Wonogiri, 29 Februari 2020

Guru Penggerak perubahan dalam konteks pendidikan secara luas merupakan satu dari program pengembangan FKIP UMS. Program ini diharapkan mampu mensinergikan penguatan sekolah-sekolah Dasar Menengah, khususnya sekolah Muhammadiyah, dengan profil lulusan FKIP UMS sebagai guru penggerak yang profesional dan berkepribadian islami, serta sebagai inisiator perubahan dalam era disrupsi pendidikan. Demikian disampaikan oleh Dekan FKIP UMS Prof. Harun Joko Prayitno di SMK Muhammadiyah Wonogiri dalam acara Implementasi dan Penguatan Techno Enterpreneurship di hadapan guru-guru SMK Muhammadiyah Se Solo Raya pada 29 Februari 2020.

Ketua PDM Wonogiri diwakili Drs. Sularno M.Pd. dan Kepala SMK Muhammadiyah 2 Wuryantoro Wonogiri Drs. Bambang Sulistiyanto menekankan pentingnya manajerial skill dalam tata kelola pembelajaran bagi anak2 SMK di era komputasi global. Oleh sebab itu, praktik2 pembelajaran di dunia kerja serta dunia industri dan bentuk pemagangan lainnya akan menjadi prioritas pengembangan SMK Muhammadiyah Se Solo Raya.

Program sinergi dan penguatan sekolah-sekolah dasar menengah Muhammadiyah ini dilaksanakan ke dalam sasaran kegiatan sebagai berikut:

  1. Penguatan Guru-Guru SD/MI Muhammadiyah Se-Solo Raya dalam Rekayasa Pembelajaran Abad 21 tanggal 22 Februari 2020.
  2. Optimalisasi Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Muhammadiyah Se-Eks Karesidenan Surakarta 14 Maret 2020.
  3. Penguatan Techno Entrepreneurship Era Komputasi Global bagi Guru-Guru Smk Muhammadiyah Wilayah Surakarta 29 Februari 2020.
  4. Penguatan Olimpiade Matematika dan Sains Berkarakter Bagi Guru- Guru SMP Muhammadiyah Se-Eks Karesidenan Surakarta 11-12 Maret 2020; dan
  5. Penguatan Leadership Pembelajaran Abad 21 bagi Guru-Guru SMP & SMA Muhammadiyah Se-Karesidenan Surakarta akan dilaksanakan awal April 2020.

Salam @FKIP CAKAP.

[wzslider autoplay=”true”]

Sragen, 19 Februari 2020

Mahasiswa KKN-Dik UMS yang ditempatkan di BA AISIYAH MRANGGEN II Jatinom Kabupaten Klaten mengadakan kegiatan penghijauan dengan memanfaatkan barang-barang bekas dan menggunakan media hidorgel. Kegiatan penghijauan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 1 Februari 2020.

Kegiatan penghijauan ini bertujuan untuk mengembangkan ketrampilan siswa dalam bercocok tanam, menata lingkungan serta mengenalkan metode cara baru tanpa menggunakan tanah. Serangkaian kegiatan ini diawali dengan pengenalan jenis tanaman yang akan ditanam oleh siswa dan penyuluhan mengenai cara menanam dan merawat tanaman secara tepat dengan menggunakan hydrogel ini. Untuk penataan tanaman dilakukan dengan metode vertical garden, dimana dengan metode tersebut, penghijaun dapat dilakukan di lahan yang sempit.

Vertical garden tersebut diterapkan di samping dinding agar mampu memperoleh tempat yang banyak, selain itu vertical garden memiliki banyak kelebihan seperti memiliki keindahan sendiri dengan kreatifitas penataannya dan dapat diletakkan dimana saja baik secara outdoor maupun indoor.

Para siswa dilibatkan secara langsung dalam kegiatan ini agar siswa dapat mengenali media bertanam tidak hanya bisa menggunakan tanah saja. Selain itu, kesadaran siswa akan pentingnya merawat tanaman tergolong masih rendah. Sehingga dengan kegiatan ini siswa secara tidak langsung bisa mendapatkan pengetahuan mengenai kegiatan penghijauan sekaligus mendapatkan ilmu baru.

