat di gedung Auditorium Djazman selepas Shalat Jum’at. Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta mengadakan acara kajian yang diisi oleh PDM Kota Solo Drs K.H. Subari  dan acara dihadiri oleh Keluarga Besar FKIP baik Dosen, Tenaga Pendidik dan seluruh pihak yang bekerja di lingkungan FKIP.

Acara kajian dihadiri oleh Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta Prof. Dr. Sutama, M.Pd.,  WD 1 Mauly Halwat Hikmat, Ph.D, WD 2 Dr. Murfiah Dewi Wulandari, S.Psi., M.Psi, dan WD 4 Prof. Dr. Harsono,.

Acara inti yaitu  kajian yang diisi oleh PDM Kota Solo Drs K.H. Subari Beliau mengingatkan agar Umat Islam harus berpegang teguh kepada keislamanya dengan tidak melakukan segala jenis kemusyirakan yaitu mempersekutukan Allah, mengaku akan adanya Tuhan selain Allah atau menyamakan sesuatu dengan Allah SWT dan kesyirikan yaitu merupakan perbuatan menyembah atau menyekutukan sesuatu selain Allah SWT.

Selepas acara inti Dekan FKIP UMS Prof. Dr. Sutama, M.Pd. memberikan pesan agar dosen terus melakukan Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sehingga selalu memberikan dampak positif kepada masyarakat umum.

25 Juli 2022. Sebanyak 32 mahasiswa FKIP program kuliah kerja nyata (KKN) atau KKN Pendidikan Kemitraan Internasional, merdeka belajar kampus merdeka perguruan tinggi Muhammadiyah/Aisiyah dilepas langsung oleh Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Sutama, M.Pd

Diharapkan setelah mengikuti Program yang diinisiasi oleh Asosiasi Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (ALPTK) Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisiyah (PTMA) bekerja sama dengan Atdikbud RI di Malaysia, mahasiswa dapat mengimplimentasikan sesuai bidangnya. Mampu berprestasi dalam kegiatan pendidikan, penulisan artikel, jurnal, ataupun prestasi lainnya berskala Internasional. Program ini sangat penting untuk mengasah softskill dan hardskill mahasiswa untuk menghadapai tantangan di masa depan yang sangat dinamis. Lanjut Dekan FKIP UMS.

FKIP UMS sendiri sejak beberapa tahun yang lalu telah secara rutin melaksanakan magang dan KKN di Luar jawa seperti di bangka Belitung, makasar, mataram, palu dan lain sebagainya yang bekerja sama dengan perguruan tinggi Muhammadiyah. Selain di luar jawa, FKIP UMS juga rutin mengirim mahasiswa ke Malaysia, Thailand, Filipina, dan beberapa negara lain untuk magang ke sekolah-sekolah di luar negeri.

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kuliah umum dengan tajuk “Kabastraya 4” (Kajian,Bahasa,Sastra, dan Pengajarannya) pada 5 Juli 2022. Temanya, Kuirikulum Merdeka dan Potensi Implikasinya. Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa dan dosen itu digelar dalam rangka merespons hadirnya Kurikulum Merdeka yang telah diterapkan di sekolah. Perubahan kurikulum di sekolah tentu mengubah isi kurikulum di LPTK.

Dr. Rahayuningsih, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Surakarta yang menjadi pembicara tunggal dalam kegiatan itu menyatakan, Kurikulum Merdekan sudah diterapkan di sekolahnya sebagai sekolah penggerak. Kurikulum itu memiliki kelebihan antara lain, lebih sederhana, dan mendalam, lebih merdeka, serta lebih relevan dan interuktif.

Kurikulum baru memang seharusnya memiliki kelebihan dibanding dengan kurikulum sebelumnya yang diyakini dapat memperbaiki kualitas lulusan. Kelebihan kurikulum yang berupa kebijakan-kebijakan baru tentu mendorong terjadinya perubahan, baik perubahan pola pikir, perangkat pembelajaran, model asessmen dan sebagainya. Faktanya, praktisi pendidikan tidak selalu mudah dalam mengikuti perubahan itu.

“Ganti menteri ganti kurikulum” sering dilontarkan masyarakat sebagai sindiran negatif saat menghadapi kurikulum baru. Pergantian kurikulum dianggap sarana meneguhkan eksistensi menteri, sebagai kebijakan yang tidak konsisten, tidak memiliki peta jalan, bahkan ada yang menganggap sekolah sebagai ladang uji coba kebijakan.

