12 Agustus 2020

Hasil Evaluasi Dosen Mengajar pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Tahun Ajaran 2019/2020 dipengaruhi oleh delapan komponen. Delapan komponen tersebut terdiri dari:

  1. organisasi kelas,
  2. materi perkuliahan,
  3. metode pembelajaran,
  4. interaksi dengan mahasiswa,
  5. umpan balik kepada mahasiswa,
  6. media pembelajaran,
  7. pustaka dan bahan pendukung dan
  8. tingkat kepuasan.

Komponen materi perkuliahan mendapatkan skor tertinggi pada semester gasal tahun ajaran 2019/2020, yakni memeroleh skor 3.1536. Skor terendah terdapat pada komponen metode pembelajaran, yakni hanya memeroleh skor 3.0576. Pada komponen lainnya, organisasi kelas memeroleh skor 3.1397, interaksi dengan mahasiswa memeroleh skor 3.1254, umpan balik kepada mahasiswa dengan skor 3.1108, media pembelajaran memeroleh skor 3.091, Pustaka dan bahan pendukung memeroleh skor 3.0916 dan tingkat kepuasan memeroleh skor 3.1311.

Semester genap tahun ajaran 2019/2020 memiliki urutan komponen yang tertinggi ke terendah sebagai berikut: 1) materi perkuliahan dengan skor 3.0827, 2) organisasi kelas memeroleh skor 3.0782, 3) tingkat kepuasan dengan skor 3.0556, 4) interaksi dengan mahasiswa skor 3.0453, 5) umpan balik kepada mahasiswa dengan skor 3.0303, 6) pustaka dan bahan pendukung skor 3.0231, 7) media pembelajaran skor 3.0193 dan 8) metode pembelajaran skor 2.979.

 

Senin, 10 Agustus 2020, Survey yang diadakan dengan responden mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terkait skala kepuasan memeroleh hasil yang baik. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan hasil survey yang dibagi menjadi 4 kategori. Kategori pertama yakni kategori puas memeroleh 33.05%, selanjutnya kategori cukup puas memeroleh 28.6%, tidak puas 4.3% dan sangat tidak puas 1.1%. Hasil chart berdasarkan penjabaran sebelumnya dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1

Sabtu, 8 Agustus 2020, Survey yang diadakan dengan responden dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terkait skala kepentingan memeroleh hasil yang cukup memuaskan. Hasil yang diperoleh berdasarkan dari 2 pertanyaan. Pertanyaan pertama mengenai UMS menyediakan fasilitas pembelajaran yang memadai guna menunjang suasana akademik yang kondusif. Pada pertanyaan pertama diperoleh 4 kategori yakni penting dengan 47.35%, cukup penting 3.9%, tidak penting 0% dan sangat tidak penting 1.3%. Hasil chart berdasarkan penjabaran sebelumnya dapat dilihat pada Gambar 1.

Pertanyaan kedua berkaitan dengan UMS menyediakan pelatihan untuk peningkatan kualitas pembelajaran dosen dengan mutu yang sesuai guna menunjang suasana akademik yang kondusif diperoleh hasil yakni penting 48.65%, cukup penting 1.3%, tidak penting 0% dan sangat tidak penting 1.3%. Hasil chart berdasarkan penjabaran tersebut dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 1. Hasil Persentase untuk Pertanyaan Pertama

 

Gambar 2. Hasil Persentase untuk Pertanyaan Kedua

 

