Surakarta 2 Agustus 2020, Survey yang diadakan dengan responden dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terkait dengan tingkat kepuasan dan kepentingan memeroleh hasil yang memuaskan. Pernyataan pertama mengenai penyediaan fasilitas pembelajaran yang memadai guna menunjang suasana akademik memeroleh skor 4.28 untuk tingkat kepuasan, sedangkan untuk tingkat kepentingan terkait hal yang sama memeroleh skor 4.71. Berkaitan dengan penyediaan pelatihan dari UMS guna meningkatkan kualias pembelajaran agar dapat menunjang suasana akademik yang kondusif, untuk tingkat kepuasan memeroleh skor 4.54 sedangkan tingkat kepentingan di skor 4.74. Rincian tersebut dapat dilihat dalam bentuk chart pada Gambar dibawah ini.

 

Pabelan, 22 Juli 2020

Sebagai inisiator penggerak perubahan pendidikan, FKIP UMS mampu beradaptasi dengan cepat. Salah satunya adalah adaptasi program implementasi Mata Kuliah Pengenalan Lapangan Persekolahan II (MK PLP-II). MK PLP-II yang berintikan pada penyusunan dan pengembangan perangkat pembelajaran serta asistensi guru pada era pandemi ini dengan pertimbangan sangat matang dan strategis diadaptasi menjadi Program Homeshooling dan School Visits. Kedua program strategis tersebut saat ini sangat tepat dan sangat dinantikan oleh anak-anak jenjang pendidikan dasar-menengah dan masyarakat luas, khususnya orang tua/wali yang putra-putrinya sedang menempuh pendidikan jenjang pendidikan dasar-menengah.

UMS, khususnya FKIP, sebagai salah satu PTMA dan PTS terbesar di Indonesia sudah memiliki pengalaman panjang. Sudah sejak sejak 5 tahun ini FKIP UMS melalui mata kuliah unggulan PLP-2 Terintegrasi KKNDik dan mata kuliah KKN Dik terintegrasi skripsi dengan mengirimkan mahasiswanya ker berbagai destinasi, baik ke level internasional maupun regional. Rata-rata dalam setiap tahunnya mahasiswa FKIP UMS yang menempuh program ini 175 lebih. Ada yang ke Philipine, Thailand, Vietnam, Malaysia. Ada yang ke Medan, Bangka, Bangka Belitung, Makassar, Mataram, Palu, Kendaru, Sorong, Raja Ampat, dll. Program ini sangat strategis dan challange karena merupakan salah satu upaya untuk membentuk kemandirian dan kedewasaan mahasiswa FKIP UMS di tengah-tengah komunikasi dan komputasi global.

Di tengah era unpredictable karena suasana covid yang pembelajarannya dilakukan secara daring sampai dengan akhir Desember 2020 ini yang pada umumnya menimbulkan kompleksitas jaringan, pulsa, komatibilitas hand phone yang dimiliki, kesiapan dll maka dipandang penting perlunya terobosan untuk mengatasi persoalan tersebut. Dalam konteks ini FKIP UMS mengambil peran penting untuk memberikan penguatan pendidikan informal di lingkungan tempat tinggal masing-masing anak dalam bentuk homeschooling dan/atau school visits. Program ini melibatkan sebanyak 1.728 mahasiswa yang tersebar ke seluruh pulau di Indonesia sampai dengan Thailand. Program yang digulirkan oleh Dekan FKIP UMS, Prof. Harun Joko Prayitno, ini merupakan program yang sangat bermaanfaaat, bahkan merupakan terobosan yang dahsyat sekaligus merupakan garda terdepan dalam penyelenggaraan pendidikan. Demikian Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Prof. Baedhowi dan Prof. Sofyan Anif selaku Rektor UMS dalam acara pembekalan sekaligus pelepasan kedua program tersebut. Semoga kedua program ini bisa menjawab persoalan pendidikan di tengah ketidakpastian pandemi sekaligus menjadi pendidikan prioritas di tengah pentingnya penguatan pendidikan informal. Salam @FKIP CAKAP.

