Surakarta, 21 September 2020

KKNDik periode 2019/2020 telah berakhir dan sebagai salah satu luaran dari kegiatan KKNDIk tersebut adalah menciptakan hasil inovasi dan kreatifitas Video Film documenter. Untuk menghasilkan video yang berkualitas maka diselenggarakan lomba yang diikuti oleh seluruh peserta. Dari sejumlah 1.501 peserta KKNDIk 2019/2020 telah dihasilkan sejumlah 96 video dokumenter.  Dari hasil seleksi administrative yang berupa durasi film, background suara, dan narasi video, maka terseleksi sejumlah 37 video. Kemudian dilanjutkan seleksi tahap ke dua dengan mempertimbangkan beberapa komponen penilaian yaitu: kreatifitas, kejelasan pesan yang disampaikan, visualisasi dan Teknik pengambilan gambar (Cinematography), Ilustrasi music/suara dan Teknik editing. Dari 37 video yang masuk nominasi ada 7. Ketujuh nominator tersebut bertema sebagai berikut:

Juara I :  “Segenggam Asa di Ngadirejo”

Lokasi: BA Aisyiyah Ngadirejo, Tawangsari, Sukoharjo

Rika Supyanti A210160046 Pendidikan Akuntansi
Lisa Widyawati A210160141 Pendidikan Akuntansi
Nanda Guntur Gustianto A310150073 Pendidikan Bahasa Indonesia
Lely Aprilia Arin Dhita A310160032 Pendidikan Bahasa Indonesia
Ayu Rahmadhanti A320160117 Pendidikan Bahasa Inggris
Mr. Muhammadmarwan Pradu A320160331 Pendidikan Bahasa Inggris
Ervha Arien Pratama A410160107 Pendidikan Matematika
Akmalia Riskiana Safitri A420160150 Pendidikan Biologi
Nadia Yuni Amilia A510160198 PGSD

Link: https://youtu.be/32ru-gJd80Q

Juara II:  “Ilmuku untuk Negeriku”

Lokasi: MIM Kuwiran, Banyudono, Boyolali

Amatullah Abidah A210160031 Pendidikan Akuntansi
Lutfi Junia Reza A210160128 Pendidikan Akuntansi
Enggar Oktaviyanto A220160049 PPKn
Linda Septi Wulandari A310160017 Pendidikan Bahasa Indonesia
Ana Saputri A320160098 Pendidikan Bahasa Inggris
Fatwa Maulidatul Akhiroh A410160096 Pendidikan Matematika
Arik Rahmawati A420160139 Pendidikan Biologi
Syarif Amin Al Habib A420160210 Pendidikan Biologi
Harum Rafida A510160187 PGSD

Link: https://youtu.be/Y0ZxMu8e7rU

Juara III: “Menyapa Bumi Gemantar“

Lokasi: MI Muhammadiyah Gemantar, Mondokan, Sragen

Friska Dyah Pungkasari A210160010 Pendidikan Akuntansi
Esa Ilham Mohammad A210160043 Pendidikan Akuntansi
Tika Putri Setiyaningrum A310160146 Pendidikan Bahasa Indonesia
Kurnia Wahyu Murdaningsih A310160158 Pendidikan Bahasa Indonesia
Erfira Harmadani A310160163 Pendidikan Bahasa Indonesia
Muh Arief Widayanto A320160183 Pendidikan Bahasa Inggris
Laila Salmanajah A510160071 PGSD
Fatimah Rizki Wulandari A610160002 Pendidikan Geografi
Muhammad Aji Prasetyo A710160007 Pendidikan Teknik Informatika

Link: https://youtu.be/xazxR-i0Tyc

Juara Harapan I: “Ada Cita di Balik Suwatu”  

Lokasi: TK Aisyiyah Suwatu, Tanon, Sragen

Anita Sulistyaningsih A310160103 Pendidikan Bahasa Indonesia
Julian Danang Prabowo A320160011 Pendidikan Bahasa Inggris
Alma Agnesya Rukmana A320160235 Pendidikan Bahasa Inggris
Tia Ayu Wulandari A410160178 Pendidikan Matematika
Umi Nurhidayati A510160030 PGSD
Fiki Nur Rahmawati A510160090 PGSD
Anggita Dhea Mayantika A520160018 PG-PAUD
Alfi Okta Syahputra A610160014 Pendidikan Geografi