Gambar 3. Hasil Persentase untuk Kedua Pertanyaan

Yogyakarta, 8 Agustus 2020

Online learning mampu melampaui batas ruang (kelas). Online berkepenjangan selama pandemi ini dapat menimbulkan kejenuhan bagi anak-anak. Oleh sebab itu, pada umumnya anak-anak di Amerika sudah ingin segera kembali ke sekolah. Alasannya secara umum mereka bisa berkreasi langsung, bisa langsung berkomunikasi dan berinteraksi, serta bisa mendapatkan pengalaman langsung, dapat langsung mengembangkan keterampilan khusus, bisa langsung hidup bersama dengan berbagai masyarakat. Alasan anak-anak di Amerika ini, juga harapan anak di seluruh dunia pada umumnya ini bisa dipahami. Sebab hakikat anak adalah sebagai makluk sosial. Ciri makluk sosial adalah interaksi dan komunikasi serta berkreasi langung. Demikian penegasan Prof. Popy Rufaidah, Atdikbud RI di USA sebagai salah satu key note dalam acara webinar putaran ketiga International Conference on ‘the 5th PROFUNEDU , Engineering Learning in the Global Communication and Computation Era’ yang diselenggarakan oleh Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Indonesia (ALPTK PTM) bekerja sama dengan dengan FKIP UMS dan FKIP UAD Yogyakarta serta FKIP Unmuh Bangka Belitung, FKIP Unmuh Kupang, dan FKIP Unmuh Pare-Pare.

Rumusan tersebut inline dengan pernyataan nara sumber lainnya yang menjadi invited speakers dalam forum ini. Antara lain, Prof. Popy Rufaidah (Atdikbud RI-USA), Prof. Arief Rochman, PhD. (Atdikbud RI UK), Prof. Joko Nurkamto (President of TEFLIN), Prof. Dr. Dwi Sulisworo (UAD), Prof. Anam Sutopo (UMS), Patahudin (UM Parepare), Ihwan (UM Kupang), dan Maulina Hendrik (FKIP Unmuh Muh Babel). Secara umum dapat disimpulkan bahwa rekayasa pembelajaran daring memiliki kelebihan dalam melapaui batas ruang dan waktu serta pengetahuan tetapi lemah di aspek keterampilan berkehidupan masyarakat (to live together). Dengan kata lain, pembelajaran online saat ini masih belum efektif.

Dalam konteks masa pandemi di Indonesia yang kemudian semua pembelajaran dilaksanakan secara daring, sebagaimana disampaikan oleh Kemendikbud RI bahkan akan diperpanjang sampai dengan Desember 2020 dipandang perlu untuk dievaluasi kembali. Oleh sebab itu, perlu dilaksanakan pembelajaran dalam skala-skala kecil, perlu penguatan pendidikan keluarga, home schooling, home visits, school visits, perlu pembelajaran secara bergantian dengan tetap adaptasi protokol kesehatan. Kesimpulannya diperlukan kurikulum baru, pendekatan baru, dan bentuk-bentuk pembelajaran baru supaya anak-anak mendapatkan asupan pendidikan wajar dan cukup.

Online learning mampu melampaui batas ruang (kelas). Online berkepenjangan selama pandemi ini dapat menimbulkan kejenuhan bagi anak-anak. Oleh sebab itu, pada umumnya anak-anak di Amerika sudah ingin segera kembali ke sekolah. Alasannya secara umum mereka bisa berkreasi langsung, bisa langsung berkomunikasi dan beriinteraksi, serta bisa mendapatkan pengalaman langsung, dapat langsung mengembangkan keterampilan khusus, bisa langsung hidup bersama dengan berbagai masyarakat. Alasan anak-anak di Amerika ini, juga harapan anak di seluruh dunia pada umumnya ini bisa dipahami. Sebab hakikat anak adalah sebagai makluk sosial. Ciri makluk sosial adalah interaksi dan komunikasi serta berkreasi langung. Demikian penegasan Prof. Popy Rufaidah, Atdikbud RI di USA sebagai salah satu keynote dalam acara webinar putaran ketiga International Conference on ‘the 5th PROFUNEDU , Engineering Learning in the Global Communication and Computation Era’ yang diselenggarakan oleh Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Indonesia (ALPTK TM) bekerja sama dengan dengan FKIP UMS dan FKIP UAD Yogyakarta serta FKIP Unmuh Bangka Belitung, FKIP Unmuh Kupang, dan FKIP Unmuh Pare-Pare.