Surakarta, 15 Juli 2020

OBE (Outcome Base Education) merupakan salah satu indikator terpenting dalam kegiatan tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam konteks ini jurnal ilmiah menjadi media ilmiah yang sangat strategis dalam performance OBE tersebut. FKIP UMS pada tahun 2000an memiliki kejayaan dalam tata kelola dan pengembangan jurnal, yaitu: Varidika, KLS, Humaniora dll yang saat itu merupakan 3 jurnal top karena sebagai jurnal terakreditasi nasional dari total jurnal terakreditasi nasional yang hanya 126 jurnal. Untuk menjayakan kembali jurnal-jurnal di bidang kependidikan tersebut, FKIP UMS menyelenggarakan workshop percepatan jurnal menuju jurnal bereputasi baik nasional maupun internasional bereputasi.

Sebanyak 10 pengelola jurnal di lingkungan FKIP UMS mendapat workshop/ klinik khusus dari salah satu asesor jurnal nasional sekaligus editor in chief jurnal pendidikan IPA (Scopus Q2), Dr. Parmin. Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian khusus bagi pengelola jurnal di lingkungan FKIP UMS untuk mendongkrak mutu supaya kedepannya masing-masing jurnal tersebut minimal dapat terakreditasi Sinta 3 dan terakreditasi internasional scopus.

Seperti yang sudah diketahui bahwa, jurnal yang dikelola Dr. Parmin (JPII) saat ini telah terindex Scopus Q2 dan tidak lama lagi akan naik ke Scopus Q1. Perjalanan Dr. Parmin dalam mengelola ini tidaklah mudah, kunci utama dalam mengelola jurnal adalah kekompakkan tim yang solid. “Mengelola jurnal itu harus punya target”, tegas Parmin.

Dengan adanya target, pengelola jurnal dapat memperkirakan sejauh mana jurnal yang dikelolanya akan dicapai. “Harus diingat bahwa kunci dalam mengelola jurnal adalah konsisten!!!”, tegas Parmin.

Ada salah satu jurnal di lingkungan FKIP yang akan diprospek menuju jurnal Internasional bereputasi adalah jurnal JRAMATHEdu, jurnal yang dimiliki oleh program studi pendidikan matematika. Dr. Parmin menilai jurnal ini (JRAMATHEdu) layak untuk disubmit kedalam jurnal Internasional bereputasi terindex Scopus, karena pengelolaan dalam sisi substansi dan manajerial jurnal sudah memenuhi untuk diajukan ke dalam Scopus.

Hal-hal inilah yang menjadi pemantik semangat para pengelola jurnal di lingkungan FKIP UMS supaya dalam pengelolaannya mendapatkan perhatian yang serius. Harapan dari Dekan FKIP (Prof. Harun Joko Prayitno) adalah semua jurnal yang ada di lingkungan FKIP semuanya harus terakreditasi, minimal semuanya terakreditasi Sinta 3. Semoga. Salam @FKIP CAKAP.

Surakarta, 11 Juli 2020

FKIP UMS sebagai LPTK penggerak dan LPTK PTM terbesar di Indonesia bertindak sebagai host dalam penyelenggaraan international conference tentang transformasi pembelajaran di era komunikasi dan komputasi global. Topik ini dipandang sangat penting dalam konteks pembelajaran daring yang saat ini marak dilaksanakan yang cenderung hanya learning to know. Oleh sebab itulah diperlukan langkah dan upaya nyata agar pembelajaran daring ini tidak mereduksi pentingnya transformasi pembelajaran dengan tetap mengintergasikan nilai-nilai pendidikan karakter.