Link: https://youtu.be/fU6de_i6Cws

Juara Harapan II: “9 Pilar”

Lokasi: SMP Muhammadiyah 10 Andong, Boyolali

Rika Widiana A210160083 Pendidikan Akuntansi
Muhammad Nalilu Muna A210160317 Pendidikan Akuntansi
Clarisa Tasabela A320160027 Pendidikan Bahasa Inggris
Zulfa Khansa Malihah A320160029 Pendidikan Bahasa Inggris
Nurizki Dini Wahyuningrum A410160049 Pendidikan Matematika
Rangga Chresna Charismajati A410160194 Pendidikan Matematika
Ludfi Widyas Damaita A510160144 PGSD
Lutfiana Ridahani S A710160060 Pendidikan Teknik Informatika
Arie Setyaga Handika A710160104 Pendidikan Teknik Informatika

Link: https://youtu.be/IZ9FDQrHQA4

Juara Harapan III: “Sepenggal Kisah Pengabdian”

Lokasi: MI Muhammadiyah Mergomulyo, Matesih, Karanganyar

Tri Hartanti A220160040 PPKn
Suryati A310160074 Pendidikan Bahasa Indonesia
Chiki Aris Setianti A310160092 Pendidikan Bahasa Indonesia
Bingar Zullan A310160127 Pendidikan Bahasa Indonesia
Damayanti Monica Sari A320160086 Pendidikan Bahasa Inggris
Evita Nur’aini A320160193 Pendidikan Bahasa Inggris
Amalia Budiana Putri A410160148 Pendidikan Matematika
Irfan Arifuddin A510160200 PGSD
Surya Fajri Fathonah A510160236 PGSD

Link: https://youtu.be/-vY_o8Mx4qM

Juara Harapan IV: “Suwita ing Nogosari”

Lokasi: SMP Muhammadiyah 11 Nogosari, Boyolali

Kurnia Nurul Fitriani A210160213 Pendidikan Akuntansi
Anindita Yuan Prabandari A310160121 Pendidikan Bahasa Indonesia
Cholis Setyawan A320160072 Pendidikan Bahasa Inggris
Nada Karina Astuti A320160248 Pendidikan Bahasa Inggris
Yuni Putri Indriyani A410160197 Pendidikan Matematika
Amalia Nur Maghfiroh A510160042 PGSD
Titin Tri Yuningsih A520160057 PG-PAUD
Danan Puja Trenggono A610160037 Pendidikan Geografi

Link: https://youtu.be/MoMW6uFIen4

Semoga Kegiatan KKNDik ini bisa memberikan bekal kepada mahasiswa untuk bisa hidup berbaur bersama masyarakat, mendewasakan, memandirikan, melatih komunikasi, berkreasi, berinovasi dan beradaptasi dalam berbagai konteks Pendidikan.

Surakarta, 12 September 2020

Dalam rangka mempersiapkan calon pendidik masa depan dan mewujudkan visi kelembagaan yang memberi arah perubahan, FKIP UMS menyelenggarakan adaptasi program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 berupa home schooling dan school visits. Program ini menjadi gagasan progresif yang dicapai oleh FKIP UMS untuk mencegah terjadinya education death yaitu kondisi menurunnya kualitas pendidikan akibat kurang optimalnya kegiatan akademik selama masa pandemi. Penyelenggaraan PLP 2 ke dalam bentuk Homeschooling dan School Visit terbukti membantu para guru dan orang tua untuk memastikan peserta didik tetap memperoleh asupan pendidikan sebagaimana mestinya. Selain itu, mahasiswa PLP 2 juga belajar mempraktekkan kompetensi pedagogi dan kompetensi profesional yang telah diperoleh di bangku perkuliahan.

Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Koesoemo Ratih, PhD., penangung jawab program PLP 2, mahasiswa yang mengikuti program ini berjumlah 1.712. Jumlah tersebut tersebar ke seluruh nusantara, dari wilayah perkotaan, pedesaan, dan pelosok meliputi pulau-pulau besar dan daerah perbatasan atau 3T. Ragam model pembelajaran yang diterapkan oleh mahasiswa, baik Home schooling dan School Visit, dalam bentuk pembelajaran daring, luring, maupun blended-learning menunjukkan bahwa mahasiswa PLP 2 FKIP UMS memiliki kompetensi untuk mengembangkan inovasi-inovasi pendidikan di masa depan. Salah satu gebrakan yang dilakukan mahasiswa ialah konsen mereka untuk meningkatkan pendidikan karakter kepada para siswa. Dari survei kepada mahasiswa, diperoleh kesimpulan bahwa PLP 2 turut berkontribusi kepada program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang digagas oleh Kemendikbud. Pada sesi refleksi dan evaluasi PLP 2, para mahasiswa menyatakan telah turut mengupayakan penguatan nilai-nilai sikap seperti kedisiplinan, kejujuran, dan religius. Dengan demikian, tidak hanya para siswa memperoleh transfer of knowledge, tetapi juga mereka tetap mendapatkan esensi pendidikan yaitu pengembangan moral dan perilaku.

Berikutnya, FKIP UMS telah siap dengan gebrakan baru berupa Program Kampus Mengajar Perintis (KMP) Terintegrasi Luaran Artikel Publikasi Ilmiah. Program ini merupakan pengembangan dari program KMP yang dicanangkan oleh Kemdikbud RI. Program ini memanfaatkan dana abadi pendidikan yang dikelola oleh LPDP dan menawarkan konversi SKS mata kuliah KKNDik 4 SKS, MK Pengembangan dan Penerapan Keilmuan Prodi 4 SKS, juga outcome based education dalam bentuk 4 SKS skripsi dengan luaran artikel publikasi. Saat ini, tercatat 13 mahasiswa yang telah diajukan kepada Kemendikbud untuk seleksi berikutnya. Dan, program ini akan dikembangkan dengan skim pembiayaan dari FKIP UMS, demikian papar Dekan FKIP UMS Prof. Harun Joko Prayitno.

Hadir pada acara penutupan yang dilanjutkan dengan evaluasi dan refleksi pengembangan program ini seluruh mahasiswa PLP 1.772, semua DPL, semua guru pamong, semua orang tua/wali dari berbagai pelosok. Dari Thailand, dari Sumatra, dari Kalimantan, dari Mataram, dari Maluku, dari Sulawesi, dari Jayapura, dll. Salah satu guru pamong yang mewakili acara ini adalah Bapak Supriyadi S Ag,, M PdI, Guru dari SMAN1 Manado menyampaikan bahwa program ini sangat adaptif dan oleh karenannya ke depan perlu di kembangkan. Sementara itu, salah satu peserta program Aufa Qutratu ‘Ain yang melaksanakan School Visits di salah satu SMA di Sulawesi menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat terutama dalam pemebntukan kedisiplinan, kejujuran, religius bagi mahasiswa dalam rangka menuju guru profesional sejati yang bisa menjadi inisiator perubahan pendidikan dalam konteks komunikasi global. Salam @FKIP CAKAP.

Surakarta, 10 September 2020

Mahasiswa merupakan aset strategis untuk membangun pengembangan iklim akademik dan pengembangan kelembagaan UMS melalui FKIP UMS. Mahasiswa merupakan partner strategis yang sangat penting untuk memajukan FKIP UMS. Jumlah prodi yang terakreditasi A di lingkungan FKIP UMS sudah mencapai 93%, jumlah doktor dosen FKIP sudah mencapai 90 dari 227 atau 40%, jumlah dokumen terindeks Scopus dan Wos dosen FKIP sudah mencapai 275 artikel, program-program pertukaran mahasiswa asing ke UMS dan/atau sebaiknya dari Malysia, Philipene, Thailand, Vietnam, Swedia, dll yang setiap tahunnya mencapai rata-rata 200 mahasiswa lebih, serta program terobosan strategis lainnya merupakan kinerja sinergi, kolaborasi, dan integrasi antara dosen dengan mahasiswa dan staf tendik di lingkungan FKIP”, demikian penyataan Dekan FKIP UMS Prof. Harun Joko Prayitno.