Rumusan tersebut in line dengan pernyataan nara sumber lainnya yang menjadi invited speakers dalam forum ini. Antara lain, Prof. Popy Rufaidah (Atdikbud RI-USA), Prof. Arief Rochman, PhD. (Atdikbud RI UK), Prof. Joko Nurkamto (President of TEFLIN), Prof. Dr. Dwi Sulisworo (UAD), Prof. Anam Sutopo (UMS), Patahudin (UM Parepare), Ihwan (UM Kupang), dan Maulina Hendrik (FKIP Unmuh Muh Babel). Secara umum dapat disimpulkan bahwa rekayasa pembelajaran daring memiliki kelebihan dalam melapaui batas ruang dan waktu serta pengetahuan tetapi lemah di aspek keterampilam berkehidupn masyarakat (to live together). Dengan kata lain, pembelajaran online saat ini masih belum efektif.

Dalam konteks masa pandemi di Indonesia yang kemudian semua pembelajaran dilaksanakan secara daring, sebagaimana disampaikan oleh Kemendikbud RI bahkan akan diperpanjang sampai dengan Desember 2020 dipandang perlu untuk dievaluasi kembali. Oleh sebab itu, perlu dilaksanakan pembelajaran dalam skala-skala kecil, perlu penguatan pendidikan keluarga, home schooling, home visits, school visits, perlu pembelajaran secara bergantian dengan tetap adaptasi protokol kesehatan. Kesimpulannya diperlukan kurikulum baru, pendekatan baru, dan bentuk-bentuk pembelajaran baru supaya anak-anak mendapatkan asupan pendidikan wajar dan cukup. Salam @FKIP CAKAP.

Sabtu 8 Agustus 2020, Survey yang diadakan dengan responden mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terkait skala kepuasan memeroleh hasil yang cukup memuaskan. Hasil yang diperoleh berdasarkan dari 14 pertanyaan. Pertanyaan pertama mengenai penilaian mahasiswa terhadap kecukupan, aksesibilitas, kualitas sarana dan prasrana untuk pembelajaran. Penjabaran perolehan persentase adalah 27.85% puas, 37.19% cukup puas, 6.22% tidak puas dan 0.87% sangat tidak puas. Pernyataan kedua mengenai kemampuan dosen, tenaga kependidikan dan pengelola dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa dengan perolehan persentase 33.58% puas, 28.61% cukup puas, 3.61% tidak puas dan 0.62% sangat tidak puas. Pernyataan ketiga tentang kemauan dosen, tenaga kependidikan dan pengelola dalam membantu mahasiswa memberikan pelayanan dengan cepat dengan perolehan persentase puas 31.22%, cukup puas 30.85%, tidak puas 5.47% dan sangat tidak puas 1.24%. Pernyataan keempat tentang kemampuan dosen, tenaga kependidikan dan pengelola untuk memberikan keyakinan kepada mahasiswa bahwa pelayanan yang diberikan telah sesuai dengan ketentuan, memeroleh persentase 30.54% puas, 32.71% cukup puas, 5.22% tidak puas dan 1% sangat tidak puas. Pernyataan selanjutnya, kesediaan/kepedulian dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola untuk memberi perhatian kepada mahasiswa, seperti menyediakan waktu untuk berkonsultasi di luar jam perkuliahan memeroleh persentase untuk kategori puas 30.85%, 30.10% cukup puas, 6.47% tidak puas dan 1.74% sangat tidak puas.