Era komunikasi dan komputasi global sekarang ini telah mendorong di semua aspek kehidupan dalam segala aktivitasnya menggunaan IT-base. Tak terkecuali penggunaan IT di bidang tata kelola pendidikan dan pengembangan pembelajaran serta aspek penilaian-penilaian pembelajaran. Tata kelola pendidikan dan pengembangan pembelajaran yang pada akhir tahun 2019 masih dalam kisaran 20%, tiba-tiba naik menjadi 99% di era sekarang ini. Keuntungannya dan konsekuenasinya adalah pembelajaran yang melampaui batas kelas. Kelas tidak lagi berbatas ruang, tempat, kota, negara, dan bahkan waktu. Dari dan di manapun pembelajaran bisa berlangsung.

Inilah salah satu pesan penting yang disampaikan oleh pembicara kunci dalam konferensi yang bertajuk Online Learning Transformation in Global Computation Era, Prof. Amra Sabic-El-Rayes (Columbia University, USA) dan Prof. Warsito, PhD. (The Education and Culture Attache, France). Namun demikian, dinyatakan bahwa pendidikan dengan menggunakan sistem online penuh bukan berarti tanpa ada kelemahan. Salah satu kelemahannya adalah disfungsi soft skill dalam konteks pendidikan karakter dan kemampuan anak dalam berkehidupan bermasyarakat. Alasan ini bisa dipahami karena memang esensi pendidikan karakter dan kemampuan berkehidupan masyarakat adalah learning to live together.

Konferensi yang dilaksanakan pada 8 Juli 2020 ini melibatkan 9 dari perguruan tinggi, baik dari USA, Prancis, dan Indonesia. Join sebagai invited speakers lainnya adalah Erwin Akib, Ph.D (Unismuh Makassar, Indonesia), Dr. Desvian Bandarsyah (Uhamka, Indonesia), Abdul Muhith (STKIP Muh Oku Timur, Indonesia), Dina Rafidiah, M.Ed. (UM Banjarmasin, Indonesia), Siti Halimah (STKIP Muh Sampit, Indonesia), Ernitasari Mulyadi (Universitas Muhammadiyah Palu, Indonesia), dan Alfiah Fajriani (Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia). Berperan aktif dalam konferensi internasional ini sebanyak 720 partisipants, baik via zoom, Tv-Mu, maupun live streaming. Salam @FKIP CAKAP

Karanganyar, 3 Juli 2020

Setelah FKIP UMS sukses mengisisiasi sejumlah sekolah-sekolah meneggah menjadi sekolah penggerak se-Solo Raya beberapa waktu lalu, Januari-Maret 2020, di sejumlah sekolah di Kabupaten Wonogiri, Klaten, Boyolali, Sragen, Karanganyar, dan Surakarta, kembali FKIP UMS mengembangkan sekolah penggerak pada jenjang pendidikan PAUD dan Dasar. Kali ini FKIP UMS bersinergi dengan PDM dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar di bidang pengembangan pendidikan dasar. Salah satunya adalah pendirian MI Muhammadiyah Akhlakul Karimah (MIM AKA) yang diinisiasi di tengah pandemi covid-19. Langkah ini menunjukkan semangat warga dan pimpinan Muhammadiyah yang selalu berinovasi di dunia pendidikan.

Prof. Harun Joko Prayitno, selaku Dekan FKIP UMS, mewakili tim pendiri dan pembina MIM AKA ini dalam konferensi pers menyampaikan bahwa MIM AKA ini diinisiasi untuk menjadi salah satu MIM yang benar-banar untuk menyiapkan lulusan sebagai insan berakhlakul karimah, berkepribadian Islami, berkarakter kuat, dan berilmu pengetahuan unggul. Oleh sebab itulah, MIM AKA ini dalam pengembangannya menggandeng mitra kerja sama internasional dari Brunei Darusaalam (Prof. Gamal Abd Nasir), Malaysia (Prof. Hairy), Al Azhar Mesir (Prof. Dasuki), Amerika (Prof. Poppy), dan dari Prancis (Prof. Warsito).

