Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Keluarga besar besar FKIP UMS yang dirahmati Allah, Selamat atas keberhasilan dan kemenangan kita dalam malaksanakan ibadah puasa di tahun ini, semoga masih dipertemukan dengan Ramadhan pada tahun yang akan datang. Aamiin.

Selamat Hari Raya “Idul Fitri “tahun 1441H. Taqobballahu Minna Waminkum. Mohon maaf lahir dan batin.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita ,Allah menerima taubatan kita, dan Allah  pertemukan kita semua dengan Ramadhan berikutnya dalam keadaan sehat wal afiat.

Semoga Alloh ridha dengan amal ibadah kita dan mengampuni dosa kita. Aamiin YRA.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam @FKIP CAKAP.

Klaten, 20 Mei 2020

Meningkatnya jumlah kasus Covid 19 yang melanda negara ini, maka diperlukan tindakan dan upaya tentang bagaimana cara mencegah atau menanggulangi kasus tersebut. Hal ini perlu menjadi kesadaran setiap masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Melihat hal itu, Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Sangguru FKIP UMS berinisiatif untuk melakukan penyuluhan PHBS dan penyemprotan disinfektan bagi warga di desa Gatak, janti, polanharjo, klaten pada 16 Mei 2020.

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian MPA Sangguru FKIP UMS atas keprihatinan terhadap merebaknya pandemi Covid 19 ini yang kian hari semakin meningkat penyebarannya. Bentuk kegiatan ini antara lain: pemberian edukasi kepada masyarakat tentang Covid 19 dengan menerapkan PHBS yang disertai penyebaran leaflet, penyemprotan disinfektan, dan pembagian hand sanitizer.

Dalam pelaksanaannya, MPA Sangguru FKIP UMS mendapatkan apresiasi dan dukungan masyarakat desa. Hal ini menjadi dukungan dan memantik semangat bagi anggota dalam melaksanakan kegiatan ini. Harapan dari kegiatan ini, semoga warga desa Gatak agar selalu menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari hari walaupun pandemi Covid 19 sudah berakhir. Salam @FKIP CAKAP.

[wzslider autoplay=”true”]

Surakarta, 19 Mei 2020.

Merebaknya COVID-19 di dunia termasuk di Indonesia, berdampak juga pada mahasiswa di FKIP UMS. Sebagian besar mahasiswa yang merantau dari luar jawa maupun luar negeri harus pulang ke rumah masing-masing dan selanjutnya mengikuti pembelajaran secara daring. Namun demikian ada diantara mahasiswa yang terpaksa tidak bisa pulang sampai lebaran tiba. Selain Universitas Muhammadiyah Surakarta memberikan bantuan kepada mereka berupa voucher untuk berbuka puasa, FKIP-UMS juga memberikan bantuan kepada MALIBU (Mahasiswa Lintas Budaya) FKIP UMS dari luar jawa dan luar negeri. Bantuan yang diberikan berupa top-up pulsa ataupun uang pembelian pulsa sebesar Rp. 100.000 per mahasiswa yang diharapkan bisa digunakan untuk menghubungi keluarga di rumah agar tetap bisa berkomunikasi dan bersilaturrahmi dengan keluarga.

Mahasiswa yang mendapatkan bantuan tersebut dari berbagai penjuru Indonesia dan Luar negeri. Diantara mereka ada dari Riau, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua, dan Thailand.

Pimpinan FKIP -UMS juga menitipkan salam untuk keluarga para mahasiswa tersebut dengan harapan semoga selalu sehat semuanya, tetap sabar dalam menghadapi kondisi ini, dan semoga kondisi semuanya segera pulih kembali. Pimpinan FKIP UMS juga mengucapkan terimakasih kepada orang tua mahasiswa yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk belajar di FKIP UMS. Insya Allah mereka semua tetap sehat selalu dan istiqomah menjalankan dan menyelesaikan studinya. Salam @FKIP CAKAP.