Dalam konteks ini Dekanat FKIP UMS bersama Prodi dan Ka Unit di lingkungan FKIP UMS selalu bekerja sama dengan Ormawa BEM, DPM, HMP, serta UKM di lingkungan FKIP mengagendakan dialog-dialog pengembangan kegiatan di bidang kemahasiswaan dan kreativitas secara berkala, rata-rata 4 kali dalam setahun, baik melalui media luring maupun daring. Dialog yang dilaksanakan secara blanded yang dilaksanakan pada Rabu tanggal 9 September 2020 dikikuti oleh 106 mahasiswa dari berbagai perwakilan.

Dialog ini penting dalam kerangka untuk memajukan FKIP UMS yang sudah sangat maju ini menjadi sangat maju lagi. Dialog yang dilaksanakan secara blanded ini sebagian dilakukan secara tatap muka di Ruang Sidang CAKAP 1 FKIP UMS dan sebagiannya mahasiswa mengikuti secara daring dari berbagai sebaran demografi sesuai tempat tinggal masing-masing. Masukan-masukan mahasiswa terkait dengan peningkatan mutu dan proses pembelajaran daring, desain pengembangan RPP merdeka belajar, pengembangan PLP-2 (asistensi guru), adaptasi MK praktik selama masa pandemi, pengembangan program KMP terintegrasi luaran publikasi ilmiah, dll merupakan rumusan bersama yang sangat penting untuk memajukan FKIP ke depan di tengah-tengah komunikasi dan komputasi global. Salam @FKIP CAKAP.

Surakarta, 9 September 2020

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kemdikbud RI sejak 24 Januari 2020 dan rencananya akan dimulai dilaksanakan pada tahun 2021 pelaksanaannya akan dimajukan mulai 14 September 2020.  Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) ini  bertujuan untuk mendorong mahasiswa dalam penguasaan berbagai bidang keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja, dalam hal ini FKIP terutama bidang pendidikan.

Program MBKM yang diturunkan menjadi Kampus Mengajar Perintis (KMP) Kemdikbud  RI ini akan dlaksanakan selama 3 bulan penuh di sejumlah sekolah dasar di seluruh pelosok Indonesia. Program KMP ini dilaksanakan di sekolah dasar di lingkungan terdekat mahasiswa berasal atau mahasiswa tinggal. Misalnya, mahasiswa FKIP UMS yang berasal dari Bangka Belitung atau berasal dari Pulau Raja Ampat maka mahasiswa tersebut dalam memilih Program KMP ini di SD sekitar Bangka Belitung dan/atau di sekitar Pulau Raja Ampat. Syaratnya adalah sekolah dasar yang terkareditasi maksimal B, dan diutamakan di SD yang terakreditasi C atau bahkan belum terakreditasi.

Program KMP versi Kemdikbud ini direncanakan akan melibatkan sebanyak 2.000 mahasiswa yang berrasal dari seluruh LPTK baik negeri maupun swasta seluruh Indonesia. Program ini dilaksanakan selama 3 bulan di sekolah atau setara 1.750 jam. Sasaran program KMP ini adalah pembelajaran siswa di sekolah dengan protokol kesehatan, atau mendampingi guru dalam IT pembelajaran, atau mendampingi manajemen sekolah selama masa pandemi. Program KMP ini dapat dikonversi ke MK yang relevan minimal 5 SKS. Dalam hal ini di FKIP UMS, program tersebut akan dikonversi menjadi 4 SKS MK Life Skill KKNDik, dan 4 SKS MK pengembangan keilmuan tiap prodi.

