FKIP, BIP dan BKUI UMS Melakukan Benchmarking ke Australia

Biro Inovasi Pembelajaran (BIP) dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) baru-baru ini melakukan kegiatan benchmarking dan kunjungan ke Australia. Dalam
kunjungan ini, mereka berusaha untuk memperluas wawasan dan mempelajari praktik-praktik terbaik di bidang pendidikan.

Delegasi dari BIP yang ikut dalam kegiatan ini adalah Koesoemo Ratih,Ph.D selaku Kepala Biro Inovasi Pembelajaran, dan Dr. Laili Etika Rahmawati, M.Pd selaku Kepala
divisi pengembangan kurikulum. Mereka menjadi perwakilan UMS dalam melakukan benchmarking dan kunjungan ke beberapa lembaga di Australia.

Salah satu lembaga yang dikunjungi adalah The University of Melbourne, yang merupakan universitas terkemuka di Australia. Di sana, delegasi BIP berkesempatan untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman dengan para ahli pendidikan dan staf akademik di universitas tersebut.

Selain itu, delegasi juga melakukan kunjungan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne untuk memperkuat hubungan dan menjalin kerjasama di bidang pendidikan antara UMS dan institusi di Australia. Selain itu, mereka juga mengunjungi Muhammadiyah Australia College.

Kunjungan benchmarking dan kunjungan ke Australia ini merupakan langkah strategis BIP UMS dalam meningkatkan kualitas pendidikan di universitas mereka.

Dengan memperluas jaringan kerjasama dan mempelajari praktik-praktik terbaik di luar negeri, diharapkan UMS dapat mengadopsi inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan pembelajaran dan memberikan manfaat bagi mahasiswa dan stakeholder pendidikan.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat  dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra  Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Muammadiyah Surakarta mendampingi siswa SMK Muhammadiyah 4 Surakarta dan SMK Muhammadiyah Kartasura berliterasi digital. Pada tahap awal ini, tim menyelenggarakan workshop memanfaatkan aplikasi   Microsoft Office secara berurutan yaitu:  Microsoft Word, Microsoft Exel, dan Microsoft Power Point.

Pendampingan yang dilaksanakan sejak Januari 2023 sampai Mei 2023 ini bertujuan meningkatkan kompetensi para siswa dalam mengoperasionalkan komputer untuk berbagai keperluan belajar. Dalam jangka panjang, kompetensi ini  menjadi bekal para siswa berliterasi digital  untuk eksis dalam dunia yang serba digital.

Drs. Agus Budi Wahyudi, M.Hum. selaku ketua tim Pengabdian Masyarakat ini  menyatakan bahwa pendampingan ini merupakan pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/ Desa Binaan (P2AD)  yang merupakan salah satu skim yang didanai oleh Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Persyarikatan  (LPMPP) Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sesuai dengan nama skimnya, salah satu tujuan P2AD adalah memberdayakan dan memperkuat Persyarikatan Muhammadiyah dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) agar sehat, mandiri dan berdaya saing,  serta  mendampingi  pengelolaan, pengembangan dan penguatan kembali Persyarikatan Muhammadiyah sebagai basis gerakan dakwah.

SMK Muhammadiyah 4 Surakarta dan SMK Muhammadiyah Kartasura dipilih karena para siswa di sekolah vokasi ini belum terampil dalam mengoperasionalkan komputer padahal mereka menghadapi dunia yang serba digital dan setelah lulus segera terjun ke dunia kerja. Mayoritas para siswa belum mengenal dengan baik aplikasi Microsoft Office, apalagi  memanfaatkannya. Hasil survei menunjukkan bahwa selama pandemi pembelajaran berdigital kurang optimal, sehingga kemampuan para siswa kurang maksimal.