[wzslider autoplay=”true”]

Surakarta, 17 Mei 2020

FKIP UMS kembali menjadi tuan rumah (host) webinar International Conference. Webinar berskala internasional ini dilaksanakan dalam 3 tahapan masing-masing diselenggarakan pada: 20 Juni, 11 Juli, dan 8 Agustus 2020. Dalam rangka kegiatan webinar tersebut, FKIP UMS mendapat kepercayaan dari ALPTK PTM untuk mengimplementasikan dan mengembangkan program pola asuh antar ALPTK PTM.

Sinergi merupakan salah satu pilar penting untuk memajukan LPTK PTM menjadi lembaga pencetak guru profesional yang profesional, tangguh, dan berkepribadian Islami di tengah masyarakat global. ALPTK PTM yang beranggotakan 93 LPTK PTM dengan jumlah prodi sebanyak 510 berkomitmen kuat untuk saling membantu dan memacu melalui sinergi Program Pola Asuh.

Program Pola Asuh ini prinsipnya adalah untuk memajukan agar LPTK PTM yang sudah sangat maju untuk menjadi lebih sangat maju dengan masing-masing keunggulan dan kekhasannya. Dan, LPTK PTM yang sudah sangat maju ini berkewajiban menjadi pendorong bagi LPTK PTM maju yang sedang dalam proses menuju sangat maju ini menjadi sama dengan LPTK PTM yang sangat sangat maju tersebut. Dengan demikian, modelnya ada LPTK PTM pengasuh dan ada beberapa LPTK PTM yang diasuh.

Implementasi Program Pola Asuh yang dilaksanakan ini berpendekatan OBE (Outcome Based Education) di bidang luaran kerja sama, joint conferences, riset, dan publikasi. Dalam kesempatan joint conferences ini berkolaborasi dengan beberapa fakultas pendidikan di USA, Prancis, Malaysia, Brunei, Hong kong, Australia dengan tentu saja dengan LPTK yang mengikuti Program Pola Asuh tersebut.

Program Pola Asuh Konferensi International dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama bertajuk Tema Rekayasa Pembelajaran yang Fun & Progresif Abad 21, Sabtu 20 Juni 2020, pukul 10.00-12.00 dengan Invited Speakers antara lain: Prof. Laurence dari CDU Australia dan Prof Hairy dari UPSI Malaysia yang akan bersinergi (pola asuh) dengan Unimuda Sorong, STKIP Muhammadiyah Sampit; STKIP Muhammadiyah Barru Sulsel, STKIP Maumere; Ridwan STKIP Muhammadiyah Batang, dan STKIP Muhammadiyah Blora.

Putaran II, dengan tema Transpformasi Pembelajaran Daring Era Komputasi Global, Sabtu 11 Juli 2020, pukul 10.00-12.00 dengan invited speakers antara lain: Prof. Amra Sabic-El-Rayes Columbia University USA, Prof. Warsito Atdikbud RI Prancis; STKIP Muhammadiyah OKU Timur, FKIP UMB Banjarmasin, FKIP UM Lampung, STKIP Muhammadiyah Kalabahi.

Puncaknya pada tahap III Vikon Rakernas 11 Jumat 7 Agustus 2020, pkl 13.00 s.d selesai. Dilanjutkan ProfunEdu-5 dengan tema Pendidikan Milenial Era Komunikasi Global, Sabtu 8 Agustus 2020, 08.00 s.d selesai. Speakers pada kali ini akan tampil Prof Popy Rufaidah Atdikbud RI USA, Prof. John Trent Hongkong University , Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, STKIP Muhammadiyah Babel, dan Unmuh Pare-pare. Salam @FKIP CAKAP.