Pernyataan keenam sampai dengan empat belas akan dijabarkan secara berurutan. Mutu dan kuantitas interaksi dosen dengan mahasiswa dalam bentuk seminar, kuliah, penelitian, pengabdian masyarakat dan kegiatan UKM telah sesuai dengan suasana akademik yang kondusif berhasil memeroleh persentase 31.9% kategori puas, 31.22% cukup puas, 3.98% tidak puas dan sangat tidak puas 1%. Proses pembelajaran mata kuliah yang dilakukan dosen bersifat interaktif, mengutamakan kreativitas serta sesuai dengan tuntutan bidang keilmuan yang diambil memeroleh persentase sebesar 34.27% kategori puas, 26.74% cukup puas, tidak puas 3.73% dan sangat tidak puas 1%. Dosen melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode dan ilustrasi yang mudah dipahami dengan memanfaatkan lingkungan sekitar serta materi dan pustaka pendukung yang mudah diakses berhasil memeroleh 31.66% kategori puas, cukup puas 30.10%, tidak puas 5.6% dan sangat tidak puas 1%. Pernyataan mengenai dosen melakukan pembelajaran sesuai dengan Rancangan Pembelajaran Semester dan kesepakatan mahasiswa berhasil memeroleh 36.76% puas, 22.89% cukup puas, 2.49% tidak puas dan 1.12% sangat tidak puas. Selanjutnya, dosen menggunakan hasil PKM dalam pembelajaran mata kuliah memeroleh 28.49% puas, cukup puas 36.19%, tidak puas 4.98% dan 1.87% sangat tidak puas. Bentuk pembelajaran yang digunakan dosen sesuai dengan konteks mata kuliah dan membantu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi memeroleh skor 33.52% kategori puas, 27.99% cukup puas, 3.73% tidak puas dan 1.24% sangat tidak puas. Dosen melakukan penilaian pembelajaran secara objektif, transparan, sesuai kriteri dan prosedur, sesuai dengan rencana pembelajaran yang disepakati di awal perkuliahan dan memberikan hak banding bagi mahasiswa yang kurang puas terhadap nilai yang didapatkan memeroleh skor untuk tingkat kepuasan 32.96% puas, 28.23% cukup puas, 4.98% tidak puas dan 0.87% sangat tidak puas. Sistem informasi penilaian pembelajaran informatif dan mudah dioperasikan memeroleh persentase sebesar 39.37% puas, 18.28% cukup puas, 1.99% tidak puas dan 1% sangat tidak puas. Pernyataan terakhir mengenai syarat kelulusan mahasiswa telah disampaikan di awal perkuliahan dan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (minimal sks yang ditempuh 144 sks) memeroleh persentase 39.68% puas, 18.78% cukup puas, 1.24% untuk kategori tidak puas dan 0.62% sangat tidak puas. Hasil chart berdasarkan penjabaran tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Hasil Persentase untuk Keempat Belas Pertanyaan

Surakarta, 7 Agustus 2020.

Dalam rangka mempersiapkan calon guru penggerak Abad 21, FKIP telah menyelenggarakan Lomba Rekayasa Pembelajaran Inovatif dan Adaptif berbasis HOTS.

Kriteria penilaian diselaraskan dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang berpenciri HOTS dan terintegrasinya TPACK dalam pembelajaran, yang meliputi aspek komunikasi; aspek strategi, interaksi & inovasi; aspek Penguasaan materi, pemanfaatan media &ICT ; aspek kemampuan merekayasa dan pembangkitan motivasi siswa serta aspek ‘Lerner Centered strategy.

Dari peserta yang berjumlah 1.771 mahasiswa yang terseleksi secara administrasi sebanyak 58 peserta. Kemudian dilanjutkan dengan seleksi materi video dan dari 58 terseleksi 29 video yang memenuhi kriteria lomba. Dari 29 video tsb dinilai oleh tim juri dan 9 dinyatakan terbaik. Ke 9 peserta dengan video terbaik berasal dari 3 program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar,
1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3 Pendidikan Teknik Informatika, 1 Pendidikan Matematika, dan 1 Pendidikan Biologi.

Semoga penyelenggaraan lomba ini lebih memotivasi mahasiswa FKIP UMS untuk menyiapkan diri menjadi guru penggerak abad 21 yang senantiasa menjadi inisiator perubahan pendidikan dalam konteks komunikasi dankomputasi global. Salam @FKIP CAKAP.