Untuk memperkokoh tata kelola MIM AKA ini melibatkan tim pembina kombinasi dari berbagai universitas. Antara lain dari FKIP UMS (Prof. Sofyan Anif sekaligus rektor UMS, Prof. Bambang Sumardjoko, Prof. Anam Sutopo, Ass Prof. Koesoemo Ratih, Prof. Kun Harismah), dari UNS (Ass Prof. Rohmadi), dari Undip (Prof. Ir. Istadi, PhD), dari ITS (Prof. Ir. Imam Rohbandi, PhD), dari IAIN Surakarta (Ass Prof. Dr. Giyoto), dan dari UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta (Prof. Dr. Sutrisno).

Acara prosesi peletakan batu pertama pembangunan MIM AKA yang berlokasi di Dusun Pendek RT 04 RW 04 Desa Mojogedang Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar ini dihadiri Bupati Karanganyar Drs. H. Juliatmono, M.M. dengan rombongan. Hampir semua pejabat “teras” Pemkab Karanganyar, dari sekian banyak peresmian Amal Usaha Muhammadiyah Pendidikan di Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar yang saya ikuti, baru kali ini dihadiri sedemikian banyak pejabat dari Pemkab hingga Desa-RW-RT lingkungan setempat. Demikian penyataan Bupati dan Ketua PDM Karanganyar Muh Samsuri dalam sambutannya.

Bupati Juliyatmono dalam amanah sambutan peletakan batu pertama MIM AKA menyambut baik dan bersyukur karena Amal Usaha Muhammadiyah yang “subur ngremboko” utamanya bidang pendidikan yang selama ini senantiasa bersinergi dengan Pemkab dan Kemenag Karanganyar. “Kita didik anak-anak menjadi sholih yang menguasai teknologi dan cinta tanah air sebagai investasi masa depan, hal ini supaya sejalan dengan visi-misi MIM AKA ini dalam menghadapi era komunikasi dan komputasi global”, demikian tegas Bupati Karanganyar H. Juliyatmono. Salam @FKIP CAKAP.

[wzslider autoplay=”true”]

Surakarta, 29 Juni 2020

Untuk meningkatkan mutu dan proses pembelajaran di era pandemi ini FKIP UMS dengan Education Faculty Queensland University of Technology (QUT) Australia bersepakat akan melakukan kolaborasi riset dianjutkan publikasi di jurnal internasional bereputasi. Inisiasi ini dilakukan melalui kegiatan vicon yang diikuti oleh Wakil Dekan bidang International and Engagement, Education Faculty QUT Australia Prof. Simone White dan staf KUI QUT dengan Prof. Harun Joko Prayitno selaku Dekan FKP UMS yang didampingi oleh Wakil Dekan 2 Dr. Djalal Fuadi, WD 3 Nur Hidayat, M.Pd. dan Koesoemo Ratih, Ph.D selaku Kalab Pembelajaran Terintegrasi FKIP UMS. Riset kolaborasi ini sangat penting dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada masa pandemi dan era komputasi global.

Kegiatan kolaborasi ini dalam waktu dekat akan ditindaklanjuti dalam bentuk Surat Perjanjian Kerja Sama di bidang riset dan publikasi kedua belah pihak. Selanjutnya, kedua belah pihak sepakat bahwa kerja sama ini akan ditingkatkan secara terus-menerus dalam skema student exchange dan/atau bentuk kerja sama strategis lainnya. Salam @FKIP CAKAP.

Surakarta, 20 Juni 2020

Penyelenggaraan perdana Webinar Profunedu session/ tahap 1 berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2020. Dalam kesempatan ini, ALPTK PTM menunjuk FKIP UMS sebagai host dalam penyelenggaraan Webinar  yang bertemakan “The 21″ Century of Fun and Progressive Learning Engineering”. Penunjukan ini didasarkan pada reputasi kelembagaan dan pengalaman serta kinerja sebagai LPTK paling inovatif dan progresif dalam pengembangan program-program kependidikan. Kegiatan webinar international conference ini terdiri dari 3 tahapan kegiatan yaitu tanggal 20 Juni, 11 Juli, dan 8 Agustus 2020.