Eko Purnomo, S.Pd., M.Pd. selaku guru pembimbing ekstrakurikuler di SMK Muhammadiyah 4 Surakarta merasa terbantu dengan kegiatan ini. Menurutnya, selama masa pandemi para siswa tidak bisa belajar secara optimal dalam memanfaatkan aplikasi-aplikasi ini. Pendampingan ini menyadarkan mereka untuk segera meningkatkan literasinya dengan memanfaatkan komputer sesuai dengan perkembangan zaman. Kompetensi berliterasi digital sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari pada era teknologi ini.

Begitu pula, pendampingan di SMK Muhammadiyah Kartasura mendapat tanggapan yang positif dari guru dan para siswa. Sa’diyah Nuraini, S.Pd., M.Pd. selaku guru pendamping dalam kegiatan ini menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan meningkatkan motivasi siswa belajar teknologi. Para siswa antusias belajar teknologi karena mereka merasa cara belajarnya mengasyikkan dan mudah diikuti. Mereka menghendaki waktu pelaksanaannya lebih lama dan rutin.

Sesuai dengan semangat MBKM (Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka) kegiatan ini melibatkan banyak dosen dan mahasiswa. Dosen yang berpartisipasi aktif adalah: Dr. Main Sufanti, M.Hum., Drs. Andi Haris Prabawa, M.Hum., Dr. Laili Etika Ramawati, M.Pd., Dini Restiyanti Pratiwi, M.Pd. dan Risma Nur Rahmawati, S.S., M.A. Adapun mahasiswa yang berpartisipasi aktif adalah Mellyonisa Athariq Samsulhadi, Budhi Arti Laras Sukmawati, Sinta Tri Noviana, Rifiana Febriyanti, Muhammad Iqbal, Vila Dwi Putiani, Dani Anwar Hadi, Miftah Asyrofi Muhtar, Kartika Satya Noviafitri, Pratiwi Yulia Saputri,  Aulia Sofia Nur Fadilah,  Dimas Arsyad Arrajiv, dan Sopi Narolina.  Mahasiswa ini mayoritas pegiat Laboratorium Literasi  yang dikelola oleh Program Studi PBSI FKIP UMS.

Pengabdian masyarakat ini masih pada tahap awal. Kebutuhan pendampingan berliterasi digital kepada para siswa masih perlu dilanjutkan, baik pada sekolah yang sama maupun di sekolah yang berbeda. Oleh karena itu, tim  pengabdian dari Prodi PBSI FKIP UMS ini bertekad akan terus melanjutkan dengan program-program yang semakin berkualitas. (Main Sufanti-anggota tim).

Thailand Inventors Day (TID) merupakan salah satu acara besar tahunan yang diselenggarakan oleh National Research and Council of Thailand (NRCT). Acara tersebut juga dikenal sebagai Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation, and Technology Exposition (IPITEx) yang merupakan pameran penemuan terbesar di Thailand. Pada tahun ini acara Thailand Inventors day dilaksanakan pada 02-06 Februari 2023 yang berlangsung di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC), Bangkok, Thailand.

Perlombaan ini diikuti oleh 24 negara dan lebih dari 500 tim secara keseluruhan. Perlombaan ini dibagi menjadi 8 kategori yaitu:

  1. Class A: Medicine and Public Health/ Medical Technology/ Pharmacy/ Hygiene
  2. Class B: Health Products/ Foodstuffs/ Drinks/ Cosmetics/ Personal care product
  3. Class C: Modern Agriculture/ Horticulture/ Forestry and Gardening
  4. Class D: Protection of the Environment/ Energy/ Water/ Power and Electricity/ Green Technology
  5. Class E: Building/ Construction/ Civil Engineering/ Architecture
  6. Class F: Educational/ Office/ Household items and tools/ Sport
  7. ClassG: Robotics/ Electronics/ Automation/ IoT and Application/ Information, Communication and Technology (ICT)
  8. Class H: Mechanics/ Engines/ Machinery/ Manufacturing processes

Dari perlombaan tersebut, tim dari prodi PTI UMS yang beranggotakan Hawangga Dhiyaul Fadly, Aray Adi Kusuma dan Esa Nanda Salsabila berhasil mendapatkan silver medal. Untuk bisa mendapatkan hal tersebut tentunya tidaklah mudah, mulai dari pembuatan produk kisaran 3 bulan dan seleksi nasional dengan 2 tahapan seleksi hingga akhirnya bisa lolos ke tahap internasional.