Daftar Juara:

Juara No. Peserta Skor Program Studi NIM NAMA Tema/Materi Link Video
1 19 1211 Pendidikan Guru Sekolah Dasar A510170057 TIKA DWI SAPUTRI Bangun Ruang [button link=”https://www.youtube.co/watch?v=2PPu8hE20VU&t=3s” icon=”download”]Link Video[/button]
2 20 1190 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia A310170081 Yunita Mandasari Mempertunjukkan salah satu tokoh dalam drama yang dibaca atau ditonton secara lisan. [button link=”https://youtu.be/OgoP0iAu_X4 ” icon=”download”]Link Video[/button]
3 31 1182 Pendidikan Teknik Informatika A710170029 Agustina Iriyanti Alir Produksi MM “Pra Produksi” [button link=”https://youtu.be/w_OR32E9-gc” icon=”download”]Link Video[/button]
4 24 1180 Pendidikan Teknik Informatika A710170002 Sarah Haruka Nudiyanti Unsur-unsur desain grafis [button link=”https://youtu.be/Zmon9InOolY” icon=”download”]Link Video[/button]
5 22 1175 Pendidikan Guru Sekolah Dasar A510170060 Erviana Putri Kristiyantini Tema 3 (Peduli Terhadap Makhluk Hidup) [button link=”https://www.youtube.com/watch?v=dQR6Z4UqbUM” icon=”download”]Link Video[/button]
H1 39 1172 Pendidikan Teknik Informatika A710170053 Desfitria Rhomandani Pemrograman Dasar [button link=”https://youtu.be/_xLlfc5WYww” icon=”download”]Link Video[/button]
H2 8 1163 Pendidikan Guru Sekolah Dasar A510170174 Estivianti Murpratiwi 8.Bumiku [button link=”https://youtu.be/t7NWBx5FzT4″ icon=”download”]Link Video[/button]
H3 17 1140 Pendidikan Matematika A410170078 Mega Dwi Atikah Limit Fungsi Aljabar [button link=”https://youtu.be/iN7SgzcLPdU” icon=”download”]Link Video[/button]
H4 4 1135 Pendidikan Biologi A420170055 Ronaa Karima Sistem Pencernaan [button link=”https://youtu.be/0d9fSzXbr04″ icon=”download”]Link VIdeo[/button]

Surakarta, 4 Agustus 2020

Pada periode yang hampir bersamaan tiga Prodi Magister (S2) lamgsung raih prestasi terakreditasi unggul (A) setelah melalui tahapan penyusunan borang sangat komprehensif, pengusulan tepat waktu, penilaian deks evaluation, penilaian lapangan (AL) Juli 2020.

Ketiga prodi yang raih akreditasi unggul (A) dari BAN PT tersebut adalah Prodi S2 Manajemen Pendidikan, S2 PGSD, dan S2 Pendikan Bahasa Indonesia. Raihan akreditasi unggul (A) ketiga tersebut akan semakin memperkuat 8 Prodi Pendidikan S1 yang sudah lebih dahulu memperoleh terakreditasi A, yaitu P Akuntansi, PPKn, P Bhs Indonesia, P Babasa Inggris, PMatematika, P Biologi, PGSD, dan P Geografi. Hampir keseluruhannya Prodi Pendidikan baik jenjang Sarjana S1 maupun Magister S2 yang sudah terakreditasi Unggul A mencapai 80%.

Untuk meraih perolehan status tersebut FKIP UMS sebagaimana disampaikan oleh Dekan FKIP Prof. Harun Joko Prayotno telah mempersiapkan diri dengan sangat matang dan melakukan terobosan pengembengan reputasi akademik serta penguatan kelembagaan strategis. Misalnya, student exchange mencapat di atas 178 dalam setiap tahunnya, meningkatkan luaran publikasi ilmiah terindeks Scopus mencapai 226 dokumen, implementasi kerja sama riset dan invited speakers, visiting profesor di sejumlah education faculty di luar negeri Mesir, Malysia, Thailand, Philipine, Vietnem, Swedia, dll.