“Ungkapan ganti menteri ganti kurikulum” perlu dimaknai secara positif, yaitu suatu pola pikir yang justru menganggap perlu ada kebijakan baru jika menterinya baru. Pola pikir itu sesuai dengan prinsip relevansi dalam pengembangan kurikulum. Bahwa kurikulum harus selalu disesuaikan dengan tuntutan zaman, bahkan harus dapat mengantisipasi kebutuhan masa depan.

Pola pikir positif akan memupuk sikap adaptif, yaitu mudah menyesuaikan dengan keadaan. Sikap itu menuntun seseorang untuk selalu terbuka terhadap perubahan, bahkan dapat menjadi penggerak perubahan. Sikap adaptif mendorong munculnya perilaku yang saat ini dibutuhkan antara lain: inovatif, kreatif, kolaboratif, kritis, dan dinamis.

Kita perlu memupuk sikap adaptif dengan selalu mengupdate informasi. Kebijakan baru yang sering disosialisasikan di media massa atau media sosial perlu ikuti secara cerdas, yaitu cerdas dalam mengakses, memahami dan menggunakan informasi. Kecerdasan menghadapi informasi menjadi kunci memahami perubahan.

Siap menerima, memahami dan merespons informasi baru merupakan wujud sikap adaptif dalam menyongsong Kurikulum Merdeka. Setidak-tidaknya, mari kita pahami lima dokumen baru berikut: (1) Permendikbudristek No 4 Tahun 2022, (2) Permendikbudristek No 7 Tahun 2022, (3) Kepmendikbudristek No 56 Tahun 2022, (4) Keputusan Kepala BSKAP No 008/H/KR/2022 tahun 2022 dan (5) Keputusan Kepala BSKAP No 009/H/KR/2022 Tahun 2022.

Kabastraya 4 diselenggarakan Program Studi PBSI FKIP UMS dalam rangka menyosialisasikan Kurikulum Merdeka. Dosen dan mahasiswa didorong adaptif terhadap perubahan itu. Kurikulum Merdeka harus segera menjadi bahan kajian yang mewarnai perkuliahan dalam menyiapkan calon guru yang adaptif terhadap perubahan.

(dimuat di Suara Merdeka edisi 20 Juni 2022 oleh Dr. Main Sufanti, M.Hum, dosen PBSI FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta)

Surakarta, 14 Juli

Pengenalan Lapangan Persekolahan II (PLP II) yang diadakan FKIP UMS dihadiri dari sekolah seluruh karisedanan Surakarta, dari tingkat TK/PAUD hingga SMK/SMA. PLP II ini merupakan proses pengamatan dan implementasi pembelajaran di sekolah melalui latihan mengembangkan perangkat pembelajaran dan terbimbing disertai tindakan reflektif dibawah bimbingan dosen pembimbing lapangan. Sebagai lanjutan dari tahap PLP I, PLP II dimaksudkan untuk memantapkan kompetensi akademik kependidikan dan bidangn studi melalui berbagai bentuk aktivitas di sekolah.

Sambutan dari Dekan FKIP mengatakan capaian pembelajaran PLP II untuk memperkuat dan mengintegrasikan kompetensi pemahaman peserta didik, pembelajaran yang mendidik, penguasaan bidang keilmuan dan keahlian, dan kepribadian. Dan diharapkan para mahasiswa dapat memantapkan kompetensi akademik kependidikan dan bidang studi yang disertai dengan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

 

Surakarta, 14 Juli 2022

Selamat dan sukses kepada peserta kampus mengajar angkatan 4 yang telah lolos seleksi. Raihan pada program kampus mengajar ini dicapai sebanyak 156 mahasiswa. Terdiri dari 20 mahasiswa Pendidikan Akuntansi, 47 mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 17 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, 1 mahasiswa Pendidikan Biologi, 1 mahasiswa Pendidikan Geografi, 1 mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, 20 mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 8 mahasiswa Pendidikan Olahraga, 6 mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dan 35 mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika.

Para peserta program kampus mengajar telah mengikuti beberapa tahapan seleksi yang dilaksanakan oleh Kemendikbud dan kemudian diberikan kesempatan menjalankan program mengajar di daerah yang sangat kekurangan pendidik. Dalam program ini mahasiswa berkolaborasi dengan guru dan murid di sekolah yang membutuhkan. Mahasiswa akan menjadi peran penting dalam berjalannya sekolah pasca pandemic Covid-19.