Dalam konteks ini FKIP UMS akan mengembangkan Program KMP Kemdikdud ini menjadi Program KMP Terintegrasi Luaran Artikel Publikasi Ilmiah. Artinya, mahasiswa akan mendapatkan keuntungan ganda. Bukan saja keuntungan konversi berupa pengakuan MK KKNDik 4 SKS, MK Pengembangan dan Penerapan Keilmuan Prodi 4 SKS, namun sekaligus memanfaatkan dan mengembangkan data-data dan informasi selama melaksanakan Program KMP ini menjadi artikel luaran publikasi yang dikonversi setara skripsi setara 4 SKS. Artikel luaran publikasi ini sekaligus menjadi wahana untuk menumbuhkan ketamakan dan kepekaan dalam memecahkan gap masalah selama melaksanakan program KMP yang dapat dipertanggungjawabkan ke dalam publikasi ilmiah bereputasi nasional Sinta Kemristek Dikti dan/atau bereputasi internasional terindeks Scopus dan/atau WoS.

Program KMP Kemdikbud akan dibiayai oleh pemerintah melalui Kemdikbud dan Kemenkeu melalui LPDP sebanyak 13 mahasiswa yang terseleksi dari sebanyak 99 pendaftar dari total mahasiswa FKIP sebanyak 7.899. Selanjutnya, FKIP UMS melalui Laboratorium Pembelajaran Terpadu dan Lab KKNDik akan melakukan seleksi lanjutan yang tidak dibiayai oleh LPDP tersebut untuk dibiiayai dengan skema FKIP UMS. Semoga Program KMP FKIP UMS ini bisa memberikan andil sekaligus mendorong mahasiswa FKIP UMS menjadi pribadi-pribadi yang dewasa, mandiri, serta mampu menjadi inisiator penggerak perubahan pendidikan dalam konteks komunikasi dan komputasi global. Salam @FKIP CAKAP.

Surakarta, 6 September 2020

Pelaksanaan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dirumuskan oleh Kemdikbud RI rencananya akan dimulai pada tahun 2021 dimajukan mulai 14 september 2020. Dalam menyikapi program tersebut, FKIP UMS mengambil peran serta yang tergabung dalam LPTK se Indonesia.

Sebanyak 90 pelamar di lingkungan FKIP yang ingin turut serta dalam pelaksanaan Program MBKM ini, tetapi hanya 13 mahasiswa terbaik yang dapat diajukan untuk mengikuti program tersebut yang dibiayai oleh LPDP. Untuk 77 pelamar lainnya, pimpinan FKIP UMS akan merancang program serupa yang berkonteks pada pengembangan sekolah di masing-masing daerah mahasiswa tinggal.

Berikut ke tiga belas nama-nama mahasiswa yang lolos seleksi program MBKM:

NO NAMA NIM PRODI
1 NADIA FAUZI ASILA A210170056 Pendidikan Akuntansi
2 DEVI HELIMA SAHARI A220170055 PPKn
3 CINDY AULIA KARTIKASARI A310176091 Pendidikan Bahasa Indonesia
4 NIATY BELADINNA A320170172 Pendidikan Bahasa Inggris
5 AISYAH SANGGITA DEVIANI A410170114 Pendidikan Matematika
6 VITRI PRAMUDIYANTI A420170064 Pendidikan Biologi
7 RIRIN NOVIANTI A510170062 PGSD
8 DESY TRI PERMATASARI A510170094 PGSD
9 OPIE RETNO ISMAWATI A510170098 PGSD
10 MUTIA RAMADHANTI A510170120 PGSD
11 FIAS KURNIA RATRI A510170184 PGSD
12 DEWI HAZIMAH INDRIANI A710170007 Pendidikan Informatika
13 ASTRI MAFIDAH A320170062 Pendidikan Bahasa Inggris

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Ditujukan kepada seluruh Mahasiswa FKIP UMS semester 7

Menyampaikan dengan hormat bahwa Kemdikbud RI akan menyelenggarkan Program Kampus Mengajar Perintis (KMP) sebagai bagian dari salah satu implementasi Program KMB (Kampus Merdeka Belajar).

Persyaratan:

  • Mahasiswa aktif Semester VII
  • IPK min 3.0
  • Memiliki pengalaman Ormawa diutamakan.
  • Mempunyak pengalaman melaksanakan PLP 2 dan atau pengalaman menjadi guru program home schooling atau school visits atau program lainnya.