Sebagai langkah dalam memberdayakan dan meningkatkan LPTK PTM melalui program pola asuh, maka ALPTK PTM menunjuk beberapa LPTK PTM program pola asuh untuk mengambil peran sebagai keynote speaker dalam penyelenggaraan webinar profunedu pada tahun ini. Kegiatan perdana webinar profunedu ini menghadirkan keynote speaker: Prof. Laurance Tamatea (CDU, Australia); Assoc. Prof. Mohd Hairy Ibrahim (UPSI, Malaysia); Koesoemo Ratih, Ph.D (UMS, Indonesia); Rustamadji, Ph.D (Unimuda Sorong, Indonesia); Dr. Aliverma Wiraguna (STKIP Muh Sampit, Indonesia); Musiman, M.Pd (UML, Indonesia); Erwin Prasetyo, M.Pd (IKIP Muh Maumere); dan Madya Giri Aditama, M.Pd (STKIP Muh Batang).

Implementasi Program Pola Asuh ini dilaksanakan melalui berpendekatan OBE (Outcome Based Education) di bidang luaran kerja sama, joint conferences, riset, dan publikasi. Dengan adanya kegiatan seperti ini, harapannya LPTK PTM program pola asuh dapat mendongkrak reputasinya yang supaya dapat bersaing dengan perguruan tinggi lain dalam kaitannya dengan kompetisi global. Salam @FKIP CAKAP.

Surakarta, 20 Juni 2020

FKIP UMS mengadakan Kajian Ilmiah bersama Mahasiswa FKIP UMS melalui webinar pada tanggal 20 Juni 2020. Terdapat 2 bahasan yaitu perkuliahan secara daring serta tips dan trik memilih media pembelajaran yang tepat untuk menunjang pembelajaran untuk daerah 3T selama pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan kali ini terdapat 2 narasumber, yaitu: Prof. Dr. Harun Joko Prayitno (Dekan FKIP) serta Hardika Dwi Hermawan, M.Sc. (Dosen PTI). Dalam kajian ilmiah ini Prof. Harun Joko Prayitno menyampaikan bahwa didalam perkuliahan daring ini, semua matakuliah harus disajikan sesuai dengan yang sudah dijadwalkan supaya mahasiswa tidak mengalami penundaan masa studi, karena jika ditunda tahun ini secara otomatis harus mengambil tahun depan sehingga bisa menunda kelulusan. Selama pandemi kemungkinanan pembelajaran daring diprediksi akan diperpanjang sampai 10 bulan (Maret – Desember), praktis anak hanya mendapat pengetahuan saja tapi anak tidak bisa mengembangkan yang sifatnya kemampuan kehidupan bermasyarakat (kurang) dan itu menjadi suatu catatan.

Sistem pembelajaran terdiri dari 2 yaitu pembelajaran tatap muka dan pembelajaran tanpa tatap muka. Pembelajaran tanpa tatap muka dirasa kurang karena tidak ada interaksi dan ekspresif, salah satu aternatifnya adalah melakukan home schooling. Hakekat pembelajaran bukan meningkatkan kompetensi tapi memartabatkan manusia/memanusiakan manusia serta memandirikan siswa/mahasiswa. Apapun bisa jadi sumber belajar, kita belajar dimanapun kita berada.

Sementara Hardika menyampaikan bahwa, era dimana jaman berkembang pesat dan semakin kompleks, tidak bisa hanya dipelajari didalam kelas saja tapi juga dipelajari secara diluar untuk menambah soft skill. Di masa pandemi ini bisa memanfaatkan media sosial, misal: instagram, whatsapp, twitter, youtube, LMS, dll. Saat ini kita dituntut untuk jadi seorang yang inovatif dan kreatif untuk menghadapi masa pandemi Covid-19 ini.