Dari kegiatan tersebut diharapkan siswa dapat menerapkan apa yang telah diberikan dalam upaya untuk memanfaatkan media hidogel ini dan menghijaukan lingkungan sekitar, tidak hanya di lingkungan sekolah saja. @FKIP CAKAP

Penulis: Mahasiswa KKNDik Kab. Klaten-Mranggen

[wzslider autoplay=”true”]

Sragen, 17 Februari 2020

Keterampilan proses sains atau yang biasa disingkat KPS merupakan kemampuan siswa menerapkan metode ilmiah dalam memahami, mengembangkan dan menemukan ilmu  pengetahuan. KPS dapat diajarkan sejak usia dini. Anak-anak menemukan konten ilmu dengan  menerapkan proses ilmu pengetahuam. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan ilmiah, diskusi  kelas, membaca, dan berbagai strategi pembelajaran lainnya.

Salah satu program kerja tim KKNDik UMS di TK Aisyiyah Pengkol dalam hal menanamkan KPS yaitu membuat Mini Greenhouse. Mini Greenhouse menjadi tempat belajar dan menerapkan proses ilmu pengetahuan. Siswa diajak menanam sayur dan buah-buahan dari benih yang telah disiapkan. Setiap hari sebagai tiket masuk kelas, setiap siswa harus menyiram  dan mengamati terlebih dahulu tanaman mereka dan kemudian akan mendapat tanda tangan guru  di lembar kerja siswa masing-masing.

Melalui semangat mahasiswa KKNDIK dan semangat belajar para siswa, program ini diharapkan dapat menumbuhkan keterampilan proses sains untuk menghadapi kehidupan sehari hari serta untuk studi masa depan dalam ilmu pengetahuan anak. Salah satu mahasiswa KKNDIK desa pengkol menuturkan kegiatan belajar berbasis praktikum seperti ini sangat bagus untuk diterapkan demi terwujudnya tujuan Pendidikan. Salam @FKIP CAKAP.

Karanganyar, 16 Februari 2020

Salah satu program kegiatan kelompok KKN-Dik di SMA Muhammadiyah 3 Gondangrejo adalah menghidupkan kembali area makan siswa (kantin) menjadi “Zona Kuliner Siswa”. Kegiatan ini terselenggara atas gagasan dari pihak sekolah dan mahasiswa. Secara umum kegiatan ini dilaksanakan guna untuk menumbuhkan rasa nyaman siswa selama di sekolah.

Penggantian nama kantin menjadi zona kuliner siswa dilatarbelakangi oleh kondisi sekolah yang kurang kondusif dalam menangani kebiasaan siswa meninggalkan kelas selama proses pembelajaran. Dasar terciptanya kegiatan ini, karena tidak berfungsinya kantin di sekolah sehingga siswa menggunakan alasan untuk izin istirahat di luar lingkungan sekolah, sehingga menyebabkan siswa tidak kembali ke kelas.

Proses terealisasinya program ini yaitu kolaborasi antara mahasiswa dengan warga sekolah. Siswa berkontribusi dalam menjaga zona kuliner siswa agar tetap aktif dan dapat menjadi icon sekolah. Zona kuliner siswa ini diharapkan mampu menciptakan rasa nyaman peserta didik saat berada di sekolah yaitu dengan meningkatkan kreativitas siswa dalam membuat mural dinding di zona kuliner siswa.

Pengadaan kantin sebelumnya telah dilaksanakan oleh pihak sekolah bekerjasama dengan siswa, namun seiring berjalannya waktu dan beberapa kendala menyebabkan program ini terhenti. Berdasarkan gambaran tersebut, mahasiswa mulai menghidupkan kembali kantin menjadi “Zona Kuliner Siswa” sejak minggu kedua pelaksanaan KKN-Dik.

Menurut Dwi, “salah satu cara untuk meningkatkan sekolah agar lebih maju, yakni dengan menghidupkan kembali salah satu program yang sudah  nonaktif dalam waktu belakangan seperti kantin” selaku Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum. Salam @FKIP CAKAP

Penulis: Mahasiswa KKNDik Kab. Karanganyar-Gondangrejo

Boyolali, 15 Februari 2020

Tim Mahasiswa KKNDik FKIP UMS yang ditempatkan di  MIM Kadirejo melaksanakan Short Course. Kegiatan Short Course dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan guru dan siswa untuk menghadapi Ujian Madrasah. Kurangnya pemahan guru pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia menjadi faktor utama Short Course tersebut dilaksanakan. “Guru di MIM Kadirejo tidak terlalu memahami mata pelajaran Sekolah Dasar karena memang pada dasarnya guru – guru di sini bukan lulusan dari jurusan Guru Sekolah Dasar”. Ujar Edi Nugroho selaku kepala sekolah.