Adapun produk inovasi yang kami angkat adalah tentang virtual reality dengan judul “VR Batik Museum: Discover Indonesian Culture Through Immersive Virtual Reality”. Salah satu alasan kami mengangkat inovasi tersebut adalah kami ingin mengenalkan budaya asli indonesia khususnya batik di kancah internasional dan mengkolaborasikannya dengan terkonogi masa kini, yaitu virtual reality. Kami berharap dengan adanya kolaborasi antara budaya dengan teknologi khususnya virtual reality semua orang bisa merasakan sensasi immersive dalam mengunjungi sebuah museum secara virtual tanpa harus mengunjunginya secara langsung.

 

Sebanyak 1.578 Mahasiswa FKIP UMS yang lulus UKMPPG dalam 3 periode ujian dikukuhkan sebagai Guru Profesional pada hari Sabtu 11 februari 2023 bertempat di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS.
Pengukuhan ribuan mahasiswa FKIP tersebut digelar secara hybrid dan daring dengan zoom meeting, Pelaksanaan sumpah profesi itu juga disiarkan langsung melalui saluran youtube UMS.

Dekan FKIP UMS Prof Dr Sutama berpesan agar para mahasiswa PPG bisa menjadi guru yang profesional.
“Harus selalu bertransformasi, terus bergerak menjadi guru profesional untuk memajukan pendidikan Indonesia. Hasil jerih payah selama mengikuti PPG dapat dilanjutkan dengan berkarya dan berkolaborasi,” kata dia.

Rektor UMS Prof Dr Sofyan Anif mengemukakan, guru profesional itu sangat sederhana, yaitu guru yang dirindukan siswa-siswanya.

“Guru profesional ya guru sing dikangeni. Jadi nanti bapak-ibu bisa evaluasi ‘opo aku wis dikangeni karo murid-muridku’, kalau belum ya berarti belum profesional,” jelas Sofyan Anif.
Guru besar FKIP itu menjelaskan, hal yang dirindukan para peserta didik adalah cara mengajar yang mudah dimengerti, pintar atau materi yang disampaikan menarik perhatian. Begitu pula guru yang selalu hadir untuk murid-muridnya.

Pada bagian lain, Kepala Prodi PPG FKIP UMS Siti Zuhriah Ariatmi MPd berharap, para alumni PPG bisa mengabdikan diri dan melanjutkan pendidikannya.

“Sesudah para guru lulus menempuh pendidikan profesi harus bisa mengabdikan diri untuk kepentingan nusa, bangsa serta untuk kemanusiaan. Mereka harus bekerja secara profesional bisa mengambil keputusan bijak dalam dunia pendidikan,” harap Siti Zuhriah.
Bersamaan adanya pengukuhan tersebut, alumni berprestasi Temu Ismail MSi yang menjabat sebagai Direktur Pendidikan Profesi Guru mendapat penghargaan dari Rektor UMS dan diberi kesempatan memberikan kuliah umum bagi para alumni baru PPG UMS

ums.ac.id, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengukuhkan 1.578 mahasiswa PPG.

Kegiatan ini dilangsungkan secara hybrid di Gedung Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS, Sabtu (11/2) dan daring melalui zoom meeting. Kegiatan sumpah profesi ini juga disiarkan secara langsung di saluran youtube UMS.

Dekan FKIP UMS Prof., Dr., Sutama , M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan pesannya kepada para mahasiswa PPG agar bisa menjadi guru yang profesional.

“Harus selalu bertransformasi, selalu bergerak menjadi guru profesional untuk memajukan pendidikan Indonesia. Hasil jerih payah selama mengikuti PPG harus selalu terus menerus dilanjutkan dengan berkarya dan berkolaborasi,” kata Prof Sutama.

