
Assaalmualaikum Wr Wb
Berikut Link daftar Undangan Wisuda Fakultas Periode IV 2021/2022
“Daftar Undangan Wisuda Periode IV 2021/2022”
Atas Perhatiannya Terima Kasih
Wassalamualaikum Wr Wb

Assaalmualaikum Wr Wb
Berikut Link daftar Undangan Wisuda Fakultas Periode IV 2021/2022
“Daftar Undangan Wisuda Periode IV 2021/2022”
Atas Perhatiannya Terima Kasih
Wassalamualaikum Wr Wb



Selasa, 21 Juni 2022 telah dilaksanakan penandatangan surat perjanjian kerjasama antara Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Kegiatan ini berlangsung di ruang BPH, gedung Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan sah menjadi kerjasama dua universitas tersebut.
Kerjasama ini menjadikan kolaborasi dua institusi saling belajar. Kerjasama ini juga bukan berarti salah satu lebih unggul, tetapi hanya masalah waktu saja yang berbeda. UMS terlebih dahulu didirikan Prodi PGSD nya daripada UST. Dari berjalannya waktu PGSD FKIP S1 udah sejak 2007, animo diawal didirikan PGSD sangatlah besar, secara kualitas anak didiknya pun sangat tinggi. Dibuktikan dengan lulusan PGSD selalu tepat waktu dan nilai IPK yang tercapai tinggi-tinggi, tutur Supriyono, S.T., M.T., Ph.D. sebagai perwakilan Bidang Kerjasama dan Urusan Internasional dari UMS.
Sedangkan perwakilan dari UST mengungkapkan bekerjasama dengan UMS merupakan pencapaian untuk UST, karena UMS mempunyai banyak program studi yang akreditasinya sudah unggul. Ini menjadi penting untuk kemajuan UST dalam membangun kerjasama bersama UMS. Dan nantinya bisa diadakan kembali kerjasama dengan program studi lain, yang kali ini memfokuskan pada progdi PGSD. Dan FKIP dulunya bernama IKIP ini adalah yang mentrasnformasi menjadi universitas pertama di Indonesia. Pada akhirnya banyak kampus IKIP merubah identitas mereka menjadi universitas, pungkas Prof. Dr. Supriyoko, M.Pd selaku Direktur Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, dan penandatanganan surat perjanjian ini pihak UMS diwakili oleh Prof. Dr. Sutama, M.Pd. selaku dekan FKIP UMS dan Dr. Djalal Fuadi sebagai Kaprodi PGSD FKIP.

KEMENDIKBUDRISTEK terus melakukan berbagai program untuk mengakselerasi transformasi pendidikan. Pada 3 Juni lalu, Kemendikbudristek meluncurkan Program Merdeka Belajar Ke-20 yaitu Praktisi Mengajar Program. Hal itu men dorong kolaborasi aktif antara praktisi ahli dan dosen agar lulusan perguruan tinggi lebih siap menghadapi dunia kerja. Tujuan program itu untuk menutup kesenjangan kompetensi lulusan baru dengan kebutuhan dunia kerja, mendorong kolaborasi perguruan tinggi dengan industry, dan mempersiapkan SDM unggul. Tujuan semacam ini bukan sama sekali baru, karena selama ini juga telah banyak program bertujuan serupa. Sasaran yang akan dicapai boleh sama, tetapi cara mencapai tujuan bisa berbeda-beda, sehingga hasilnya juga berbeda.
Program Praktisi Mengajar diyakini dapat mengakselerasi transfor masi perkulihan dengan meningkatkan relevansi apa yang dipelajari mahasiswa dengan dunia kerja. Para praktisi dihadirkan di kelas-kelas untuk berdiskusi, memotivasi dan menginspirasi mahasiswa dengan topik-topik aktual. Dalam program ini, praktisi bisa memilih model kolaborasi.
Ada dua pilihan kolaborasi yaitu kolaborasi pendek dan kolaborasi intensif. Kolaborasi pendek meliputi persiapan, penyampaian perkuliahan dan evaluasi minimal 4 jam per semester. Model itu hanya berlaku bagi praktisi yang belum memiliki NIDK atau NUP: Seorang praktisi maksimal mengajar dua mata kuliah. Adapun kolaborasi intensif meliputi kegiatan perencanaan, perkuliahan, persiapan, penyampaian perkuliahan dan evaluasi pengajaran. Komitmen waktu minimal 15 jam per semester.
Link and Match
Program itu selaras dengan program Link and Match yang merupakan kebijakan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) pada era Mendikbud Wardiman Djojonegoro. Program itu menekankan pada penggalian potensi dan pembekalan kompetensi lulusan pendidikan. vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2090 tentang Pendidikan Menengah pada pasal 29 dinyatakan, penyelenggara sekolah menengah dapat bekerja sama dengan masyarakat terutama dunia usaha dan para dermawan untuk memperoleh sumber daya, dalam rangka daya menunjang penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan.
Program Link and Match kala itu lebih difokuskan pada penyeleng garaan SMK. Yang sangat populer adalah pemagangan dan sistem ganda. Pada waktu-waktu selanjutnya, Link and Match diwujudkan dalam berbagai program yang bertujuan meningkatkan para lulusan untuk siap berkontribusi dalam dunia kerja.
Program Praktisi Mengajar diharapkan dapat menghilangkan label kampus sebagai menara gadingú. Kampus menciptakan SDM yang unggul, adaptif, inovatif, responsif, kreatif, terampil, kooperatif dan berdaya saing. (15)
(dimuat di Suara Merdeka edisi 20 Juni 2022 oleh Dr. Main Sufanti, M.Hum, dosen PBSI FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Main Sufanti-Dosen PBSI FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta


Sabtu, 18 Juni 2022 di Ruang Seminar Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta telah diadakan workshop keperempuanan. Kegiatan ini diadakan oleh IMM FKIP UMS Surakarta guna mendiskusikan tentang pelecehan seksual di perguran tinggi secara universal. Dengan mengundang 2 narasumber ahli yaitu Dr. Murfiah Dewi Wulandari, M.Psi (Wakil Dekan 2 FKIP UMS) dan Siti Kasiyati, S.Ag., M.Ag (Ketua Majelis Hukum dan HAM PWA Jateng)
Kegiatan ini berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat dan dalam pengawasan gugus covid-19 UMS. Dihadiri puluhan mahasiswa mahasiswi workshop keperempuanan mendiskusikan pelecehan seksual yang marak terjadi di lingkungan perguruan tinggi. Hal ini merujuk pada undang-undang pelecehan seksual yang sudah diputuskan oleh pemerintah. Seraya yang disampaikan oleh Bu Murfi, bahwa pelecehan seksual di universitas indonesia ini semakin terbuka. Kasus yang awalnya menjadi rahasia korban, akhirnya terkuak setelah berani mengungkapkan di khalayak umum. Karena sebelumnya, korban tidak mendapatkan perlindungan kini berkat undang-undang tersebut para korban memberanikan diri mengungkap kejahatan para penjahat seksual di perguruan tinggi. Penuturan positif tersebut bukan tanpa cela, pasal di undang-undang tersebut masih memiliki beberapa kelemahan yang menjadi pro kontra di kalangan civitas akademik. Tentu menjadi pembelajaran penting bagi seluruh masyarakat di perguruan tanggi, pungkas Bu Siti Kasiyati.
Kesimpulan dari workshop ini adalah supaya para civitas akademik terutama mahasiswa mahasiswa yang rawan mendapatkan pelecehan seksual supaya lebih berhati-hati dan menjaga diri. Perlu diadakannya satgas pelindung bagi para korban pelecehan seksual, apabila kedepannya para korban ataupun yang sudah kejadian mendapatkan pelindungan serta mengembalikan mental mereka yang telah dirusak oleh para tersangka.