Sejalan dengan visi unggul FKIP UMS menghasilkan lulusan guru profesional sejati, yang berkepribadian Islami, dan sebagai inisiator penggerak perubahan pendidikan dalam konteks komputasi global maka FKIP UMS melakukan terobosan dengan berindak sebagai inisiator penggerak sekolah-sekolah dasar menengah Muhammadiyah di berbagai pelosok tanah air swjak dari Medan, Bangka, Babel, Makassar, Mataram, Palu, Kendari, Sorong, dan Raja Ampat. FKIP UMS sekaligus memperoleh mandat sebagai LPTK pengasuh bagi LTPK PTM nasional yang sedang dalam proses tumbuh kembang. Reputasi dan terobosan akan terus dilakukan termasuk menaikkan 50% jumlah dosen berkualifikasi doktor dan profesor. Salam @FKIP CAKAP.

Selasa, 4 Agustus 2020, Survey yang diadakan dengan responden dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terkait skala kepuasan memeroleh hasil yang cukup memuaskan. Hasil yang diperoleh berdasarkan dari 2 pertanyaan. Pertanyaan pertama mengenai UMS menyediakan fasilitas pembelajaran yang memadai guna menunjang suasana akademik yang kondusif. Pada pertanyaan pertama diperoleh 4 kategori yakni puas dengan 44.1%, cukup puas 11.8%, sangat tidak puas dan tidak puas masing-masing 0%. Hasil chart berdasarkan penjabaran sebelumnya dapat dilihat pada Gambar 1.

Pertanyaan kedua berkaitan dengan UMS menyediakan pelatihan untuk peningkatan kualitas pembelajaran dosen dengan mutu yang sesuai guna menunjang suasana akademik yang kondusif diperoleh hasil yakni puas 47.35%, cukup puas 3.9%, tidak puas 1.3% dan sangat tidak puas 0%. Hasil chart berdasarkan penjabaran tersebut dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 1. Hasil Persentase untuk Pertanyaan Pertama

 

Gambar 2. Hasil Persentase untuk Pertanyaan Pertama\

 

Gambar 3. Hasil Persentase untuk Kedua Pertanyaan

Rabu, 4 Agustus 2020, Survey yang diadakan dengan responden mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terkait skala kepentingan memeroleh hasil yang cukup memuaskan. Hasil yang diperoleh berdasarkan dari 14 pertanyaan. Pertanyaan pertama mengenai penilaian mahasiswa terhadap kecukupan, aksesibilitas, kualitas sarana dan prasrana untuk pembelajaran. Penjabaran perolehan persentase adalah 43.905% penting, 10.45% cukup penting, 0.5% tidak penting dan 1.24% sangat tidak penting. Pernyataan kedua mengenai kemampuan dosen, tenaga kependidikan dan pengelola dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa dengan perolehan persentase 44.09% penting, 10.2% cukup penting, 0.5% tidak penting dan 1.12% sangat tidak penting. Pernyataan ketiga tentang kemauan dosen, tenaga kependidikan dan pengelola dalam membantu mahasiswa memberikan pelayanan dengan cepat dengan perolehan persentase penting 44.72%, cukup penting 8.83%, tidak penting 0.37% dan sangat tidak penting 1.37%. Pernyataan keempat tentang kemampuan dosen, tenaga kependidikan dan pengelola untuk memberikan keyakinan kepada mahasiswa bahwa pelayanan yang diberikan telah sesuai dengan ketentuan, memeroleh persentase 42.85% penting, 12.06% cukup penting, 0.87% tidak penting dan 1.37% sangat tidak penting. Pernyataan selanjutnya, kesediaan/kepedulian dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola untuk memberi perhatian kepada mahasiswa, seperti menyediakan waktu untuk berkonsultasi di luar jam perkuliahan memeroleh persentase untuk kategori penting 43.72%, 10.45% cukup penting, 1% tidak penting dan 1.12% sangat tidak penting.