Selanjutnya, Rektor UMS Prof., Dr., Sofyan Anif, M.Si, menyebutkan definisi dari guru profesional itu sangat sederhana, yaitu guru yang dirindukan oleh siswa-siswanya.

“Guru profesional adalah guru sing dikangeni. Jadi nanti bapak-ibu bisa evaluasi ‘opo aku wis dikangeni karo murid-muridku’, kalau belum belum berarti belum profesional,” jelas Prof Sofyan Anif.

Rektor UMS itu juga menerangkan hal yang dirindukan oleh para peserta didik dapat berupa cara mengajarnya, kepintarannya, atau materi yang disampaikan, dan kehadirannya.

Kepala Prodi PPG FKIP UMS Dra., Siti Zuhriah Ariatmi, M.Pd, juga menyampaikan harapannya agar para alumni PPG bisa mengabdikan diri dan bisa melanjutkan pendidikannya.

“Sesudah para guru ini lulus pendidikan profesi, mereka benar-benar mengabdikan diri untuk pendidikan, nusa dan bangsa Indonesia, serta untuk kemanusiaan. Mereka harus bekerja secara profesional bisa mengambil keputuaan yang bijak dalam hal pendidikan,” harap Siti Zuhriah.

Dia juga berharap para alumni ini bisa melanjutkan pendidikannya sehingga para peserta didik bisa mendapatkan pendidikan yang optimal dari para guru alumni PPG UMS.

Pada kesempatan ini, alumni berprestasi Temu Ismail, S.Pd. M.Si yang menjabat sebagai Direktur Pendidikan Profesi Guru juga diberikan penghargaan oleh Rektor UMS dan memberikan kuliah umum untuk para alumni baru PPG UMS.

Sebanyak 1.578 mahasiswa PPG menerima sertifikat pendidik dengan rincian PPG dalam jabatan kategori 1 tahun 2022 sebanyak 746, PPG dalam jabatan kategori 2 tahun 2022 sebanyak 716, PPG dalam jabatan ex PLPG sebanyak 44, PPG prajabatan mandiri 2021 dan 2020 sebanyak 54, dan retaker PPG dalam jabatan 2018-2021 sebanyak 18.

Saat ini, Prodi PPG FKIP UMS sudah berakreditasi A dan di Indonesia hanya 6 perguruan tinggi yang berhasil mendapatkan predikat tersebut, termasuk PPG UMS. (Maysali/Humas)

Pernikahan anak, kekerasan seksual, dan perkosaan menjadi berita utama di berbagai media massa saat ini.  Informasi tersebut gencar mengemuka dengan narasi dan angka-angka fantastis yang membuat hati miris.

Banyaknya Kasus tersebut mengindikasikan ada problem sosial yang berkaitan dengan relasi laki-laki dan perempuan dalam masyarakat. Semua kasus tersebut menimbulkan dampak yang berkepanjangan, baik bagi pribadi yang bersangkutan, keluarga, maupun masyarakat.

Perkawinan anak (perkawinan dini) merupakan salah satu kasus yang memiliki catatan paling akurat. Misalnya, Komnas Perempuan mencatat sepanjang 2021 terdapat 59.709 kasus pernikahan dini yang diberi dispensasi oleh pengadilan. Berdasarkan berita-berita terkini, tampaknya kondisi pada 2022 tidak jauh berbeda.

Komnas Perempuan pernah menyiarkan, Perkawinan anak merupakan praktik berbahaya yang menghambat Indonesia Emas 2045, https://komnasperempuan.go.id/. Dalam siaran itu dicatat enam bahaya perkawinan anak, yaitu rentan menyelesaikan studi, kerugian ekonomi, rentan perceraian dan KDRT, meningkatkan angka kematian ibu melahirkan, meningkatkan angka kematian bayi, serta meningkatkan stunting.