Short Course mulai dilaksanakan pada Selasa, (11/1) dan bertempat di ruang kelas 6 MIM Kadirejo. Mata pelajaran yang didiskusikan adalah Matematika. Pemateri pada kegiatan tersebut adalah Muhammad Haris Munandar yang merupakan Mahasiswa UMS program studi Pendidikan Matematika. Kegiatan yang diikuti oleh Guru, Siswa Kelas 6 dan beberapa siswa unggulan dari kelas 4 dan 5 tersebut berlangsung selama kurang lebih 1 jam. kegiatan dimulai dengan pemberian permasalahan dari Guru. Kemudian, pemateri menjelaskan bagaimana permasalahan itu dapat diselesaikan. Selain menjelaskan penyelesaian, Pemateri dan Guru juga mendiskusikan bagaimana cara termudah untuk menyelesaikan permasalahan.  Hal itu dilakukan agar Guru lebih mudah menyampaikan materi pelajaran sehingga siswa mudah memahami ilmu yang diterangkan.

Rencananya, Short Course akan rutin dilaksanakan dengan berbagai mata pelajaran, khususnya mata pelajaran dalam Ujian Nasional. “Short Course akan rutin dilaksanakan, kita tunggu perintah dari Kepala Sekolah” Ujar Ibu Happy selaku guru kelas IV. Diharapkan dengan adanya kegiatan Short Course ini,  kemampuan pemecahan masalah yang dimiliki Guru dan Siswa MIM Kadirejo akan meningkat sehingga memperoleh prestasi yang baik dalam Ujian Madrasah. Salam @FKIP CAKAP

Penulis: Mahasiswa KKNDik Kab.Boyolali – Kadirejo

[wzslider autoplay=”true”]

Wonogiri, 14 Februari 2020

Mengingat saat ini memasuki musim penghujan, tim kelompok mahasiswa KKNDik Kec. Giriwoyo, Kab. Wonogiri mengadakan kegiatan sebagai upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan membentuk kader JUMANTIK cilik.  JUMANTIK adalah kepanjangan dari Juru Pemantau Jentik. Kegiatan penyuluhan Jumantik cilik bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan terhindar dari bahaya DBD. MIM Sirnoboyo mengadakan kegiatan penyuluhan Jumantik cilik ini dilaksanakan pada hari Jumat (7/2) di kelas IV, V, dan VI. Pelaksanaan kegiatan ini bekerja sama dengan Puskesmas II Giriwoyo.

Siswa diberi materi tentang bahaya DBD, seperti di mana saja tempat bersarangnya jentik-jentik yaitu di bak mandi, tempat minum binatang, penampungan air di luar ruangan dan genangan air pada botol bekas. Kemudian peserta didik melakukan pengecekan secara langsung ke salah satu rumah warga. Peserta didik dibekali senter dan obat Abate guna mengetahui secara dini adanya jentik-jentik nyamuk pembawa penyakit Aedes aegypti.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan para peserta didik dapat menerapkan di lingkungan rumah masing-masing dan peduli terhadap kebersihan lingkungan. Sehingga melalui kegiatan tersebut peserta didik dapat meningkatkan pemahaman dan dapat mencegah penyakit Deman Berdarah Dengue sedini mungkin. Serta mempersiapkan siswa MIM Sirnoboyo menjadi kader JUMANTIK cilik yang siap dan tanggap akan bahaya DBD

Menurut tuturan Budi, “Mudah-mudahan dengan adanya JUMANTIK cilik seminggu sekali secara aktif melakukan pemeriksaan jentik jika terdapat jentik harap segera lapor untuk bisa ditindaklanjuti”.

Semoga dengan adanya JUMANTIK ini, diharapkan para siswa dapat dibekali kesiap siagaan dalam mencegah adanya DBD dan semoga dapat menjadi pelopor dalam pencegahan DBD di lingkungan masing-masing. Salam @FKIP CAKAP.