Bagi yang berminat dipersilahkan mengisi fromulir berikut: bit.ly/mengajarperintis

Keuntungan mengikuti program KMP ini:

  • PMP ini akan dikonversi ke dalam 8 SKS. MK KKNDik 4 SKS dan MK Prodi 4 SKS yang relevan.
  • KMP akan dilaksanakan mulai 14 September s.d. 15 Desesmber 2020 di lingkungan SD/MI maks terakreditasi B di lingkungan mahasiswa tinggal.
  • Dibiayai oleh Kemdikbud melalui LPDP.
  • Mendapat sertifikat dari Kemdikbud yang dimasukkan di SKPI.
  • Sekaligus bisa terintegrasi dengan penulisan skripsi berbasis keluaran artikel publikasi jurnal ilmiah bereputasi.

Lampiran:


Hasil pengukuran kepuasan mahasiswa terhadap pendidikan di FKIP UMS pada tahun 2021-2022 ditampilkan pada gambar:

Secara keseluruhan, berdasarkan komponen pengukuran yang ada, aspek kinerja mengajar dosen memiliki skor sebagai berikut: P2. Kemampuan dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa seperti menjadi fasilitator dalam kegiatan yang melibatkan mahasiswa (3,79), P3. Kemauan dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola dalam membantu mahasiswa memberikan pelayanan dengan cepat (3,73), P4. Kemampuan dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola untuk memberi keyakinan kepada mahasiswa bahwa pelayanan yang diberikan telah sesuai dengan ketentuan (3,71), P5. Kesediaan/kepedulian dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola untuk memberi perhatian kepada mahasiswa, seperti menyediakan waktu untuk berkonsultasi di luar jam perkuliahan (3,72), P6. Mutu dan kuantitas interaksi dosen dan mahasiswa dalam bentuk seminar, kuliah, penelitian, pengabdian masyarakat dan kegiatan UKM telah sesuai untuk mewujudkan suasana akademik yang kondusif (3,76), P7. Proses pembelajaran mata kuliah yang dilakukan oleh dosen bersifat interaktif, mengutamakan kreativitas, serta sesuai tuntutan bidang keilmuan atau jurusan yang diambil (3,84), P8. Dosen melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode dan ilustrasi yang mudah dipahami dengan memanfaatkan lingkungan sekitar, serta materi dan pustaka pendukung yang digunakan mudah diakses mahasiswa (3,73), P9. Dosen melakukan pembelajaran sesuai dengan Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) dan kesepakatan dengan mahasiswa (3,93), P10. Dosen menggunakan hasil PKM dalam pembelajaran mata kuliah (3,61), P11. Bentuk pembelajaran yang digunakan dosen sesuai dengan konteks mata kuliah dan membantu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi (3,81), P12. Dosen melakukan penilaian pembelajaran secara objektif, transparan, sesuai kriteria dan prosedur, sesuai dengan rencana pembelajaran yang disepakati di awal perkuliahan, serta memberikan hak banding bagi mahasiswa yang kurang puas terhadap nilai yang didapatkan (3,80), P14. Syarat kelulusan mahasiswa telah disampaikan di awal perkuliahan dan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (minimal sks yang ditempuh 144 sks, dan lain – lain) (4,12). Layanan administrasi akademik meliputi: P13. Sistem Informasi penilaian pembelajaran (STAR UMS) informatif dan mudah dioperasikan (4,14), dan Ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran meliputi: P1. Penilaian mahasiswa terhadap kecukupan, aksesibilitas, kualitas sarana dan prasarana untuk pembelajaran (3,62).

Jumat 21 Agustus 2020, Survey yang diadakan dengan responden mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terkait dengan tingkat kepuasan dan kepentingan memeroleh hasil yang cukup memuaskan. Pertanyaan mengenai kepentingan dan kepuasan terdiri dari 14 buah. Hasil chart tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1