Mahasiswa adalah aset penting dari setiap universitas, tanpa adanya mahasiswa kampus tidak dapat berjalan semestinya. Kampus merupakan tempat untuk menumbuh kembangkan potensi dari mahasiswa, melahikan sumber daya manusia yang unggul dan profesional. Untuk itu kampus harus menjadi lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman sebagai tempat mahasiswa layaknya berada. Selain itu mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan mutu secara organisasi kemahasiswaannya yang diisi dengan pembelajaran bermasyarakat. Dengan mengikuti organisasi akan lebih bermakna sebagai tempat mengembangkan soft skills sesuai yang diinginkan untuk menjadi SDM Unggul dan Profesional. Salah satunya adalah mengikuti kegiatan yang diadakak Kemendikbud yaitu Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).
Alhamdulillah, dalam kegiatan tersebut mahasiswa proposal Ormawa FKIP UMS berhasil menembus dan menjadi penerima bantuan PPK Ormawa 2022. 7Ormawa FKIP berhasil lolos dan akan didanai proposal kegiatannya. Ormawa tersebut bersaing dengan Ormawa seluruh indonesia, sehingga prestasi ini patut dibanggakan dan akan menjadi contoh baik untuk Ormawa lainnya untuk lebih giat meningkatkan SDM Unggul dan Profesional. 7 Organisasi Mahasiswa tersebut adalah: HW, DPM, HMP PBSI, HMP PGSD, MPA Sangguru, HMP Pendidikan Geografi Atlantis, RMC FF.
Diharapkan dengan mengikuti kegiatan PPK Ormawa Kemendikbud ini dapat meningkatkan kinerja perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas Ormawa agar mampu menjadi Organisasi Kemahasiswaan yang kompeten, modern, berkarakter, dan cinta tanah air. Meningkatkan kapasitas Organisasi Kemahasiswaan untuk menjadi organisasi yang berkarakter Pancasila, berprinsip bela negara dan menjadi inisiator pembangunan, serta meningkatkan kompetensi soft skills mahasiswa. Meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam hal kepemimpinan, kerja sama tim, kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis, kreatif, penyelesaian masalah, komunikasi, kolaborasi, dan berliterasi teknologi informasi. Menginisiasi kemajuan wilayah desa/kelurahan di Indonesia sesuai topik yang telah dipilih.


Reportase seleksi mahasiswa program kuliah kerja nyata (KKN)/KKN Pendidikan Kemitraan internasional, merdeka belajar kampus merdeka perguruan tinggi Muhammadiyah/aisyah
13 Juni 2022. Sebanyak 34 mahasiswa FKIP lolos seleksi program kuliah kerja nyata (KKN)/KKN Pendidikan Kemitraan internasional, merdeka belajar kampus merdeka perguruan tinggi Muhammadiyah/aisyah.
FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta melangsungkan seleksi penerimaan mahasiswa KKN kemitraan internasional yang akan ditempatkan di sanggar belajar sekolah Indonesia di Malaysia. Program ini diinisiasi oleh Asosiasi Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (ALPTK) Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisiyah (PTMA) bekerja sama dengan Atdikbud RI di Malaysia. Prof. Dr. Harun Joko Prayitno sebagai inisiator program ini sekaligut ketua ALPTK PTM dan Wakil Rektor I UMS mengatakan kkn ini bertujuan untuk menghadirkan Pendidikan yang merata bagi seluruh warga Indonesia baik yang di dalam maupun luar negeri. Program merupakan bagian dari pelaksanaan MBKM di ALPTK PTM dimana mahasiswa akan mendapatkan konversi nilai 10-20 SKS setelah menyelesaikan kegiatan selama 1 bulan di sana.
Seleksi calon mahasiswa untuk mengikuti ini dilakukan secara ketat dan berjenjang dari tingkat PTMA hingga majelis dikti litbang PP Muhammadiyah. Di FKIP UMS, seleksi diawali dengan penjaringan awal dimana 79 mahasiswa berminat untuk mengikuti program ini. Tahapan seleksi dimulai dari tingkat program studi untuk menilai kesiapan fisik dan akademik mahasiswa diantaranya kejujuran, kemandirian, hingga kemampuan al islam kemuhammadiyahan. Prof. Dr. Sutama, Dekan FKIP UMS mengatakan, dari 79 mahasiswa yang mendaftar jumlah yang diterima adalah 34 mahasiswa. Hasil tersebut didapatkan dari hasil wawancara program studi dan wawancara oleh pimpinan fakultas. “program ini sangat penting untuk mengasah softskill mahasiswa untuk menghadapi tantangan masa depan yang sangat dinamis” lanjut Dekan FKIP UMS.
FKIP UMS sendiri sejak beberapa tahun yang lalu telah secara rutin melaksanakan magang dan KKN di Luar jawa seperti di bangka Belitung, makasar, mataram, palu dan lain sebagainya yang bekerja sama dengan perguruan tinggi Muhammadiyah. Selain di luar jawa, FKIP UMS juga rutin mengirim mahasiswa ke Malaysia, Thailand, Filipina, dan beberapa negara lain untuk magang ke sekolah-sekolah di luar negeri.