Surakarta, 2 Mei 2020

FKIP UMS mengambil peran penting webinar dalam rangka memperingati Hardiknas 2 Mei 2020  ini yang bertemakan Rekayasa Pembelajaran Era  Merdeka Belajar di Masa Pandemi Covid-19. Terdapat dua kata kunci penting dalam webinars ini, yaitu rekayasa pembelajaran dan merdeka belajar. Pembelajaran saat di era komputasi global ini berkembang dengan pesatnya dan ekstrimnya telah mengalami bukan saja perubahan yang luar biasa. Tetapi sudah terjadi lompatan teknik dan strategi pembelajaran yang demikian cepatnya. Sudah terjadi semacam disrupsi pembelajaran. Yaitu, perubahan teknik dan strategi pembelajaran yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Kristalisasi pesan penting KH Dewantara “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah” terbukti. Pembelajaran daring yang dilaksanakan di hampir semua negara di dunia ini, lebih dari 206 negara, secara bersamaan dan tiba-tiba karena pandemi global “siap atau belum siap, suka atau belum suka, lancar atau belum lancar, bahkan ada atau belum ada” harus menjadi seolah “siap, suka, lancar, dan ada” dalam pembelajaran daring ini. Dalam pembelajaran daring ini semua orang tua, kakak, adik, keponakan, keluarga, tetangga, kolega, tamu, dan bahkan orang yang belum dikenalnya tiba-tiba menjadi guru semua. Dan, tiba-tiba pula semua rumah sekarang ini secara disrupsi (: Jawa ujug-ujug) sudah menjadi unit-unit dan suasana sekolah. Perubahan besar yang terjadi saat ini tersebut, jauh hari sudah dipikirkan oleh Bapak Pendiri Pendidikan Indonesia, KH Dewantara. Itulah sebabnya, KH Dewantara layak mendapat anugerah seorang futuris pendidikan.

Apapun dapat dijadikan sumber belajar. Setting bagaimanapun dapat dijadikan tempat belajar (H.J Prayitno, 2020). Dalam konteks ini sumber belajar bukan hanya dari orang ke orang. Alam semesta, benda, alat, medsos, dan apa pun lainnya yang tidak bisa disebutkan saat ini bisa dijadikan sumber belajar. Oleh karena itulah, pemilihan dan penentuan sesuatu apapun sebagai sumber belajar tersebut pentingnya didasarkan pada value ‘nilai’. Karena hakikatnya sumber belajar yang dari manapun itu harus didasarkan pada nilai kemanfaatan, nilai kemanusiaan, dan nilai untuk memartabatkan kehidupan. Karena ilmu yang sesungguhnya adalah ilmu yang bermanfaat, ilmu yang mememanusiakan manusia (: Jawa nguwongke), dan ilmu yang bermartabat serta beradab.

Setting pembelajaran saat ini tidak lagi bisa di batasi hanya di sekolah atau di rumah. Dalam setting pembelajaran tersebut juga mengalami perubahan, dinamika, dan lompatan yang sangat cepatnya. Setting pembelajaran berubah dari tempat ke waktu. Berubah dari waktu ke suasana. Siswa dan siapapun bisa belajar bukan saja di sekolah, atau bukan saja di rumah, tetapi bisa berlangsung di manapun, di mobil, di pesawat, di kebun, di pos ronda, bahkan ekstrimnya bisa di kamar mandi (WC) sekalipun. Perubahan setting pembelajaran yang sangat ekstrim ini karena sangat bergantung pada suasana ‘mood’ pembelajar. Dalam konteks ini diperlukan pentingnya suatu nilai belajar. Hakikat belajar adalah ilmu yang dapat memartabatkan kehidupan.

Di dalam setting belajar itu sendiri sangat dimungkinkan adanya perubahan yang sangat ekstrim lagi. Pada hari yang sama siswa atau pembelajar dapat belajar di berbagai tempat sekaligus. Dinihari belajar di rumah, pagi hari belajar di bandara, tengah hari belajar di kota transit pertama, siang harinya lagi belajar di kota transit kedua dan seterusnya, menjelang sorenya belajar di bandara tujuan. Demikian seterusnya selama masih ada akses (: sinyal). Sesungguhnya telah terjadi pergerakan setting pembelajan yang berubah dengan drastisnya. Semua ini dikembalikan kepada tatanan dan hahikat nilai belajar. Setting belajar yang sesungguhnya adalah setting waktu-tempat-suasana (triple setting Pendidikan) yang bisa tetap berpijak pada nilai kemanfaatan.