Penjabaran dari Gambar 1 tersebut sebagai berikut. Pernyataan pertama mengenai penilaian mahasiswa terhadap kecukupan, aksesibilitas, kualitas sarana dan prasrana untuk pembelajaran, hasil yang diperoleh untuk kepentingan adalah 4.35 dan kepuasan sebesar 3.62. Pernyataan kedua mengenai kemampuan dosen, tenaga kependidikan dan pengelola dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa memeroleh skor 4.41 untuk kepentingan dan skor 3.79 untuk kepuasan. Pernyataan ketiga tentang kemauan dosen, tenaga kependidikan dan pengelola dalam membantu mahasiswa memberikan pelayanan dengan cepat berhasil memeroleh skor 4.41 untuk kepentingan dan 3.73 untuk kepuasan. Pernyataan keempat tentang kemampuan dosen, tenaga kependidikan dan pengelola untuk memberikan keyakinan kepada mahasiswa bahwa pelayanan yang diberikan telah sesuai dengan ketentuan, memeroleh skor 4.28 untuk kepentingan dan 3.71 untuk kepuasan. Pernyataan kelima tentang kesediaan dosen, tenaga kependidikan dan pengelola untuk memberi perhatian kepada mahasiswa memeroleh skor 4.40 (kepentingan) dan 3.72 (kepuasan).

Pernyataan keenam sampai dengan empat belas akan dijabarkan secara berurutan. Mutu dan kuantitas interaksi dosen dengan mahasiswa dalam bentuk seminar, kuliah, penelitian, pengabdian masyarakat dan kegiatan UKM telah sesuai dengan suasana akademik yang kondusif berhasil memeroleh skor 4.30 untuk kepentingan dan 3.76 untuk kepuasan. Proses pembelajaran mata kuliah yang dilakukan dosen bersifat interaktif, mengutamakan kreativitas serta sesuai dengan tuntutan bidang keilmuan yang diambil memeroleh skor 4.36 dan 3.84. Dosen melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode dan ilustrasi yang mudah dipahami dengan memanfaatkan lingkungan sekitar serta materi dan pustaka pendukung yang mudah diakses berhasil memeroleh skor 4.38 dan 3.73 untuk tingkat kepuasan. Pernyataan mengenai dosen melakukan pembelajaran sesuai dengan Rancangan Pembelajaran Semester dan kesepakatan mahasiswa berhasil memeroleh skor 4.40 dan 3.93. Selanjutnya, Dosen menggunakan hasil PKM dalam pembelajaran mata kuliah memeroleh skor 3.98 untuk kepentingan dan 3.61 untuk tingkat kepuasan. Bentuk pembelajaran yang digunakan dosen sesuai dengan konteks mata kuliah dan membantu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi memeroleh skor untuk tingkat kepentingan dan kepuasan masing-masing 4.39 dan 3.81. Dosen melakukan penilaian pembelajaran secara objektif, transparan, sesuai kriteri dan prosedur, sesuai dengan rencana pembelajaran yang disepakati di awal perkuliahan dan memberikan hak banding bagi mahasiswa yang kurang puas terhadap nilai yang didapatkan memeroleh skor untuk tingkat kepentingan sebesar 4.41 dan untuk tingkat kepuasan 3.80. Sistem informasi penilaian pembelajaran informatif dan mudah dioperasikan memeroleh skor 4.49 dan 4.14. Pernyataan terakhir mengenai syarat kelulusan mahasiswa telah disampaikan di awal perkuliahan dan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (minimal sks yang ditempuh 144 sks) memeroleh skor 4.43 dan 4.12. Berdasarkan dari pernyataan-pernyataan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa perolehan skor tingkat kepentingan selalu lebih tinggi daripada tingkat kepuasan mahasiswa.

Sabtu, 15 Agustus 2020, Survey yang diadakan dengan responden mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terkait skala kepentingan memeroleh hasil yang baik. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan hasil survey yang dibagi menjadi 4 kategori. Kategori pertama yakni kategori puas memeroleh 43.75%, selanjutnya kategori cukup puas memeroleh 10.7%, tidak puas 0.7% dan sangat tidak puas 1.1%. Hasil chart berdasarkan penjabaran sebelumnya dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1

Kamis, 13 Agustus 2020, Survey yang diadakan dengan responden dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terkait skala kepuasan memeroleh hasil yang baik. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan hasil survey yang dibagi menjadi 4 kategori. Kategori pertama yakni kategori puas memeroleh 45.75%, selanjutnya kategori cukup puas memeroleh 7.8%, tidak puas 0.7% dan sangat tidak puas 0%. Hasil chart tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1