Pernyataan keenam sampai dengan empat belas akan dijabarkan secara berurutan. Mutu dan kuantitas interaksi dosen dengan mahasiswa dalam bentuk seminar, kuliah, penelitian, pengabdian masyarakat dan kegiatan UKM telah sesuai dengan suasana akademik yang kondusif berhasil memeroleh persentase 43.72% kategori penting, 10.82% cukup penting, 0.75% tidak penting dan sangat tidak penting 1%. Proses pembelajaran mata kuliah yang dilakukan dosen bersifat interaktif, mengutamakan kreativitas serta sesuai dengan tuntutan bidang keilmuan yang diambil memeroleh persentase sebesar 44.22% kategori penting, 9.95% cukup penting, tidak penting 0.75% dan sangat tidak penting 0.87%. Dosen melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode dan ilustrasi yang mudah dipahami dengan memanfaatkan lingkungan sekitar serta materi dan pustaka pendukung yang mudah diakses berhasil memeroleh 43.85% kategori penting, cukup penting 10.32%, tidak penting 0.75% dan sangat tidak penting 1.24%. Pernyataan mengenai dosen melakukan pembelajaran sesuai dengan Rancangan Pembelajaran Semester dan kesepakatan mahasiswa berhasil memeroleh 44.84% penting, 8.83% cukup penting, 0.37% tidak penting dan 1.12% sangat tidak penting. Selanjutnya, Dosen menggunakan hasil PKM dalam pembelajaran mata kuliah memeroleh 37.19% penting, cukup penting 22.26%, tidak penting 2.11% dan 1.24% sangat tidak penting. Bentuk pembelajaran yang digunakan dosen sesuai dengan konteks mata kuliah dan membantu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi memeroleh skor 44.16% kategori penting, 10.07% cukup penting, 0.75% tidak penting dan 0.87% sangat tidak penting. Dosen melakukan penilaian pembelajaran secara objektif, transparan, sesuai kriteri dan prosedur, sesuai dengan rencana pembelajaran yang disepakati di awal perkuliahan dan memberikan hak banding bagi mahasiswa yang kurang puas terhadap nilai yang didapatkan memeroleh skor untuk tingkat kepentingan 44.59% penting, 9.08% cukup penting, 0.62% tidak penting dan 1.12% sangat tidak penting. Sistem informasi penilaian pembelajaran informatif dan mudah dioperasikan memeroleh persentase sebesar 45.53% penting, 7.46% cukup penting, 0.5% tidak penting dan 1% sangat tidak penting. Pernyataan terakhir mengenai syarat kelulusan mahasiswa telah disampaikan di awal perkuliahan dan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (minimal sks yang ditempuh 144 sks) memeroleh persentase 45.09% penting, 8.46% cukup penting, 0.37% untuk kategori tidak penting dan 1% sangat tidak penting. Hasil chart berdasarkan penjabaran tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.

 

Gambar 1. Hasil Persentase untuk Keempat Belas Pertanyaan

Minggu, 2 Agustus 2020, Survey yang diadakan dengan responden dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terkait skala kepentingan memeroleh hasil yang baik. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan hasil survey yang dibagi menjadi 4 kategori. Kategori pertama yakni kategori puas memeroleh 48%, selanjutnya kategori cukup puas memeroleh 2.6%, tidak puas 0% dan sangat tidak puas 1.3%. Hasil chart tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.Survey yang diadakan dengan responden dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terkait skala kepentingan memeroleh hasil yang baik. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan hasil survey yang dibagi menjadi 4 kategori. Kategori pertama yakni kategori puas memeroleh 48%, selanjutnya kategori cukup puas memeroleh 2.6%, tidak puas 0% dan sangat tidak puas 1.3%. Hasil chart tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Persentase Hasil Survey Dosen