Belajar untuk ilmu, ilmu apapun. Ilmu yang dapat memartabatkan kehidupan. Ilmu yang mampu memanusiakan manusia. Ilmu yang bisa mendatangkan kemanfaatan. Itulah pesan penting dari webinars dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020 yang diikuti oleh 862 peserta dari berbagai lapisan, unsur, dan benua. Sebagai nara sumber untuk memartabatkan ilmua tersebut, yaitu: Prof. Suyanto, Ph.D. (pemerhati pendidikan sekaligus Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah), Prof. Warsito (Atdikbud RI Prancis), Prof. Dr. Sofyan Anif (Rektor UMS), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno (Ketua ALPTK PTM), Prof. Gamal Abdul Nasir Zakaria (UBD, Education Faculty Universiti Brunei Darussalam), Prof. Fauziah Abdul Rahim (Education Faculty, UUM Malaysia). Semoga bermanfaat. Salam @FKIP CAKAP.

Lampiran:

  1. Materi Prof. Warsito (Atdikbud Kedubes RI di Prancis)
  2. Materi Prof. Fauziah Abdul Rahim (UUM, Malaysia)
  3. Materi Prof. Suyanto (Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah)
  4. Materi Prof. Harun Joko P. (Ketua ALPTK PTM)

Lomba Rekayasa Pembelajaran Luaran MK Micro Teaching Berbasis HOTS di Tengah Pandemi Covid-19.

Syarat:

  1. Peserta mahasiswa S1 program studi FKIP UMS yang sedangkan menempuh MK Micro Teaching semester TA 2019/2020.
  2. Bersifat individual, bukan tim.
  3. Mengunggah salah satu video luaran MK Micro Teaching ke laman fkip.ums.ac.id.
  4. Durasi minimal 10 menit & maksimal 20 menit.

Komp Penilaian:

  • Seni dan komunikasi mengajar.
  • Strategi, interaksi, & inovasi.
  • Penguasaan materi, Pemanfaatan media & ICT pembelajaran.
  • Kemampuan merekayasa dan membangkitkan semangat belajar anak.
  • LES Learner Centered Strategy.

Penghargaan & Serifikat:

Juara 1 Subsidi Pulsa 300 rb
Juara 2 Subsidi Pulsa 250 rb
Juara 3 Subsidi pulsa 200 rb
Juara 4 subsidi pulsa 150 rb
Juara 5 subsidi pulsa 100 rb
Juara 6 subsidi pulsa 75 rb
Juara 7 subsidi pulsa 50 rb

Tahapan:

Lab Micro Teaching/Lab Pembelajaran Terpadu FKIP UMS

Download Leaflet

Assalamualaikum wr. wb.

Kami beritahukan bahwa PLP 2 reguler tahun 2020 diharapkan dapat dilaksanakan secara normal: (1) mengembangkan perangkat pembelajaran; dan (2) menjadi asistensi guru (praktik mengajar terbimbing) di sekolah.

Sejalan dengan era kemerdekaan belajar dan era digital maka program PLP 2 dimungkinkan pelaksanaannya secara daring. Dalam hal situasi tidak memungkinkan (misalnya karena Covid 19) maka PLP 2 dilaksanakan dalam bentuk daring, yaitu: (1) mengembangkan perangkat pembelajaran terbimbing secara daring; dan (2) melaksanakan asistensi guru secara daring di lingkungan guru atau lingkungan sekolah masing-masing.