Penulis: Mahasiswa KKNDik Kab. Wonogiri – Giriwoyo

[wzslider autoplay=”true”]

Sukoharjo, 13 Februari 2020

Rasa peduli terhadap lingkungan sangat penting ditanamkan pada anak sejak dini. Salah satu cara yang dapat diterapkan pada BA Aisiyah Kriwen III yaitu melalui kegiatan menanam bamboo hoky dengan menggunakan media tanam hydrogel. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 10 Februari 2020 oleh mahasiswa KKN-dik Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Penanaman menggunakan hydrogel di nilai lebih efektif, efesien, dan menarik untuk menumbuhkan minat terhadap kegiatan penghijauan, sehingga akan timbul rasa peduli terhadap lingkungannya. Hydrogel merupakan gel yang berfungsi menyerap, menyimpan air dan nutrisi untuk tanaman dalam jumlah besar, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media tanam. Hydrogel juga menarik karena memiliki banyak warna yang memantul seperti kristal, tersedia dalam berbagai warna seperti: merah, pink, ungu, biru, hijau, kuning, hitam, oranye dan putih bening. Selain dipakai untuk media tanam pengganti tanah, hydrogel berfungsi sebagai media dekorasi bahkan, dengan perlakuan khusus, bisa sebagai pengharum ruangan, serta membantu mengurangi udara kering pada ruang ber-ac.

Pemilihan bamboo hoky dinilai sesuai untuk ditanam menggunakan hydrogel, karena bamboo hoky dapat tumbuh dengan mudah, meskipun tidak menggunakan media tanah. Untuk merawat bamboo hoky agar tetap hidup cukup mudah, hanya mengisi kembali air pada hydrogel yang sudah menyusut, namun jika menggunakan media tanah, bamboo hoky akan tetap hidup meski hanya disiram satu kali dalam satu minggu. Salam @FKIP CAKAP

Penulis: Mahasiswa KKNDik Kab. Sukoharjo – BA Aisyiyah Kriwen 3

[wzslider autoplay=”true”]

Surakarta, 12 Februari 2020

Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan periode UKMPPG Oktober dan November 2019 telah selesai melakoni Yudisium pada Rabu, 13 Februari 2020 bertempat di Auditorium Moh. Djazman UMS. Pada acara yudisium PPG ini dihadiri oleh bapak Wakil Rektor 1 (Prof. Muhammad Da’i), Wakil Dekan 1 (Prof. Sutama), Ketua PPG FKIP UMS (Siti Zuhriyah Ariyatmi, M.Pd) beserta jajaran dan staf PPG FKIP UMS.

Yudisium UMKPPG Periode Oktober dan November 2019 (Angkatan PPG Daljab 4, PPG Daljab 5, dan PPG Dasus) ini merupakan yang terakhir dalam penyelenggaraan PPG untuk tahun 2019. Berdasarkan statistik hasil UKMPPG Firstaker, tingkat presentasi kelulusannya sebagai berikut: PPG Daljab 4 (81,58%), PPG Daljab 5 (76.92%), dan PPG Dasus (37,84%).

Berdasarkan hasil tersebut, semakin lama presentase kelulusan UKMPPG semakin turun. Tingkat penurunan presentase kelulusan ini juga dialami oleh LPTK lain. Hal ini dikarenakan tipe soal yang diberikan adalah tipe soal HOTs (Higher Order Thinking Skill), dimana pada setiap soal tersebut membutuhkan pemahaman serta penalaran yang lebih.

Hal ini juga dikemukakan oleh Prof. Sutama dalam sambutannya, “Tingkat penurunan kelulusan UKMPPG tarat nasional menunjukkan penurunan, sejumlah LPTK baik negeri dan swasta juga mengalami hal serupa. Ini harus menjadi PR bersama”.

Namun disisi lain, dalam menghadapi era komputasi global yang di dalamnya berkaitan dengan digitalisasi pembelajaran, para peserta PPG ini telah dibekali itu semua. Sejak kuliah daring sampai dengan UKMPPG, para peserta dituntut untuk bisa mengoperasikan komputer dan internet karena seluruh tugas-tugas yang diberikan bersifat online. Hal ini merupakan langkah cerdas dari pemerintah dalam menghadapi era Industri 4.0.