Surakarta 4 Juni 2022, Bertajuk acara Pelatihan Excelent Service, selama satu hari tendik FKIP UMS mengikuti pelatihan yang diadakan di Ruang Pertemuan Pasca Sarjana UMS lantai 5. Acara Pelatihan tersebut diisi oleh TIM EDIRNE (Education and Development) Surakarta dengan Pengisi Pelatihan yaitu Hariyadi Nurwanto, S.Psi., M.Si. yang juga merupakan alumnus UMS Jurusan Psikologi.
Acara dibuka oleh Sambutan Dekan FKIP UMS Prof Dr Sutama M.pd, beliau berpesan agar tendik serius dan menyerap betul ilmu yang diajarkan dalam pelatihan ini guna untuk meningkatkan disiplin dan etos kerja.
Memasuki acara inti pengisi dari TIM EDIRNE (Education and Development) Hariyadi Nurwanto, S.Psi., M.Si. Selama 7 Jam lamanya memberikan pelatihan bagaimana seharusnya Tendik memberikan pelayanan yang Menyenangkan dan harus dimulai dari niat dalam hati, sehingga memberikan kesan yang baik kepada para Konsumen Eksternal dan Internal dalam hal ini adalah mahasiswa dan dosen. Beliau Hariyadi Nurwanto, S.Psi., M.Si. mengutip bahwa landasan Pelayanan bagi Umat Islam yaitu sesuai hadist “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat”, maka dalam memberikan pelayanan yang baik tidak hanya karena tuntutan pekerjaan saja akan tetapi juga sebagai kewajiban kita sebagai Umat Muslim.
Diakhir acara Wakil Dekan 2 FKIP UMS Ibu Dr. Murfiah Dewi Wulandari, S.Psi., M.Psi berpesan agar setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan tendik dapat meningkatkan kualitas bekerja dalam memberikan layanan, Sehingga FKIP UMS semakin Unggul kedepan dan memiliki Sumber Daya Manusia yang berkualitas baik dari dosen, Tendik, maupun Mahasiswa. (zfr)


Jumat 2 Juni 2022, Tendik FKIP UMS yang berjumlah 25 melakukan Kajian dan Tadarus rutin bersama-sama setiap hari jum’at. Kajian dan Tadarus ini dipimpin langsung oleh WD 2 Ibu Dr. Murfiah Dewi Wulandari, S.Psi., M.Psi. Acara dimulai pukul 7.30 hingga pukul 8.00. kajian Rutin ini diawali dengan Tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama kemudian dilanjutkan dengan pesan dan nasihat yang disampaikan Ibu Murfiah Dewi Wulandari dalam meningkatkan kinerja dan kualitas bagi Setiap Tendik FKIP disegala bidang. Rutinitas ini diharapkan akan menambahkan Semangat dan wawasan tendik FKIP dalam menuntut ilmu agama, memperlancar baik bacaan dan hapalan Al-Qur’an serta sebagai sarana dalam mewujudkan Fastabiqul Khairat. Semoga Kajian dan Tadarus ini dapat dilakukan secara rutin dan selama mungkin Aamin Ya Rabbal Alaamin.

Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan pendampingan kepada Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kartasura dalam penyelenggaraan ketertiban administrasi dan pengkaderan muballighoh. Kegiatan dilaksanakan selama 10 bulan, sejak Agustus 2021 sampai Mei 2022. Pendampingan dilakukan secara daring dan luring. Kegiatan daring menggunakan platform WhatsApp dan Google Meet. Adapun Workshop Pengkaderan Muballighoh dilaksanakan secara luring pada tanggal 29 Januari 2022 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Cabang Kartasura.
Tim Pengabdian Masyarakat UMS yang diketuai oleh Dr. Main Sufanti M.Hum ini mendampingi Majelis Kader PCA Kartasura dalam menggerakkan anggota Aisyiyah di semua ranting di cabang Kartasura untuk aktif kembali berorganisasi, setelah vakum selama pandemi Covid-19. Salah satu unsur anggota ranting Aisyiyah adalah guru -guru Taman Kanak-Kanak Busnatul Athfal. Oleh karena itu, kegiatan ini juga menggerakkan anggota IGABA (Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal) Kartasura untuk berpartisipasi aktif dalam ber-Aisyiyah.