Selanjutkan kami informasikan bahwa:

  1. Pendaftaran PLP 2 Reguler periode Juli-Agustus 2020 dilakukan secara online melalui https://bit.ly/plp2_reguler_2020 paling lambat 30 April 2020.
  2. Program PLP 2 tahun 2020 diperuntukkan bagi mahasiswa FKIP UMS angkatan tahun 2017 dan/atau angkatan sebelumnya yang sudah lulus MK Microteaching.
  3. Kelengkapan administrasi, soaialisasi dan pembekalan, kit PLP 2 dll Insyaa Allah akan dilaksanakan Juni 2020.
  4. Pelaksanaan PLP 2 Reguler, baik secara daring maupun secara tatap muka di sekolah Insyaa Allah akan dilaksanakan tgl 23 Juli s.d 3 September 2020.
  5. PLP2 Terintegrasi KKNDIK (LN, DSP AUM, Seameo, Mandiri Atdikbud KJRI LN) menunggu sutuasi s.d Juni 2020.
  6. Ketentuan lengkap unduh Panduan PLP 2 Edisi IV Tahun 2020 pada fkip.ums.ac.id.

Demikian pengumuman dari Lab Pembelajaran Terpadu FKIP UMS.

Wassalamualaikum wr. wb.

Ketua,

Koesoemo Ratih, PhD.

Lampiran:

Pabelan, 25 Maret 2020

Implementasi pengembangan kelembagaan dan kerjasama bidang akademik dan pembelajaran antara FKIP UMS dengan Pusat Latihan Mengajar dan Industri (PULAMI) UPSI Malaysia terus ditingkatkan. Salah satunya adalah program pertukaran calon guru mengajar di sekolah lab yang sudah berjalan 4 tahun ini.

Pada periode tahun sebebelumnya FKIP UMS mengirim sebanyak 17 mahasiswa FKIP ke sekolah lab UPSI. Dan, tahun ini PULAMI UPSI mengirimkan 4 mahasiswa Fakulti Sains dan Matematik sebagai calon guru untuk melakukan internship di sejumlah sekolah-sekolah Lab Muhammadiyah FKIP UMS selama 2 bulan sejak 2 Februari 2020. Mereka ditempatkan di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, SMP Muhammadiyah 7 Colomadu, MI Muhammadiyah Bloran, dan SMA Muhammadiyah Program Khusus Al Kautsar Kartasura.

Program ini penting karena bukan saja untuk meningkatkan capaian mutu sekolah-sekolah lab tersebut. Lebih jauh juga pengenalan budaya antara dua negara dan strategi pengembangan perangkat pembelajaran antar dua institusi, FKIP UMS dengan PULAMI UPSI untuk menyiapkan guru profesional abad 21. Salam @FKIP CAKAP.

[wzslider autoplay=”true”]

Pabelan, 9 Maret 2020

Guru penggerak dan sekolah penggerak merupakan salah satu progran utama bagi LPTK PTM dalam pengembangan sekolah-sekolah dasar Muhammadiyah Aisyiah di seluruh Indonesia sejak 2015.

Program ini sangat bagus dan membawa manfaat banyak pihak, terutama sekolah-sekolah dasar menengah Muhammadiyah sebagai salah satu pengguna. Dan, bagi LPTK PTM sebagai salah satu penghasil guru-guru penggerak pada era hybrid seperti sekarang ini. Hal ini sejalan dengan visi LPTK PTM yang berkomitmen kuat untuk menghasilkan guru profesional sejati yang berkepribadian islami, menjadi inisiator perubahan pendidikan dalam konteks pendidikan global, dan sebagai tajdid pembaharu atau penggerak perubahan pada era disrupsi pendidikan.

Program penggerak perubahan sekolah dasar menengah Muhammadiyah siklus 3 ini mengajak peran aktif guru-guru penggerak di sekolah dalan revitalisasi layanan BK bagi dalam era hybrid. Hadir dan berperan aktif dalam kegiatan ini lebih dari 215 guru dari berbagai daerah di Solo Raya. Mereka merupakan guru-guru pembaharu, guru-guru penggerak, dan siap menjadi penggerak serta inisiator perubahan di berbagai sekolah pelosok dengan berbagai pendekatannya. Pendekatan holistik, kontekstual, technoenterpreneurship, kolaboratif, HoTS, literasi sains, literasi budaya-kewargaan, dll. Salam @FKIP CAKAP.