Permasalahan kita adalah di Indonesia banyak yang belum terjangkau akses Internet. Pemerintah memberikan alternatif pembelajran bersifat mandiri, siswa tidak hanya terpaku dengan guru tapi bisa melalui siaran TV, radio, konten youtube, melalui pembelajaran disekitar juga untuk dapat melihat dunia. Pemerintah bekerjasama dengan TVRI untuk dapat menjangkau daerah 3T. Ada beberapa hal untuk mengajar di daerah 3T maupun non 3T, yaitu: memperhatikan kondisi dan karakteristik siswa, memperhatikan jaringan di daerah 3T mapaun non 3T, memperhatikan infrastruktur yang ada, melonggarkan target pembelajaran, memperbanyak guru penggerak. Semoga. Salam @FKIP CAKAP.

Penulis: Lina Noor Ethika Widi Jamin, S.Kom

Surakarta, 12 Juni 2020

Bertempat di Auditorium Moh. Djazman UMS, Dekan FKIP UMS adakan pembekalan bagi calon wisudawan/wati sebagai langkah strategi awal sebelum terjun ke dunia pekerjaan. Dalam acara ini turut juga mengundang alumni berdedikasi dan inspiratif yaitu Vera Ertiana, alumni program studi PGSD.

Pimpinan FKIP UMS menghadirkan Vera sebagai inspirasi bagi para calon wisudawan/wati untuk selalu peduli dengan dunia pendidikan. Kisah perjuangan Vera dalam mengemban amanah negara untuk memajukan dunia pendidikan tidak lah mudah, jalanan terjal, panjang dan berliku liku yang selalu dia (Vera-red) jalani disetiap hari harinya.

Pemerintah menempatkan Vera di tanah Alor, Nusa Tenggara Timur karena pada daerah tersebut dinilai perlu mendapat perhatian khusus dalam dunia pendidikan. “Sarana dan prasarana yang tidak ada membuat anak-anak di desa padang panjang sulit untuk bersekolah, bahkan kebutuhan listrik pun juga tidak ada dan apabila bersekolah juga tidak memakai seragam. Hal ini seperti dikisahkan pada film Denias yang ditunjukkan kepada anak-anak untuk semangat bersekolah lagi” Ungkap Vera.

Dekan FKIP UMS, Prof. Harun Joko Prayitno mengungkapkan data rata-rata kesesuaian bidang kerja mahasiswa FKIP ini menunjukkan angka 86,48%.

Dari data tersebut, dinilai perlu adanya perhatian khusus bagi para pengelola prodi untuk selalu memberikan pemahanan kepada para mahasiswa tentang prospek kerja yang akan dijalaninya sesuai dengan program studi yang ditempuhnya. Salam @FKIP CAKAP

Surakarta, 28 Mei 2020

Pandemi Covid 19 berdampak pada segala aspek kehidupan termasuk pendidikan. Pengaruhnya di bidang pendidikan, khususnya lembaga pendidikan guru, FKIP/IKIP/LPTK perlu melakukan adaptasi dalam menyiapkan calon guru yang profesional.

Mempertimbangkan situasi darurat Pandemi Covid ini, pada periode Juli-September 2020, FKIP UMS melalui Unit Pembelajaran Terpadu menawarkan 2 alternatif program PLP 2 sebagai bentuk adaptasi dengan “New Normal”. Kedua program tersebut adalah:

  1. New Normal School based Teaching Practice
  2. Home Schooling Teaching Practice

Konsep pertama merupakan program PLP yang melibatkan sekolah dalam pelaksanaan PLP2 dengan mematuhi norma New Normal yang diterapkan oleh sekolah dimana mahasiswa peserta PLP2 pilih untuk melaksanakan program PLP. Konsep kedua lebih memberi keleluasaan mahasiswa untuk mendampingi para siswa yang tinggal di sekitar lingkungan mahasiswa praktikan dengan model bimbingan di rumah (Home Schooling).

Semoga kedua program yang ditawarkan ini cukup memfasilitasi calon guru untuk praktek mengajar dalam berdaptasi dengan Pandemik Covid 19. Salam @FKIP CAKAP.

[wzslider autoplay=”true”]