Dra. Titik Asmawati, M.Si. sebagai Ketua PCA Kartasura menyambut baik dan mendukung kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini menandai bergairahnya kembali semua anggota Aisyiyah untuk berorganisasi. Harapannya, semua anggota Aisyiyah di semua ranting segera aktif kembali berorganisasi untuk mewujudkan program kerja yang berhenti karena pandemi.
Salah satu kegiatan ini adalah penyelenggaraan ketertiban administrasi yang difokuskan pada peningkatan jumlah Kartu Tanda Anggota (KTA) di masing-masing ranting. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih sedikitnya anggota Aisyiyah di Cabang Kartasura yang memiliki KTA. Semua komunikasi pada masa pandemi yang meliputi koordinasi, pengisian formulir, komunikasi dengan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, dan penyampaian informasi-informasi disampaikan melalui WhatsApp. Hasilnya, kegiatan ini dapat menambah 361 KTA, sehingga minimal telah ada 500 anggota yang memiliki KTA dari 10 ranting yang mengajukan.

Tim Pengabdian Masyarakat UMS juga mendampingi PCA Kartasura dalam Pengkaderan Muballighoh. Ketua tim ini menyatakan bahwa berdasarkan analisis kebutuhan, Aisyiyah Kartasura membutuhkan pendampingan dalam mengkader para anggotanya untuk mau dan mampu menjadi pembicara dalam pengajian rutin di setiap ranting. Masih banyak ranting Aisyiyah di Kartasura yang belum memiliki muballighoh dalam jumlah yang memadai yang berasal dari anggota di rantingnya, sehingga pembicara pada setiap pengajian berasal dari Muhammadiyah atau mubaligh di sekitarnya.
Kegiatan pengkaderan muballighoh yang meliputi sosialisasi kegiatan, pendataan muballigh/muballighoh di setiap ranting, pendataan peserta workshop, workshop, dan pendampingan tindak lanjut diikuti oleh 11 ranting di Kartasura. Hasil kegiatan ini berupa peta jumlah dan kondisi muballigh/muballighoh di setiap ranting, peningkatan motivasi para anggota untuk mau dan mampu menjadi muballighoh, dan jadwal pengajian ranting Aisyiyah dari para peserta workshop.
Kegiatan ini didanai oleh LPMPP (Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan) UMS dan iuran mandiri dari para anggota Aisyiyah. Anggota tim pengabdian masyarakat terdiri: Umi Fadlilah, S.T., M,Eng,. (Dosen Program Studi Teknik Elektro, FT-UMS) dan Jeni Nur Cahyati, S.Pd. (alumnus Program Studi PBSI FKIP UMS – Guru SMKM 4 Boyolali. Tim ini diperkuat oleh mahasiswa PBSI FKIP UMS yaitu Sinta Tri Noviana, Mellyonisa Athariq Samsulhadi, dan Aulia Sofia Nur Fadhillah.
Tim pengabdian masyarakat UMS merasa hasil kegiatan ini belum optimal. Oleh karena, pendampingan perlu dilanjutkan. Dalam waktu dekat, tim akan melanjutkan pendampingan dalam pengkaderan muballighoh. Salah satu acaranya adalah lomba muballighoh yang diikuti oleh utusan dari semua ranting di Cabang Kartasura.
Penulis: Main Sufanti
Berita diambil dari : http://sukoharjo.aisyiyah.or.id/id/berita/ums-dampingi-pca-kartasura-tertib-administrasi-dan-kader-mubalighoh.html

Kabar gembira nan menyenangkan hadir di jajaran FKIP, yakni Lolosnya beberapa Ormawa FKIP untuk dapat mengikuti seleksi akhir Proposal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbud). Ormawa FKIP yang lolos tersebut terdiri dari 1) HMP Geografi Atlantis, 2) HMP PBSI, 3) DPM FKIP UMS, 4) MPA Sangguru dan 5) HMP PGSD. Proposal telah lolos secara administrasi dan substansi pada tanggal 1 -27 Mei 2022 dan kemudianmaju ke tahap selanjutnya yakni untuk mengikuti seleksi akhir atau presentasi. Penilaian seleksi akhir dilakukan secara daring melalui video conference melalui aplikasi Zoom yang diselenggarakan pada akhir Mei sampai dengan awal Juni 2022. Tim Penilai Subproposal Seleksi Akhir Presentasi PPK Ormawa 2022 terdiri dari 3 Tim yang masing-masing beranggotakan 2 orang Penilai.
Besar harapan kami, semoga acara presentasi dapat berjalan lancar, diberikan kemudahan serta hasil akhir yang optimal dan terbaik dari Allah SWT. Semangat Berkarya dan Berprestasi! ^^