Data-data tersebut menunjukkan sudah mendesak dilakukan aksi nyata pencegahan kasus-kasus semacam itu. Aksi nyata dapat dimulai dengan edukasi seksual secara massif melalui Tri Pusat Pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Agar aksinyata ini betul-betul efektif, dibutuhkan kesamaan persepsi, semangat, dan tindakan dari semua elemen pendidikan ini.

Mari Bertindak

Edukasi seksual mendesak dilakukan terhadap generasi mudak sejak dini. Paling tidak bentuk pendidikan itu berupa tindakan mengedukasi generasi muda agar memahami dan mempraktikkan relasi kesetaraan gender dan kesehatan reproduksi.

Pertama, keluarga segera menyadarkan anak-anaknya sejak kecil adanya perbedaan jenis kelamin, memisahkan tempat tidur anak laki-laki dengan anak perempuan, mengajarkan merawat organ vitas dan seterusnya

Kedua, sekolah perlu mengintegrasikan pesan pesan kesetaraan gender dan kesehatan reproduksi di semua mata pelajaran yang memungkinkan. Dampaknya akan mengurangi bahkan menghilangkan tindakan-tindakan negatif seperti perundungan, pelecahan seksual, dan pemerkosaan.

Ketiga, Masyarakat juga perlu memiliki regulasi atau etika bergaul yang sensitif terhadap kesetaran gender. Regulasi itu disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga menjadi pedoman bertingkah laku. Penyuluhan tentang kesetaraan gender dan kesehatan reproduksi perlu diagendakan secara rutin di tingkat RW maupun RT di seluruh Indonesia.

Keempat, pemerintah harus hadir untuk mendampingi masyarakat dengan regulasi dan pedoman yang jelas. Pemerintah perlu menggerakkan instansi- instansi terkait untuk menyediakan modul-modul atau panduan edukasi seksual berdasarkan kebujakan Pemerintah. Modul/Pedoman itu kemudian dimanfaatkan untuk penyuluhan-penyuluhan di masyarakat.

Main Sufanti, dosen PBSI FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta

Artikel ini terbit di Suara Merdeka pada Tanggal 6 Februari 2023

ums.ac.id, SURAKARTA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) mengirimkan 1.478 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKNDik) Reguler 2023 ke Solo Raya.

KKNDik ini diikuti oleh mahasiswa FKIP UMS semester 7, mulai Senin (30/1). Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk berinteraksi di tengah-tengah masyarakat.

Wakil Dekan 1 FKIP UMS Mauly Halwat Hikmat, Ph.D. menyerahkan mahasiswanya untuk melakukan pembelajaran dan pengabdian di Sukoharjo.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan 1 FKIP UMS menyampaikan dalam tahun ini UMS melakukan beberapa KKN selain KKNDik Reguler dengan mengirimkan mahasiwanya ke luar kota dan luar negeri. “Di luar Solo Raya, kita mengirimkan ke delapan kota, antara lain Semarang, Jakarta, Magelang, Surabaya, Jember dan beberapa kota di luar Solo Raya dan kami juga mengirimkan mahasiswa ke luar Jawa, yaitu ke Mataram dan Makassar. Kami juga mengirimkan mahasiswa ke luar negeri, seperti Malaysia dan Thailand,” kata Mauly, Selasa (31/1).

Dr. Dwi Haryanti, M.Hum Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menyampaikan bahwa, KKN melatih ketrampilan kerja dan kemampuan manajerial bagi para lulusan muda sehingga ketika menjadi alumni, lulusan memiliki ketrampilan dan kemampuan mengatur sesuatu melalui bimbingan dari pihak internal kampus dan eksternal.

FKIP UMS Ikuti KKNDik Reguler 2023. Foto Humas UMS

“Nah selama KKN itu kan mereka berlatih untuk mandiri kemudian menghadapi berbagai masalah yang ada di masyarakat, kemudian mencari solusinya. Dan itu juga dibimbing, pembimbingnya selain DPL kerja sama juga dengan Kepala Sekolah dan juga ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM),” terang Dwi Haryanti.