“Diharapkan para Alumni PPG FKIP UMS dapat mengembangkan dan menerapakan media pembelajaran secara daring ini kepada peserta didiknya, agar nantinya peserta didiknya mampu beradaptasi seiring dengan perkembangan jaman yang maju akan teknologi”, tambah Prof. Sutama.

Sementara itu, Prof. Muh. Da’i dalam sambutannya berpesan kepada seluruh peserta Yudisium PPG, “guru profesional harus bisa mengadopsi perubahan-perubahan yang terjadi untuk membimbing peserta didiknya supaya maju dan berakhlak mulia.”.

“Tugas sebagai guru merupakan amanah yang mulia, oleh karena itu menjadilah contoh yang baik kepada anak didiknya”, tambah Prof. Muh. Da’i.

Salam @FKIP CAKAP.

[wzslider autoplay=”true”]

Surakarta, 4 Februari 2020

FKIP UMS dan Education Faculty UPSI Malaysia sepakat dan berkomitkan kuat untuk menghasilkan guru-guru profesional pada era komunikasi & komputasi global. Salah satu bentuknya adalah exchange students antara kedua fakultas di dua perguruan tinggi tersebut melalui mata kuliah unggulan internship (PLP 1-2) & teaching practice di sejumlah sekolah lab.

Periode ini mahasiswa asal Education Faculty UPSI mengirimkan 4 mahasiswa untuk melakukan Internship Program on Teaching Practice ke sejumlah sekolah lab unggulan FKIP UMS selama 2 bulan lebih, sejak 2 Februari s.d 28 Maret 2020. Mereka adalah Chua Xiao Xuan,Arifah Adlina Binti Rashahan, Ummi Batrisyia Binti Abdul Manaf, & Goh Yong Ching. Ke empat mahasiswa tersebut berasal dari program studi sains fisika, sains matematika, dan sains kimia.

Sekolah lab utama yang ditunjuk yaitu SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Selain itu mahasiswa tersebut juga diminta menjadi guru tamu ke sekolah-sekolah pemberdayaan di lingkungan Muhammadiyah yaitu SMP Muhammadiyah 1 Baturan Colomadu, SMA AL-Kautsar Kartasura, dan MIM Bloran Kec. Kerjo Karanganyar.

Program exchange students antar kedua belah ini sudah berjalan sejak 5 tahun lalu. Dan, periode Juli – September 2019 kemarin sebanyak 17 mahasiswa asal FKIP UMS melakukan hal yang sama di beberapa sekolah lab Education Faculty UPSI. Keduanya sepakat dan berkomitmen kuat untuk mengembangkan program internship dan teaching practice ini. Karena program ini dapat menjadikan wawasan dan pandangan pendidikan yang nantinya akan menjadi bekal untuk diterapkan saat menjadi guru. Salam @FKIP CAKAP.

Surakarta, 31 Januari 2020.

Dekanat FKIP UMS mengadakan kegiatan lomba kebersihan antar organisasi mahasiswa (Ormawa) yang menempatkan HMP PGSD sebagai juara umum.Peserta dalam kegiatan ini adalah semua Ormawa di lingkungan FKIP UMS. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dimasing-masing ruang sekretariat ormawa.

Nurhidayat, M.Pd. (Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaa) menuturkan, “Saya berharap ruang-ruang di Ormawa FKIP agar selalu tetap bersih, harapannya kebersihan Ormawa di FKIP dapat menjadi contoh untuk Ormawa di Fakultas yang lain”.

Aspek yang dinilai dalam lomba kebersihan ini antara lain:

  1. Kebersihan dan kerapihan ruangan.
  2. Tempat sampah di dalam atau di luar ruangan.
  3. Identitas Ormawa
  4. Papan pengumuman
  5. Ketertiban dan Keamanan

Berdasarkan aspek tersebut, diperolehkan hasil juara sebagai berikut:

  1. Juara 1: HMP PGSD
  2. Juara 2: BEM FKIP
  3. Juara 3: HMP PG-PAUD

Semoga dengan kebersihan di lingkungan Ormawa FKIP ini dapat selalu terjaga dan dapat menjadi objek percontohan bagi Ormawa di Fakultas lain. Salam @FKIP CAKAP.