Program kampus mengajar ini akan memberikan kesempatan untuk mahasiswa mengembangkan diri dalam berbagai bidang pendidikan baik hard skills ataupun soft skills. Setelah mendapatkan materi teoritis selama belajar di kampus, diharapkan teori yang dipelajari dapat diimplementasikan dalam kehidupan sosial. Selain itu, hal ini dapat menumbuhkan kemampuan lain seperti manajemen, kepemimpinan, organisasi, komunikasi, serta kedisiplinan dan tanggung jawab dalam mengajar.

Dan tidak luput dari pencapaian ini, para dosen FKIP yang terpilih menjadi Dosen Pembimbing Lapangan Kampus Mengajar Angkatan 4 tahun 2022. Dari 13 dosen, FKIP meloloskan 10 Dosen yang akan menjadi pembimbing. Semoga capaian ini akan terus menjadi prestasi bagi keluarga FKIP CAKAP.

 

 

Oleh : Yulia Putri Untari dan Widi Agustini

PPK ORMAWA atau Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan MPA SANGGURU Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan lolos pendanaan oleh Kemendikbudristek pada 16 juni 2022 dengan nominal sebesar Rp. 27.200.000,00. PPK Ormawa adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan permberdayaan masyarakat. Program ini merupakan salah satu implementasi dari kebijakan Kemendikbudristek sebab mahasiswa dapat berlatih menjadi pemimpin transformasional dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. Tema yang diangkat oleh Tim PPK Ormawa MPA Sangguru yaitu tentang sociopreneur dan agroedutourism dengan judul “Pembentukan dan peningkatan kapasitas kelompok sociopreneur porang dan kakao Desa Nglegi berbasis tripple bottom line of sustainbility menuju desa agroedutourism”. Desa sasaran untuk program ini yaitu Desa Nglegi, Patuk, Gunung Kidul. Konsep ini diambil karena berdasarkan potret kondisi Desa Nglegi sebagai Desa Prasembada, Nglegi berpeluang mengembangkan pariwisata yang berfokus pada potensi unggulan pertanian Porang dan Kakao pengembangan agroedutourism berbasis TBL di Desa Nglegi ini akan mengkolaborasikan elemen penta helix yaitu dengan melibatkan masyarakat/komunitas/organisasi, kelompok usaha/bisnis, akademisi, media, dan juga pemerintah secara aktif dan terdokumentasi dengan baik melalui perjanjian kerjasama, sehingga akan meningkatkan jumlah dan kualitas pelaku sociopreneur yang tidak banyak dikembangkan di daerah lain.

Anggota tim PPK Ormawa berasal dari organisasi MPA Sangguru yang terdiri dari 7 jurusan program studi yang berbeda-beda dan berjumlah 14 mahasiswa. Tim PPK Ormawa dengan Ketua Tim Widi Agustini dari program studi pendidikan Geografi yang dibimbing oleh Bapak Dosen Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc.ITE,

Tim PPK Ormawa MPA Sangguru siap untuk melaksanakan program peningkatan kapasitas ormawa dengan semangat yang tinggi. Semoga dengan adanya program PPK Ormawa, kami berharap mahasiswa dapat menyalurkan kreativitasnya dan membantu masyarakat di desa Ngegi.

Oleh : Widi Agustini

Pendidikan Lanjutan atau Dikjut merupakan sebuah agenda wajib yang ada di organisasi pecinta alam Sangguru FKIP UMS, kegiatan Dikjut merupakan syarat wajib bagi anggota muda yang telah menyelesaikan Pendidikan Dasar atau DIKLATSAR. MPA Sangguru memiliki 4 kegiatan Dikjut yang terdiri dari Dikjut MPGH, Dikjut IMPK, Dikjut Caving, dan Dikjut RC. Pendidikan Lanjutan rock climbing ini merupakan satu dari serangkaian Dikjut sebagai syarat untuk menjadi Anggota Penuh. Pada hari kamis-minggu tanggal 9 Juni sampai 12 Juni 2022 telah dilaksanakan Dikjut rock climbing yang diadakan di Gunung Gamping Desa Bandardawung Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, kegiatan ini diikuti oleh dua Anggota Muda yaitu Bagus Bintang Prayoga (Ndolak) dan Muhammad Rasyid Ridho (Patok) dengan pendamping lapangan lima orang. Kegiatan Dikjut ini dimulai pada hari kamis dengan agenda pemantapan materi rock climbing melalui presentasi dan panjat boulder yang dilakukan di Kampus 1. Dalam kegiatan presentasi memiliki ketentuan bahwa Anggota Muda harus bisa menjelaskan materi tentang rock climbing meliputi pengertian rock climbing, etika dalam panjat tebing, jenis pemanjatan, bentukan tebing, peralatan rock climbing, simpul tali pada rock climbing, manajemen pemanjatan dan lainnya serta materi SAR. Serangkaian acara Dikjut ini diawali dengan upacara pemberangkatan, kemudian pada pukul 09.00 dilanjutkan perjalanan dari kampus menuju lokasi panjat. Perjalanan untuk menuju Gunung Gamping sekitar 2 jam, setelah sampai di lokasi semua Anggota Muda dengan semangat bersiap menuju tebing. Acara RC diawali dengan kegiatan rappeling dengan gaya katrol dan jumping, namun sebelum melakukan rappeling Anggota Muda harus membuat ancor sebagai tambatan mereka untuk melakukan rappeling. Pada hari berikutnya Anggota Muda melakukan pengaplikasian panjat dengan dua teknik yaitu free climbing dan artificial. Pada hari ketiga Anggota Muda melakukan simulai PPGD (Penanganan Pertama Pada Kecelakaan) melalui penanganan penyakit hipotermia, hypoksia, fraktur, dan evakuasi korban dengan menggunakan dragbar. Terlaksananya pendidikan lanjutan rock climbing ini bertujuan untuk menambah wawasan dan melatih Angkatan Muda tentang panjat tebing dan PPGD.

 

Surakarta, 4 Juli 2022

Bertempat di Auditorium Mohamad Djazman Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMS melaksanakan agenda rutin berupa dialog dengan dengan pimpinan FKIP. Hadir pada acara tersebut dekanat, Ketua Lab Pembelajaran terpadu, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LJM), KaSubag Tata Usaha dan para KeUr di lingkungan FKIP serta para perwakilan mahasiswa dari 11 Prodi yang ada di FKIP.

Dalam acara tersebut dilaporkan hasil angket yang telah diisi oleh para mahasiswa mengenai hal-hal akademis sampai dengan sarana dan prasarana. Acara tersebut juga diisi sesi tanya jawab untuk melengkapi atau klarifikasi mengenai hasil angket dan juga masalah-masalah yang lain. Seorang mahasiswa bernama Dani Anwar Hadi dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mengemukakan beberapa himbauan dan masukan di antaranya menghimbau agar aspirasi mahasiswa yang terangkum dalam laporan angket tersebut perlu ditindaklanjuti oleh fakultas, misalnya perlu adanya jalur pengaduan ke fakultas jika terjadi pelecehan seksual di lingkungan kampus, perlu pemasangan kamera CCTV untuk mendukung keamanan kampus di kelas maupun di kantor ormawa. Selin itu Dani juga mengapresiasi adanya Annual Innovative Learning and Education Competition (AILEC yang mewadahi kegiatan Pekan Ilmiah Pelajar (Pimpel) namun dia juga mengusulkan adanya penyempurnaan web AILEC. Selain itu aspirasi juga disampaikan oleh Joko Mubarok dari Prodi Pendidikan Olah Raga (POR) yang menanyakan tentang sarana praktikum oleh raga yang masih harus meminjam atau menyewa sarana dari luar kampus seperti sarana lapangan voley maupun lapangan sepak bola.

Menanggapi sejumlah pertanyaan, masukan dan himbauan tersebut Dekan FKIP, Prof. Dr. Sutama, M.Pd., menjelaskan bahwa kekurangan-kekurangan yang masih ada itu hendaknya bisa dikemas dengan baik untuk bisa ditindaklanjuti dengan solusi yang tepat. Fakultas akan berusaha secara maksimal untuk memfasilitasi mahasiswa dengan catatan diperlukan adanya kerja sama antara fakultas dengan mahasiswa, sebab tanpa kerja sama yang baik tentunya tidak akan mendapatkan hasill yang baik pula. Beliau juga mengapresiasi kepada para mahasiswa dari POR Raga bahwa meskipun sarana dan prasarana masih terbatas namun banyak mahasiswa dari POR yang berprestasi di sejumlah kejuaraan baik nasional maupun internasional pada beberapa cabang olah raga.