Kuliah kerja nyata yang berlangsung selama satu bulan tepatnya dimulai dari 30 Januari – 25 Februari, selain mengajar mahasiswa juga akan memberikan pengabdian berupa pembelajaran Alquran, kursus terkait dengan kesulitan siswa atau di lingkungan masyarakat tempat mereka mengabdi.

Adapun tujuan dari kegiatan KKNDik Reguler 2023 di antaranya adalah untuk melatih mahasiswa untuk memahami kondisi pendidikan masyarakat di lingkungan masyarakat pendidikan terpencil sehingga mahasiswa memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap masyarakat pendidikan yang memerlukan bantuan, serta menyiapkan lulusan sebagai inisiator dan pejuang pendidikan. (Maysali/Humas).

Oleh Main Sufanti

MUKTAMAR Ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Surakarta terselenggara secara sukses. Komentar positif terhadap penyelenggaraan muktamar ini mewarnai media massa dari berbagai sudut pandang. Kesuksesan perhelatan akbar ini tentu dicapai melalui supertim yang berja keras, ikhlas, dan istikamah.

Muktamar memang sudah selesai, tetapi perjuangan menyosialisasikan dan mengamalkan amanat-amanat muktamar sedang dimulai. Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 1208/KEP/I.0/B/2022 tentang Tanfidz Keputusan Muktamar ke-48 Muhammadiyah tertanggal 14 Desember 2022 memuat keputusan tentang: (1)PP Muhammadiyah Periode 2022-2027, (2) Laporan PP Muhammadiyah Periode 2015-2002, (3) Program Muhammadiyah 2022-2027, (4) Risalah Islam Berkemajuan, dan (5) Isu-Isu Strategis Keurmatan, Kebangsaan dan Kemanusiaan Universal.

Membangun kesalahan digital merupakan salah satu isu strategis keumatan yang dibahas di dalam muktamar dan ditanfidzkan dalam keputusan itu. Dinyatakan bahwa kemajuan teknologi digital merupakan pertanda kemajuan revolusional dan menciptakan disrupsi di berbagai aspek kehidupan yang berdampak pada krisis keadaban. Banyak perilaku negatif masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital.

Krisis keadaban membuat manusia mudah memproduksi hoaks, kebencian, permusuhan, saling mencela, menghina, dan erosi moralitas. Kesantunan, kearifan, dan akhlak mulia mengalami peluruhan. Guna mengatasi hal itu, saatnya dibangun dasar nilai yang membingkai perilaku bermedia sosial, dan media digital secara bermoral dalam wujud kesalehan digital. Kesalehan itu berupa adanya kesadaran moral atau etik dalam memanfaatkan sistern dan hidup pada era digital.

Gerakan Literasi

Dasar nilai untuk membangun kesalehan digital dapat berupa panduan moral berbasis agama (seperti Fikih Informasi terbitan PP Muhammadiyah) dan gerakan budaya literasi. Gerakan literasi antara lain dapat berupa penyediaan content creator ajaran, dan nilai-nilai keadaban lslami di dunia digital. Harapannya, konten-konten itu dapat mengurangi bahkan menghilangkan konten-konten negative.

Membangun kesalehan digital seharusnya juga dilakukan di setiap institusi dan lingkungan masyarakat. Panduan kaagamaan dan moral dalam memanfaatkan media digital perlu disusun, disosialisasikan, dan diterapkan secara masif di setiap institusi sehingga tercipta perilaku berdigital secara saleh.

Membangun kesalehan digital suatu keniscayaan bagi institusi pendidikan, karena institusi itu bertangung jawab terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia. Institusi pendidikan wajib menyelenggarakan pembelajaran dan pembiasaan pada peserta didik agar berperilaku saleh dalam berdigital.

Setiap institusi pendidikan perlu memiliki aturan dan norma yang mengikat terhadap semua warganya dalam memanfaatkan teknologi digital.

Sekolah dapat membangun kesalahan digital dengan mengintegraskan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Berdasarkan Panduan GLS (Kemendikbud 2016) terasi sekolah dalam konteks GLS adalah kemampuan mengakses, memahami dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas. Mayoritas kegiatan Iterasi dapat memanfaatkan teknologi digital.

Pemanfaatan teknologi digital secara cerdas, dibarengi kesadaran adanya moral atau perilaku saleh, tentu menyuburkan karakter unggul. Ungkapan-ungkapan empati, simpati, toleransi, kasih sayang, persahabatan, kejujuran dan seterusnya akan mendominasi media massa dan media digital. Semoga harapan segera menjadi kenyataan.

 

Main Sufanti, Dosen PBSI FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta

Artikel ini terbit di Suara Merdeka pada Tanggal 9 Januari 2023

 

KAU adalah guru yang mampu membuktikan bahwa nelajar bukanlah hal yang membosankan.” Inilah sepenggal ucapan salah seorang siswa SD dari Bekasi kepada gurunya pada hari Guru Nasional (HGN)2022. Ucapan itu tertulis di secarik kertas yang menyertai bingkisan coklat yang dikemas manis ala anak-anak.

Pada hari itu para siswa belajar menghormati gurunya dengan memberi bingkisan dan ucapan yang membanggakan. HGN diperingati setiap 25 November. Tanggal itu dijadikan HGN berdasarkan pada peristiwa terbentuknya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November 1945, yang mampu menyatukan berbagai organisasi guru, HGN bertujuan menghormati peran dan jasa guru di Indonesia sebagai insan yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

HGN tahun ini diperingati pada 25 November 2022 dengan tema “Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar”. Dengan tema ini, semua guru diharapkan segera bergerak untuk melakukan berbagai inovasi guna mewujudkan Merdeka Belajar. Inovasi merupakan kunci dalam mewujudkan SDM yang unggul dalam menyongsong Indonesia Emas.

Guru Inspiratif

Pada HGN tahun ini, kemendikbudristek memberikan apresiasi dan penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan yang inspiratif. Pemberian penghargaan ini merupakan Ikhtiar dalam memotivasi guru dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesionalisme dalam rangka menyelenggarakan pembelajaran berkualitas.

Guru yang inspiratif adalah guru yang dapat menggerakkan hati siswanya untuk menciptakan berbagai inovasi, berkarakter unggul, dan beramal shaleh. Inilah tantangan guru masa kini. Tantangan itu tentu tidak mudah dijalankan, tetapi perlu diusahakan dengan komitmen tinggi untuk berdedikasi secara maksimal.

Guru hendaknya menginspirasi siswa untuk belajar menciptakan berbagai inovasi. Cara belajar semacam ini berpotensi memberi bekal kemampuan kepada siswa untuk eksis dalam masyarakat, agar para siswa memiliki kemampuan kepada siswa untuk eksis dalam masyarakat.

Mensugesti para siswa untuk memiliki karakter unggul juga merupakan tantangan guru masa kini. Profil Pelajar Pancasila perlu diintegrasikan dalam segala aktivitas pembelajaran, baik pembelajaran intrakurikuler, Kokurikuler, maupun ekstrakurikuler. Guru yang kreatif akan menyiapkan material ajar, menerapkan metode, menyediakan sarana-prasarana, melaksanakan evaluasi, untuk mend0r0ng terbentuknya siswa yang selalu mengamalkan nilai-nilai pancasila.

Mengajar adalah menginspirasi siswa untuk beramal shaleh. Definisi itu tampaknya perlu diikuti guru-guru masa kini dalam rangka menciptakan generasi yang taat beribadah dan perbuatan-perbuatan terpuji. Agar dapat menginspirasi siswa, guru perlu melakukan inovasi dalam gerakan amal sholeh dalam pembelajaran. Sebagai contoh, kesalehan digital mendesak untuk dipahami siswa dam diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Main Sufanti, Dosen PBSI FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta